KabarNet

Aktual Tajam

Tim Prabowo-Hatta Serahkan 10 Truk Bukti Kecurangan

Posted by KabarNet pada 25/07/2014

Jakarta – KabarNet: Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sudah menyatakan sikap untuk menolak dan menarik diri dari proses rekapitulasi suara Pemilu Presiden/Wakil Presiden. Sebagai langkah selanjutnya, pasangan dari koalisi Merah Putih ini antara lain akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tim Hukum Pembela Merah Putih rencananya akan mendaftarkan gugatan ke MK, Jumat 25 Juli 2014. Anggota tim hukum Alamsyah Hanafiah mengatakan, timnya sudah mempersiapkan berbagai bukti yang memperkuat gugatan.

“Bukti kita cukup banyak, bisa-bisa bukti kita ada sekitar sepuluh truk yang akan kita bawa ke MK,” kata dia saat jumpa pers di gedung DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta Selatan, Kamis 24 Juli 2014.

Ada dua inti gugatan ke MK dari tim hukum Prabowo-Hatta. Pertama, terkait tindakan indikasi adanya kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam penyelenggaraan pemilu. Kedua, terkait dengan selisih suara yang menentukan terpilihnya pasangan capres-cawapres.

Sebelumnya Tim Prabowo-Hatta sudah mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan suara di 52 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selama ini Tim Prabowo-Hatta mengumpulkan berbagai data pemilu di Pusat Tabulasi Data yang berada di DPP PKS.

Selain menyiapkan berbagai dokumen sebagai bukti, Alamsyah mengatakan, tim hukum juga sudah mulai menyiapkan saksi. “Kita menghadirkan saksi cukup banyak,” kata dia.

Pada Selasa 22 Juli 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan rekapitulasi suara nasional. KPU juga menetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pemenangan. Namun, Alamsyah mengatakan, hasil itu belum final. “Karena masih ada hak capres-cawapres nomor urut 1 untuk mengajukan gugatan ke MK. Finalnya di MK,” ujar dia.

Source: Republika.co.id

24 Tanggapan to “Tim Prabowo-Hatta Serahkan 10 Truk Bukti Kecurangan”

  1. taUbat said

    Pengajuan 2 gugatan ke MK :

    1. Data kecurangan yang bersifat TSM ( terstruktur, sistematis, dan masif)
    2. Selisih suara

    Jika dikabulkan MK untuk pemilihan ulang, akan terlihat siapakah Capres yang terpilih sebenarnya ….

  2. Andy Cole said

    Hebat 10 truk + 10 juta dokumen dalam waktu beberapa hari saja pasca rekap resmi kpu. Jangan2 bekas bungkus nasi diselipkan jadi barang bukti supaya kelihatan tebal.

    Ketahuan rekayasanya. Siap menang tapi tidak siap kalah. Alhamdulillah tidak sampai terpilih jadi presiden. Allahuakbar, Allah Maha Besar

  3. taUbat said

    Panasbung sepertinya terbiasa melakukannya …. (habit)

  4. Bung andy tau darimana itu rekayasa. Anda sudah
    memfitnah pake sebut nama allah lagi

  5. Bahruroji said

    Kalau memang ada bukti mengapa tidak diselesaikan saat sebelum penghitungan akhir KPU, saya yakin itu tidak pernah terbukti ,karena saya percaya pada kejujuran , keadilan dan tanggung jawab masing masing, Aku percaya bahwa semua yang terjadi kehendak ALLAH.Contoh kecil yang sebenarnya bukan dari perintah Prabowo tapi dilakukan koalisi MP tentang kata kata Gusdur yang paling Ikhlas ya Prabowo itu mengibuli,padahal yang sebenarnya kata kata itu adalah saat Menjelang PILPRES dan Gus DUR ditolak KPU untuk kandidat bersama Marwah Dawud yang Verivikasinya tidak diterima oleh KPU CQ. Anas Urbaningrum..GUS DUR mencalonkan orang dari Partai yang tidak terlibat dari partai yang bersekongkol melengserkan GUSDUR dengan berbagai alasan.Saat itu yang bersih hanya ada SBY dan Prabowo,namun Prabowo hanya Cawapres dari MEGAWATI.itu analisa saya berdasarkan teori Malaikatul Muqorrobin,GUSDUR merestui JOKOWI dan YUSUF KALLA sebaiknya berkhusndzon dan ber kacadiri, wa Allahu alam Allah Maha Mengetahui

  6. taUbat said

    @ Bahruroji

    Siapapun pemenangnya pasti akan didukung, tetapi karena banyak temuan kecurangan yang sifatnya masif dan terorganisir jadi tidak rela kalau negara ini dipimpin dari hasil kecurangan. (mewariskan pada anak cucu)

    Sekarang sedang diuji oleh MK, tunggu saja putusannya ….

    “Siap kalah dan Siap menang” (bukan dengan kecurangan)

  7. Bahruroji said @ Hati-hati anda menulis di koment,
    justru tulisan anda sudah mencerminkan anda orang bodoh,
    seperti kebanyakan yang ada di pendukung Jokowi,
    kalau mereka tidak bodoh saya jamin mereka nggak bakal pilih Jokowi,
    seperti tulisan anda karena sangat bodohnya jadi nggak layak untuk dijawab,

  8. MUHAMMAD said

    KALAU SAYA BOLEH BERPENDAPAT:
    PEMIMPIN ADALAH PRODUK DARI MASYARAKAT . MASYARAKAT YANG KACAU TIDAK AKAN MENGHADIRKAN PEMIMPIN YANG BAIK. INILAH GAMBARAN NEGARA KITA. TIDAK BISA MEMILIH PEMIMPIN DENGA AKAL DAN NURANI.SERBA EMOSI DAN EMOSI SENANTIASA BERUJUNG PENYESALAN. BIARLAH KETIKA SESEORANG MERASA DIDHOLIMI MENCARI KEADILAN JIA KITA KEBERATAN BERARTI KITA SENANG DENGAN KEDHOLIMAN.JUJURLAH…JUJURLAH…

  9. wulan said

    Tolong ya jangan saling menjatuhkan, penemuan data-data video beredar dan barang bukti 265 kotak suara masih tersegel dan data yang tidak sesuai adalah sebagian dari fakta, tolong yaa jangan fitnah orang sembarangan, capres no 2 pun jika mengalami hal yang sma akan melakukan hal yang sama, “kami akan kalah jika di curangi”, sekarang bukti2 sudah di MK penggelembungan di Papua, tdaklah sepadan dengan data di lapangan, rakyat pemilih 2000 masa hasil kertas sampe 5800,,, sisanya makhluk halus kali yaa….

  10. taUbat said

    @ Bukan Pecundang

    Dimaklumi pendukung jokowi kebanyakan yang belum memahami maksimal, berbeda pendukung yang lainnya berwawasan

    LIVE dihampir semua Televisi menayangkan Debat capres yang dapat dilihat ulang di youtube simak antara pertanyaan moderator dan jawabannya yang tidak sesuai/berkenan (contoh dan poin)

    ———–

    @ MUHAMMAD

    Kasihan masyarakat banyak yang terpengaruh dalam pilihannya serta belum memahami sepenuhnya

    ———-

    @ Wulan

    Tidaklah dianggap remeh sedikit banyaknya penggelembungan suara disana-sini yang dilakukan secara masif dan tersetruktur adalah ” K E C U R A N G A N “

  11. Anonim said

    pendukung wowo jd ketularan sakiiiiiit semua

  12. Andy Cole said

    Update terbaru

    Ternyata barang bukti yang diserahkan oleh tim advokasi Prabowo-Hatta ke MK hanya berupa 3 bundel dokumen. Kemarin ada yg gembar-gembor katanya “bukti kecurangan” kira2 ada 10 truk dan sebanyak 1 juta dokumen kalau dikumpulkan.

    Ke laut saja deh. Dagelan politik menjelang hari Idul Fitri.

    Lihat orang2 di belakang Prabowo rata2 kacau semua. Siap menang saja namun tidak siap kalah. Semakin menunjukkan sikap childish Prabowo di balik topeng “negarawan”…

  13. Anonim said

    Udah gak usah ribut2.
    Kita tunggu aja apa benar ada bukti2 otentik asli benar sebanyak 10 truk.
    Kalau gak bisa buktikan 10 truk artinya pembual besar
    Ludah jangan dijilat sendiri bung.

  14. Anonim said

    http://m.kompasiana.com/post/read/670234/2/pks-vs-pki.html

  15. Anonim said

    Tuhan ada di Pihak yg benar adil dan jujur, Bapak Prabowo Ayooo…..!!!!!! Tunjukan Kepedulianmu terhadap Rakyat Indonesia Aku dan Kita semua mendoaakanmu GBU Amen.

  16. taUbat said

    Sebenarnya ke MK bawa 1 berkaspun sudah memenuhi/cukup bukti apalagi sampai 3 bundel sepertinya melebihi dari cukup.

    Jika 10 truk dibawa akan ditempatkan dimana ….

    Kecuali MK meminta bukti2nya akan disediakan ……

  17. lidya said

    maju pak prabowo, jgn hiraukan ekstremis antek aseng & asing yg menggonggong.

  18. Oncom said

    10 truk? Lebay nih yang bikin berita

  19. Oncom said

    10 truk? Sumber berita tak terpercaya

  20. Anonim said

    Maju terus prabowo, sebahagian besar umat bangsa ini mendukung mu, indonesia membutuhkan pemimpim sepertimu, bukan pemimpin boneka asing,

  21. Udin said

    Baik buruk suatu bangsa tergantung ama rakyatnya ,anda yg memilih itulah keputusan anda masalah kecurangan udah menhadi resiko politik dan tinggal yg mana yg punya kepentingan kuat itulah yg menang

  22. taUbat said

    @ Udin

    Jika tidak dimulai dengan upaya memperbaiki bangsa ini …. keburukkan akan terus berlanjut. (ketidak adilan)

    Kecurangan layak mendapatkan sanksi (efek jera)

  23. Jamal said

    Jangan bawa-bawa nama Allah. Allah nggak ikut-ikutan dalam proses pemilu.

  24. Jamal said

    Allah tidak ikut-ikutan dalam pemilu, jadi jangan bawa-bawa nama Allah deh.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: