KabarNet

Aktual Tajam

Mantan Dirut Bank DKI Akhirnya Ditahan

Posted by KabarNet pada 06/09/2014

Jakarta – KabarNet: Mantan Direktur Utama PT Bank DKI Jakarta, Winny Erwindia, Jumat 5 September 2024, akhirnya ditahan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) setelah dua kali mangkir dari pemeriksaan bahkan sempat terbang ke Singapura.

Winny yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta, ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur setelah menjalani pemeriksaan di “Gedung Bundar” Kejagung.

Winny ke luar dari gedung JAM Pidsus itu, pukul 15.30 WIB sembari didampingi kuasa hukumnya dan langsung menaiki mobil milik Kejagung bernomor polisi B 1492 WQ. “Penahanan ini berlebihan dan sewenang-wenang, karena Winny kooperatif,” kata kuasa hukumnya, Masyhudi.

Winny merupakan tersangka dugaan korupsi pembayaran pesawat udara jenis Air Craft ATR 42-500 dari Phoenix Lease Pte. Ltd Singapura. Perkara tersebut bermula pada saat Winny selaku Direktur Bank DKI pada 2008, mengulurkan dana pembiayaan kepada PT Energy Spectrum untuk pembelian pesawat udara jenis Air Craft ATR 42-5000 dari Phoenix Ltd Singapura.

Dalam perkara yang merugikan negara Rp 80 miliar tersebut, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka selain Winny Erwindia dan Irfandi yakni‎ Direktur Utama PT ES, Banu Anwari, Pemimpin Departemen Pemasaran Group Syariah Bank DKI, Pemimpin Group Syariah PT Bank DKI Athouf Ibnu Tama, Analis Pembiayaan Group Syariah Bank DKI Hendro Wiratmoko.

Anak buah Winny yakni mantan Direktur Pemasaran PT Bank DKI, MI, yang menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan pesawat ATR 42-500 senilai Rp80 miliar, sudah ditahan terlebih dahulu oleh penyidik Kejaksaan Agung pada akhir pekan lalu.

Sementara itu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menegaskan pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam kasus Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Winny Erwindia, yang diduga terlibat kasus korupsi pengadaan pesawat jenis air craft ATR 42-5000. “Saya tidak tahu tentang itu, tidak ada kaitannya, jadi tidak ada pengaruhnya,” kata Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Edi Widodo dalam acara syukuran kantor sementara di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan petinggi Bank DKI itu sama sekali tidak terkait dengan kepengurusannya di KONI DKI. Terlebih, kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat latih ATR 42-5000 senilai Rp80 miliar itu juga terjadi saat Winny masih menjabat sebagai Direktur Utama Bank DKI. “Tidak ada pengaruhnya. Tetap berjalan sesuai rencana. Program pelatda juga tetap dilaksanakan, tidak ada yang berubah,” tegasnya. [KbrNet/Slm/Ant]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: