KabarNet

Aktual Tajam

Hanya 2 Pilihan, Prabowo Menang atau Pemilihan Ulang

Posted by KabarNet pada 07/08/2014

Jakarta – KabarNet: Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mulai menyidangkan perkara gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait skandal kecurangan Pilpres 2014. Jalur ini ditempuh berdasarkan konstitusi.

“Kami mengingatkan bahwa gugatan Prabowo Hatta adalah tindakan yang sah dan dijamin secara konstitusional. Gugatan ini merupakan simbol kesetaraan. Kami percaya, MK merupakan lembaga hukum yang menjamin keberlangsungan demokrasi,” kata Kuasa Hukum Koalisi Merah Putih, Maqdir Ismail SH, Rabu 6 Agustus 2014.

Maqdir Ismail menjelaskan bahwa keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkenaan dengan rekapitulasi penghitungan suara layak dibatalkan karena penghitungan suara yang dilakukan KPU mengandung banyak kesalahan dan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.

Ditemukan bukti terjadi kecurangan yang masif dan sistematis di 33 provinsi yang merugikan pasangan capres nomor 1 tersebut, seperti penambahan DPT, KPU membuka kotak suara yang sudah disegel. Padahal, seharusnya tindakan tersebut hanya atas perintah MK.

“Intinya kami ingin penetapan yang kemarin dibatalkan dan menerima hasil perhitungan suara kami. Salah satu pilihannya adalah kita harus melakukan pemilihan suara ulang (PSU) di seluruh negeri dan di luar negeri. Pilihannya ada pada Majelis Hakim dengan membatalkan yang pertama dan menetapkan pemenangnya adalah Prabowo. Kemudian alternatif lainnya dilakukan PSU di 58.000 TPS,” terangnya.

“Kami sudah siap dengan saksi-saksi. Hanya memang tadi sudah dikemukakan oleh Ketua Majelis, bahwa kita akan terkendala dengan waktu. Kami juga mesti sortir betul secara baik saksi seperti apa yang akan kami hadirkan. Sekarang tinggal Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada kami atau tidak,” Maqdir Ismail menambahkan.

MK diharapkan menggelar sidang yang adil dan berimbang sesuai dengan Konstitusi, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bukti-bukti nyata yang muncul di persidangan.

Sebagai the guardian of constitution sekaligus benteng terakhir keadilan untuk perkara pemilu, MK harus menegaskan integritas dan independensinya. MK harus menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa penanganan perkara PHPU bebas dari intervensi dari siapapun.

Diharapkan nantinya, putusan MK atas permohonan yang diajukan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bukti-bukti persidangan seputar dugaan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif selama penyelenggaraan Pemilu Presiden 2014.

“MK memang harus memerhatikan aspirasi rakyat Indonesia. Namun, di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui medium teknologi seperti internet, MK harus dapat membedakan antara aspirasi rakyat yang murni dan opini-opini publik dari kalangan tertentu yang sarat dengan kepentingan,” tambah Maqdir Ismail.

Dia menegaskan, MK harus mengabaikan stigma yang belakangan gencar dihembuskan pihak-pihak tertentu, bahwa menganulir hasil Pemilu Presiden 2014 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah bertentangan dengan kehendak sebagian besar rakyat Indonesia.

“MK harus meneguhkan sikap bahwa mengoreksi sesuatu yang salah adalah misi mulia demi menyelamatkan nasib demokrasi di republik ini,” tegasnya. [KbrNet/Okezone/adl]

4 Tanggapan to “Hanya 2 Pilihan, Prabowo Menang atau Pemilihan Ulang”

  1. Richard Kristiadi said

    Tegas dan begitulah yang seharusnya sebagai bangsa yang merdeka dan bukan boneka dari siapapun.

  2. Soetrisno said

    Kejahatan manusia yang ditunjang ratusan trilyun untuk menciptakan opini sesat tidak akan bisa mampu menembus kebenaran yang sejatinya adalah keadilan Tuhan bagi Rakyat Indonesia,

  3. taUbat said

    Jika memilih dari 2 pilihan :

    Pilih pemilu ulang seluruhnya tidak dengan luar negeri.

  4. taUbat said

    => Pemimpin legowo

    Adalah Pemimpin yang rela jika ternyata ada koreksi dari proses yang salah, lalu diulang kembali…..

    => Seorang negarawan

    Bukan bersembunyi atau melepas diri dari tanggung jawabnya atas 62 juta pemilih yang merasa dicurangi … (mau dibawa kemana negara ini)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: