KabarNet

Aktual Tajam

Rumus MUJUR Pilih Presiden Lewat Usia Anda

Posted by KabarNet pada 07/07/2014

CARANYA: USIA ANDA TAHUN INI DIKALI DUA. (KARENA HANYA DUA CALON PILIHAN). LALU TAMBAHKAN 9 (TANGGAL 9 HARI PELAKSANAAN). LALU KURANGI 7 (BULAN 7 PELAKSANAAN). KEMUDIAN HASILNYA DIBAGI DUA LAGI. DAN TERAKHIR KURANGI LAGI DENGAN USIA ANDA.. HASILNYA, ITULAH NOMER PILIHAN ANDA.

CONTOH:

USIA 30 X 2 = 60 + 9 = 69 – 7 = 62 : 2 = 31 – 30 = …??

HASILNYA ITULAH NOMER YANG TEPAT UNTUK ANDA!

ILMU FALAQ

2 Tanggapan to “Rumus MUJUR Pilih Presiden Lewat Usia Anda”

  1. taUbat said

    PILIH PRESIDEN ADA KRITERIANYA :

    Memilih pemimpin dalam Islam merupakan hajat besar. Memilih pemimpin tidak sekadar perkara cabang dalam agama, namun bagian dari masalah prinsip.

    Dalam komunitas kecil saja, kita diperintahkan untuk mengangkat seseorang sebagai pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Tidak boleh bagi tiga orang yang berada di mana pun di bumi ini tanpa mengambil salah seorang di antara mereka sebagai amir (pemimpin)” (HR Ahmad).

    Sehingga, bagaimana pula untuk urusan negara… Memilih pemimpin negara untuk mengurus negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia ini tentunya jauh lebih ditekankan lagi.

    Memilih pemimpin yang baik hendaknya memiliki 3 (tiga) kriteria :

    Kriteria pertama,

    Hendaklah pemimpin yang kita pilih adalah seorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Orang yang seperti ini akan memiliki rasa tanggung jawab kepada Allah, dan yang demikian ini akan menjadikan dirinya orang yang berhati-hati dalam melangkah dengan mengedepankan akhlak mulia dalam setiap tutur kata dan perbuatannya. Allah swt berfirman dalam QS Al Maidah (5:57) sebagai berikut.

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”.

    Jika kita bisa menemukan pemimpin seperti ini, niscaya pemimpin tersebut tidak akan pernah menggunakan hawa nafsunya dalam membuat kebijakan-kebijakan atau dalam memutuskan suatu perkara, karena dirinya selalu dibimbing oleh Al Quran. Firman Allah swt dalam QS Al Maidah (5:49) sebagai berikut.

    “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik”.

    Dengan demikian, seorang pemimpin haruslah memutuskan suatu perkara secara adil sesuai dengan tuntunan Al Quran. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan keadaan terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan (atas apa yang ia putuskan) atau akan dijerumuskannya (ke dalam neraka) oleh kezhalimannya.” (HR Baihaqi dari Abu Hurairah dalam Kitab Al-Kabir).

    Kriteria kedua

    Adalah bahwa pemimpin tersebut menyadari bahwa dia dipilih untuk melayani kepentingan masyarakat. “Kabiirul qaum khadiimuhum” (pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka).

    Pemimpin yang menyadari bahwa dirinya adalah pelayan masyarakat akan merasa bahagia jika ia mampu melayani masyarakat.

    Dia yakin bahwa setiap pelayanan yang baik akan berbuah kebaikan di dunia dan di akhirat bagi dirinya. Dengan demikian ia akan bersungguh-sungguh dalam melayani rakyatnya.

    Pemimpin yang seperti ini tidak akan menutup diri saat diperlukan rakyatnya, dan dia selalu membuka pintu untuk setiap pengaduan dan permasalahan rakyat. Rasulullah bersabda,

    “Tidaklah seotang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan , hajat, dan kemiskinan, kecuali Allah akan menutup pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya”. (HR Ahmad dan Tirmidzi).

    Kriteria ketiga

    Adalah bahwa pemimpin tersebut haruslah amanah. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memberitakan bahwa kerusakan akan terjadi apabila amanah disia-siakan. Lalu beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan amanah adalah bila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (Idza wusidal amru ilaa ghoiri ahlihii fantazhirissaa’ah).

    Apalagi masalah kepemimpinan, bila kita salah memilih orang yang tidak amanah maka kita telah ikut andil dalam menyia-nyiakan amanah, dan kita pun ikut andil dalam berbuat kerusakan.

    Pemimpin yang amanah tidak akan pernah menyalahgunakan jabatannya untuk tujuan pribadi atau untuk memperkaya diri dan keluarganya lewat usaha-usaha yang tidak dibenarkan, seperti korupsi, suap, dan sebagainya.

    Dalam sebuah hadits dinyatakan, “Ar rosyi wal murtasyi finnaar” (Penyuap dan yang disuap ada di neraka), atau di hadits lain, “La’ana ‘llaahurrasyi wal murtasyi” (Allah melaknat penyuap dan orang yang disuap) (HR Tirmidzi dan Ibnu Majjah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albany dalam at-Targhib wat tarhib 2/261).

    Untuk suap, kita merasa sudah sewajarnya bahwa itu jelas dilarang, Namun, ternyata Islam lebih jauh dibandingkan dengan itu. Ternyata pemimpin juga dilarang menerima suatu hadiah yang berkaitan dengan jabatannya.

    Perhatikan hadits Nabi sebagai berikut. “Al hadiyyatu ilal imaami ghuluulun” (hadiah yang diberikan kepada seorang pemimpin adalah pengkhianatan) atau “hadaayal ‘ummali ghuluulun” (hadiah-hadiah yang diberikan kepada penguasa adalah pengkhianatan”.

    Hal ini bisa dipahami karena jika ada rakyat yang memberikan hadiah kepada penguasa, hampir bisa dipasikan di balik itu mereka menginginkan seseatu yang lebih, dan ini lebih dekat kepada suap.

    Demikian, tiga kriteria pemimpin sesuai dengan ajaran Al Quran dan sunnah. Untuk itu, memilih pemimpin yang memenuhi kriteria di atas menjadi sangat penting agar Allah melimpahi negeri kita dengan barakah. Kita dapat memanfaatkan informasi dari dialog dari televisi, radio, atau koran untuk mengetahui kualitas capres atau cawapres, yang insya Allah kesemuanya muslim.

    Kita juga dapat memanfaatkan informasi dari teman-teman kita ataupun kerabat yang kita percayai untuk mengetahui kredibilitas mereka. Dengan kesungguhan usaha, kita berharap semoga Allah memberi kemudahan kepada kita dalam memilih calon presiden dan wakil presiden yang terbaik. Amiin.

  2. ahmad hariri said

    Ini orang apa setan yang nulis ya, kok semua tulisannya tidak pakai logika, semoga mendapat siksaan di alam kubur kareana fitnsh jahatnya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: