KabarNet

Aktual Tajam

Jokowi Usulkan Harga BBM Segera Naik

Posted by KabarNet pada 09/08/2014

Jakarta – KabarNet: Capres Nomor Urut Dua, Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak begitu tahu menahu latar belakang pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan oleh Pertamina secara  bertahap dimulai tanggal 1 Agustus 2014 lalu di Jakarta Pusat, dan disusul oleh daerah-daerah lain di seluruh wilayah Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta itu mengusulkan kalau memang pemerintah menilai harga BBM harus naik agar segera dinaikkan saja. Namun Jokowi mengakui ia mengajukan usul tersebut tanpa mengetahui kalkulasi harga keekonomian BBM.

 “Saya tidak tahu kalkulasinya. Urusan saya urusan Rusun (rumah susun) saat ini. Tapi kalau memang kalkulasinya sudah matang ya yang tegas saja, naik ya naik sekalian. Harus dilihat efisiensinya ada atau tidak. Kalau tidak ada ya sudah. Mau bagaimana ?” Kata Jokowi di Balaikota, Selasa 5 Agustus 2014 di hadapan sejumlah wartawan dari berbagai media.

Meski sejak 1 Agustus lalu pembatasan solar diberlakukan di Jakarta Pusat, Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta mengaku tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki wewenang atas kebijakan itu.

Namun demikian, Jokowi menilai, sebaiknya kalau harga BBM mau naik, ya sekalian naik saja. “Jadi harus tegas. Jangan hanya dibatasi tapi di lokasi tertentu karena nanti mereka minggir ke SPBU lain, apa bedanya?” sambung Jokowi.

Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluarkan kebijakan pembatasan penjualan solar dan premium bersubsidi melalui Surat Edaran BPH Migas No. 937/07/Ka BPH/2014 tertanggal 24 Juli 2014.

Sesuai surat edaran tersebut, penjualan solar bersubsidi tidak dilakukan di Jakarta Pusat mulai 1 Agustus 2014. Selanjutnya, mulai 4 Agustus 2014, penjualan solar bersubsidi di SPBU di wilayah tertentu di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi pukul 08.00 -18.00 waktu setempat.

Wilayah tertentu tersebut difokuskan kawasan industri, pertambangan, perkebunan, dan sekitar pelabuhan yang rawan penyalahgunaan solar bersubsidi.

Sementara, SPBU yang terletak di jalur utama distribusi logistik, tidak dilakukan pembatasan waktu penjualan solar.

Untuk wilayah yang sudah menerapkan pembatasan ataupun pengaturan waktu penjualan solar seperti Batam, Bangka Belitung, dan sebagian besar Kalimantan tetap dilanjutkan sesuai aturan daerah setempat.

Kemudian, mulai 4 Agustus 2014, alokasi solar bersubsidi untuk lembaga penyalur nelayan juga akan dipotong 20 persen dan penyalurannya mengutamakan kapal nelayan di bawah 30 ton.

Mulai 6 Agustus 2014, seluruh SPBU di jalan tol tidak menjual premium bersubsidi dan hanya menyediakan pertamax.

Kebijakan pembatasan tersebut dikeluarkan agar kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter bisa cukup sampai dengan akhir 2014.

Kubu Jokowi-JK Minta Kenaikan BBM Hingga 40%

Sebelumnya, Tim Ekonomi Jokowi-JK, Fauzi Ichsan menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM 20 persen. Lalu kalau terpilih sebagai presiden, Jokowi akan menaikkan lagi 20 persen. “Negara-negara miskin, seperti India, Vietnam dan Kamboja saja sudah memberlakukan harga BBM lebih mahal dari kita. Makanya pemerintahan SBY 20 persen, pemerintahan Jokowi 20 persen,” kata Fauzi.

 Namun rekomendasi tersebut ditanggapi santai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung.

 Chairul mengaku, penyesuaian harga bukanlah satu-satunya jalan untuk menyehatkan fiskal Indonesia. “Saya selalu nggak mau bicara kenaikan harga BBM, tapi tentang penurunan subsidi BBM. Caranya nggak harus naikkan harga,” kata dia di Jakarta, Jumat (25/7/2014) lalu.

 Sebagai contoh, lanjut Chairul Tanjung, melarang kendaraan pribadi untuk membeli dan mengonsumsi BBM bersubsidi. Itu merupakan salah satu cara untuk bisa menurunkan subsidi BBM. “Menurunkan subsidi BBM, jangan langsung dengan kenaikan. Yang kita harus bicarakan adalah penurunan subsidi BBM,” ucapnya.

Chairul menyarankan agar pemerintahan baru mengurangi anggaran subsidi BBM. Sebab alokasi subsidi BBM sudah terlalu besar sehingga memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kenaikan harga BBM wajib dilakukan oleh pemerintah baru karena jumlah subsidinya sudah terlalu besar dan persentase terhadap pengeluaran pemerintah sudah besar. Daripada ini dibuang untuk suatu yang tak bermanfaat, lebih baik uangnya untuk mengurangi angka kemiskinan yang menjadi permasalahan sekarang,” terang Chairul. [KbrNet/Antara/Aktual/Liputan6/adl]

2 Tanggapan to “Jokowi Usulkan Harga BBM Segera Naik”

  1. mcrherip said

    belum dilantik, sudah ada isyarat naikkan BBM ,…aku sih orapoo duitku akeh..tapi rakyat merasa dibohongi ,alih alih dipilih untuk menurunkan harga bbm dan sembako,,…ini malah sebaliknya.

  2. Anonim said

    Presiden “merakyat” menaikkan harga, hapuskan subsidi, tinggikan pajak. Biar rakyat menanggung beban tambahan. Persilakan asing yang menggali dan menikmati kekayaan alam indonesia?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: