KabarNet

Aktual Tajam

Data TNI Dan Polri: Prabowo Unggul 54%

Posted by KabarNet pada 23/07/2014

Jakarta – KabarNet: Hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), memiliki banyak kejanggalan. Ternyata faktanya hasil pilpres “Real Count” versi TNI/Polri menurut pengamat intelijen, Umar Abdu, dimenangkan oleh Prabowo Subianto. TNI dan Polri sebagai intitusi negara yang dianggap mendokumentasikan hasil perhitungan suara di tingkat TPS dan PPK seluruh Indonesia, didesak untuk membuka dokumen internal tersebut.

Umar Abdu menilai Polri dan TNI seharusnya lebih mengedepankan kejujuran dan tanggungjawabnya sebagai aparat keamanan. Apalagi keduanya terikat kuat dengan Sapta Marga dan sumpah prajurit untuk setia dan membela negara atau konsitutusi. Menurutnya, jika Polri dan TNI benar-benar netral dan Sapta Margais, peka sebagai keamanan, maka harus mengeluarkan dokumen tersebut (perhitungan suara). Berikut ini penjelasanya dalam tayangan video:

39 Tanggapan to “Data TNI Dan Polri: Prabowo Unggul 54%”

  1. Muhammad Zamzami said

    Masya Allah, saya orang awam saja bisa melihat tentang kecurangan dan konsfirasi tingkat tinggi untuk memenangkan Jokowi, banyak kepentingan asing teruama negara-negara yang berideologi komunis, sangat disayangkan, Saya setuju sikap Pak Prabowo, Hajar terus dan desak TNI polri mau membuka Data nya yang pemenang Real adalah Pak Prabowo.

  2. Anonim said

    Dadjal

  3. ndablek said

    kasian banget. Provokator, pengamat gak laku.

  4. Adji said

    Kita Berdoa saja jangan samapai PKI sudah masuk TNI/Polri, sehingga dari awal mereka sebetulnya sudah tidak Netral,walau kelihatanya pura2 netral, mudah2an tidak…!

  5. Jokowi harus jadi Presiden, biar minuman keras dan pelacuran dilegalkan dinegri ini,,

    salam 2 Jari

  6. Anonim said

    Goblog.TNI POLRI itu tugasnya menjaga keamanan, kalo pemilu ya tugasnya KPU. Sudahlah, gak usah nunjukin otak kerbau spt ini, murahan, bawa2 nama institusi TNI POLRI supaya ikutan berpolitik lagi hanya sekedar nafsu utk menangin Prabowo. Saya pemilih Prabowo-Hatta, tapi ini memuak an. Yg goblog cuap2 spt Abdu emang langka, tapi lebih bodoh lagi yg percaya.

  7. taUbat said

    Tidaklah berburuk sangka …

    http://pemilu.okezone.com/read/2014/07/16/568/1013534/kpu-tni-polri-punya-formulir-c1-tidak-salahi-aturan

  8. Maskoki said

    Kalau begini jadinya, lama-lama orang bisa gak percaya deh sama Sistem Demokrasi produk Barat ini.

  9. Sebagai rakyat kita sebagai pemegang kedaulatan negara harus turun tangan, sebaiknya tabulasi yang dipegang bapak itu dikirim ke calon no 1 dan 2 serta MK. Tujuannya adalah agar yang sekarang dimenangkan dapat berbesar hati untuk memberikan kemenangan kepada yang hak, bagi yang kalah akan leih kaya dengan data2 valid untk memperjuangkan suara rakyat. Bagi MK agar segera menengahi dan memutuskan secara adil dan benar atas gugatan. Ini harus segera karena gugatan yang diterima hanya dalam waktu 3 x 24 jam. Ayooo segerakan pak

  10. Sebagai rakyat kita sebagai pemegang kedaulatan negara harus turun tangan, sebaiknya tabulasi yang dipegang bapak itu dikirim ke calon no 1 dan 2 serta MK. Tujuannya adalah agar yang sekarang “dimenangkan” dapat berbesar hati untuk memberikan kemenangan kepada yangberhak dilimpahi edaulatan oleh rakyat, bagi yang kalah akan leih kaya dengan data2 valid untk memperjuangkan suara rakyat. Bagi MK agar segera menengahi dan memutuskan secara adil dan benar atas gugatan jika ada. Ini harus segera karena gugatan yang diterima KPK sangat terbatas hanya dalam waktu 3 x 24 jam. Ayooo segerakan pak………………

  11. Anonim said

    Jokowi bermain duit di banjarmasin…,ini yg bsa menambah yg nama kuropsi di indonesia

  12. Anonim said

    Karena merasa team Pak Sby itu katanya bagai kapal yg karam dan mau ditinggalkan penumpangnya, maka ada yg berani membawa babinsa nya bekerja untuk no 2, mau cari juragan baru, katanya netral tapi tidak, klop dah jadi golongan munafikun, dan aparat yg Sapta Margais harus berani ungkapkan kebenaran meski pahitt. Prestasi besar dan bersejarah kita nantikan dari pak Sby untuk mewujudkan Demokrasi BerAKHLAK di Indonesia

  13. Anonim said

    Kebenaran harus di ungkapkan walau sepahit apapun, jangan kalian gara-gara terbutakan oleh nafsu mendukung salah satu capres trus tidak mau mendengar dan melihat kebenaran,… itu malah yang TIDAK BENAR,… terima saja. Kebenaran harus menjadi garda terdepan…. salam TIGA JARI.

  14. rgr said

    Ngak laku jadi pengamat.. Jadi cari sensasi.. Orang bodoh yg cari duit dgn cara haram

  15. Anonim said

    Kasiann ya.. yang bisa di bodohi oleh provokator 😀
    baca.. http://pemilu.okezone.com/read/2014/07/23/568/1016916/polri-bantah-rilis-rekapitulasi-suara-pilpres

  16. Awalsih said

    tentu ini semua ketika Al’Quran tidak/kurang dijadikan sebagai rujukan dalam sistem pendidikan dan pemerintahan shg terdapat jarak antara ulama sebagai badan pengawas dan umaro sebagai pelaksana badan eksekutif shg pada gilirannya manusia berprilaku tanpa kendali dan lupa akan azab Allah…”berbuatlah sekendakmu tapi ingat Allah akan mencatat semua perbuatanmu”…

  17. Awalsih said

    wahai orang Indonesia sadar….sadar…..” yang jelas kita tidak mau menjadi tamu dirumah sendiri, kita harus melayani….sadar kita tidak mau menjadi penonton dilapangan kita sendiri…..jadilah pemain…pemain yang jujur….bukan oleh karena prabowo atau jokowi……..tapi jujur karena Allah……

  18. Agus Salim said

    TNI POLRI mungkin tidak berani ambil resiko kalau membuka kenyataan data BIN yang telah dibuka di cikeas yang memenangkan prabowo 54 %, pasti akan ada kekacauan besar bila jokowi dibatalkan kemenangannya, pendukung jokowi yang lebih militan dan radikal yang lebih berpotensi membuat kekacauan dan ketidak stabilan situasi negara. Lebih baik diam menuruti keputusan KPU dan membiarkan ketidak adilan di KPU asal situasi kondusif, mungkin juga TNI POLRI menilai pendukung prabowo lebih banyak dari golongan intelektual yang lebih berpikir panjang yang tidak suka rame , mungkin juga TNI POLRI menilai prabowo seorang negarawan yang lebih mementingkan NKRI , mengalah di KPU demi Ketahanan Nasional NKRI karena darah sapta marga tetap mengalir pada dirinya, Semoga macan asia tidah marah ketika kumis dan taring ada yang mencabutnya. Damai dan sejahteralah rakyat di Negeri Indonesia tercinta. Salam Tga Jari

  19. Anonim said

    nih lah yang bisa membuat warga stress …dan entah sampai kpn ini kn ber akhir….siapa yg bnr dan siapa yg slh siapa yg tak jujur dan siapa yg jujur semua tak tau karena yg pemilihan nih bukan cumn 100 orang sj tapi ber ribu- ribu….jadi kalo ada yg merasa dicurangi tanya lah satu persatu sama orng yg zudah noblos biar jelas…dan kalo perlu pingin jelas siapa yg menangending nanti malam sujud berdoa minta petunjuk sama..ALLAH…UNTUK BISA MENGGERTI….BNR DAN SALAH UNTUK PILIHAN INI….JGN BIKIN MASYARAKT JADI BINGUNG….JDI PANAS INI MAU LEBARAN UDH BINGUNG BUAT LRBARAN ADA APA G …EH MLH DITAMBAH KYK GINI…YA TAMBAH BINGUNG….

  20. Anonim said

    PENGAMAT JADI-JADIAN.
    TANPA DATA. CARI MUKA SAJA.
    FITNAH 1000000%.
    BERTOBATLAH, JANGAN JADI PROFOKATOR.
    BULAN RAMADHAN SEBAIKNYA UNTUK MEMPERBAIKI DIRI.

  21. Anonim said

    UMAR ABDU ADALAH PENGAMAT MILITER JADI-JADIAN.
    SEBAIK NYA DIGANTI NAMANYA MENJADI UMAR AMBURRADUL BIN ABAL-ABAL

  22. Anonim said

    KASIHAN TUH. INSTITUSI TNI DAN POLRI DI CATUT NAMANYA. SEBAIKNYA UMAR AMBURRADUL BIN ABAL-ABAL DIPERIKSA OLEH YANG BERWAJIB.
    BERAPA BAYARANNYA TUH.

  23. Anonim said

    UMAR ABDU MENGGONGGONG, PRABOWO BERLALU

  24. Anonim said

    Ayo prabowo lawan jokowi masih ada kesempatan tarung di MK jangan jadi macan ompong, masak diam saja taringmu dicabuti

  25. sarjoni said

    Kita tunggu cerita manis dari Mahkamah Konstitusi, jangan ada yang bertindak mendahului hukum.

  26. kapita said

    “sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga” pak prabowo berjuanglah demi kebenaran karena kami semua mendukungmu, jangan biarkan negeri ini hancur

  27. HANTU RIMBA said

    INILAH DEMOKRASI PRODUK BARAT…………………

  28. Prabowo Tulen said

    Kalau pelaksanaan Pemilu dilaksanakan tidak jujur apa Anda mau menerima begitu saja. Kalau Anda mau menerima proses yang tidak jujur berarti anda merupakan bagian dari proses tidak jujur itu dan itu berarti Anda merupakan bagian dari kehancuran bangsa di masa depan. konyol ente

  29. BRAVO said

    Kalau menangnya CURANG, pasti tidak satu periode pemerintahannya sudah JATUH / AMBRUK. Lihat sajalah !!!!!

  30. TNI-POLRI memang punya data real count pilpres 2014.., data ini lebih benar dgn akurasi lebih murni.., krn atas instruksi Kapolri agar polisi dan TNI menjaga dan mengawasi saat hitung suara di tiap TPS, trus photo hasil rekapnya di masing2 kecamatan, lalu kirim serta smskan laporannya ke atasan masing2 jajaran, sudah pasti laporan photo dan sms tsb bermuara ke mabes TNI-POLRI, juga diteruskan ke pak SBY di Cikeas.

    TNI-POLRI punya garis komando yg jelas dan tegas, anggotanya didesa takkan berani membangkang instruksi atasannya.

    Segala bentuk kecurangan dan permainan KPU, akan terbongkar ketika data real count TNI_POLRI dipublikasikan.

    Tunggu tanggal mainnya…, apabila sudah terdata, siapa2 saja yg jadi pengkhianat bangsa, yakni orang2 yg mau hancurkan NKRI ini…

  31. 7okowi007 said

    Jangan2 data itu yang di klaim hilang ya? Hehe. Soalnya yang nyampe MK hanya 3 bundel, padahal awalnya 10 Truk, kurang gede diganti 15 mobil lapis baja. Orang kayak gini masih kalian percaya?

  32. Anissa said

    Kalo kebenaran sdh dicampakkan dn ditutupi dgn topeng kebusukan dn dgn menghalalkn cara apapun tuk mencape ambisi kekuasaan, mka tunggulahh kehancuran itu psti akan segera datang.
    Aku tdk tkut dn tdk malu bersama kalah…
    tp aku tdk tenang bersama yg menang dgn cara yg curang….

  33. Sebenarnya yang ambisius terhadap kekuasaan siapa ya ? Jadi Walikota Solo aja ingin dua kali… eh ditengah jalan ditinggalin…..pengen jadi Gubernur DKI……eh baru satu tahun jadi gubernur udah pengen jadi Presiden….. terus nanti kalo ternyata “menang” dengan segala caranya….. terus pengen jadi apa lagi ya ????? Mudah-mudahan ga pengen jadi Presiden Neraka…..hiks…..hiks….

  34. Mari kita berpikir matematis sedikit…

    Jumlah penduduk indonesia tahun 2014 : 252.164.836 jiwa (sumber : Badan Pusat Statistik)

    Versi KPU jumlah DPT : 190.307.134 pemilih = 190.307.134 : 252.164.836 = 75,4 %. Apakah masuk akal ?
    Data BPS jumlah anak2 usia 1 hari sd 14 tahun = 70 juta.

    Usia 15-17 = 11 juta jiwa.(www.bps.go.id). Kita asumsikan saja anak2 usia 15-17 thn yg 11 juta itu, 5.5 juta adalah wanita dan 20% diantaranya sdh menikah (berhak memilih). Sehingga anak2 dan remaja usia 1 hari sd 17 tahun totalnya 70 + 11 – 1.1 (bulatkan 1 juta) = 80 juta.
    252 – 80 = 172 juta pemilih
    172 juta pemilih dikurang plus juta pemilih luar negeri = 174 juta, kurang TNI 600.000 = kita bulatkan saja 173.5 juta PEMILIH.

    Lalu dari mana KPU hitung DPT 190 juta? Ajaib tapi nyata.

    Prosentase pemilih based on BPS = 173.5/252 = 69%
    Versi KPU = 190/252= 75% —> Satu kecurangan…..

    Berapa tingkat partisipasi pemilih? Data KPU = 71% atau 190 x 71% = 134,9 atau 135 juta pemilih (suara sah + tdk sah)
    Berapa prosentase jumlah pengguna hak pilih dibanding jumlah penduduk ?

    Versi KPU : 135/252 = 53.5%, padahal setelah dihitung rata-rata tingkat partisipasi hanya Dua kecurangan….

    Apakah kita masih berpikir PILPRES sekarang jurdil ? Tidak ada kecurangan ???? Kalo masih berpikir tidak ada kecurangan, artinya nilai matematika nya waktu di SD, SMP dan SMA semua merah. Itu perhitungan sederhana yang tukang jualan cabe di pasar juga bisa menghitungnya…… Mari renungkan diri kita….

  35. Anonim said

    Ayo tni jangan takut sama kpu dong tegakan kebenaran dan keadilan. Hidup tni

  36. Anonim said

    Bubarkann kpu,klu terbukti memanipulasi data!

  37. mudah mudahan negara ini tetap dlm genggaman org org yang amanah….amiiinn

  38. taUbat said

    MANTAN PANGLIMA TNI MENGAKU TAHU “DALANG” DI BALIK TEROR KE KPK

    KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 17:09 WIB

    JAKARTA, KOMPAS.COM — MANTAN PANGLIMA TNI JENDERAL (PURN) ENDRIARTONO SUTARTO MENDUGA ADA SEJUMLAH OKNUM YANG BERADA DI BALIK TEROR TERHADAP PEGAWAI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI.

    KENDATI MEMPREDIKSI SEJUMLAH “DALANG” DALAM PERSOALAN TERSEBUT, ENDRIARTONO ENGGAN MENGUNGKAPNYA.

    “YA, ADA, TAPI TENTU TIDAK BISA SAYA BUKA DI SINI,” UJAR ENDRIARTONO DI GEDUNG KPK, JAKARTA, KAMIS (12/2/2015).

    ENDRIARTONO TIDAK INGIN MENYEBUT DARI MANA SAJA ORANG YANG DIDUGANYA TERLIBAT DALAM AKSI TEROR ITU. SAAT INI, IA MASIH MEMANTAU PERKEMBANGAN TEROR KEPADA KPK. MENURUT ENDRIARTONO, TEROR TERSEBUT DIJADIKAN ALAT UNTUK MELEMAHKAN KPK.

    “TEROR ITU MEMANG SALAH SATU ALAT. KITA LIHAT APAKAH INI HANYA TEROR MENAKUT-NAKUTI ATAU BISA SAJA KEMUDIAN DILAKUKAN,” KATA ENDRIARTONO.

    PRESIDEN JOKO WIDODO MENGAKU SUDAH BERKOORDINASI DENGAN KPK DAN POLRI TERKAIT ANCAMAN YANG DITERIMA PEGAWAI KPK. JOKOWI MENGINSTRUKSIKAN AGAR KEPOLISIAN BISA MENANGKAP PELAKU TEROR ITU.

    “POLRI SUDAH SAYA UNDANG. YA, KALAU MEMANG BETUL ADA YANG MENEROR, YA TANGKAP,” KATA JOKOWI.

    JOKOWI MENGAKU SUDAH BERTEMU PIMPINAN KPK DUA HARI LALU. SELAIN ITU, JOKOWI JUGA SUDAH BERKOORDINASI DENGAN PUCUK PIMPINAN POLRI. DALAM PERTEMUAN DENGAN KEPOLISIAN, KATA JOKOWI, PIHAK KEPOLISIAN TERNYATA JUGA MENERIMA ANCAMAN SERUPA. (

    “SAYA TANYAKAN YANG MENEROR SIAPA. INI YANG SULIT DILACAK. KALAU MENEROR JELAS, YA TANGKAP SAJA,” UCAP DIA.

    KEKISRUHAN YANG TERJADI SETELAH KPK MENETAPKAN KOMISARIS JENDERAL BUDI GUNAWAN SEBAGAI TERSANGKA KASUS KORUPSI MAKIN BERKEMBANG KE ARAH YANG MENGKHAWATIRKAN.

    JIKA SEBELUMNYA PEGAWAI KPK DAN KELUARGANYA MENDAPAT TEROR BERUPA TELEPON ATAU PESAN GELAP, KINI MEREKA MENDAPAT ANCAMAN PEMBUNUHAN.

    AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA | SANDRO GATRA

    nasional.kompas.com/read/2015/02/12/1709251/Mantan.Panglima.TNI.Mengaku.Tahu.Dalang.di.Balik.Teror.ke.KPK

  39. Wawan Di Caprio' said

    SBY termasuk salah satu penghianat negeri ini,,entah karena ingin melindungi Ibas yg tersangkut dikasus Hambalang atau khawatir Prabowo akan balas dendam karena sdh memfitnahnya melalui sidang Dewan Kehormatan Perwira sehingga Prabowo dipensiunkan dari militer..akhirnya SBY diam saja melihat kecurangan2 itu..
    Saya yakin Allah akan menunjukkan kebenaran itu karena Allah Tidak pernah tidur..!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: