KabarNet

Aktual Tajam

Progres 98: Ahok Tak Lebih Seekor Anjing

Posted by KabarNet pada 11/09/2014

Jakarta – KabarNet: Tidak ada beda antara perilaku preman dengan perilaku Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Basuki Indra alias Zang Wan Xie alias Ahok. Berkali-kali Ahok berbicara kasar dan sembarangan bagai preman kawasan Glodok Jakarta yang membuat banyak orang tersinggung dan marah. Bahkan yang terbaru Ahok menuding seluruh pejabat DKI bajingan dan munafik.

Caci maki Ahok ini bukan yang pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah yang pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor yang disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan.

Kini ketua Progres 98, Faizal Assegaf, melalui akun Facebooknya merespon keras terkait watak preman dan kata-kata Ahok yang sudah diluar batas normal. Berikut tanggapannya:

SOAL WATAK PREMANISME AHOK, SEBAIKNYA GERINDRA AMBIL SIKAP TEGAS:
PECAT dan DESAK MUNDUR DARI JABATAN WAGUB !!!

Dalam sebuah diskusi terbatas lintas kawan-kawan aktivis, seorang sahabat melontarkan kegusaran kepada Wagub DKI Jakarta dengan menegaskan: “Dia Ahok tak lebih adalah seekor anjing yang hanya setia pada konglomerat aseng…”

Sindiran itu menuai sambutan beragam, bahkan beberapa kawan spontan menambahkan: “Tepat bila menyebutnya anjing cipit yang bisanya cuma menggonggong dan membuat keributan…”

Berbeda dengan Kompas, si Ahok dipoles bak pahlawan dan dipaksakan melalui berbagai rekayasa opini seolah figur pemimpin yang hebat. Maklum, Kompas tidak lain adalah corong pembela kepentingan konglomerat Aseng, dan Ahok merupakan misi dari kejahatan itu.

Sebenarnya sudah lama mayoritas warga Jakarta telah menyimpan kemarahan kepada Ahok. Asbabnya, lantaran ulah politisi berdarah Tionghoa itu acap kali melontarkan berbagai pernyataan yang tidak elok. Sangat kasar, sok jagoan serta lebih menunjukan watak premannya di hadapan publik.

Wajar bila sikap bobrok tersebut kini makin menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Namun celakanya, Ahok menganggap perilaku premanisme yang melekat pada dirinya adalah sebuah kebanggaan. Dengan cara itu, dia menjadi berbeda di hadapan publik alias kontraversial. Tapi sekali lagi, gaya Ahok sesungguhnya norak dan tak pantas menjadi pejabat publik.

Bukan hanya itu, Ahok mengklaim bahwa dirinya adalah politisi bersih, padahal itu semua bohong besar. Kalau KPK bertindak objektif, maka satu per satu kasus KKN-nya akan terbongkar.

Terkait dengan sikap pengkhianatannya kepada Prabowo, banyak pihak mendesak agar si mulut besar tersebut harus dicopot dari keanggotaan Gerindra serta memintanya mundur dari kursi Wagub DKI Jakarta. Jangan biarkan anjing peliharaan konglomerat Aseng itu bertingkah sombong dan sok bajingan !

Salam,
Faizal Assegaf

Source: Progres 98

14 Tanggapan to “Progres 98: Ahok Tak Lebih Seekor Anjing”

  1. Anonim said

    Pecat juga dari wagub alasannya telah menipu rakyat! Penipu tdk layak memimpin rakyat.

  2. Anonim said

    Jangan hanya menyalahkan ahok seorang.. harus diingat bahwa ahok bisa duduk sbg wagub juga pilihan masyarakat jakarta… maka dari itu dihimbau pd masyarakat agar meneliti dahulu siapa sebenarnya calon yg diusung untuk memimpinnya, jangan terpana dg pencitraan yg dibuat oleh media…. kalo sdh begini akhirnya hanya penyesalan yg ada….

  3. Memang si Ahok merupakan salah seorang yg tdk tahu membalas budi baik orang kalau tdk dibantu oleh Pak Prabowo apa dia bisa jadi Wagub DKI emangnya dia siapa. Jadi mungkin pantas pula kalau Progress 98 berkata demikian !!!

  4. Richard Kristiadi said

    Dulu saya suka jokowi dan ahok, tampil beda, tetapi setelah tahu bahwa keduanya bermental PENGKHIANAT, PENIPU dan SERAKAH maka jadilah jokontol + hokbrok, dan sudah berapa kali Indonesia tertipu dan tertipu sejak Pangeran Diponegoro ….. sungguh tertipu oleh media-media besar yang penuh dengan kemunafikannya dan menipu Rakyat Indonesia dengan misi mereka yang sebenarnya.

  5. chinta said

    Kl nga diusung Gerindra jg nga ada yg kenal sama ahok kkeeellleesss jd sebaiknya mundur aja deh dr wagub, mending jakarta cari pemimpin yg lbh baik lg dan yg pasti bukan cina

  6. Richard Kristiadi said

    http://www.asatunews.com/politik/2014/09/11/tokoh-tionghoa-kecam-ahok = cina baik sudah semakin sedikit jumlahnya sama dengan pemimpin pribumi baik juga semakin 0,000000001 persen. Mana ada partai politik mau terima orang baik ….

  7. Kebaljanji said

    Saat ini oleh karena modelnya PARTAI POLITIK yang mengajukan calon, maka YANG BERTANGGUNGJAWAB atas siapa dan apa yang diperbuat oleh calon terpilih dikemudian hari ya PARTAI POLITIK dong yang utama, karena rakyat pemilih tidak seluruhnya cerdas, kritis dan paham siapa yang mereka pilih. Gitu aja kok repot sih ….

  8. Jongos, said

    Pasal tindakan tidak menyenangkan orang merupakan pasal yang harus dihadapi Ahok sebagai sosok Wagub yang telah menghina seluruh pejabat Jakarta yang dikonotasikan sebagai “BAJINGAN DAN MUNAFIK”
    salah satu saja yang namanya merasa dilecehkan, bisa mengantarkan si Ahok ke rana hukum,

  9. Jongos, said

    Mungkin kalau ada umat Islam yang paling terbodoh dimuka bumi ini,
    mungkin hanya ada di Jakarta, karena apa yang sudah benar-benar CHINA KRISTEN justru menjadi pilihanya warga Jakarta,

  10. Anonim said

    Dari dulu d jaman penjajahan cina itu cuma bisanya jualan bukan berjuang

  11. agungs said

    Yang memaki dan yang dimaki sama sama rusaknya

  12. Kepala. RS Jiwa Gendengdia said

    Yang mencela Ahok sama saja dengan mencela + goblok-goblokin :
    1. Mayoritas Pemilih Jakarta (nota bene Islam mayoritas)
    2. Partai yg mengusungnya

    Naah rasaiiin loe sekarang gigit jari………
    Terus, kemaren-kemaren gimana peran ulama / kyai / ustadz / habib dlm mencerdaskan umat untuk memilih pemimpin ?
    Kalau sekarang mau teriak-teriak anjing kek, babi kek, celeng kek, kadal kek toh faktanya !?

    “Yang memaki dan yang dimaki sama sama rusaknya” kata @Agungs
    Setujuuuu…….. ?!

    wakakkakkak kakakkk kakakkkk kiiiikkk………

    Astaghfirullah……..

  13. Anonim said

    utk media yg mncitrakan bhw diri ahok adalah pahlawan, bisa kita counter dgn media yg kita punya yaitu media sosial krn kita tdk memiliki media cetak dan media elektronik yg bs dibaca dan ditonton oleh seluruh rakyat Indonesia.
    kita yg punya wadah sosmed . bisa melawan berita yg ttg dia dgn trs mengungkapkan fakta2 yg shohih.
    wlopun akibatnya kita hrs dicaci, dimaki bahkan diancam tp tetap ungkapkan kebenaran fakta yg kita punya!
    mari kita cari fakta yg bs kita pertanggung jwbkan demi meruntuhkan keangkuhannya!

  14. Udung said

    Kenapa orang asli pribumi betawi diam aja meliat prilaku si anjing ahok kenapa tidak di usir atau di bunuh aja biar mampus itu si ahok

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: