KabarNet

Aktual Tajam

Gila! 58 Juta Suara Lenyap Tak Berbekas di Pilpres 2014

Posted by KabarNet pada 23/07/2014

Jakarta – KabarNet: Diperkirakan sebanyak 58 juta suara rakyat Indonesia hilang, dibuang, dirusak dan tidak dihitung alias tak berbekas dalam pelaksanaan Pilpres 2014 kali ini.

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Haris Rusly Moti, Senin (21/07/2014) mempertanyakan kemana hilangnya suara rakyat sebesar itu.

“Penetapan Pilpres 2014 harus ditunda oleh KPU. Harus segera diselidiki kemana itu lenyapnya suara rakyat yang dirusak dan tidak jelas itu,” tegasnya.

KPU sendiri telah menetapkan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilpres 2014 adalah sebanyak 190.307.134 pemilih. Angka ini disebutkan bertambah sebanyak 2,4 juta dari jumlah DPT pemilihan anggota lembaga legislatif.

Jaringan media JPNN mengatakan pada Senin 21 Juli 2014 sudah menyelesaikan penghitungan 96,38 persen suara. Sementara KawalPemilu.Org yang konon dikelola mantan juara olimpiade matematika, Ainun Najib, sudah mengolah data dari 461.530 TPS dari total 478.828 TPS yang ada.

Saat itu, untuk sementara, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla disebutkan masih unggul. Dari 127.065.051 suara sah, pasangan nomor urut 2 itu mendulang 67.096.440 suara alias 52,80 persen.

Sementara Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa saat itu untuk sementara memperoleh 59.968.611 suara sah atau 47,19 persen.

Dengan data-data masuk itu, maka tinggal 5 juta suara lagi yang belum masuk. Jika semuanya sah maka total suara sah sebanyak 132 juta lebih

Bila dibandingkan dengan jumlah pemilih versi KPU sebanyak 190.307.134 orang, maka suara rakyat yang hilang sebanyak 58 juta orang lebih.

Melihat fenomena ini, ada sinyalemen bahwa penyelenggara Pemilu seperti berada di pihak salah satu capres tertebtu dengan menghilangkan suara salah satu capres dan menaikkan suara capres lainnya.

“Semoga saja KPU tidak bertindak seperti itu, tapi ini harus diselidiki,” pungkasnya. [KbrNet/Jurnal3.com/adl]

5 Tanggapan to “Gila! 58 Juta Suara Lenyap Tak Berbekas di Pilpres 2014”

  1. taUbat said

    Pleno KPU Rekapitulasi Suara Nasional 33 Provinsi, koalisi politik :

    -> Koalisi Gemuk (Mayoritas) = 62.262.844 suara (46,85%)

    -> Koalisi Kurus (Minoritas) = 70.633.576 suara (53,15%)

    => Minoritas unggul 8.370.732 suara (6,30%)

    Selain 58 juta suara yang hilang, juga ada potensi pemilih ganda 8,5 juta (IT Gerindra).

  2. rorojonggrang said

    katanya PKS ada data, keluarin aja tuh. Pada bodoh2 ya. Gak percaya juga tuh ada formulir C1 yg di upload. Mana saksi2 kalian, buka data2 aja. gak usah menebar fitnah. Kasian banget ya….ga berjiwa besar. Dosa tau. Gak pernah tawakal.

  3. sumarna said

    berita kaya gini cuma boong doang. coba lah realistis perlihatkan ke-islam-an yg jujur jangan membuat kebusukan dari dalam. saya cinta islam tapi tdk dengan cara begini.

  4. anonymous said

    anda cinta islam ?? hah !! sejauh apa ??

  5. Mari kita berpikir matematis sedikit…

    Jumlah penduduk indonesia tahun 2014 : 252.164.836 jiwa (sumber : Badan Pusat Statistik)

    Versi KPU jumlah DPT : 190.307.134 pemilih = 190.307.134 : 252.164.836 = 75,4 %. Apakah masuk akal ?
    Data BPS jumlah anak2 usia 1 hari sd 14 tahun = 70 juta.

    Usia 15-17 = 11 juta jiwa.(www.bps.go.id). Kita asumsikan saja anak2 usia 15-17 thn yg 11 juta itu, 5.5 juta adalah wanita dan 20% diantaranya sdh menikah (berhak memilih). Sehingga anak2 dan remaja usia 1 hari sd 17 tahun totalnya 70 + 11 – 1.1 (bulatkan 1 juta) = 80 juta.
    252 – 80 = 172 juta pemilih
    172 juta pemilih dikurang plus juta pemilih luar negeri = 174 juta, kurang TNI 600.000 = kita bulatkan saja 173.5 juta PEMILIH.

    Lalu dari mana KPU hitung DPT 190 juta? Ajaib tapi nyata.

    Prosentase pemilih based on BPS = 173.5/252 = 69%
    Versi KPU = 190/252= 75% —> Satu kecurangan…..

    Berapa tingkat partisipasi pemilih? Data KPU = 71% atau 190 x 71% = 134,9 atau 135 juta pemilih (suara sah + tdk sah)
    Berapa prosentase jumlah pengguna hak pilih dibanding jumlah penduduk ?

    Versi KPU : 135/252 = 53.5%, padahal setelah dihitung rata-rata tingkat partisipasi hanya Dua kecurangan….

    Apakah kita masih berpikir PILPRES sekarang jurdil ? Tidak ada kecurangan ???? Kalo masih berpikir tidak ada kecurangan, artinya nilai matematika nya waktu di SD, SMP dan SMA semua merah. Itu perhitungan sederhana yang tukang jualan cabe di pasar juga bisa menghitungnya…… Mari renungkan diri kita….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: