KabarNet

Aktual Tajam

Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin Catut 3 Nama Kiai

Posted by KabarNet pada 04/07/2014

Jakarta – KabarNet: Joko Widodo mengatakan, tabloid Obor Rakyat yang berisi fitnah seharusnya dilawan dengan tabloid Obor Rahmatan lil Alamin.

“Ya, obor harus dibalas dengan obor lagi. Tapi obor yang dibagikan oleh relawan yang penyusunannya dikerjakan oleh sumber daya manusia yang andal dengan nama tabloid Obor Rahmatan lil Alamin,” kata Jokowi seperti dikutip ANTARA, Rabu 2 Juli 2014.

Dalam tabloid tersebut tidak ada kampanye hitam apalagi sampai menjelekkan pihak lain, kata Jokowi. Namun, kenyataannya, isi tabloid Obor Rahmattan lil Alamiin yang dipromosikan Jokowi ditentang kebenarannya oleh Muhammad Fakhrurrozi, Ketua II Pondok Pesantren Al Anwar, yang diasuh oleh Hadlrotusysyaikh KH Maimoen Zubair, seperti termuat pada laman ppalanwar.com.

Menurut Fakhrurrozi, tabloid yang diperkenalkan Jokowi itu mencatut nama guru besar Pondok Pesantren Al Anwar, Hadlrotusysyaikh KH Maimoen Zubair. Juga mencatut beberapa nama kiai lain yang telah resmi mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo-Hatta. Pencatutan nama itu, kata Fakhrurrozi, terkait pemberitaan berjudul “Fatwa 9 Kiai: Jokowi-JK Lebih Mashlahat”.

“Bahwa berita di atas adalah sebuah kedustaan dan fitnah yang sengaja disebarluaskan. Karena, KH Maimoen Zubair sejak awal sudah menggagas agar pilihan Pilpres 9 Juli 2014 diberikan kepada capres dan cawapres nomor urut 1 dan beliau secara resmi telah memberi dukungan kepada Prabowo-Hatta. Belum lama ini, beliau juga telah membuat pernyataan dukungan resmi untuk pasangan nomor 1 dan telah disebarluaskan melalui rekaman video,” ungkap Fakhrurrozi dalam laman tersebut. Video dukungan KH Maimoen Zubair kepada Prabowo bisa kita saksikan, sebagai berikut:

Bantahan juga datang dari pengelola Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid, yang merupakan adik kandung dari mantan Presiden RI dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama, KH Abdurrahman Wahid atau bisa disapa Gus Dur. Menurut Gus Sholah, begitu biasa disapa KH Salahuddin Wahid, namanya juga dicatut dalam pemberitaan Obor Rahmattan lil Alamiin yang dipromosikan Jokowi itu. Bantahan itu disampaikan oleh Gus Sholah lewat akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin yang namanya dicataut pada tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin, juga membantah pernah memberikan pernyataan apapun. “Saya tidak pernah memberi pernyataan apapun ke Obor Rahmatan Lil Alamin. Saya meminta klarifikasi dari pihak Obor Rahmatan Lil Alamin,” tegasnya di Jakarta, Selasa 1 Juli 2014.

Selain itu, ia mendesak pengelola media pro ke pasangan calon presiden dan wakilnya, Joko Widodo-Jusuf Kalla itu untuk meminta maaf kepada publik. Klarifikasi ini baginya sangatlah penting terutama jelang waktu pencoblosan yang tinggal beberapa hari lagi. Ma’ruf memastikan sikapnya hingga saat ini netral dan tidak berpihak pada salah satu pasangan capres-cawapres. Apa yang dilakukan Obor Rahmatan Lil Alamin dianggapnya sebagai pencatutan nama tanpa klarifikasi. Sampai sekarang belum ada klarifikasi dan permohonan maaf dari Jokowi, Jusuf Kalla, atau dari tim pemenangannya terkait pencatutan nama-nama ulama tersebut.

Sebelumnya Obor Rahmatan Lil Alamin dalam salah satu cover terbitannya, memuat sembilan sosok ulama kharismatik dengan judul “Fatwa Sembilan Kiai, Jokowi-JK Lebih Maslahat”. Kesembilan tokoh itu di antaranya, Ketum MUI yang juga Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, KH Maruf Amin, Gus Mus (KH Mustofa Bisri), KH Solahudin Wahid, Gus Ali (Sidoarjo), dan KH Hasyim Muzadi.

Diketahui, tabloid ini dibuat oleh pemenang konvensi Partai Demokrat, Dahlan Iskan. Ia mengakuinya dalam sebuah jumpa pers di Hotel JS Luwansa, Jumat pekan lalu. Dahlan menjelaskan awal pembuatan tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin berasal dari ide teman-teman relawan. Menurut Dahlan, para relawan ingin membuat pemberitaan yang baik dan berimbang, daripada berita palsu seperti yang dilakukan tabloid Obor Rakyat. [KbrNet/Slm]

2 Tanggapan to “Tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin Catut 3 Nama Kiai”

  1. Seharusnya ingin menjadi tokoh besar yang berhaluan Komunis lebih baik menggunakan
    identitas Komunis saja, itu lebih baik dari pada mencatut nama-nama Kyai (Ulama Kharismatik)
    Lebih baik menggunakan bahan baku yang jelek untuk kepentingan hal yang jelek itu lebih baik
    daripada menggunakan barang jelek dikemas dengan kebohongan jadinya lebih tidak popular lagi,
    Coba anda renungkan apa nggak lebih malu lagi kalau ada Capres yang berhaluan Komunis
    menggunakan nama tokoh Islam dijadikan menipu publik, untung saja masyarakat Indonesia
    masih banyak yang cerdas ketimbang yang bebal,
    PKI pada masa Orla, mereka tidak mau menggunakan atribut Islam murni apa yang mereka gunakan
    adalah tetap symbol-symbol Komunis, bukan seperti kelompoknya Jokowi yang mengaku-ngaku
    mendapat dukungan 9 Ulama Kharismatik pada hal bohong dari Sholat hingga Rekomendasi Kyai
    semua ujung-ujung nya pembohongan publik dan umat Islam pada khususnya,
    Slogan-sloganya menggunakan bahasa Revolusi Mental, padahal dari Ide-idenya tentang Mobil ESEMKA
    juga bernuansa kebohongan, pada hal mobil tersebut adalah buatan China, dari pecitraan sampai blusukan
    semuanya bernuansa pembohongan Publik,
    Terlebih Jokowi yang dari Walikota Solo sudah membawa lari dana BPMKS untuk kepentingan kampanye Pilgub,
    sampai ke Jakarta pun belum genap setahun menjabat Gubernur DKI sudah merampok dana Bus Trans Jakarta
    yang menggunakan Bimo, teman seperjuanganya dari Solo justru Jokowi bisa-bisanya mengatakan tidak kenal Bimo,
    padahal Jokowilah yang menyuruh Bimo berangkat ke China untuk nego dengan persh Bus di China,
    Keistimewaan apa yang ada dalam diri seorang Jokowi, Apalagi gelar yang diberikan pada Romo Strees Jokowi
    levelnya sudah setara dengan Yesus Kristus, bahkan kalau Jokowi gagal menjadi RI 1 akan ada kerusuhan
    diseluruh kota di Indonesia, mau jadi apa jokowi bermimpi menjadi RI 1,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,????

  2. taUbat said

    RESPONS TIM JOKOWI-JK SETELAH DITOLAK PONPES LIRBOYO

    KAMIS, 3 JULI 2014 − 16:50 WIB

    JAKARTA – TIM KAMPANYE NASIONAL CALON PRESIDEN (CAPRES) JOKO WIDODO-JUSUF KALLA TIDAK KHAWATIR TERHADAP SIKAP PENOLAKAN PONDOK PESANTREN (PONPES) LIRBOYO UNTUK MENDUKUNG PASANGAN CAPRES NOMOR URUT 2.

    EVA KUSUMA SUNDARI SELAKU TIM KAMPANYE NASIONAL PASANGAN CAPRES YANG BIASA DISEBUT JOKOWI-JK ITU YAKIN PENOLAKAN TERSEBUT TIDAK AKAN BERIMBAS PADA PEROLEHAN SUARA JOKOWI-JK DALAM PEMILIHAN

    PRESIDEN (PILPRES) 9 JULI 2014 MENDATANG. “ENGGAK (KHAWATIR),” UJAR EVA DI KAWASAN CIKINI, JAKARTA PUSAT, KAMIS (3/7/2014).

    EVA MENGKLAIM, MESKIPUN PONDOK PONPES LIRBOYO MENOLAK, NAMUN PONPES DI BEBERAPA DAERAH LAIN YANG DIKUNJUNGI JK SEPAKAT MENDUKUNG PASANGAN TERSEBUT. “DAERAH MALANG KE KITA,” UCAPNYA.

    SEBELUMNYA ADIK IPAR CALON WAKIL PRESIDEN (CAWAPRES) JUSUF KALLA YAITU AKSA MAHMUD TERPAKSA MENINGGALKAN PONPES LIRBOYO, KOTA KEDIRI, DENGAN TANGAN HAMPA.

    PENYEBABNYA PERMINTAAN AKSA AGAR PESANTREN LIRBOYO MENDUKUNG JK DALAM PILPRES 9 JULI 2014 MENDATANG TIDAK DIRESPONS SESUAI HARAPAN. SIKAP LIRBOYO TETAP TEGAS TETAP MEMENANGKAN PASANGAN PRABOWO-HATTA.

    “SAMPAI SAAT INI BELUM ADA PERUBAHAN SIKAP DI LIRBOYO, ” TUTUR PENGASUH PONPES LIRBOYO KH KAFABIHI MAHRUS KEPADA WARTAWAN RABU 2 JULI 2014.

    HARIS KURNIAWAN

    http://pemilu.sindonews.com/read/879501/113/respons-tim-jokowi-jk-setelah-ditolak-ponpes-lirboyo

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: