KabarNet

Aktual Tajam

Kok KPK Diamkan Kasus Transjakarta?

Posted by KabarNet pada 02/07/2014

Jakarta – KabarNet: Kasus dugaan korupsi bus Transjakarta seharusnya segera ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam korupsi ini negara dirugikan sebesar Rp 1,5 triliun. “Kasus dengan nilai sebesar itu harusnya menjadi ranah KPK. Bukan diproses (Kejagung) seperti kasus korupsi biasa,” kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Brawijaya Malang, DR Khairul Muluk kepada wartawan, Selasa 1 Juli 2014.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Transjakarta dan BKTB pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013. Pihak lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka adalah Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prawoto.

“Tak mungkin dengan nilai proyek sebesar itu hanya disupervisi seorang Kepala Dinas. Pasti Kepala Daerahnya (Jokowi) juga tahu,” kata Muluk. Sehingga menurut Muluk, kasus ini harusnya segera diambil alih oleh KPK. Terlebih lagi selama ini KPK proaktif memproses kasus-kasus dan tidak duduk manis menunggu laporan. “Kali ini KPK melempem,” sindir Muluk.

Muluk juga mengatakan, jika kasus ini dibiarkan, publik bisa menilai KPK melakukan pembiaran dengan kasus ini. Belum lagi ramai diberitakan sebelumnya Abraham Samad memiliki kedekatan dengan Jokowi. “Sebelumnya diberitakan bahwa Abraham Samad akan menjadi kandidat cawapres sebelum muncul nama JK. Publik bisa mengkait-kaitkan kedekatan tersebut berhubungan dengan kasus ini,” terangnya.

Dia menambahkan komitmen Jokowi terhadap kasus korupsi harus di-clearkan. Dan PDIP juga harus membersihkan isu pembicaraan Megawati dengan Jaksa Agung Basri Arief soal Transjakarta. “PDIP dan Jokowi harus membersihkan hal-hal itu sehingga tak membuat orang menduga-duga. Ini penting karena Jokowi maju sebagai capres dari PDIP,” ungkap Muluk.

Untuk perbandingan, sebelumnya Jokowi sangat koorperatif dengan KPK. Saat ada pemberian gitar Metallica, mantan walikota Solo itu berinisiatif melaporkan kepada KPK. Tetapi untuk kasus korupsi Transjakarta, Jokowi memilih diam dan terkesan acuh. [KbrNet/RakyatMerdeka]

13 Tanggapan to “Kok KPK Diamkan Kasus Transjakarta?”

  1. mbelgedes said

    Kalo sdh diberi amanat oleh rakyat utk jadi gubernurnya terus mangkir nyapres krn kekuasaan yg lebih tinggi, itu namanya apa?
    Kalo ada orang yg sdh di bantu utk jadi gubernur terus berkhianat pd org yg membantunya itu namanya apa?
    Kalo ada org yg sdh dibantu utk menjadi walikota ditemeni runtang-runtung ke sana kemari terus ngaku tdk kenal itu namanya apa?
    Kalo ada anak buah yg di korbankan demi menutupi kongkalikongnya itu namanya apa?

    Mosok pemimpin kayak gitu?

  2. 8747549 said

    tes

  3. itulah INDONESIA

  4. Anonim said

    “Indonesia Hebat”

    Prett…!

  5. Dian Kamil said

    Memang si Abraham Samad ini sekarang sudah menjadi alat PDIP (khususnya si Jokowi terlebih masih satu kampung dengan JK), sangat keterlaluan jika kasus begini besarnya, hanya di periksa oleh Jaksa Agung, biasanya kalau sudah di Kejaksaan Agung langsung damai tidak ada kejelasan lagi. sangat mustahil jika Mega Proyek TransJakarta ini Jokowi tidak tahu apa-apa.

    slogan
    “INDONESIA HEBAT” … memang benar-benar omong kosong, kamprettt – preeett – preeett …….

  6. den said

    Ah biasa aja kalleeeeessS

  7. Anonim said

    harusnya disama ratakan jangan begitu dong. KPK harus adil usut itu bis karatan………

  8. Anonim said

    Gitar diserahkan,
    uang dibawa pulang… buat bayar utang

    #capres yang ngaku hidupnya “sederhana”, tapi utangnya paling banyak

  9. Anonim said

    hahahahahahaahahahahaha pasukan nasi bungkus capres no 1 makin deket tgl 9 makin getol kampanye hitam hahahahahaahhaaha pokoknya Jkw-JK daaaaaah yg ga punya masa lalu Orba

  10. Seharusnya ada Gerakan untuk membantai Abraham Samad,
    Seperti Gerakan untuk melengserkan sitangan besi Suharto,

  11. Anonim said

    Kasihan kalo orang sdh mendambakan jabatan yg di depan mata , batal total karna Jokowi tdk jadi ke pilih dan kembali jadi gubernur …

  12. Anonim said

    apakah ini yg dimaksud pemimpin yg ” amanah” ??? ha ha ha

  13. taUbat said

    PDIP INGATKAN KPK JANGAN MENTANG-MENTANG BERKUASA

    JUMAT, 16 JANUARI 2015 – 15:44 WIB

    KANALSATU – PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) MASIH MEMPERSOALKAN PENETAPAN CALON KAPOLRI KOMJEN BUDI GUNAWAN SEBAGAI TERSANGKA DUGAAN SUAP DAN TRANSAKSI MENCURIGAKAN, OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK).

    PASALNYA, PENETAPAN TERSANGKA TANPA MELEWATI PROSES PEMERIKSAAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI SAKSI.

    “JANGAN MENTANG-MENTANG BERKUASA, MEREKA (KPK) SEPERTI KEJAR TAYANG BEGITU. SEGALA SESUATU ITU ADA PROSESNYA, ADA MEKANISMENYA,” KATA PELAKSANA TUGAS (PLT) SEKRETARIS JENDERAL PDIP HASTO KRISTIYANTO DI KEDIAMANAN KETUA UMUM PDIP MEGAWATI SOEKARNOPUTRI, JALAN TEUKU UMAR, MENTENG, JAKARTA PUSAT, JUMAT (16/1/15).

    MENURUT HASTO, YANG TELAH DILAKUKAN JUSTRU TELAH MENCIPTAKAN KETEGANGAN ANTARINSTITUSI, YAKNI POLRI, KPK, DENGAN EKSEKUTIF.

    MESTINYA, HAL TERSEBUT TIDAK PERLU TERJADI.

    DIDUGA, KPK TURUT BERMAIN POLITIK.

    HAL LAIN YANG DIPERTANYAKAN ADALAH, KENAPA KPK TIDAK MENJERAT TERDUGA PEMBERI SUAP ATAU GRATIFIKASI KEPADA BUDI GUNAWAN.

    “KAMI MENGHORMATI PROSES HUKUM. TAPI, KETETAPAN HUKUM HARUS DIDASARKAN PADA ETIKA, PROSES, DAN MEKANISME. TIDAK BISA SERTA-MERTA MENETAPKAN DENGAN EMOSIONAL,” TEGAS HASTO.

    WIN6

    kanalsatu.com/id/post/38302

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: