KabarNet

Aktual Tajam

Kejagung Isyaratkan Jemput Paksa Yance

Posted by KabarNet pada 08/09/2014

Jakarta – KabarNet: Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung mengisyaratkan akan menjemput paksa bekas Bupati Indramayu Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin alias Yance.

Jemput paksa itu dilakukan bila Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini tak mengindahkan panggilan pemeriksaan jaksa penyidik dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem tahun 2004.

“Yance kita panggil hari ini. Yang bersangkutan sudah tersangka itu. (Datang atau tidak hari ini) Saya belum dapat laporannya,” kata Jampidsus R Widyo Pramono di Kejagung, Jakarta.

Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejagung Suyadi mengatakan, tersangka Yance dijadwalkan akan diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk PLTU I yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 42 miliar. Namun lagi-lagi Yance tak hadir tanpa memberikan alasan jelas kepada jaksa penyidik. “Hari ini kita panggil yang bersangkutan sudah kita tandatangani. Tapi ada penasihat hukumnya menyampaikan bahwa yang bersangkutan belum bisa datang,” ungkap Suyadi.

Untuk itu, kata Suyadi, ketidakhadiran tersangka dalam pemeriksaan itu dianggap mangkir. Bila hal itu tetap dilakukan pada panggilan ke-3, tak menutup kemungkinan jaksa melakukan upaya paksa.”Ini panggilan kedua, bisa dianggap mangkir. (Langkah selanjutnya) kita panggil lagi, (bila tak datang) tunggu tanggal mainnya jaksa penyidik,” ungkap dia.

Sekedar untuk diketahui, Yance ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jampidsus Nomor: Print-205/F.2/Fd.1/12/2010 tanggal 13 Desember 2010.

Penetapan Yance sebagai tersangka hasil pengembangan penyidikan terhadap terdakwa lainnya pada saat itu yakni Agung Rijoto selaku pemilik SHGU No 1 Tahun 1990 yang bertindak selaku kuasa PT Wihata Karya Agung; Daddy Haryadi selaku mantan Sekretaris P2TUN Kabupaten Indramayu; dan Mohammad Ichwan selaku mantan Wakil Ketua P2TUN Kabupaten Indramayu dan juga mantan Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Indramayu. Ketiga terdakwa itu, telah diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Indramayu, namun jaksa sedang melakukan upaya kasasi ke tingkat Mahkamah Agung.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Yance diduga menyelewengkan dana pembebasan lahan proyek PLTU 1 Indramayu pada 2004. Lahan yang dibebaskan itu seluas 82 hektar di Desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra yang rencananya akan dijadikan lokasi pembangunan PLTU. Namun dalam prakteknya, harga jual tanah digelembungkan (mark up). Harga tanah yang semestinya Rp22.000 per meter persegi tersebut di-markup hingga menjadi Rp42.000 per meter persegi. Akibatnya negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp42 miliar. [KbrNet/Skala]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: