KabarNet

Aktual Tajam

FPI Tetapkan 1 Ramadhan Hari Ahad 29 Juni 2014

Posted by KabarNet pada 28/06/2014

MA’LUMAT DPP FPI TENTANG PENETAPAN 1 RAMADHAN 1435 H

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh

Berdasarkan pantauan tim Ru’yah DPP Front Pembela Islam (FPI), di lokasi Pondok Pesantren Al Husainiyyah, Cakung, Jakarta-Timur saat terbenamnya matahari (Ghurub), Jum’at 27 Juni 2014, tidak terlihat Hilal. Demikian juga laporan dari DPD dan DPW seluruh Indonesia tidak ada yang melihat Hilal.

Oleh karena itu, DPP FPI menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari, dan menetapkan 1 Ramadhan 1435 H, jatuh pada hari Ahad 29 Juni 2014, dengan tetap menghargai saudara kaum muslimin yang meyakini ketetapan lain.

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Jum’at 28 Sya’ban 1435 H/ 27 Juni 2014 M,

DPP Front Pembela Islam (FPI)

6 Tanggapan to “FPI Tetapkan 1 Ramadhan Hari Ahad 29 Juni 2014”

  1. mario said

    ERDEKA.COM. Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, menulis surat terbuka untuk calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto . Akademisi ini menulis suratnya dari Perth, kota tempatnya mengambil studi doktoral di Universitas Murdoch Australia.

    “Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tulis Airlangga seperti dikutip merdeka.com dari Jurnal Indoprogress, Senin (30/6).

    Berikut isi surat lengkap Airlangga Pribadi Kusman untuk Prabowo:

    Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati,

    Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Australia.

    Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Berdasarkan keempat tujuan profetis berdirinya Republik Indonesia itulah, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak sebagai calon Presiden Republik Indonesia:

    Terkait tujuan pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bapak Prabowo, dari tujuan pertama ini kita mengerti bersama bahwa seorang presiden, sebagai pemimpin bangsa, pertama-tama secara eksplisit bertugas untuk melindungi hidup, kehormatan, kemerdekaan dan hak asasi manusia dari seluruh rakyat Indonesia. Kesepakatan ini bermakna Hak Asasi Manusia, darah dan kehormatan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga seluruh bangsa-bangsa bukanlah sebuah komoditas politik, namun sebagai prasyarat fundamental dan landasan untuk membangun negeri kita.

    Apabila Anda menyadari semua ini, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal. Dalam catatan perjalanan yang saya temui, saya ragu Anda memiliki catatan perjalanan hidup yang gemilang untuk mengemban tugas mulia ini.

    Saya ingat tulisan sarjana Jerman Ingo Wandelt dalam karyanya Prabowo, Kopassus and East Timor (2007). Tahun 1995, catat Wandelt, sebagai seorang tentara Anda bertugas menangani persoalan sosial di Timor-Timur. Anda terapkan strategi unconventional warfare, dengan membentuk dan membiayai milisi sipil Garda Muda Penegak Integrasi. Awalnya organisasi ini merekrut pemuda untuk diajari baca tulis dan ketrampilan. Namun di kemudian hari, Garda Muda berkembang menjadi organisasi yang melakukan terorsebagai strategi perang urat syarafterhadap penduduk di wilayah yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

    Kalau saja benar yang ditulis Wandelt, saya ingin bertanya: begitukah strategi keamanan nasional Anda untuk menciptakan ketertiban? Dengan memelihara teror dan rasa takut?

    Masih jernih di pikiran saya ketika Anda ingin masuk dalam bursa calon presiden Partai Golkar di tahun 2004. Di atas podium, Anda menerangkan sebuah strategi kontra-terorisme, yakni loot a burning house, atau rampoklah rumah yang sedang terbakar. Saya bisa saja keliru, tapi membaca catatan sejarah Anda ketika bertugas di Timor Timur dan apa yang sudah pernah Anda ucapkan sendiri, besar kesangsian saya akan komitmen Anda menjaga keselamatan dan kehormatan rakyat dan tumpah darah Indonesia.

    Mungkin Anda lupa apa yang Anda lakukan di tahun 1996, tapi Robert Hefner (1999) rapi mencatatnya. Saat itu Anda membangun aliansi politik dengan kelompok Islam konsevatif. Saya tidak mempersoalkan aliansi politik tersebut, dulu atau sekarangitu hak Anda. Sebagai seorang sarjana politik, saya melihat bahwa Islam sebagai bagian dari aktor strategis yang berhak terlibat dalam proses politik di Indonesia. Saya hanya ingin menyoal apa yang dikabarkan oleh aliansi politik Anda kepada publik: mereka menghembuskan rumor bahwa bukan Soeharto yang menjadi akar persoalan krisis dan kerusakan di Indonesia, melainkan kekuatan Katolik, Sekuler, Nasionalis Jawa dan Tionghoa.

    Anda tentu saja akan mengatakan Anda tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Namun sadarkah Anda bahwa semangat anti-Cina, Katolik, Sekular, Nasionalis seperti bensin yang disiramkan ke tengah api kebencian rasial yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita? Dan kini ketika sentimen rasial yang sama dihembuskan oleh tim kampanye Anda, Anda tutup mulut rapat-rapat.

    Peristiwa lain yang saya catat: Anda bertanggung jawab atas penculikan aktivis dan mahasiswa yang sebagian di antaranya masih hilang sampai saat ini. Sejauh ini Anda membantahnya. Anda selalu katakan, ada tangan-tangan lain yang terlibat dalam penghilangan orang-orang malang ini.

    Ketika Anda membaca surat ini saya meminta Anda merenung sejenak. Sejak penculikan terjadi, sebuah keluarga kehilangan ayahanda yang tak pernah henti-hentinya mengasihi istri dan anak-anaknya. Ada seorang kangmas yang selalu memberikan inspirasi dan harapan kepada adik dan rekan-rekannya tentang masa depan Indonesia yang merdeka, demokratis dan setara. Ada orang tua yang sampai saat ini selalu menanyakan nasib anaknya, yang pada era Soeharto gigih berjuang demi kedaulatan rakyat Indonesia.

    Jika benar Anda tidak terlibat pada penghilangan mereka, semestinya Anda tidak perlu takut dan kehilangan ketegasan Anda memperjuangkan terwujudnya Pengadilan HAM? Anda pun tidak usah repot-repot menulis dalam manifesto partai Anda bahwa pengadilan HAM adalah ikhtiar hukum yang berlebihan.

    Anda harus ingat tugas berat yang akan Anda emban nanti bila terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Saya ulangi: melindungi.

    Selanjutnya, Bapak Prabowo Subianto , saya ingin mendiskusikan tujuan bernegara kedua, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

    Susah payah saya baca secara saksama visi/misi dan program-program yang Anda kemukakan. Sayang, dalam retorika-retorika Anda yang begitu menggelegar, Anda tidak memiliki program dan kebijakan yang jernih, jelas dan tegas!

    Pada satu waktu Anda menyatakan akan menerapkan nasionalisme ekonomi dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Di waktu yang lain, Anda menyatakan akan tetap mempertahankan operasi PT Freeport di Indonesia. Di suatu kesempatan Anda bicara tentang ekonomi kerakyatan demi menegakkan kemandirian bangsa. Namun tak satupun kata industrialisasi nasional dalam uraian Anda. Anda sekadar memberi sinyal kepada kapitalisme internasional, bahwa Anda akan menegakkan rezim yang mengamankan investasi!

    Bagaimana mungkin kemandirian ekonomi dan visi ekonomi kerakyatan sebuah bangsa dibangun tanpa perhatian lebih atas industrialisasi nasional sebagai basis penopangnya? Dari semua yang Anda utarakan, tak satu pun yang mampu menunjukkan posisi tegas Anda sebagai pemimpin bangsa yang akan bekerja keras demi kesejahteraan umum.

    Saya tidak menjumpai ketegasan di sana. Saya menemukannya di tempat lain, di dalam pendirian Anda yang kukuh untuk mengembalikan era Orde BaruOrde Baru yang Anda anggap era gemilang, gemah ripah loh jinawi, di mana Indonesia konon menjadi macan Asia. Betul demikian?

    Apabila benar Orde Baru menjadi acuan Anda, silakan tengok fakta keras ini. Di balik catatan mercu suar pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen itu, terjadi proses pembangunan yang sungguh timpang. Telah banyak riset yang menunjukkan bahwa kue pembangunan itu lebih besar dikonsumsi oleh keluarga Soehartoingat, Anda termasuk di dalamnyamelalui praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Proses pembangunan ekonomi sangat sentralistik dan berpusat di Jakarta. Sementara Aceh hingga Papua tak pernah dilirik kecuali jika ada sumber daya alam di sana. Tak heran, sejarah pembangunan Orde Baru sarat oleh catatan sejarah kekerasan dan penindasan terhadap rakyat. Dan memang begitulah mesin kekuasaan Orde Baru bekerja menopang pola-pola pembangunan yang tidak adil.

    Rayuan Orde Baru inikah yang ingin Anda jual dan tawarkan kepada kami para pemilih? Maaf, sekali lagi saya sangsi jika Anda sanggup dan memiliki ketegasan untuk memimpin Indonesia. Saya sangsi Anda akan memajukan kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia.

    Bapak Prabowo Subianto , cita-cita kesejahteraan umum dalam corak pembangunan yang manusiawi di abad ke-21, tidak bisa dikejar dengan kata-kata besar, grandiose dan megah. Jika Anda betul-betul hidup di abad 21, program pembangunan Anda tak punya pilihan kecuali melibatkan rakyat banyak dan sensitif terhadap hak-hak dasar warganegara. Jika Anda sungguh-sungguh manusia Abad 21, model pembangunan Anda akan menekankan kehadiran ruang seluas-luasnya di mana segenap warga Indonesia mendapatkan kesempatan dan perlindungan sosial dari ancaman kapitalisasi pendidikan yang menghalangi orang miskian untuk mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Jika Anda berniat menjadi pemimpin di abad ini, sudah semestinya visi pembangunan Anda memastikan jaminan kesehatan warganya. Dalam pembangunan tersebut, Anda juga akan melibatkan kedaulatan dan hak dari segenap warga dari sumber daya alam di sekitarnya.

    Pembangunan seperti ini, meskipun Anda torehkan dalam visi dan misi Anda, tidak akan bisa berjalan seiring dengan logika pembangunan ekonomi ala Orde Baru yang menindas rakyat seraya memakmurkan sekelompok kecil elite oligarki yang Anda banggakan itu.

    Selanjutnya, mari kita mendiskusikan tujuan bernegara kita yang ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Bapak Prabowo Subianto yang saya hormati, salah satu indikator dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah terbentuknya karakter warga yang beradab. Patut diketahui, dalam kaitannya dengan karakter beradab tersebut, apa yang dilakukan oleh sebagian besar tim sukses Anda selama kampanye presiden ini diselenggarakan, sangat jauh dari kata beradab.

    Bagaimana Anda dapat membangun sebuah bangsa yang cerdas, beradab dan menghormati kebhinekaan, jika banyak dari pendukung Anda memanfaatkan sentimen etnis, agama dan ras untuk memenangkan Anda? Kenapa pula Anda hanya diam ketika pendukung Anda menyebarkan berita bohong bahwa kompetitor Anda sebagai bukan muslim, anak keturunan Tionghoa, dan seorang komunis?

    Bapak Prabowo Subianto , kebhinekaan bangsa kita, persatuan dan kesetaraan dari tiap warga Indonesia telah diperjuangkan dengan susah payah. Penghormatan terhadap kebhinekaan adalah mutlak sebagai bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya menyaksikan bahwa apa yang dilakukan tim sukses Anda justru merupakan bentuk paling vulgar dari pembodohan rakyat Indonesia.

    Kini kita masuk pada pokok paripurna dari tujuan kita bernegara: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Saya lihat pokok keempat ini absen dari program dan kampanye Anda. Apa yang Anda kemukakan sebagai bagian dari peran Indonesia dalam kancah internasional? Semangat anti-asing yang digelorakan oleh tim Anda memperlihatkan bahwa visi Anda tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme begitu usang, tertinggal dan obsolete.

    Ketika saya mengemukakan hal ini, saya tidak sedang mengulang-ulang mantra kaum globalis yang menihilkan pentingnya negara-bangsa. Tidak, sekali lagi, tidak! Keyakinan saya tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme tertanam dalam diktum monumental yang dikemukakan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, bahwa Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Sebuah pandangan nasionalisme yang luas dan humanistik ini tidak dapat tumbuh bersemi beriringan dengan semangat anti-asing yang selama ini dikumandangkan para pendukung Anda.

    Bagi saya, retorika harus berlandaskan pada kenyataan-kenyataan praktek yang kita lakukan selama ini. Dan saya temukan betapa lebarnya jurang antara retorika bergelora yang Anda sampaikan dengan rekam jejak kepemimpinan Anda selama ini.***

  2. mario said

    KOMPAS.com — Surat terbuka yang di-posting putri petinggi Partai Amanat Nasional Amien Rais, Tasniem Fauzia di laman Facebook-nya beberapa waktu lalu mengundang perhatian. Ada komentar positif, ada pula yang mempertanyakan sejumlah hal yang dimuat Tasniem dalam surat yang ditujukannya untuk calon presiden Joko Widodo itu. (Baca: Dukung Prabowo, Putri Amien Rais Buat Surat Terbuka untuk Jokowi)

    Dalam surat terbukanya itu, Tasniem banyak memberi pertanyaan kepada Jokowi. Di akhir pertanyaan, ia meminta Jokowi menjawab, tetapi tidak perlu membalas surat tersebut. Tasniem meminta siapa saja yang membaca suratnya dan mengenal Jokowi, agar menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu. Sejumlah hal yang dipertanyakan Tasniem kepada Jokowi, di antaranya mengenai Jokowi yang dinilainya tidak amanah karena tak menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemampuan mantan Wali Kota Solo itu memimpin ratusan juta rakyat Indonesia.

    Surat Tasniem sempat mendapatkan jawaban dari Achmad Room Fitrianto, yang mengaku sebagai anak petani dan tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Perth, Australia. (Baca: Anak Petani Jawab Surat Terbuka Anak Amien Rais soal Jokowi).

    Kini, Tasniem kembali mendapatkan balasan atas surat terbukanya itu. Kali ini, dari mantan adik kelasnya saat menempuh pendidikan di SMP 5 Yogyakarta, Dian Paramita. Dian mengunggah surat untuk Tasniem di laman situs pribadinya, http://www.dianparamita.com, dengan judul “Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia”.

    Dalam suratnya, Dian mengungkapkan kesannya terhadap Tasniem saat masih sama-sama duduk di bangku SMP. Ia mengaku mengagumi Tasniem yang disebutnya sederhana meski berstatus anak pejabat negara. Akan tetapi, kekaguman Dian terhadap Tasniem buyar setelah ia membaca surat terbuka Tasniem untuk Jokowi.

    “Kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berpikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu,” demikian Dian dalam salah satu bagian suratnya.

    Selengkapnya, berikut surat terbuka Dian untuk Tasniem:

    Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia

    Yang Terhormat Mbak Tasniem Fauzia,

    yang dulu sangat saya kagumi sebagai kakak kelas di SMP 5 Yogyakarta.

    Mungkin Mbak lupa siapa saya. Panggilan saya Mimit. Saat saya kelas 1 dan Mbak Tasniem kelas 3, kita mendapat kursi bersebelahan untuk mengikuti ulangan umum. Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, “sorry ya Dek, aku kere…” Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais.

    Kita sering mengobrol saat ujian. Dari situ Mbak tau saya fans berat grup musik The Moffatts. Kita bercerita mengenai pengalaman kita nonton konser The Moffatts. Saya nonton yang di Jakarta, Mbak yang di Bandung. Beberapa hari kemudian, Mbak jauh-jauh jalan dari kelas Mbak untuk mendatangi kelas saya, lalu memberikan foto-foto The Moffatts yang Mbak jepret di Bandung. Saya senang sekali. Sampai sekarang foto itu saya simpan.

    Setelah Mbak sudah SMA dan saya masih SMP, saya sempat bertemu dengan Mbak di sebuah toko buku. Saat itu Mbak memakai celana baggy hijau dan kaos band berwarna hitam. Mbak terlihat tomboy dan sederhana. Dengan senyum Mbak membalas sapaan saya. Saya yakin, di toko buku itu tak ada yang tau bahwa Mbak Tasniem adalah anak seorang Ketua MPR.

    Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem.

    Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu.

    Oleh karena itu, saya sungguh-sungguh ingin bertanya, apakah benar Mbak Tasniem yang menulis surat itu? Tanpa desakan atau pengaruh dari orang lain? Saya juga berharap Mbak menjawab dengan hati nurani yang paling dalam, jika benar Mbak menulis surat itu, apakah Mbak yakin surat itu baik untuk bangsa ini?

    Saya yakin sulit bagi Mbak Tasniem untuk menjawabnya dengan hati nurani yang paling dalam jika di sekeliling Mbak Tasniem adalah pendukung Prabowo. Apalagi mereka adalah keluarga tercinta. Oleh karena itu ijinkan saya membantu Mbak untuk merenunginya dan menjawab beberapa pertanyaan Mbak untuk Jokowi yang saya rasa tidak tepat.

    Sumpah Jabatan Jokowi

    Pertanyaan Mbak mengenai Jokowi yang meninggalkan Jakarta bukan pertanyaan baru. Saya sudah sering mendengar pertanyaan template ini dari para pendukung Prabowo. Mengapa Jokowi melanggar sumpah jabatannya untuk menyelesaikan Jakarta dan justru mencalonkan diri sebagai presiden?

    Sebelum menjawab terlalu jauh, ada yang harus diluruskan terlebih dahulu agar Mbak Tasniem maupun semua pembaca surat Mbak tidak salah mengerti apa isi sumpah jabatan. Berikut isi sumpah jabatan yang disebutkan Jokowi maupun Ahok di pelantikan mereka 2012 lalu.

    Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji.

    Akan memenuhi kewajiban saya,

    sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta,

    dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,

    memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,

    dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya,

    dengan selurus-lurusnya,

    serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.

    Semoga Tuhan menolong saya.

    Agar lebih jelas, Mbak Tasniem bisa menonton video sumpah jabatan Jokowi-Ahok disini: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI masa periode 2012-2017.

    Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD ’45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?

    Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta “tidak beres” bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.

    Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?

    Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.

    Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo.

    Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, “separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali…”

    Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.

    Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.

    Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?

    Ditakut vs Disegani

    Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.

    Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.

    Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.

    Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.

    Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.

    Jokowi dan Bangsa Asing
    Sumber: dianparamita.com Sumber: dianparamita.com

    Tentu saja sosok Jokowi sudah menjadi sosok yang disegani bangsa asing. Ia berulang kali disorot media asing dengan positif. Salah satunya, seperti yang Mbak Tasniem sebutkan, Jokowi masuk dalam majalah Fortune. Tidak tanggung-tanggung ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan para pemimpin hebat lainnya seperti Dalai Lama, Bill Clinton, Pope Francis, dan Aung San Suu Kyi. Mengutip majalah Fortune sebelum memperkenalkan 50 pemimpin hebat versi mereka,

    In era that feels starved for leadership, we’ve found men and women who will inspire you – some famous, others little known, all of them energizing their followers and making the world better.

    Membaca kutipan itu dan mengetahui bahwa ada orang Indonesia termasuk yang disebut di dalam kutipan itu, maka seharusnya Mbak Tasniem bangga, bukan khawatir. Bahwa ada calon pemimpin kita yang disegani bangsa asing sedemikian rupa. Sehingga akan membantu kita berhubungan baik saling menguntungkan dengan mereka.

    Jokowi Mampu

    Mbak Tasniem yang manis, sebenarnya apa yang Mbak tanyakan kepada Jokowi mengenai kemampuannya memimpin 250 juta jiwa Indonesia seharusnya ditanyakan juga kepada Prabowo. Apakah Prabowo mampu? Namun baik Jokowi maupun Prabowo tidak perlu menjawab. Hanya rekam jejak mereka yang bisa menjawab dengan jujur, apakah mereka mampu atau tidak memimpin bangsa ini?

    Rekam jejak Jokowi mengatakan ia mampu. Ia telah memimpin Kota Solo dengan baik. Kalo tidak baik, mengapa rakyat Solo menyanjung dan menghormatinya hingga sekarang? Bahkan mendukungnya untuk menjadi presiden? Kalo tidak baik, mengapa sejak dahulu kita sudah mendengar nama Jokowi walaupun ia hanya seorang walikota? Saya ingat betul saya mendengar nama besar Jokowi pada tahun 2011, di acara Provocative Proactive yang dipandu teman baik saya Pandji Pragiwaksono. Acara ini adalah sebuah acara remaja yang membahas politik. Di kesempatan itu Mas Pandji menyebut Jokowi sebagai seorang walikota yang hebat. Beberapa bulan kemudian banyak sekali berita baik mengenai kinerjanya. Karena itu masyarakat memohon kepada PDIP untuk mencalonkan Jokowi agar memimpin ibukota Indonesia, Jakarta. Ia pun berangkat ke Jakarta dan terpilih. Tidak sampai disitu, ia pun melakukan berbagai perubahan berarti, seperti pembangunan MRT, penertiban Tanah Abang, penertiban topeng monyet, dsb. Kemudian masyarakat memohon kepada Megawati dan PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Termasuk saya. Termasuk keluarga saya. Termasuk teman-teman saya. Banyak. Ia mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena paksaan Megawati, namun karena paksaan saya dan jutaan rakyat lainnya.

    Sementara rekam jejak Prabowo belum menunjukkan ia mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia. Ia adalah mantan seorang pemimpin prajurit militer. Mbak Tasniem, prajurit militer itu berbeda dengan rakyat sipil. Dimana prajurit harus menuruti semua komando pemimpinnya, tanpa boleh protes. Berbeda dengan rakyat sipil yang justru idealnya terus mengkritisi pemerintah jika dirasa kebijakannya tidak baik. Bahkan sebagai prajurit pun Prabowo pernah diberhentikan dari ABRI 11 tahun sebelum masa pensiunnya. Disini letak perbedaannya. Jokowi sudah teruji dan dipuji saat memimpin rakyat sipil di 2 wilayah Indonesia, sementara Prabowo belum teruji dan bahkan pernah diberhentikan dari militer.

    Maka dari itu Mbak Tasniem, bertanyalah pada hati yang terdalam, apakah seseorang bisa kita percaya akan menjadi pemimpin yang baik jika belum teruji dan pernah diberhentikan? Menurut rekam jejak kedua calon, siapakah yang lebih siap dan mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia yang mayoritas sipil itu?

    Blusukan Jokowi

    Saya tahu Mbak Tasniem dari keluarga muslim yang dihormati. Saya pun yakin Mbak Tasniem adalah seorang muslimah yang baik. Karena muslimah yang baik adalah mereka yang selalu berprasangka baik. Maka mari kita berprasangka baik pada blusukan Jokowi.

    Blusukan Jokowi tidak begitu saja langsung diketahui media lalu disorot. Ada prosesnya. Darimana media tau Jokowi blusukan jika sebelumnya Jokowi tidak blusukan di berbagai tempat? Blusukan Jokowi dilakukannya jauh sebelum media tahu, lalu kemudian menjadi pembahasan masyarakat, lalu kemudian media tertarik dan meliput.

    Namun untuk menjawab keraguan Mbak Tasniem mengenai keikhlasan Jokowi dalam blusukan dan kesederhanaannya, mungkin Mbak Tasniem perlu mengetahui cerita kesaksian dari 3 anak bangsa ini. Namanya Maya Eliza, Vicky Nidya Putri, dan Fandy.

    Sumber: dianparamita.com Cuplikan testimoni Jokowi yang dimuat dalam surat terbuka untuk Tasniem Fauzia Rais oleh Dian Paramita.

    Karena kagum, baik Maya, Vicky, maupun Fandy membagikan cerita dan fotonya ke Facebook. Pengalaman mereka ini menjadi viral dibagikan oleh anak bangsa lainnya. Ini bukan cerita dari media. Ini cerita dari anak bangsa seperti kita, Mbak Tasniem.

    Dana dan Kebocoran

    Menanggapi pertanyaan Mbak tentang asal dana untuk program Jokowi akan sulit. Karena itu memang hanya bisa ditanggapi oleh Jokowi dan timnya sendiri. Namun kemudian Mbak Tasniem menyebutkan kebocoran kekayaan alam Indonesia yang dijelaskan Prabowo di dalam debat capres kedua.

    Mbak Tasniem yang cerdas, bukankah kebocoran yang disebut Prabowo itu penuh perdebatan? Jika Prabowo mengaku mendapatkan data kebocoran itu dari Abraham Samad, maka sebenarnya maksud Abraham Samad yang bocor itu bukan dana yang sudah ada, bukan pula alam Indonesia. Maksud Abraham Samad mengenai kebocoran adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Potensi ini hilang bukan karena dicuri, namun karena banyak pengusaha yang tidak membayar pajak atau banyaknya produk impor yang masuk.

    Jika menurut Mbak Tasniem dana program Prabowo berasal dari kebocoran itu, maka ini berarti pihak Prabowo menggantungkan dana program mereka dari sesuatu yang masih bersifat potensi. Potensi yang masih mungkin berhasil didapatkan, tetapi mungkin juga tidak berhasil didapatkan. Kemungkinan potensi ini berhasil didapatkan negara adalah melalui perbaikan peraturan pajak atau ketegasan pemerintah dalam menarik pajak kepada pengusaha. Lain lagi dalam impor, potensi baru bisa berhasil didapatkan jika pemerintah mampu melindungi produk dalam negri dari impor.

    Tentu saja untuk menuju keberhasilan, kedua cara ini prosesnya bersifat lama. Jika demikian, sambil menunggu proses mendapatkan dana dari potensi itu, dari mana dana untuk program-program Prabowo? Bahkan potensi dana belum tentu berhasil didapatkan. Jika tidak berhasil didapatkan kemudian pertanyaannya, dari mana dana untuk program-program Prabowo?

    Bertanya Pada Hati Nurani

    Sejujurnya saya kecewa dengan isi surat Mbak Tasniem. Surat Mbak Tasniem menggelisahkan untuk bangsa ini. Karena Mbak Tasniem seakan lebih mengkhawatirkan Jakarta dipimpin Ahok daripada mengkhawatirkan 13 anak bangsa yang masih hilang di bawah komando Prabowo. Seakan sumpah jabatan Jokowi itu lebih berdosa daripada Prabowo melanggar sumpah prajuritnya. Seakan blusukan Jokowi itu perlu dicurigai daripada mencurigai koalisi gemuk dan koruptor pengemplang pajak di belakang Prabowo. Seakan jaman sekarang lebih butuh pemimpin yang ditakuti karena pernah melanggar HAM daripada pemimpin yang disegani dan dipuji bangsa lain. Seakan lebih tepat meremehkan kemampuan Jokowi yang terbukti sudah mampu memimpin 2 wilayah di Indonesia daripada meremehkan Prabowo yang belum pernah memimpin sipil dan jelas diberhentikan atasannya. Seakan lebih baik memaklumi masa lalu kelam Prabowo dan orang-orang lama bermasalah di belakangnya daripada memaklumi masa lalu Jokowi yang terbukti baik.

    Kita tidak sedang bertaruh seperti suporter sepak bola dengan taruhan uang pribadi. Kita sedang menentukan masa depan bangsa, yang taruhannya anak-cucu kita nanti. Memang betul kita harus selalu bertanya pada hati nurani yang paling dalam untuk keputusan kita memilih pemimpin nanti. Maka Mbak Tasniem, mohon tanyakan pada diri sendiri, apakah benar Mbak Tasniem menulis surat itu dengan hati yang paling dalam?

    Surat tulus dari mantan adik kelasmu yang dulu mengaggumimu,

    Jakarta, 30 Juni 2014,

    Dian Paramita

    PS: Surat ini tak perlu dibalas.

  3. maria said

    Kampanye Hitam Yg Di Arahkan Ke PRABOWO.Inilah isu-isu tersebut dan sekaligus jawaban buat anda semua yg blm tau:

    1. Prabowo penculik : bukan menculik tp mengamankan dan yg mengamankan bukan Prabowo tp tim mawar, yg di amankan 9 org sudah bebas semua dlm keadaan hidup dan sebagaian jd kader Gerindra.

    2. Prabowo pelanggar Ham : kalau melanggar Ham kenapa di pilih sm Mbok Mega jd cawapresnya thn 2009 dan knp KPU meloloskan pencalonan Prabowo yg sdh 2x calon pemilu pilpres??? dr jawaban ini sdh jelas buat pengertian anda yg menyudutkan prabowo mengenai HAM.

    3. Prabowo dalang tragedi Trisakti : jawabannya yg nembak mahasiswa Trisakti ternyata peluru dr Kepolisian bkn dr Kostrad yg di pimpin Prabowo, dan Prabowo bersumpah dengan Al-qur’an tidak terlibat tragedi Trisakti. Makanya keluarga korban Trisakti dukung Prabowo.

    4. Prabowo dalang Tragedi Semanggi : Tragedi Semanggi pd tgl 13 november 98 Prabowo sudah pensiun dr militer mana mungkin terlibat, oon banget dech lo…somplak . Saya adalah salah satu aktivis mahasiswa yg tergabung dalam FAMRED saat tragedi Semanggi-1. Foto2 dokumen pribadi saat Tragedi Semanggi 1 msh ada dan terpajang.

    5. Prabowo dalang kerusuhan 98 : kalau Jasmev & jokowers punya buktinya silakan di serahkan ke Komnas Ham agar prabowo tidak sah menjadi capres dan di usut kasusnya….apa ada yg punya bukti kasus tersebut? helllllloooowwww..

    6. Prabowo kabur ke Yordania : Prabowo ke Yordania adalah untuk menghindari fitnah dr musuh2nya, siapa musuh2nya ? liat saja siapa para Jendral yg berada di kubu sebelah…nah lho….lo ga nyadar yeeeee ?.

    7. Prabowo punya 2 warga negara : SBY & Habibie punya 2 warga negara, warga negara kehormatan tidak di larang dalam undang2 pilpres. Yg di larang adalah pernah pindah ke warganeraan menjadi warga negara lain

    8. Prabowo di bilang ngak punya “anu” : kalau nggak punya anu kenapa punya anak dan Anaknya menjadi desainer dunia dan mendesain mobil BMW seri termewah yg hanya di produksi 5 unit saja di dunia.

    9. Prabowo cerai nggak bs urus keluarga : bukan cerai tp di usir oleh keluarga cendana akibat hasutan Jendral yg anti sm Prabowo yg sekarang berada di kubu sebelah…nah looo kena lg dech.

    10. PRABOWO DI PECAT: bukan di pecat tp pensiun, kalau di pecat mana mungkin dapet uang pensiun tiap bulan sampe sekarang..smart lah ….

    11. Prabowo PUNYA HUTANG dan bbrp pegawai tidak diberikan upah kerja…ini jawabannya bro : kalau punya hutang pasti tidak lolos di KPU yg mensyaratkan harus ada surat bebas hutang dr pengadilan…nah looo mikir dech.

    12. Prabowo tidak punya istri, trus siapa ibu negaranya klau menang ? : ini pemilihan Presiden bukan pemilihan istri Presiden dan tidak ada syarat dr KPU harus beristri. Jodoh itu di tangan YANG MAHA KUASA ALLAH SWT, bukan di tangan KPU.

    13. Tolong dibaca: Sebuah koran yg cukup berpengaruh di Timur Tengah yaitu koran Aljazira Post ”Dalam sebuah kolom tertulis bahwa bagaimana Amerika cukup terkejut dengan dukungan berbagai unsur ulama ulama besar yg ahli ilmu agamanya (sedangkan looo pade ahli apa????) yg menyokong Prabowo-Hatta menjadi pemimpin Indonesia” Dalam kolom tersebut Amerika mengatakan jika Prabowo-Hatta terpilih maka Amerika cukup takut kalau kebangkitan Islam akan muncul diindonesia dan bahkan mungkin Indonesia akan menjadi salah satu Negara Islam yg terkuat didunia yg tidak bisa diotak atik oleh mereka untuk itu Amerika lewat CIA nya telah mengelontorkan miliyaran dolar kepada LSM diindonesia untuk membuat fitnah kepada Prabowo dengan harapan Prabowo -Hatta tidak terpilih ”Kalau sampai terpilih menurut dokumen itu maka ini akan menjadi ancaman kepada Amerika dan sekutunya Australia yg memang dari dulu mau membuat indonesia ini hancur…

    14.mengenai HATTA RAJASA yg di isukan bahwa anaknya bebas hukum atas kasus tabrakan yg menimbulkan korban,jawabannya keluarga HATTA bertanggung jawab thdp kasus tersebut dimata hukum dan para keluarga korban serta menanggung biaya pengobatan, pemakaman hingga biaya pendiidkan anak2 korban hingga sarjana serta anaknya tetap dihukum 6 bulan masa percobaan karena keluarga korban menarik tuntutan hukum….sy balik tanya kpd anda, yg jadi cawapres itu HATTA atau anaknya HATTA????

    15.point penting buat umat muslim bhw prabowo hatta di dukung oleh ahli pemikir, cendekiawan, para tokoh agama (kyai, ustadz, profesor) bhkan ada majelis yg telah bermusyawarah utk memberikan dukungan kpd prabowo….(bayangkan oleh anda, ahli ilmu sj sdh sampai ke tingkat musyawarah, klo anda ahli apa?))).

    16.sangat wajar jika pendukung kubu sebelah kebanyakan pemuda/i yg usianya belia, pasalnya usia seperti itu hanya melihat sosok pendatang baru yg dikenalnya tanpa masalah, padahal membawa masalah bagi masa depan. (lihat pendukungnya dibelakang, motivator dan misionaris).

    17.tidak ada pejabat sekelas prabowo yg sdh menandatangani MOU dengan kaum buruh se indonesia bhw prabowo akan menghapus sistem outsourcing (tenaga kerja kontrak) yg dibuat Megawati dan PDI-P dulu, artinya prabowo peduli dan prihatin thdp rakyat kecil setingkat BURUH. pasalnya sistem ini merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha….. ### ‪# ‎apakah‬ anda seorang buruh? anak dr buruh? atau anda konglomerat? silahkan pikir bila ingin mendukung.

    18.jika ada yg belum terkupas disini akan sy bahas lg ya abg2, mpok, akang dan mas serta mbak sekalian…

    PS: Surat ini tak perlu dibalas.

  4. maria said

    Ada yg sering tanya apa sih Prestasi Prabowo. Nah berikut yg saya sampaikan yg terekam saja di kepala kami yg mengenalnya. Kalau mau ditulis masih bejibun kayaknya karena memang banyak yg tdk terekam media, apalagi Prabowo itu bukan banci kaleng yg hobi diliput media. Bahkan dia pernah ngomong..”saya ini bukan pemain sinetron jadi gak bisa sedikit2 akting di kamera,” katanya. Nah berikut prestasi Prabowo :
    Prestasi:

    * Selaku warga negara yang peduli, pada usia yang sangat muda (16 tahun) Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Di Lembaga Pembangunan, Prabowo bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan aktivis lainnya mengorganisir mahasiswa Indonesia untuk turut serta dalam menjalankan berbagai usaha-usaha kerakyatan diantaranya pembangunan infrastruktur desa. Selengkapnya: http://sinarharapan.co/index.php/news/read/22879/prabowo-subianto-dan-catatan-soe-hok-gie.html

    * Selaku prajurit KOPASSUS, Prabowo berhasil mengamankan Presiden Fretilin, Nicolau Lobato, dalam operasi penangkapan pada tanggal 31 Desember 1978. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai kapten yang memimpin 28 pasukan elit.

    * Selaku prajurit KOPASSUS, Prabowo nerhasil memimpin operasi penyelamatan peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka dalam operasi pembebasan sandera mapenduma pada tahun 1996. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai komandan. Prabowo membuktikan kepada konsultan-konsultan militer dari Delta Force Amerika dan SAS Inggris bahwa misi penyelamatan yang mereka vonis “mission impossible” dapat diselesaikand dengan baik oleh KOPASSUS. Selengkapnya: http://tinyurl.com/OperasiMapenduma

    * Selaku prajurit KOPASSUS, tim Prabowo berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, di kawasan Himalaya pada tanggal 26 April 1997. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai pemrakarsa yang memimpin tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan mapala UI untuk mendaki puncak Everest. Maka, Indonesia berhasil menjadi negara pertama di kawasan tropis sekaligus negara pertama di Asia Tenggara yang mencatat sukses menggapai puncak Everest. Selengkapnya: http://tinyurl.com/EkspedisiEverest

    * Prabowo berhasil mengharumkan nama Kopassus di dunia internasional dengan berbagai prestasinya, sehingga KOPASSUS diakui sebagai salah satu pasukan elit terbaik dunia, memiliki kesejahteraan yang paling baik dibandingkan satuan lainnya dan juga memiliki kelengkapan militer yang dapat disejajarkan dengan satuan elite militer dunia.

    * Selaku pembina olahraga polo berkuda di Indonesia, pada Januari 2014 Prabowo telah berhasil menjadikan tim polo berkuda Indonesia menjuarai Kejuaraan Polo Berkuda se-Asia. Tim nasional Indonesia yang terdiri dari putera-putera petani berhasil mengalahkan tim nasional India, Cina, dan Korea Selatan yang diwakili oleh putera-putera raja-raja. Selengkapnya: http://tinyurl.com/PoloBerkuda

    * Selama menjabat sebagai Ketua Umum IPSI, prestasi tim nasional pencak silat Indonesia selalu berkibar di kejuaraan internasional. Selama 20 tahun terakhir, Prabowo memastikan tim nasional pencak silat mendapat pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik, dan fasilitas pelatnas terbaik. Bahkan, Prabowo mengawasi langsung latihan dengan menjadikan rumahnya tempat latihan silat. Selengkapnya: http://www.merdeka.com/peristiwa/prabowo-rela-rumahnya-jadi-tempat-latihan-pencak-silat.html

    * Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra alat politik bagi putera-puteri terbaik bangsa seperti Basuki T Purnama (Ahok), M. Ridwan Kamil, dan Bima Arya Sugiarto untuk maju di pilkada dan memimpin daerahnya. Ketiganya sekarang diakui sebagai pemimpin yang berhasil membawa perubahan nyata di provinsi DKI Jakarta, kota Bandung dan kota Bogor. Prestasi Ahok, Ridwan Kamil dan Bima Arya juga adalah prestasi Prabowo. Selengkapnya: http://jabar.tribunnews.com/2014/02/15/prabowo-ridwan-kamil-jadi-wali-kota-bandung-nggak-pakai-duit

    * Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra partai politik dengan transparansi proses dan transparansi keuangan terbaik, diakui oleh Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Di awal tahun 2013, Partai Gerindra mempelopori pendaftaran calon anggota DPR dan DPRD secara terbuka dan pemilihan berdasarkan prestasi (merit based). Selengkapnya: http://www.antikorupsi.org/id/content/icw-tuntut-keterbukaan-informasi-keuangan-partai-politik

    * Masih bicara mengenai transparansi, selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo gigih memastikan kader Gerindra menghemat uang negara. Salah satu sikap yang diambil adalah memastikan tidak ada kader Gerindra di DPR dan DPRD yang mengikuti “kebiasaan” jalan-jalan dengan kedok studi banding ke luar negeri. Selengkapnya: http://www.gatra.com/pemilu-partai/44368-gerindra-haramkan-kadernya-gunakan-uang-rakyat-untuk-studi-banding.html

    * Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra partai pertama dan satu-satunya partai politik yang mendeklarasikan sebuah rencana aksi yang akan dijalankan. Rencana aksi yang dinamakan “6 Program Aksi Transformasi Bangsa” ini disusun oleh Prabowo bersama dengan ratusan profesor dan guru besar dengan target-target yang jelas dan terukur. Selengkapnya: http://tinyurl.com/6ProgramPrabowo

    * Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo selalu menekankan akan pentingnya aksi nyata berkesinambungan. Salah satu realisasi dari konsep ini adalah layanan ambulans gratis Partai Gerindra yang sudah berjalan sejak tahun 2010. Saat ini armada ambulans gratis Partai Gerindra terdiri dari 400 mobil dan 400 tim relawan kesehatan yang siap memastikan setiap warga tidak mampu dapat memperoleh bantuan kesehatan secara gratis. Selengkapnya: http://partaigerindra.or.id/ambulance-gerindra

    * Selaku warga negara biasa yang terdorong untuk membantu sesama warga negara, Prabowo pernah membantu kepulangan 200 BMI yang mengalami kesulitan di Yordania. Prabowo juga pernah membebaskan seorang BMI korban perdagangan manusia asal NTT, Wilfrida Soik di Malaysia dari tuntutan mati di Pengadilan Kelantan dengan merangkul pengacara terbaik Malaysia Tan Sri Dr. Muhammad Shafee Abdullah. Selengkapnya: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/04/07/prabowo-sukses-bebaskan-wilfrida-dari-hukuman-mati

    * Selaku warga negara biasa yang peduli, selama enam tahun terakhir Prabowo konsisten menyelenggarakan Piala Garuda – turnamen sepakbola tingkat nasional untuk kelompok usia U-12, U14 dan U16. Piala Garuda telah berhasil meluluskan beberapa orang pemain ke tim nasional U-19, tim yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional. Adalah cita-cita Prabowo agar tim nasional Indonesia suatu hari dapat bertanding dan memenangkan piala dunia. Selengkapnya: http://bola.okezone.com/read/2013/12/28/49/918731/64-ssb-bertarung-di-piala-garuda-vi

    * Selaku warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo mengelola beasiswa penuh hingga tingkat mahasiswa untuk seluruh warga yang membutuhkan yang tinggal di sekitar rumahnya di Desa Bojong Koneng, Megamendung, Kabupaten Bogor. Selengkapnya: http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/04/12/203716/2553409/1562/sosok-prabowo-subianto-di-mata-anaknya

    * Selaku warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya menyelenggarakan Olimpiade Fisika Tingkat Asia (APHO). Dalam kompetisi ini, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya membuktikan bahwa setiap anak bangsa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan baik dapat berprestasi di tingkat internasional. Selengkapnya: http://www.yohanessurya.com/news.php?pid=1&id=270

    * Selaku Calon Presiden 2014, Prabowo telah terbukti sebagai satu-satunya Calon Presiden yang berani menandatangani kontrak politik untuk mewujudkan aspirasi kaum buruh Indonesia sekiranya dipercaya sebagai Presiden RI Periode 2014-2019. Selengkapnya: https://id.berita.yahoo.com/hadiri-may-day-prabowo-teken-kontrak-politik-dengan-084824457.html

    * Selaku Calon Presiden 2014, Prabowo telah terbukti sebagai satu-satunya Calon Presiden yang menemukan dan berjanji akan menutup kebocoran kekayaan Republik Indonesia yang jumlahnya (menurut tim pakar Prabowo) adalah Rp. 1.160 triliun per tahun. Selengkapnya: http://tinyurl.com/Bocor1000T

    PS: Surat ini tak perlu dibalas.

  5. Korban Jokowi said

    Mau tau busuk dan kotornya ucapan BAJINGAN2 pro jokowi yg menista putri Bpk.Amien Rais? klik disini

  6. kue ulang tahun online bandung

    I’ve been browsing online more than three hours today, yet
    I never found any interesting article like yours. It is
    pretty worth enough for me. In my view, if all website owners
    and bloggers made good content as you did, the web will be much more useful than ever
    before.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: