KabarNet

Aktual Tajam

Kenapa Jokowi & Petinggi PDI-P Tak Melayat Suhardi ?

Posted by KabarNet pada 07/09/2014

Jakarta – KabarNet: Sikap presiden terpilih Joko Widodo dan para petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang tidak melayat ketika Ketua Umum Gerindra Suhardi wafat beberapa waktu lalu menuai kritik. Hal itu pun datang dari kalangan internal, yaitu dari politisi PDI-P, Tubagus Dedi Gumelar, yang dikenal dengan panggilan Miing. Menurut Miing, meninggalnya Suhardi seharusnya sekaligus bisa menjadi momentum untuk mendinginkan suhu politik yang masih panas.

Menurut Miing, momentum tersebut semestinya menjadi kesempatan “perdamaian” seusai Pemilu Presiden 2014 bagi PDI-P dan Partai Gerindra, termasuk antara Jokowi dan kompetitornya pada pemilu presiden, Prabowo Subianto.

“Harusnya mereka (Jokowi dan petinggi PDI-P) datang. Permusuhan apa pun itu tidak akan mungkin kalau misal ada salah satu yang berduka, terus yang satunya lagi melayat dihalang-halangi,” kata Miing dalam diskusi Mencari Wagub DKI Pasca-Gerindra-PDIP Pecah Kongsi” di Jakarta, Jumat 5 September 2014.

Miing pun berpendapat, bila rekonsiliasi nasional yang belakangan didengung-dengungkan memang ingin terwujud, seharusnya Jokowi dan PDI-P yang berinisiatif mendatangi Prabowo dan Partai Gerindra.

Seharusnya, kata Miing, pemenang yang memberi penghiburan kepada kompetitornya. “Aspek kebudayaan harus dikedepankan. Kalau yang kalah masih merasa sakit, yang menang harus merangkul,” ujar Miing.

Peneliti dari Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta Raya (PWI Jaya), Kamsul Hasan, menilai, sikap Jokowi dan petinggi PDI-P yang tidak hadir saat wafatnya Suhardi bisa membuat Prabowo dan Gerindra memaknainya sebagai bentuk dari tidak adanya keinginan dari PDI-P untuk berdamai.

“Politik dukacita tidak ada. Jokowi tidak hadir ke rumah duka, yang ada hanya karangan bunganya. Orang Gerindra menganggap ini ‘oh ya sudah, permusuhan harus dilanjutkan’,” kecam Kamsul.

Ketika Suhardi meninggal, bukan tidak ada politisi PDI-P yang datang. Namun, tokoh tersebut sudah tak lagi ada di jajaran struktural, seperti Pramono Anung Wibowo, mantan Sekretaris Jenderal PDI-P yang sekarang adalah Wakil Ketua DPR.

Suhardi dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah, 13 Agustus 1952. Dia meninggalkan istri Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P. dan tiga orang anak (dua orang putra dan seorang putri). Suhardi pernah menjabat sebagai Ketua DPD HKTI Yogyakarta. Bersamaan dengan itu dia juga pernah menjabat sebagai staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Kementrian Pertanian pada 2002-2008. Bersama beberapa rekan di HKTI Suhardi tercatat mendirikan Partai Kemakmuran Tani dan Nelayan (2003), dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Beliau juga ikut mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan menjabat sebagai Ketua Umum.

Source: Kompas.COM

3 Tanggapan to “Kenapa Jokowi & Petinggi PDI-P Tak Melayat Suhardi ?”

  1. Richard Kristiadi said

    Maklumlah, lha wong calon presiden pesanan, gak akan pernah sanggup memahami hal-hal macam gituan, apalagi mbokdenya juga semodel, acuh-acuh saja. Tapi memang presiden seperti itulah yang cocok bagi asing dan aseng.

  2. Anonim said

    Di hati Jokowi hanya ada dendam…dia merasa puas telah mengalahkan pak Prabowo walau dengan jalur apapun demi mencapai tujuannya.Saya hanya wong cilik tapi saya punya rasa kemanusiaan dan saya juga punya hati nurani.Seharusnya Jokowi malu…karena kemenangan yang di raih tidak tulus dan murni.

  3. Innalillah wainna ilahirojiun mdh2an smua amal ibadahx d terima dsisiNya dan semua khilafan n kesalahanx d ampuni, serta yg d tinggal mndpt kekuatan dan d beri kesabaran AMIN!. Mari tingkatkan Persatuan dan kesatuan NKRI. Merdeka!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: