KabarNet

Aktual Tajam

SBY Jangan Ragu Pecat Sutarman!

Posted by KabarNet pada 21/08/2014

Tindakan Insubordinasi Kapolri Jenderal Sutarman

Pemilihan presiden 2014 sebagai mekanisme demokratik untuk pergantian kekuasaan dengan meminta mandat rakyat secara konstitusional telah sampai di akhir proses dengan akan bacakannya putusan mahkamah konstitusi 21 Agustus 2014. Peran POLRI sebagai bayangkara negara dalam proses pergantian kepemimpinan nasional ini tentu sangat penting dan strategis. Perannya sebagai lembaga stabilisator keamanan dalam dinamika pilpres yang sangat keras dengan tensi tinggi seolah membelah dua rakyat Indonesia sampai ke plosok plosok pedesaan.

Namun yang menjadi persoalan adalah, dengan peran vital ini dengan kekuatan personil yang menjangkau hingga ke desa desa, membuat kekuatan kekuatan politik tertentu berusaha untuk menarik dan menggalang POLRI masuk dalam kutub politiknya dan berhasil.

Indikasi keberhasilan penggalangan Polri masuk dalam kutub politik tertentu ini nyata dapat dilihat realitasnya dilapangan antara lain pertama, di Kalimantan Barat polisi aktif mengarahkan warga di TPS untuk memilih pasangan capres tertentu. Kedua, di Papua Kapolres ikut menekan KPUD untuk mengalihkan perolehan suara, Ketiga, secara merata diseluruh Indonesia dikompleks perumahan POLRI Pasangan Nomor dua unggul mutlak.

Keempat, adanya pertemuan diam diam Komjen Budi Gunawan cs yang merupakan mantan ajudan Megawati saat menjabat Presiden dengan Trimedya Panjaitan tim pemenangan Jokowi JK berujung bocornya materi debat capres. Kelima, pernyataan Kapolri Jend Sutarman saat pengumuman hasil rekapitulasi suara tingkat nasional bahwa pihak yang kalah terima saja kekalahan. Sutarman seperti penegak hukum yang tak mengerti hukum bahwa proses KPU bukanlah final. Keenam, adanya pertemuan Kapolri bersama Kapolda DKI dengan Megawati dua hari paska pencoblosan menjadi tanda Tanya besar bagi publik.

Untuk itu kekuatan kekuatan pro demokrasi tidak bisa lagi hanya diam melihat Jend Sutarman dengan membawa POLRI masuk dalam permainan politik yang seharusnya haram dilakukan mengingat POLRI adalah alat Negara yang netral dan tidak berpihak. Presiden SBY jangan ragu untuk memecat Sutarman yang telah melakukan tindakan insubordinasi. Saatnya suara rakyat didengarkan, kehendak rakyat dilaksanakan.

Muhamad Adnan,
Koordinator Nasional (Kornas)

6 Tanggapan to “SBY Jangan Ragu Pecat Sutarman!”

  1. Ketegasan Presiden , menjelang akhir jabatannya akan dikenang dlm sejarah sebagai hadiah perpisahan yg manis dan berkesan oleh rakyat Indonesia.

  2. Ramalan Akhir zaman yang diprediksikan oleh Nabi Muhamad saw,
    tentang adanya tipu menipu adalah hal yang seharusnya terjadi,
    Opini kebohongan akan menduduki peringkat teratas yang mampu mengalahkan realita yang benar-benar nyata, kejahatan opini yang dibudayakan oleh barisan pendukung Dajjal sebagai senjata pamungkas yang tidak tertandingi, sekalipun oleh tokoh-tokoh Muslim yang otaknya cerdas pun tetap tidak bakal mampu untuk menandingi kekuatan adanya opini sesat dan menyesatkan, yang sudah terhempaskan gelombangnya hingga kepelosok penjuru dunia, semenjak terjadinya Konspirasi tentang hancurnya dua menara kembar New York, yang memiliki ending tersendiri bagi pengikut setia Dajjal untuk menangkapi seluruh aktivis Muslim di muka bumi, sebagai gerakan perang melawan Teroris,
    yang tanpa disadari dilakukan oleh kelompok Zionisme Yahudi sendiri,anehnya kejanggalan ini justru dijadikan acuan oleh tokoh-tokoh umat islam sendiri sebagai bentuk partisipasi untuk memusnahkan syiar kebersamaan umat Islam disluruh belahan dunia,
    tanpa terkecuali terpilihnya Jokowi sebagai presiden RI yang ke 7 merupakan contoh yang nyata adanya kepentingan asing untuk merampok kekayaan Indonesia yang lebih besar, kita ambil contoh di Republik ini tentang sebuah kejahatan terstruktur itu sebuah kejahatan konstitusi yang dikendalikan oleh jaringan mafia Internasional melalui opini mainstrem,
    Termasuk mengendalikan KPU,MK maupun lembaga-lembaga yang terkait,
    Bukan kejahatan terstruktur kalau tidak dilakukan oleh Agen Mafia sekelas Triads yang didukung oleh CIA maupun MOSAD,
    Uang merupakan tolok ukur kekuatan untuk membeli semua media mainstrem untuk menghipnotis semua rakyat maupun pejabat negara semua bisa terperdaya oleh suara-suara Iblis yang berbentuk manusia untuk mengakui bahwa kebohongan sebagai tindakan akan datangnya sebuah kebenaran yang harus dijadikan acuan, bukan Al-Qur’an lagi,
    kalau semua prediksi yang telah disinyalir oleh baginda Rasullilah sudah pada zamanya maka bertobatlah kalian sebagai hamba Allah yang terselamatkan, bukanya nabi bersabda ” Pada awalnya Islam datang dalam keadaan asing dimata manusia dan diakhi zaman Islam seperti pada awal kedatanganya yang sangat asing juga”

  3. Athos said

    Surabaya dolly@
    Nabi Muhammad meng-informasikan/
    Memberitahukan atas Kehendak&Izin ALLOH tentang keadaan dari suatu masa/waktu/zaman,Karena ALLOH MAHA MENGETAHUI dari yang diciptanya
    Jadi Nabi Muhammad BUKAN Peramal&predictor

  4. demokrasi = fitnah dajjal

    mana ada yg jujur dlm demokrasi
    semuanya curang dan yg paling curanglah yg akan memenangkan pemilu
    demokrasi itu adalah produk budaya karangannya orang2 yunani kuno
    ratusan tahu sebelum masehi, kalo dihitung dr sekarang udah ribuan tahun yg lalu
    trus disempurnakan dg revolusi perancis dg konsep trias politica
    trus campur ini, campur itu
    pokoknya dlm demokrasi pembuatan hukum bukan bersumber dr Al-QUr’an dan Sunnah Rasul

    dlm demokrasi
    suara orang kafir = suara orang yg beriman
    suara lonte = suara ulama
    suara orang nyoblos dg analisis = orang yg dibayar

    dlm demokrasi, kalo mayoritas menyetujui homoseksual sbg undang2
    maka itulah suara tuhan yg harus diikuti
    inilah seruan ke neraka
    masak menentukan suatu kebenaran berdasarkan suara terbanyak…!?!?

    Al An’aam:116
    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

  5. ae said

    Pecat dgn tidak hormat

  6. Pendukung wowo memang harus diberantas semua karena tukang rusuh dan tukang demo demi nasi bacang..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: