KabarNet

Aktual Tajam

Survei Median: Prabowo-Hatta Ungguli Jokowi-Jusuf Kalla

Posted by KabarNet pada 27/06/2014

Jakarta – KabarNet: Lembaga survei Median (Media Survei Masional) mengeluarkan survei terkini mengenai elektabilitas pasangan capres dan cawapres menjelang PIlpres 9 Juli mendatang. Dalam survei tersebut diungkap Prabowo-Hatta diketahui telah menyalip elektabilitas pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Menurut direktur riset Median, Sudarto dalam pemaparannya Kamis, 26 juni 2014, jika pemilu dilakukan saat ini, maka dipastikan elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta menyalip elektabilitas pasangan Jokowi-JK.

“Berdasarkan hasi survei ditemukan bahwa pasangan Prabowo Hatta mendapatkan dukungan sebesar 46,2 persen suara. Sedangkan Jokowi-JK menempel tipis dengan dukungan sebesar 44,3 persen suara.

“Keunggulan Prabowo-Hatta saat ini bukanlah sesuatu yang aneh. Mengingat berdasarkan data survei berkala yang kami miliki, elektabilitas Prabowo Hatta terus mengalami tren kenaikan. Sedangkan dukungan kepada Jokowi-JK mengalami tren penurunan,” katanya.

Dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com dijelaskan berdasarkan data survei berkala yang dimiliki Median, dalam priode April hingga Juni 2014 telah menunjukkan terjadinya tren penurunan suara Jokowi-JK, dari 50,7 persen di akhir April, menjadi 49,5 di awal Mei, lalu menjadi 46,9 di akhir Mei, dan menjadi 44,3 persen di akhir Juni.

“Di saat yang bersamaan, elektabilitas Prabowo_hatta terus menyusul. Data menunjukkan terjadinya tren peningkatan suara Prabowo Hatta dari 34,1 persen di akhir April, menjadi 36,8 persen di awal Mei, lalu menjadi 41,8 persen di akhir Mei, dan menjadi 46,2 persen di akhir Juni”, terangnya.

Sudarto menambahkan, mengingat margin of error survey dan undecided voters yang masih lebih besar dibandingkan selisih elektabilitas keduanya, maka dinakima dukungan menjelang pilpres masih mungkin terjadi. “ dalam beebrapa pecan ke depan masih mungkin mengubah poisisi elektabilitas kedua pasangan capres itu,”pungkasnya.

Survey ini dilakukan pada kurun waktu 15-20 Juni 2014, dengan melibatkan 2.200 responden di 33 Provinsi. Survei ini juga menggunakan metode pengambilan data melalui teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender, dengan sampling error sebesar 2,1 persen. [tribunnews.com]

Survey sebelumnya:

1. Focus Survey Indonesia
Fokus Survei Indonesia (FSI) terhadap 3256 responden selama periode 20-30 Mei 2014 lalu. Dari hasil survei FSI itu, duet Prabowo-Hatta unggul 0,5 persen dari pasangan Jokowi- JK. Prabowo-Hatta mendapat elektabilitas 45,7 persen, sedangkan Jokowi-JK 45,2 persen.

2. Lembaga Survei Nasional
46,3 persen memilih Prabowo-Hatta dan 38,8 persen memilih Jokowi-JK. Sisanya 14,9 persen belum punya pilihan,” kata Dipa Pradipta, peneliti LSN, saat menggelar jumpa pers di Le Meridien Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Juni 2014. (Baca:Survei: Jokowi Unggul di 4 Kota, Prabowo di 3 Kota)
LSN digelar cukup singkat, yakni pada 1-8 Juni 2014 di 34 provinsi se-Indonesia. Survei yang melibatkan 1.070 responden itu dilakukan dengan metode wawancara dengan kuisioner. LSN mengklaim hanya memiliki tingkat kesalahan 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

LSN : PRABOWO UNGGULI JOKOWI
3. Puskaptis Data survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) terakhir menyebutkan elektabilitas Jokowi 42,79% dan Prabowo 44,69%

PUSKAPTIS : ELEKTABILITAS PRABOWO SALIP JOKOWI
4. PDB (Pusat Data Bersatu)
Pusat Data Bersatu (PDB), menggelar survei pada 6 – 11 Juni lalu terhadap 1.200 orang, di kota-kota besar yang tersebar di 33 provinsi. Hasilnya pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa mendapat 31,8 persen, sedangkan Joko Widodo (Jokowi), Jusuf Kalla (JK) mendapat 29,9 persen.

PDB : PRABOWO-HATTA MENANG TIPIS
5. Vox Populi
Survei digelar pada 3-15 Juni 2014 dengan sampel sebanyak 4.898 responden. Margin error survei ini 1,8 persen. Survei dilakukan melalui pertanyaan tertutup dengan sistem wawancara di 402 kabupaten/kota.
“Prabowo-Hatta memperoleh suara 52,8 persen, sedangkan Jokowi-Kalla hanya 37,7 persen,” kata Direktur Eksekutif Vox Populi Basyinursyah dalam konferensi pers di Cikini Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).

Vox Populi : PRABOWO 52,8% vs JOKOWI 37,7%
6. SPIN (SURVEI dan POLLING INDONESIA)
Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4 Juni 2014. Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 %, mengungguli duet Jokowi-Jusuf Kalla dengan 40,1 %, sedangkan responden yang menjawab tidak tahu masih ada sebesar 15%,” kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam pernyataannya, Kamis(5/6/2014).

SPIN : PRABOWO HATTA GULUNG JOKOWI JK
7. NCID (Nurjaman Center For Indonesian Democracy)
NCID melakukan survey Short Message Service (SMS) ke 2000 nomor telepon dengan jumlah responden 1100, Margin of Error 4 % dan tingkat kepercayaan 95%. Survey dilakukan dengan metode Top of Mind, Multistage Random Sampling, dengan tingkat partisipasi sebesar 56%, menghasilkan Prabowo Subianto unggul 53% dan Jokowi 47%.

NCID : PRABOWO UNGGUL DEBAT CAPRES
8. Rectoverso Institute
Namun saat tingkat keterpilihan masyarakat Jawa Barat lebih cenderung memilih pasangan Prabowo-Hatta dengan presentase mencapai 55,64 persen sedangkan Jokowi-JK 38,72 persen dan untuk Undecided Voters (belum menentukan pilihan) mencapai 5,64 persen,” katanya saat penyampaian hasil survei di Bandung, Selasa (17/6).

RECTOVERSO : PRABOWO KUASAI JABAR
9. OSI (ORANGE SURVEI INDONESIA)
24 Mei-2 Juni 2014. Populasi dalam survei ini adalah pemilih di Jawa Timur yang terdapat di DPT KPU.
Di wilayah Jawa Timur pasangan Prabowo – Hatta unggul dengan 39.04% dan Jokowi – JK 32,32%. Sebesar 9,97% tidak menjawab dan 18,67% belum tahu

10. Survei Mario Teguh yang respondennya besar, Voters 27979 :
1. Prabowo Subianto 64.91% (18162)
2. Joko Widodo 35.09% (9817)

Jokowi hanya unggul di lembaga survei yaitu, LSI Denny JA (pemiliknya dukung Jokowi), Sugeng Sarjadi (pemimpinnya Sukardi Rinakit jadi timses Jokowi), Alvara (punya Hanura), Indo Barometer dan Poll Tracking (dari dulu pro Jokowi), Cyrus Network (tim sukses Jokowi).

6 Tanggapan to “Survei Median: Prabowo-Hatta Ungguli Jokowi-Jusuf Kalla”

  1. taUbat said

    TIDAK DIUMUMKANNYA HASIL SURVEI CSIS, SMRC DAN INDIKATOR KARENA TAKUT BUMERANG

    FRIDAY, JUNE 27, 2014

    NONSTOP, SURVEI- TIGA LEMBAGA SURVEI BESAR DI INDONESIA TERUS MENDAPAT SOROTAN TAJAM DARI BERBAGAI PENGAMAT, KETIKA DIKETAHUI DALAM SEBUAH PEMBERITAAN SIDNEY MORNING HERALD KETIGA LEMBAGA TERSEBUT TIDAK MENGUMUMKAN HASIL TEMUANNYA.

    “KAMI KIRA MEREKA TIDAK MENGUMUMKAN ITU KARENA KUATIR AKAN JADI BUMERANG BAGI MEREKA SENDIRI,” KATA DIREKTUR EKSEKUTIF LEMBAGA SURVEY VOX POPULI, BASYINURSYAH KEPADA MEDIA, KAMIS (26/6).

    KEENGGANAN MENGUMUMKAN ITU DISAYANGKAN OLEH BASYINURSYAH KARENA LEMBAGA SEPERTI CENTRE FOR STRATEGIC AND INTERNATIONAL STUDIES (CSIS), SAIFUL MUJANI RESEARCH AND CONSULTING (SMRC) DAN INDIKATOR MENJADI REFERENSI BAGI PARA PRAKTISI DAN PENGAMAT POLITIK.

    MENURUT BASYINURSYAH, JIKA SEBUAH LEMBAGA SURVEI BERSIFAT INDEPENDEN MEREKA AKAN SEGERA MEMPUBLIKASIKANNYA. SEBAGAI ILUSTRASI JIKA SURVEI DILAKUKAN PADA TGL 1- 6 JUNI, MAKA KURANG DARI TGL 10 HASILNYA HARUS DIPUBLIKASIKAN.

    BASYINURSYAH MENGATAKAN BAHWA SIAPAPUN YANG UNGGUL, SI LEMBAGA SURVEI INDEPENDEN BIASANYA TIDAK PEDULI. MENURUTNYA, BUAT APA MELAKUKAN SURVEY TAPI DISIMPAN? KECUALI DIDANAI OLEH SESEORANG ATAU LEMBAGA TERTENTU DAN HASILNYA TIDAK SESUAI MAKA HASILNYA TIDAK DIPUBLIKASIKAN. “TENTU INI AKAN BERIMBAS PADA SANG PENDANA ATAU HAL LAIN YANG MERUGIKAN PEMESAN,” KATA BASYINURSYAH YANG ENGGAN MENJELASKAN TIGA LEMBAGA TERSEBUT BERAFILIASI DENGAN PARTAI APA.

    SEBELUMNYA, MEDIA AUSTRALIA THE SYDNEY MORNING HERALD (SMH) MENULIS ARTIKEL BERJUDUL ‘SILENCE OF THE POLLS AS PRABOWO PULLS AHEAD IN JAKARTA RACE’. TULISAN ITU MENGULAS SOAL ELEKTABILITAS PRABOWO YANG MEMBALAP JOKO WIDODO DALAM SURVEI. PADAHAL BEBERAPA BULAN LALU, PRABOWO TERPAUT JAUH DIBANDING JOKOWI.

    DALAM PEMBERITAAAN TERSEBUT, PRABOWO SUBIANTO HANYA BERSELISIH TIPIS DIBANDING JOKO WIDODO. ELEKTABILITAS JOKOWI MENGALAMI PERLAMBATAN KENAIKAN. UNTUK ITU, LEMBAGA SURVEI YANG MELAKUKAN SURVEI HASILNYA TIDAK DIKELUARKANNYA, KARENA KHAWATIR BISA MENDORONG PARA PEMILIH MENGALIHKAN DUKUNGANNYA KE PRABOWO SUBIANTO.

    OTK

    http://www.nonstop-online.com/2014/06/tidak-diumumkannya-hasil-survei-csis-smrc-dan-indikator-karena-takut-bumerang/

  2. Anonim said

    Nah lho pasukan salibis. Ketakutannn…..

  3. mario said

    ERDEKA.COM. Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, menulis surat terbuka untuk calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto . Akademisi ini menulis suratnya dari Perth, kota tempatnya mengambil studi doktoral di Universitas Murdoch Australia.

    “Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tulis Airlangga seperti dikutip merdeka.com dari Jurnal Indoprogress, Senin (30/6).

    Berikut isi surat lengkap Airlangga Pribadi Kusman untuk Prabowo:

    Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati,

    Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Australia.

    Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Berdasarkan keempat tujuan profetis berdirinya Republik Indonesia itulah, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak sebagai calon Presiden Republik Indonesia:

    Terkait tujuan pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bapak Prabowo, dari tujuan pertama ini kita mengerti bersama bahwa seorang presiden, sebagai pemimpin bangsa, pertama-tama secara eksplisit bertugas untuk melindungi hidup, kehormatan, kemerdekaan dan hak asasi manusia dari seluruh rakyat Indonesia. Kesepakatan ini bermakna Hak Asasi Manusia, darah dan kehormatan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga seluruh bangsa-bangsa bukanlah sebuah komoditas politik, namun sebagai prasyarat fundamental dan landasan untuk membangun negeri kita.

    Apabila Anda menyadari semua ini, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal. Dalam catatan perjalanan yang saya temui, saya ragu Anda memiliki catatan perjalanan hidup yang gemilang untuk mengemban tugas mulia ini.

    Saya ingat tulisan sarjana Jerman Ingo Wandelt dalam karyanya Prabowo, Kopassus and East Timor (2007). Tahun 1995, catat Wandelt, sebagai seorang tentara Anda bertugas menangani persoalan sosial di Timor-Timur. Anda terapkan strategi unconventional warfare, dengan membentuk dan membiayai milisi sipil Garda Muda Penegak Integrasi. Awalnya organisasi ini merekrut pemuda untuk diajari baca tulis dan ketrampilan. Namun di kemudian hari, Garda Muda berkembang menjadi organisasi yang melakukan terorsebagai strategi perang urat syarafterhadap penduduk di wilayah yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

    Kalau saja benar yang ditulis Wandelt, saya ingin bertanya: begitukah strategi keamanan nasional Anda untuk menciptakan ketertiban? Dengan memelihara teror dan rasa takut?

    Masih jernih di pikiran saya ketika Anda ingin masuk dalam bursa calon presiden Partai Golkar di tahun 2004. Di atas podium, Anda menerangkan sebuah strategi kontra-terorisme, yakni loot a burning house, atau rampoklah rumah yang sedang terbakar. Saya bisa saja keliru, tapi membaca catatan sejarah Anda ketika bertugas di Timor Timur dan apa yang sudah pernah Anda ucapkan sendiri, besar kesangsian saya akan komitmen Anda menjaga keselamatan dan kehormatan rakyat dan tumpah darah Indonesia.

    Mungkin Anda lupa apa yang Anda lakukan di tahun 1996, tapi Robert Hefner (1999) rapi mencatatnya. Saat itu Anda membangun aliansi politik dengan kelompok Islam konsevatif. Saya tidak mempersoalkan aliansi politik tersebut, dulu atau sekarangitu hak Anda. Sebagai seorang sarjana politik, saya melihat bahwa Islam sebagai bagian dari aktor strategis yang berhak terlibat dalam proses politik di Indonesia. Saya hanya ingin menyoal apa yang dikabarkan oleh aliansi politik Anda kepada publik: mereka menghembuskan rumor bahwa bukan Soeharto yang menjadi akar persoalan krisis dan kerusakan di Indonesia, melainkan kekuatan Katolik, Sekuler, Nasionalis Jawa dan Tionghoa.

    Anda tentu saja akan mengatakan Anda tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Namun sadarkah Anda bahwa semangat anti-Cina, Katolik, Sekular, Nasionalis seperti bensin yang disiramkan ke tengah api kebencian rasial yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita? Dan kini ketika sentimen rasial yang sama dihembuskan oleh tim kampanye Anda, Anda tutup mulut rapat-rapat.

    Peristiwa lain yang saya catat: Anda bertanggung jawab atas penculikan aktivis dan mahasiswa yang sebagian di antaranya masih hilang sampai saat ini. Sejauh ini Anda membantahnya. Anda selalu katakan, ada tangan-tangan lain yang terlibat dalam penghilangan orang-orang malang ini.

    Ketika Anda membaca surat ini saya meminta Anda merenung sejenak. Sejak penculikan terjadi, sebuah keluarga kehilangan ayahanda yang tak pernah henti-hentinya mengasihi istri dan anak-anaknya. Ada seorang kangmas yang selalu memberikan inspirasi dan harapan kepada adik dan rekan-rekannya tentang masa depan Indonesia yang merdeka, demokratis dan setara. Ada orang tua yang sampai saat ini selalu menanyakan nasib anaknya, yang pada era Soeharto gigih berjuang demi kedaulatan rakyat Indonesia.

    Jika benar Anda tidak terlibat pada penghilangan mereka, semestinya Anda tidak perlu takut dan kehilangan ketegasan Anda memperjuangkan terwujudnya Pengadilan HAM? Anda pun tidak usah repot-repot menulis dalam manifesto partai Anda bahwa pengadilan HAM adalah ikhtiar hukum yang berlebihan.

    Anda harus ingat tugas berat yang akan Anda emban nanti bila terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Saya ulangi: melindungi.

    Selanjutnya, Bapak Prabowo Subianto , saya ingin mendiskusikan tujuan bernegara kedua, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

    Susah payah saya baca secara saksama visi/misi dan program-program yang Anda kemukakan. Sayang, dalam retorika-retorika Anda yang begitu menggelegar, Anda tidak memiliki program dan kebijakan yang jernih, jelas dan tegas!

    Pada satu waktu Anda menyatakan akan menerapkan nasionalisme ekonomi dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Di waktu yang lain, Anda menyatakan akan tetap mempertahankan operasi PT Freeport di Indonesia. Di suatu kesempatan Anda bicara tentang ekonomi kerakyatan demi menegakkan kemandirian bangsa. Namun tak satupun kata industrialisasi nasional dalam uraian Anda. Anda sekadar memberi sinyal kepada kapitalisme internasional, bahwa Anda akan menegakkan rezim yang mengamankan investasi!

    Bagaimana mungkin kemandirian ekonomi dan visi ekonomi kerakyatan sebuah bangsa dibangun tanpa perhatian lebih atas industrialisasi nasional sebagai basis penopangnya? Dari semua yang Anda utarakan, tak satu pun yang mampu menunjukkan posisi tegas Anda sebagai pemimpin bangsa yang akan bekerja keras demi kesejahteraan umum.

    Saya tidak menjumpai ketegasan di sana. Saya menemukannya di tempat lain, di dalam pendirian Anda yang kukuh untuk mengembalikan era Orde BaruOrde Baru yang Anda anggap era gemilang, gemah ripah loh jinawi, di mana Indonesia konon menjadi macan Asia. Betul demikian?

    Apabila benar Orde Baru menjadi acuan Anda, silakan tengok fakta keras ini. Di balik catatan mercu suar pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen itu, terjadi proses pembangunan yang sungguh timpang. Telah banyak riset yang menunjukkan bahwa kue pembangunan itu lebih besar dikonsumsi oleh keluarga Soehartoingat, Anda termasuk di dalamnyamelalui praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Proses pembangunan ekonomi sangat sentralistik dan berpusat di Jakarta. Sementara Aceh hingga Papua tak pernah dilirik kecuali jika ada sumber daya alam di sana. Tak heran, sejarah pembangunan Orde Baru sarat oleh catatan sejarah kekerasan dan penindasan terhadap rakyat. Dan memang begitulah mesin kekuasaan Orde Baru bekerja menopang pola-pola pembangunan yang tidak adil.

    Rayuan Orde Baru inikah yang ingin Anda jual dan tawarkan kepada kami para pemilih? Maaf, sekali lagi saya sangsi jika Anda sanggup dan memiliki ketegasan untuk memimpin Indonesia. Saya sangsi Anda akan memajukan kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia.

    Bapak Prabowo Subianto , cita-cita kesejahteraan umum dalam corak pembangunan yang manusiawi di abad ke-21, tidak bisa dikejar dengan kata-kata besar, grandiose dan megah. Jika Anda betul-betul hidup di abad 21, program pembangunan Anda tak punya pilihan kecuali melibatkan rakyat banyak dan sensitif terhadap hak-hak dasar warganegara. Jika Anda sungguh-sungguh manusia Abad 21, model pembangunan Anda akan menekankan kehadiran ruang seluas-luasnya di mana segenap warga Indonesia mendapatkan kesempatan dan perlindungan sosial dari ancaman kapitalisasi pendidikan yang menghalangi orang miskian untuk mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Jika Anda berniat menjadi pemimpin di abad ini, sudah semestinya visi pembangunan Anda memastikan jaminan kesehatan warganya. Dalam pembangunan tersebut, Anda juga akan melibatkan kedaulatan dan hak dari segenap warga dari sumber daya alam di sekitarnya.

    Pembangunan seperti ini, meskipun Anda torehkan dalam visi dan misi Anda, tidak akan bisa berjalan seiring dengan logika pembangunan ekonomi ala Orde Baru yang menindas rakyat seraya memakmurkan sekelompok kecil elite oligarki yang Anda banggakan itu.

    Selanjutnya, mari kita mendiskusikan tujuan bernegara kita yang ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Bapak Prabowo Subianto yang saya hormati, salah satu indikator dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah terbentuknya karakter warga yang beradab. Patut diketahui, dalam kaitannya dengan karakter beradab tersebut, apa yang dilakukan oleh sebagian besar tim sukses Anda selama kampanye presiden ini diselenggarakan, sangat jauh dari kata beradab.

    Bagaimana Anda dapat membangun sebuah bangsa yang cerdas, beradab dan menghormati kebhinekaan, jika banyak dari pendukung Anda memanfaatkan sentimen etnis, agama dan ras untuk memenangkan Anda? Kenapa pula Anda hanya diam ketika pendukung Anda menyebarkan berita bohong bahwa kompetitor Anda sebagai bukan muslim, anak keturunan Tionghoa, dan seorang komunis?

    Bapak Prabowo Subianto , kebhinekaan bangsa kita, persatuan dan kesetaraan dari tiap warga Indonesia telah diperjuangkan dengan susah payah. Penghormatan terhadap kebhinekaan adalah mutlak sebagai bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya menyaksikan bahwa apa yang dilakukan tim sukses Anda justru merupakan bentuk paling vulgar dari pembodohan rakyat Indonesia.

    Kini kita masuk pada pokok paripurna dari tujuan kita bernegara: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Saya lihat pokok keempat ini absen dari program dan kampanye Anda. Apa yang Anda kemukakan sebagai bagian dari peran Indonesia dalam kancah internasional? Semangat anti-asing yang digelorakan oleh tim Anda memperlihatkan bahwa visi Anda tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme begitu usang, tertinggal dan obsolete.

    Ketika saya mengemukakan hal ini, saya tidak sedang mengulang-ulang mantra kaum globalis yang menihilkan pentingnya negara-bangsa. Tidak, sekali lagi, tidak! Keyakinan saya tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme tertanam dalam diktum monumental yang dikemukakan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, bahwa Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Sebuah pandangan nasionalisme yang luas dan humanistik ini tidak dapat tumbuh bersemi beriringan dengan semangat anti-asing yang selama ini dikumandangkan para pendukung Anda.

    Bagi saya, retorika harus berlandaskan pada kenyataan-kenyataan praktek yang kita lakukan selama ini. Dan saya temukan betapa lebarnya jurang antara retorika bergelora yang Anda sampaikan dengan rekam jejak kepemimpinan Anda selama ini.***

  4. Ojokuwi said

    Mulai panik lalu membabi buta dlm melawan dan menuduh. Keep on moving Mr. Prabowo and we’re fully hope that you’ll be the next our President.

  5. Richard Kristiadi said

    Koq cuma ngomong tentang Prabowo lha jokowinya mana? Gak fair, mas. Jadi malas bacanya.

  6. Indra D'puja said

    Ia nih siMas cramah panjang lebar cm buat kritik bp prabowo saja,jdi maksud anda jokowi lbih bagus gitu? Kt kmbali kpd diri kt,seAndainya kt jd bp prabowo dikriti k macam itu enak ngga?? Yg namanya manusia hampir rata hanya pandai bicara tpi plaksanaannya NOL bsar
    Ia sya hagai wawasan simas bgtu luas cm alangkah bijaksananya klo kritikannta ga spihak
    Ingt sifat manusia itu mudah brubah orang maling ja suatu hri bs insyaf

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: