KabarNet

Aktual Tajam

GPN Tuding Kapolri Intimidasi Prof. Adrianus Meliala

Posted by KabarNet pada 30/08/2014

Jakarta – KabarNet: Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Nusantara (GPN), Muhamad Adnan mengkritisi tindakan Kapolri yang mengintimidasi anak buahnya komisioner kompolnas Prof. Adrianus Meliala untuk meminta maaf karena pernyataannya yang dinilai melecehkan kinerja Polri.

Menurut Muhamad yang juga Koordinator Nasional (Kornas) ini, tuntutan Kapolri Jenderal Sutarman agar Prof. Adrianus Meliala meminta maaf dan mencabut pernyataannya diseluruh media masa terutama disalah satu televisi berita nasional terkait pernyataannya tentang Bareskrim sebagai ATM pimpinan Polri adalah bentuk teror psikologis, intimidasi kekuasaan atas nama penegakan hukum.

Dalam kapasitasnya berbicara sebagai anggota Kompolnas, tentu saja pernyataannya ini memiliki landasan hukum dan dilindungi UU sehingga ancaman Kapolri melanjutkan proses hukum ke pengadilan bila menolak meminta maaf ibarat jeruk makan jeruk, karena tugas, fungsi serta peran Polri dan Kompolnas sama sama di atur dalam UU tentang Kepolisian

“Tidak fair dan bias dong, bila polisi memproses sendiri kasus hukum yang terkait dengan dirinya sendiri, toh Kejaksaan Agung juga diberi kewenangan memproses hukum untuk menghindari konflik kepentingan,” kata Muhamad Adnan, kepada KabarNet, Jumat 29 Agustus 2014.

Muhamad berdalih, bila Sutarman mengatakan atas namakan 450 ribu polisi bahwa tidak ingin institusinya diinjak-injak, logikanya tidak hanya mempersoalkan Prof Adrianus saja. Tudingan Letjend (Purn) Yunus Yosfiah, ketua tim perjuangan merah putih untuk kebenaran dan keadilan tentang pertemuan Sutarman dan Kapolda Metrojaya bersama Megawati di Teuku Umar pada 11 Juli 2014, dua hari paska pemilihan Presiden, harusnya juga di persoalkan karena menyangkut netralitas Polri dan kepentingan yang lebih besar menyangkut legitimasi kepemimpinan nasional.

“Sudah seharusnya Presiden SBY turun tangan sebelum persoalanya menjadi melebar kemana-mana. Menjadi tanya besar publik, mengapa presiden SBY bisa tegas kepada mantan Kasad Jenderal TNI Budiman, tetapi berbeda sikap bila dengan Kapolri,” lanjutnya.

Tindakan Polri di era reformasi dan demokrasi yang anti kritik dan seolah tidak ingin diawasi pihak lain ini sangat berbahaya Karena kekuasaan yang besar dibiarkan tanpa pengawasan akan cenderung korup. Ini mengingatkan kasus cicak buaya Polri vs KPK sehingga Presiden SBY harus turun tangan mengatasinya.

Disatu sisi, kasus simulator 500 M, Project TNKB 450 M, kasus rekening gendut Jenderal Polri termasuk Sutarman didalamnya, menjadi backing bisnis gelap, backing penyelundupan BBM bersubsidi dilaut lepas dibiarkan tanpa penyelesaian.

Sebelumnya Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman telah melaporkan Komisoner Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala, ke Badan Reserse Kriminal Polri, terkait tanggapan atau pernyataannya di salah satu media tentang ‘ATM Polri’ pada kasus suap judi online oknum Polda Jabar, Kombes D dan AKBP MB. Dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, Adrianus mengatakan bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan anggota dapat menjadi mesin ATM bagi pemimpin Polri.

Namun Sutarman mengatakan, kasus ini bisa saja tidak perlu pembuktian di pengadilan apabila Adrianus merasa bersalah. Tapi, dia minta dua syarat. Pertama, Adrianus harus meminta maaf secara terbuka di seluruh media yang ada di Indonesia, terutama media yang digunakan memberikan pernyataan di masyarakat. Kedua, Adrianus harus mencabut pernyataan yang dapat menimbulkan distrust terhadap institusi Polri yang berdampak luas di masyarakat. [KbrNet/Slm]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: