KabarNet

Aktual Tajam

Jimly DKPP: Pemenang Pilpres 2014 Belum Ada

Posted by KabarNet pada 07/08/2014

Jakarat – KabarNet: Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta (PH) tampaknya lebih mengarah pada tudingan kecurangan-kecurangan yang dialamatkan kepada penyelenggara Pemilu (KPU), bukan langsung kepada pasangan Jokowi-JK.

Dengan demikian, KPU mempunyai tanggungjawab sangat pentung untuk membuktikan tuduhan tersebut tidak benar dan bahwa kemenangan Jokowi-JK (JJ) yang telah ditetapkan KPU adalah valid. “Inilah poin paling penting yang mesti digarisbawahi, bukan masalah JJ atau pendukungnya yang merekayasa atau berbuat curang. Paling-paling tudingan politik uang bisa menyangkut pihak JJ namun pembuktiannya pun harus terkait dengan kinerja KPU yang diduga melakukan kecurangan sebagai pihak penyelenggara,” ujar pengamat politik senior AS Hikam Rabu 6 Agustus 2014.

Walhasil, pertaruhan bagi Jokowi-JK sangat tinggi dan berat. Sebab putusan MK secara logika akan sangat tergantung kepada kapasitas KPU dalam memberikan argumentasi dan bukti-bukti yang dapat mementahkan semua tuduhan dan argumentasi kubu Prabowo-Hatta.

Karena itu menurutnya, sangat terbuka kemungkinan jika KPU tidak mempersiapkan diri dengan baik (dengan berbagai alasan), putusan MK bisa akan sangat merugikan pasangan yang diusung PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura itu. Bahkan kehadiran 20 pengacara Jokowi-JK tidak bisa berbuat banyak karena tugas mereka sama sekali bukan untuk memberi pembelaan kepada KPU.

Makanya, satu-satunya harapan adalah profesionalisme dan integritas KPU dalam proses persidangan. “Tentu saja keadilan dan kepentingan rakyat serta NKRI merupakan landasan utama bagi semua pihak yg akan menjalankan proses hukum ini. Mudah-mudahan keadilan dapat ditegakkan dan proses demokrasi berjalan sesuai cita-cita dan kehendak rakyat Indonesia,” harap Hikam, yang pernah menjadi Menristek era pemerintahan Gus Dur ini.

Sementara itu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai pemenang Pilpres 2014 belum resmi. Hal itu disampaikan Ketua DKPP, Jimly Asshidiqie, saat jumpa pers, di Kantor DKPP, Jakarta, Senin 4 Agustus 2014.

Menurutnya, pemenang pilpres berdasarkan hasil rekapitulasi KPU bisa saja dianulir. Pemenang Pilpres 2014 baru resmi setelah hasil keputusan sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). “Para pemenang (Pilpres 2014) belum ada sekarang, kalau sudah diputuskan oleh MK baru final,” kata Jimly.

Pemenang pilpres akan diputuskan dalam hasil persidangan sengketa pilpres, sebagaimana gugatan yang diajukan tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. “Pemenang bisa saja berubah, yang kalah bisa saja menang, jadi tergantung keputusan MK,” tegas Jimly. [KbrNet/inilah.COM]

2 Tanggapan to “Jimly DKPP: Pemenang Pilpres 2014 Belum Ada”

  1. taUbat said

    Mantan ketua MK :

    “Pemenang bisa saja berubah, yang kalah bisa saja menang, jadi tergantung keputusan MK,” tegas Jimly.

  2. Asmarni Se said

    Tak ada gading yang tak retak, kelemahan berdemokrasi selalu dirasa disaat merasa ada yang dirugikan, semoga untuk kecepannya , idealnya hasil evaluasi dari KPU harus dilakukan ji petik kembali oleh suatu badan indenpenden yg disyahkan oleh oleh Pemerintah yg benar pure dalam melaksanakan tugas2 yg menyangkut sebuah kejujuran ,yg sering menjadi sengketa.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: