KabarNet

Aktual Tajam

Habib Rizieq: Pilkada Langsung Rugikan Umat, Hapus Saja!

Posted by KabarNet pada 10/09/2014

Jakarta – KabarNet: Seiring dengan timbulnya polemik usulan pemilihan kepala daerah melalui DPRD dalam Revisi Undang-undang (RUU) Pilkada, timbul opsi Pilkada bisa dilaksanakan langsung atau melalui DPRD. Hal tersebut mendapat tanggapan pro dan kontra dari sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat. Tidak ketinggalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, memberikan dukungan terhadap opsi Pilkada melalui DPRD karena dinilai lebih banyak menguntungkan masyarakat luas yang mayoritas islam.

Berikut petikan wawancara Suara Islam (SI) Online dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab (HRS) soal RUU Pilkada yang akan mengubah Pilkada Langsung menjadi Pilkada via DPRD :

SI : Apa pandangan Habib selaku Imam Besar FPI tentang PILKADA via DPRD ?

HRS : Bagus sekali ! Dan memang sudah sejak tiga tahun lalu FPI mengusulkan secara tertulis ke Pemerintah dan DPR RI agar Pilkada Langsung DISTOP saja, karena lebih banyak mudhorotnya dari pada manfaatnya.

SI : Bukankah PENGHAPUSAN Pilkada Langsung dan mengubahnya menjadi Pilkada via DPRD merupakan PERAMPASAN Kedaulatan Rakyat ?

HRS : Siapa bilang ?! Kan semua anggota DPRD itu dipilih langsung oleh rakyat, sehingga mereka itu adalah Wakil Rakyat yang secara resmi memegang amanah Kedaulatan Rakyat. Jadi, Pilkada via DPRD tetap merupakan bagian dari Kedaulatan Rakyat.

Selain itu, justru Pilkada via DPRD lebih sesuai dengan ASAS MUSYAWARAH dan lebih sejalan dengan Sila Keempat Pancasila yaitu Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.

SI : Tapi menurut Polling bahwa rakyat lebih senang Pilkada langsung ?

HRS : Bohong !!! Polling ngawur !!! Justru rakyat jelata banyak yang kebingungan, karena mereka hanya dijadikan ALAT POLITIK, dan selalu dijadikan TARGET Pembodohan dan Money Politic. Bahkan dalam Pilkada Langsung, rakyat sering jadi KORBAN adu domba untuk dipecah-belah.

SI : Soal Money Politic, di DPRD juga bisa terjadi !

HRS : Betul, tapi mengawasi dan mencegah Money Politic terhadap puluhan atau ratusan anggota DPRD jauh lebih mudah daripada mengawasi dan mencegah Money Politic terhadap ratusan ribu bahkan jutaan rakyat yang ikut Pilkada.

Andai pun terjadi Money Politic di DPRD, maka KPK lebih mudah menangkapnya, tapi Money Politic terhadap rakyat banyak sulit sekali mengungkapnya.

SI : Tapi kan Pilkada Langsung itu menguntungkan umat Islam sebagai pemilik mayoritas suara ?

HRS : Omong Kosong !!! Faktanya Pilkada Langsung telah menjadikan ORANG KAFIR sebagai Pemimpin di tengah mayoritas umat Islam, seperti di Kalteng dan Kalbar, termasuk di DKI Jakarta. Belum lagi di tingkat Kota dan Kabupaten. Hal yang tidak pernah terjadi di Zaman Orla mau pun Orba. Pilkada via DPRD justru bisa lebih menjamin ASAS PROPORSIONAL, sehingga terjaga minoritas tidak memimpim mayoritas berbeda, agar supaya pemerintahan mayoritas yang terpilih lebih legitimate.

SI : Menurut Habib mudhorot apa sih yang paling berbahaya dalam Pilkada Langsung ?

HRS : Disintegrasi Bangsa !  Karena Pilkada Langsung bisa lahirkan Kepala Daerah yang tidak punya rasa nasionalisme, bisa jadi kalau orang seperti itu yang terpilih akan gerakkan masyarakatnya untuk demo tuntut referendum, mereka membangkang terhadap Pemerintah Pusat. Kalau cuma satu dua daerah masih mudah diatasi, lalu bagaimana kalau sepuluh daerah atau lebih ?! Apalagi kalau semua daerah ??!! Apa tidak hancur NKRI ???!!!

SI : Jadi apa alasan FPI mendukung Pilkada via DPRD ?

HRS : Ada dua belas alasan. Pertama, sesuai dengan ASAS MUSYAWARAH. Kedua, sejalan dengan SILA Keempat Pancasila. Ketiga, menekan Biaya Pemilu. Keempat, hindarkan Konflik Horisontal antar rakyat. Kelima, cegah PEMBODOHAN RAKYAT.

Lalu keenam, cegah Pembudayaan MONEY POLITIK di tengah masyarakat. Ketujuh, menjamin ASAS PROPORSIONAL agar minoritas tidak memimpin di daerah mayoritas berbeda. Kedelapan, menjamin lahirnya Kepala Daerah yang berkualitas karena via SELEKSI DPRD. Kesembilan, cegah lahirnya RAJA-RAJA kecil di Daerah yang membangkang terhadap Pemerintah Pusat, karena merasa pilihan rakyat. Kesepuluh, setiap saat rakyat lebih mudah mencopot Kepala Daerah yang buruk atau jahat melalui DPRD secara konstitusional.

Kemudian kesebelas, pengawasan dan pencegahan Money Politic terhadap puluhan atau ratusan anggota DPRD jauh lebih mudah daripada pengawasan dan pencegahan Money Politic terhadap ratusan ribu bahkan jutaan rakyat yang ikut Pilkada. Ada pun yang kedua-belas adalah penangkapan terhadap anggota DPRD yang lakukan Money Politic oleh KPK lebih mudah daripada penangkapan Money Politic yang dilakukan rakyat banyak.

SI : Pesan Habib untuk Pemerintah dan DPR RI serta Rakyat Indonesia ?

HRS : Segera sahkan saja Pilkada via DPRD. Jangan takut dengan
ancaman Kaum LIBERAL. Ingat, Indonesia adalah NEGARA MUSYAWARAH bukan NEGARA DEMOKRASI !!!

Source: fpi.or.id

12 Tanggapan to “Habib Rizieq: Pilkada Langsung Rugikan Umat, Hapus Saja!”

  1. Pendapat Habib Raziq Sidieq ini sebenarnya sangat selaras dn sesuai dgn dasar negara kita Pancasila khususnya utk pemilihan Bupati dn Wali Kota krn pelaksanaan otonomi dilaksanakan oleh Kabupaten dn Kota, sedangkan utk Gubernur akan lebih cocok dipilih secara langsung krn fungsinya disamping sebagai Kepala daerah juga dijadikan sebagai Kepala wilayah atau perwakilan pemerintah pusat di daerah utk mengontrol pelaksanaan otonomi oleh Kabupaten dn Kota. Seharusnya demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila yg mengedepankan mufakat melalui Permusyawaratan/Perwakilan, sedangkan demokrasi yg didasarkan dgn cara ” one man one vote ” ini adalah demokrasi liberal yg tdk sesuai dgn nilai-nilai budaya bangsa kita yg sdh menjadi dasar negara Indonesia, kecuali kalau dasar negara kita sdh berobah atau kita sdh mengkhianati Pancasila itu sendiri !!!

  2. Anonim said

    Bib, kalo pilkada langsung duitnya ngalir ke rakyat kecil, bantuan sembako, jembatan, perbaikan wc, perbaikan ini itu yg ngrasain rakyat bib. Kalo pilkada lewat dprd, yg ngrasain oknum dprd yg uda pade kaya2. Ngapain bib lu dukung dprd uda kaya dpt sogokan lg. Uda lah ente kaga usa ikutan itu kelompok si wowo, haus kekuasaan semua itu pade

  3. Richard Kristiadi said

    Habib ini otaknya encer juga lho ….. semoga dia tak ada syiah-nya.

  4. Richard Kristiadi said

    Habib ini otaknya encer juga ya …. betul Bib dari pada rakyat di-odak-aduk jungkir balik ditipu ndak tahu….. Lagian itu juga bukan demokrasi Pancasila, ngapain dibelain. JUst go ahead, Bib.

  5. Anonim said

    Kalo Pilkada langsung CINA bisa atur siapa yg jadi karna Cina punya duit dan byk kepentingan nya. Kita dukung DPR…..

  6. Tim Sukses said

    Bib …..
    Sistem perwakilan hanya akan benar-benar bisa menghasilkan Dewan yang proporsionalitas jika jebolan dari partai yang teguh pendiriannya dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Mengapa ? Karena kalau gak ketemu yang begini bib, maka mahluk dari jenis apapun bisa diusung menjadi calon, bukan begitu Bib ? Jadi kuncinya bib kayaknya kata kuncinya tetap tergantung PERFORMANCE PARTAI YANG MENGUSUNG si calon.

  7. Anonim said

    Wah pake nurani dong bib. Kalo cmn anti cina, anti kristen, anti barat mah terserah2 aja. Tp kalo anggap rakyat bodoh semua bisa diadu domba lewat pemilu mah penghinaan itu. Rakyat ga bodoh kok, ga bisa diadu domba ato ditipu segampang itu lg. Menghina sekali itu kalo bilang rakyat diaduk2 diadu domba cmn gara memilih walikota, bupati, dll. Rakyat atau oknumnya partai yg diwakili orang2 dprd mungkin maksudnya yg dihasut untuk bikin kerusuhan biar bangsa ini keliatannya jelek. Ga ada bung. Bangsa ini dilindungi Allah Swt kok. Percaya ane

  8. Anonim said

    Selama ini rakyat selalu menjadi obyek dari para penguasa liberal.

    Pilpres kemarin jelas nyata terlihat bhw rakyat negeri ini yg mayoritas muslim tertipu dg sosok merakyat polesan media2 yg menjadi tulang punggung liberal asing anti Islam. Tokoh2 Islam, umat Islam, partai Islam dan partai nasionalis yg religius di fitnah sbg partai koruptor, anti reformasi, anti rakyat sementara partai dan tokoh mereka di citrakan sebagai pahlawan heroik bekerja keras membela kepentingan rakyat, bersih dari korupsi. Fitnah meraja lela menyerang siapa saja yg bertentangan dg mereka utk memperoleh suara, belum cara curang yg sekarang blm bisa di buktikan. Untuk kecurangan ini tunggu saatnya insyaallah jika Allah Swt mengijinkan akan terbongkar juga dg jelas dan nyata.

    Juga soal bbm, dahulu minyak tanah di hapuskan subsidinya di gantikan oleh gas lpg 3 kg ternyata masih bersubsidi juga, yg menjadi korban rakyat kecil, karena kurang pengetahuan ttg pemakaian dan bahaya penggunaan gas saat awal penerapan kebijakan ini banyak terjadi kecelakaan ledakan gas.

    Oleh karenanya sdh saatnya rakyat kecil terutama umat Islam ini di sadarkan dari bahayanya kampanye2 negatif dan fitnah media2 pendukung liberalisasi ini, tujuan mereka adalah menguasai negeri ini semuanya dari kekayaan alam, juga potensi pasar yg juga luar biasa besar karena besarnya populasi rakyat negeri ini. Oleh karena itu jika tetap seperti ini yg rugi adalah diri kita sendiri rakyat kecil ini, sdh tertipu, di bohongi dijauhkan dari kebenaran lagi, di dunia susah di akherat juga tersiksa. Na’udzubillahi min dzalik.

  9. Mang manusia yang milih langsung pikiran bodoh-bodoh.

  10. Kebaljanji said

    Habib tidak salah.

    Sistem pemilihan Kepala Daerah SECARA LANGSUNG kalau dipikir dengan akal sehat memang berpotensi BISA DIMANFAATKAN -> jika para pemilihnya TIDAK JELI, PEKA, KRITIS, CERDAS dan NASIONALIS. Mereka dengan mudah bisa disuguhkan KUE TART BERAROMA PENCITRAAN yang dihiasi dengan pernik-2 JANJI MANIS sehingga tanpa pikir panjang langsung BLOSSSSS …. begitu saja. Bayangkan jika mayoritas yang memakannya, apa jadinya kemudian ?

    Sistem pemilihan Kepala Daerah SECARA TIDAK LANGSUNG kalau dipikir dengan akal sehat tetap tidak terbebas dari potensi BISA DIMANFAATKAN -> jika para pemilihnya terlalu percaya (lengah) pada wakil yang mereka pilih sebelumnya di dewan, karena manusia tetap manusia yang tidak luput dari kesalahan jika sudah dihadapkan pada KUE TART BERAROMA PENCITRAAN yang dihiasi dengan pernik-2 JANJI MANIS walau tidak semua. Namun setidaknya Habib benar bahwa MENGAWASI SEGELINTIR ORANG DI DPRD akan lebih mudah daripada MENGAWASI SEGEROMBOLAN MANUSIA di lapangan bola. Apalagi kapasitas penjara terbatas, he, hee……

    Memang SISTEM DEMOKRASI ala Barat sangat tidak sempurna, untuk itulah para pencetus negara kita mengemas kembali sistem demokrasi ala Barat ini dengan SISTEM DEMOKRASI PANCASILA yang lebih sesuai dengan kultur dan budaya masyarakat Indonesia yang ketimuran.

    Jadi pada Intinya KEBERHASILAN PELAKSANAAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA ini selain tergantung pada KEJELIAN, KEPEKAAN, KEKRITISAN, KECERDASAN, KEDEWASAAN DAN RASA NASIONALISME para pemilihnya di lapangan saat memilih PARA WAKIL MEREKA DI DPRD, juga tergantung pada BAGAIMANA PERFORMANCE PARTAI POLITIK yang mengusung para calon wakil rakyat yang akan dipercaya kemudian oleh rakyat untuk memilih KEPALA DAERAH mereka.

    Bukan begitu Bang Habib …….

  11. wa kafaa billahi wakiilaa wa nahnu sami’naa wa atho’naa ma qooluw al awliyaa’ wal’ulamaa wa hum waroosatul anbiyaa’

  12. kue tart bandung

    Hi everyone, it’s my first visit at this web page, and paragraph is in fact fruitful designed for me, keep up posting such
    articles or reviews.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: