KabarNet

Aktual Tajam

Misteri Hasil Quick Count Pro Jokowi-JK Terbongkar

Posted by KabarNet pada 11/07/2014

Jakarta – KabarNet: Hasil quick count rilisan sejumlah lembaga survey yang berpihak ke kubu pasangan Joko-Kalla mengundang banyak reaksi dari banyak pihak. Peneliti opini publik, Agung Prihatna, menilai secara objektif menilai terdapat keganjilan dalam proses kemunculan hasil quick count kubu Joko-Kalla. Menurut Agung Prihatna, keganjilan hasil quick count tersebut nampak nyata dan sepatutnya publik dapat melihat fenomena tersebut. Agung pun menyebutkan sejumlah keganjilan tersebut :

Pertama, pada awal Juli 2014, ada pernyataan dari pihak capres nomor urut 2 bahwa ada indikasi kecurangan. Kedua, pada masa tenang ada tiga lembaga survei terkemuka, yaitu Charta Politica, SMRC, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang pimpinannya secara terbuka berafiliasi ke capres nomor urut 2, dengan mengumumkan Jokowi-Kalla unggul 3 persen dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ketiga, pada hari pemilihan, kelompok lembaga survei tersebut, seperti CSIS-Cyrus Network, mengeluarkan hasil exit poll yang menyatakan capres nomor urut 2 unggul 3 persen dari capres nomor urut 1. Dia menyatakan, hasil quick count lembaga survei yang berafiliasi ke pasangan Jokowi-Kalla, seperti CSIS-Cyrus, SMRC, Litbang Kompas, dan RRI sama-sama mengungulkan dengan selisih 3 persen.

“Ini juga pertama kalinya ada pihak yang secara sepihak mengklaim kemenangan berdasarkan hasil quick count yang data masuk baru mencapai 70 persen. Yang bikin aneh pula, sekitar jam 15.00 WIB, data quick count sebesar 70 persen di luar logika,” kata mantan peneliti LP3ES itu kepada wartawan, Kamis 10 Juli 2014.

Menurut Agung, bukankah untuk menginformasikan sampel dari daerah pelosok Papua, Medan, Sumatra, dan pulau lainnya butuh waktu sekitar satu hingga tiga jam untuk melaporkan melalui pesan singkat (SMS) di area on spot (daerah yang terdapat sinyal). Hal itu mengingat tidak semua daerah yang kita tentukan sebagai zona sampling terdapat sinyal operator telepon selular.

“Katakanlah benar data masuk 70 persen selang dua jam setelah TPS ditutup pukul 13.00 WIB. Maka, kemungkinannya adalah sampel ditarik semua ke daerah perkotaan, sehingga sebenarnya nihil sampling dari desa/wilayah pelosok,” kata perintis quick count di Pemilu era 1997 itu.

Agung menyatakan, dalam berbagai momen pilkada biasanya yang terjadi adalah pengakuan dari pihak lain terhadap keunggulan pasangan lainnya. “Tidak pernah salah satu pihak melakukan klaim kemenangan berdasarkan hasil quick count,” katanya.

Keanehan lain juga didapatkannya ketika melihat perkembangan beberapa hari sebelum Pilpres 9 Juli kemarin. Itu setelah Indobarometer, LSI, dan Charta Politica pada lima hari sebelum Pilpres menyatakan bahwa ada ‘lampu kuning’ bagi Jokowi jika keadaan terus begini karena trend terus menurun. Sementara, trend Prabowo terus naik. “Pada saat itu selisih Jokowi dengan Prabowo semakin dekat tinggal tiga persen.”

Menjadi aneh, sambung dia, karena tiga hari setelah pernyataan tersebut, para lembaga survei yang berafiliasi dengan Jokowi-Kalla mengeluarkan pernyataan bahwa terjadi rebound elektabilitas. Artinya, dalam waktu tiga hari, mereka membuat pengakuan terjadi perubahan trend. “Padahal dalam logika survey trend itu tidak mungkin berbalik trendnya hanya dalam waktu dua sampai tiga hari,” katanya.

Catatan berikutnya, lanjut Agung, pihak Jokowi pada sepekan sebelum Pilpres sudah menyatakan bahwa kemenangan mereka akan sulit jika pihak lawan melakukan kecurangan. “Artinya mereka melakukan prakondisi bahwa di atas kertas mereka bisa kalah. Bahkan cawapres Jusuf Kalla pernah menyatakan, bahwa pasangannya hanya akan kalah jika dicurangi,” sebutnya.

Dia mengingatkan, gejala-gejala tersebut patut dicurigai sebagai upaya terencana untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, dan PKPI itu dengan melakukan manipulasi survei sejumlah lembaga yang selama ini pro-Jokowi.

Source: spektanews.com

127 Tanggapan to “Misteri Hasil Quick Count Pro Jokowi-JK Terbongkar”

  1. theHack said

    Kalau bpk. JOKOWI yakin jadi pemenang pilpres 2014, hal yang pertma di lakukan bukan konfersipers, tetapi mungundurkan diri dari jabatan gubernur DKI skarang.

  2. steven said

    secara logika kenapa RRI pro nomor 2 dalam hitung QC, rasanya anak SD aja udah pada tau kalau TVRI dan RRI itu dibawah naungan BUMN yang dipimpin menteri Dahlan Iskan yang merupakan timsesnya pak jokwi jk. it’s so simple…

  3. Anonim said

    akal bulusmu !

  4. joyomardan said

    Jangan daftarkan dirimu sebagei penghuni N E R A K A

  5. Anonim said

    Yang lucunya seorang ustazah ternama ikut2an mengucapkan selamat atas kemenangan atas salah satu calon Presiden lewat media yg belum tau ujung pangkalnya… Na’uzubila minzalik…

  6. Anonim said

    Jangan terlalu membenci nanti kamu malah menjadi cinta

  7. Anonim said

    Sering maling teriak maling, apa yang dituduhkan ke jokowi jika tidak benar maka akan kembali ke orang yang menuduhkan, salam dua jari

  8. Anonim said

    Capres kok labil, mudah marah tidak bisa mengendalikan emosi. Sudahlah mending tut wuri handayani akan lebih terhormat bagi Pak Prabowo, salam dua jai

  9. wawan juanda said

    Klw sudah kalah….kalah aja jangan mencari kesalahan lawan…toh nanti jg jokowi menang kalian jg ikut pemerintahan jokowi…hadeh jelema geus pada lieur…salam dua jari

  10. ahmad hariri said

    Sudah mulaimkelihatan siapa penjahat dan korawanya, otak manusia apa setan yang membabi buta memfitnah dan menjelekkan orang lain, ternyata quick count yang memenangkan prabowa adalah 1. Milik prabowa, 2. 1 milik ht, dan selamat sudah menjadi presiden tv one

  11. Ahmad Harara said

    Sudah mulai kelihatan siapa penjahat dan korawanya, otak manusia apa setan yang membabi buta memfitnah dan menjelekkan orang lain, ternyata quick count yang memenangkan jokowi adalah 1. Milik DennyJA pendukung jokowi, 2. milik Saiful Mujani pendukung jokowi, dan selamat sudah menjadi presiden MetroTv

  12. Anonim said

    JOKOWI pasti menang karena dukungan rakyat. Prabowo kalah karena tebar duit dan tudak merakyat.

  13. Anonim said

    Tulisan ini adalah SAMPAH

  14. Hasil Quick Count Lembaga Survey Yg Sudah Terdaftar di KPU said

    HARUS KITA AKUI, TIM SUKSES JOKOWI-JK BERHASIL MENGGALANG DAN MEMBELI LEMBAGA SURVEY..

    1. SMRC
    Tokohnya Saiful Mudjani adalah satu lembaga dengan Burhanuddin Muhtadi di LSI. Saiful Mudjani mengakui bagi2 uang untuk Jokowi di Banten
    Bukti:
    http://­nasional.kompas.com/­read/2014/06/11/­2016450/­Saiful.Mujani.Benarka­n.Bagi-bagi.Uang.Usa­i.Kampanye.untuk.Jok­owi

    2. INDIKATOR POLITIK
    Tokohnya Burhanuddin Muhtadi bersama Saiful Mudjani di LSI. SMRC dan Indikator diperkirakan satu dapur melaksanakan quick count.

    3. LINGKAR SURVEY INDONESIA (LSI)
    Tokohnya Denny JA, ini adalah tim sukses Jokowi.
    Bukti:
    http://­m.antaranews.com/­berita/434407/­denny-ja-dukung-jokow­i-karena-ideologi

    4. CSIS
    Pendirinya Sofjan Wanandi. Lembaga ini satu group dengan Kompas mendukung Jokowi.
    Bukti: –
    http://m.detik.com/­news/pemilu2014/read/­2014/06/21/104240/­2615016/1562/­sofjan-wanandi-hadiri­-acara-buruh-se-band­ung-raya-dukung-joko­wi-jk

    5. CYRUS
    Lembaga quick count yang tak pernah teruji dalam quick count. Patronnya Hasan Batupahat yg merupakan Tim sukses Jokowi (Koordinator “Komunitas Kopi”).
    Bukti:
    http://­politik.rmol.co/read/­2014/06/27/161339/­Agus-Gumiwang-Hadiri-­Deklarasi-Laskar-Bij­i-Kopi-Dukung-Jokowi­-JK-

    6. LITBANG KOMPAS
    Lembaga survei yg dimiliki Gramedia Grup milik Jacob Oetama pendukung Jokowi-JK yg konsisten kebijakan redaksinya mengangkat pencitraan Jokowi dan mendowngrade citra Prabowo-Hatta lewat isu HAM.

    7. POLMARK INDONESIA
    Milik Eep Saifullah Fatah. Lembaga konsultan politik dan survey yang menjadi konsultan politik Jokowi-JK.
    Bukti:
    http://­m.merdeka.com/­politik/­eep-saefulloh-mengaku­-jadi-konsultan-joko­wi-jk-tanpa-bayaran.­html

    8. Lembaga milik pemerintah seperti LIPI, LKBN Antara, TVRI dan RRI, menurut informasi berhasil digalang oleh Ikra Nusa Bakti tim sukses Jokowi, arah dan hasil surveynya mengikuti arah dan hasil survey yg dibuat oleh Indikator Politik dan SMRC.

    9. Sekarang ada Asosiasi Survey Persepi minta lembaga survey yang tidak memenangkan Jokowi untuk diaudit. Ketua Persepi adalah Andrinof Chaniago adalah timses Jokowi.
    Bukti:
    http://­m.beritajatim.com/­nasional/210851/­andrinof_chaniago:_ti­m_sukses_jokowi-jk_m­erasa_sudah_menang.h­tml#.U74o0JbZHqA

    KEPADA SIAPA LAGI KITA PERCAYA…?

    Itulah fakta tak terbantahkan tentang fenomena BISNIS SURVEI PARA PREMAN POLITIK

  15. Hasil Quick Count Lembaga Survey Yg Sudah Terdaftar di KPU said

    Mandapat tekanan publik… akhirnya Lembaga Survei Bajingan ngaku juga.

    http://nasional.inilah.com/read/detail/2118839/lsi-akui-sebagai-konsultan-politik-jokowi#.U8F5IJSSx4J

  16. Anonim said

    Woy Anonymous!!! Km itu orang goblok ya?? Pengecut kamy kayak antek2 Jokowi, mgkn km salah satunya,.Salam 3 jari

  17. a7x said

    Ana cuma kasih tahu aja gan… JABAR menang Prabowo. 60% lebih.. ini fakta gan… bukan hasil survey atau Quick Count lho…. di daerah agan… mana yg menang?

  18. ihsan said

    Emang sungguh aneh dunia politik, yang menghalalkan byk cara tuk memenangkan salah satu capres, tapi sadar dak betapa berat tanggung jawab yang di embannya dunia ahkerat lo, jadilah pemimpin yang wajar sesuai tuntunan ajaran islam jgn rakus gila jabatan.

  19. Anonim said

    Kalo memang jokowi yakin menang Pilpres 2014 seharusnya yg di lakukan adalah mengundurkan diri dari Gubernur DKI jakarta bukannya gelar conferensi pers yg dilakukan

    Piye toch pak jokowi ???????

  20. Anonim said

    aku g mau dipimpin jokowi

  21. monet said

    Mas bro, quick count dah lewat, sing penting sekarang real count, quick count dari kedua pasangan juga meng klaim memenangkan masing-masing pasangan, iki dagelan politik apa lagi, jgn bikin rakyat bingung Θ☺ηќ

  22. Anonim said

    Mau gini, mau gitu terserah, toh semuanya gak jadi jaminan, yg jadi jaminan itu BPKB Motor n mobil, so, sertifikat Rumah

  23. Anonim said

    Selamat siapa saja yang terpilih jadi presiden. yg penting ingat janji- janji Mu…..oke..

  24. rama gajayana said

    Salam dua jari tengah mbokne ancok bae lah…. Нå. =D. нå. =D. нå. =D нå

  25. Alifia said

    Jokowi JK, Yes

  26. gandhi said

    Pokonya ane ga mau punya pimpinan yang amanah dan pinplan

  27. Anonim said

    Salam gigit jari buat para pemimpi

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: