KabarNet

Aktual Tajam

Fantastis, Uang Pajak Hilang Rp 1.000 Triliun per Tahun

Posted by KabarNet pada 14/09/2014

Jakarta – KabarNet: Anda ingat waktu Prabowo Subianto saat kampanye bilang kebocoran PPBN mencapai Rp 1000 Triliun pertahun? Semua orang yang mengaku pakar sampai presiden SBY mencak-mencak, karena dianggap tidak rasional dan mengada-ada.

Lalu apa yang terjadi sekarang? Ternyata benar, hal itu diungkapkan langsung oleh pihak Deputi Tim Transisi Jokowi-JK memalui media online Detik Finance, Jumat 12 September 2014.

Tim Transisi Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mencatat, potensi pajak yang hilang mencapai Rp 1.000 triliun per tahun. Karena banyak wajib pajak tidak membayar kewajibannya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri tidak mau berkomentar soal potensi kehilangan pendapatan pajak ini. “Saya nggak komentar soal itu, pemerintahan baru yang bilang. Pemerintahan baru yang lebih tahu. Saya nggak mau kasih komentar. Jangan tanyakan ke saya lah,” kata Chatib di kantornya, Jalan Wahidin Raya. Jakarta, Jumat 12 September 2014.

Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto mengatakan, potensi pajak Rp 1.000 triliun/tahun yang hilang, karena sejumlah wajib pajak tidak membayar pajak dengan benar. Bila angka ini bisa dimaksimalkan, maka masalah pendanaan berbagai proyek pemerintah lewat APBN tak akan lagi bermasalah. “Tunggakan pajak sudah kita kalkulasi semua itu kita kehilangan Rp 1.000 triliun per tahun. Ketika kami tanya Dirjen Pajak, dia menjawab dengan data kalau kekurangan orang,” ucap Hasto.

Menurut Hasto, biang keladi permasalahan ini adalah badan perpajakan itu sendiri. Ia menduga, sistem di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak yang sering berganti memberi celah bagi para pegawai pajak untuk memanfaatkan ketidakkonsistenan sistem tersebut. “Ketika ganti Dirjen, maka sistem juga diganti, dan ini dinilai tidak efisien. Selain itu, pegawai perpajakan juga tidak maksimal mengejar para wajib pajak. Ini yang jadi masalah,” kata dia.

Aturan terkait pajak pun, dinilai Hasto saling kontradiktif satu sama lain, akibatnya perpajakan tidak maksimal. Sebagai contoh, aturan perpajakan apartemen mewah yang hanya dikenakan dengan luasan 100 meter persegi. Padahal menurut Hasto, semua apartemen tergolong mewah. “Itu alasan di Kementerian Keuangan tidak adil. Memperbaiki ini, kita Jokowi sudah menemukan gagasan. Kami menemukan kebijakan perpajakan yang efektif, salah satunya sistem online dan keberanian pemimpin,” tambahnya. [KbarNet/Detikfinance]

Satu Tanggapan to “Fantastis, Uang Pajak Hilang Rp 1.000 Triliun per Tahun”

  1. Kalau memang berita ini benar berarti pernyataan sdr Hasto Kristiyanto ini adalah pernyataan Telmi krn pd saat kampanye pemilihan Presiden yang lalu sdh disampaikan oleh Pak Prabowo !!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: