KabarNet

Aktual Tajam

Terungkap! Panglima TNI, Kapolri & Kapolda Temui Mega

Posted by KabarNet pada 19/08/2014

Jakarta – KabarNet: Ketua Tim Perjuangan Merah-Putih untuk Kebenaran dan Keadilan, Yunus Yosfiah kembali memberi pernyataan mengejutkan. Kalau ia pada beberapa waktu lalu mengatakan Kepala Polri Jenderal Sutarman pada sekitar pukul 15.00 WIB pada hari pencoblosan Pilpres 9 Juli 2014 menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan membawa sejumlah dokumen, kali ini Yunus Yosfiah menambah dan sedikit mengoreksi pernyataannya itu.

Menurut Mantan Kepala Staf Sosopol ABRI, Jenderal Sutarman mendatangi Megawati dua hari setelah pilpres, jadi tanggal 11 Juli. Sutarman mengadakan pertemuan tertutup dengan Mega. Selain Sutarman, hadir pula Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kepala Polda Metro Jaya Irjen Polisi Dwi Priyatno.

“Saat 11 Juli, dua hari setelah pencoblosan, Kapolri Sutarman, Panglima TNI Moeldoko, dan Kapolda DKI Jakarta Dwi Priyatno datang ke rumah Megawati di Teuku Umar, Menteng,” kata Yunus Yosfiah kepada wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin 18 Agustus 2014.

Yunus mengaku mendapat bocoran tentang pertemuan di rumah Mega yang berlangsung tertutup itu. Sutarman, Moeldoko, dan Dwi Priyatno mendatangi rumah Mega pada siang hari, sekitar pukul 12.30 WIB. Kedatangan mereka untuk menyampaikan beberapa pengumuman.

Sebelum ketiganya datang, berdasar informasi yang diperoleh Yunus, di kediaman Mega sudah ada Joko Widodo, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Yunus membeberkan panglima TNI Moeldoko datang berjaket hitam, sementara Sutaraman datang berpakaian biasa dan Dwi Priyanto berpakaian dinas.

Menurut Yunus dirinya sudah pernah mengungkapkan hal ini kepada beberapa media, tapi keterangannya sering dihilangkan dan tidak muncul. Oleh kerena itu, Tim Perjuangan Merah Putih untuk Kebenaran dan Keadilan Prabowo-Hatta akan mengusut tuntas berbagai intervensi yang terjadi dalam pilpres 2014.

“Makanya saya akan mencoba melaporkan ini ke DPR. Tadinya ke MK juga saya mau beri tahu, cuma sudah telat. Jadi, di DPR nanti bisa meminta keterangan orang-orang tersebut, ngapain ke rumah Mega,” ujar Yunus. [KbrNet/asatunews]

5 Tanggapan to “Terungkap! Panglima TNI, Kapolri & Kapolda Temui Mega”

  1. taUbat said

    ” PELANGGARAN PILGUB JADI CONTOH KASUS ”

    https://kabarnet.in/2011/07/15/membongkar-mafia-pemilu/comment-page-1/#comment-214554

  2. Mungkin itu pula yg menyebabkan rekord data dlm Pilpres yg ada di TNI dn di Polri, Panglima TNI dn Kapolri tdk mau membuka nya ke Masyarakat, pada hal ini masalah kejujuran bukan masalah TNI dn Polri tdk boleh melakukan Politik praktis yg seharusnya demi utk kepentingan Bangsa dn Negara apapun hrs dilakukan, apalagi selaku Aparatur Negara !!!!

  3. Anonim said

    Masyarakat tidak melihat gimana tahun” yg dulu , mau aset” negara indonesia dijualin lagi ? Timorleste dijual , dan SATELIT INDOSAT malah diJUAL!

  4. Anonim said

    Polri TNI tahu siapa sebetulnya yang menang, berdasarkan real count yang telah dipegangnya, tapi dengan menghalalkan segala cara menjegal kemenangan itu, Pak Prabowo Pak Hatta, Allah tidak tidur becik ketitik olo ketoro, kami dibelakangmu, setia mendukungmu

  5. taUbat said

    TANTOWI: PRESIDEN JOKOWI TIDAK KONSISTEN!

    SENIN, 12 JANUARI 2015 | 10:43 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.COM — KETUA BIDANG KOMUNIKASI, MEDIA, DAN PENGGALANGAN OPINI DPP PARTAI GOLKAR HASIL MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) IX BALI, TANTOWI YAHYA, MENYAYANGKAN KEPUTUSAN PRESIDEN JOKO WIDODO MENUNJUK KOMISARIS JENDERAL BUDI GUNAWAN SEBAGAI CALON TUNGGAL KEPALA KEPOLISIAN RI TANPA MEMINTA REKOMENDASI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) SERTA PUSAT PELAPORAN ANALISIS DAN TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK).

    MENURUT TANTOWI, JOKOWI TIDAK KONSISTEN.

    TANTOWI MENYINGGUNG LANGKAH JOKOWI MELAKUKAN SELEKSI KETAT SAAT AKAN MEMILIH MENTERI DALAM KABINET KERJA DENGAN MEMINTA REKOMENDASI KPK DAN PPATK.

    NAMUN, SEMANGAT BAIK ITU TIDAK BERLANJUT SAAT AKAN MENUNJUK KAPOLRI.

    TANTOWI MERASA ADA SEBUAH LANGKAH MUNDUR YANG DITEMPUH JOKOWI.

    “PRESIDEN TIDAK KONSISTEN DALAM PERSYARATAN MENUNJUK PEJABAT NEGARA,” KATA TANTOWI, DI GEDUNG DPR, JAKARTA, SENIN (12/1/2015

    TANTOWI MELANJUTKAN, KEPUTUSAN JOKOWI ITU AKAN MENJADI ISU STRATEGIS SAAT BUDI MENGIKUTI UJI KELAYAKAN DAN KEPATUTAN DI KOMISI III DPR.

    SEJALAN DENGAN ITU, TANTOWI BERHARAP BUDI DAPAT MENGKLARIFIKASI TUDINGAN MENGENAI KEPEMILIKAN REKENING GENDUT YANG DITUDUHKAN KEPADANYA.

    “JADI STRATEGIS DAN AKAN DIBUKTIKAN DALAM FIT AND PROPER TEST DI KOMISI III,” UJARNYA.

    BUDI GUNAWAN DICALONKAN OLEH PRESIDEN JOKOWI SEBAGAI CALON KEPALA POLRI.

    DOKUMEN PENGAJUAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI CALON TUNGGAL PUN BEREDAR SEPERTI YANG DITERIMA KOMPAS.COM.

    SAAT INI IA MENJABAT SEBAGAI KEPALA LEMBAGA PENDIDIKAN POLRI.

    BUDI GUNAWAN PERNAH MENJADI AJUDAN PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI.

    SEUSAI MENJADI AJUDAN, BUDI PERNAH MENJABAT KAPOLDA BALI (2012).

    KEPUTUSAN JOKOWI ITU MENUAI RESPONS LUAS DARI MASYARAKAT. BAHKAN MUNCUL PETISI YANG MENDORONG PRESIDEN JOKOWI MENARIK KEMBALI PENCALONAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI KAPOLRI.

    PETISI INI DIGAGAS BADAN PEKERJA INDONESIA CORRUPTION WATCH EMERSON YUNTHO MELALUI SITUS CHANGE.ORG.

    MULANYA, EMERSON MEMBUAT PETISI YANG MENDORONG JOKOWI AGAR MELIBATKAN KPK DAN PPATK DALAM MENYELEKSI CALON KEPALA POLRI.

    PETISI INI DIBUAT PADA JUMAT (9/1/2015) SORE.

    DALAM PETISI TERSEBUT, EMERSON MENYAMPAIKAN ADANYA KERISAUAN PUBLIK MENGENAI NAMA-NAMA CALON KAPOLRI YANG DIDUGA MEMILIKI REKENING GENDUT.

    UNTUK ITU, MENURUT DIA, PRESIDEN JOKOWI PERLU MELIBATKAN KPK DAN PPATK DALAM MEMBERI MASUKAN MENGENAI REKAM JEJAK PARA CALON KEPALA KEPOLISIAN RI.

    INDRA AKUNTONO | SANDRO GATRA

    nasional.kompas.com/read/2015/01/12/10435971/Presiden.Jokowi.Tidak.Konsisten.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: