KabarNet

Aktual Tajam

Awas, Paham Komunis Bangkit Kembali !

Posted by KabarNet pada 27/06/2014

Jakarta – KabarNet: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie menyatakan apabila terjadi pencabutan Tap MPR Nomor XXV/1966 sama saja mengembalikan paham komunis. “Dan ini bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang diperjuangkan Founding Fathers kita dalam konstitusi,” ujar Marzuki, Jumat 27 Juni 2014.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menambahkan, kita sudah sepakat dan tertera di dalam amanat konstitusi, perjalanan bangsa dan negara ini berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan. “Aneh bin ajaib kalau ada yang mau mencabut Tap MPRS itu, artinya sama saja mendorong kehidupan kita tidak beragama,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, ide pencabutan Tap MPRS tersebut mungkin saja ada kaitannya dengan ide yang datang dari seseorang atau sekelompok orang yang ingin menghapuskan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Ide tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman tentang Kebhinekaan, kita dalam kesatuan NKRI perbedaan harus kita jadikan rahmat,”tegasnya.

Terpenting menghargai perbedaan itu. Kalau menghapuskan itu, sama saja tidak menghargai kebhinekaan kita. “Rakyat Indonesia mempunyai kebebasan dalam memeluk agama. Dan yang terpenting adalah Berketuhanan Yang Maha Esa. Pencabutan Tap MPRS XXV/1966 itu dan ide penghapusan kolom agama dalam KTP bisa saja ada korelasi dan maksud tertentu,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Pangdam Diponegoro Hardiono mengatakan intel Kodam mendeteksi kebangkitan PKI di wilayah Jateng dan DIY. Pangdam menambahkan memang belum ada gerakan secara nyata terbuka ke publik tindakan yabg mengarah ke PKI. “Kita masih mengendus indikasi upaya kebangkitan eks PKI, tapi memang belum menjadi potensi gerakan terbuka ke publik,” ujar Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso, di Makodam Semarang, Sabtu lalu.

Menurut dia, sejarah pemberontakan G30S/PKI pada 1965 tak bisa diluruskan, karena memang telah terbukti kebiadabannya. “Bapak saya tentara sehingga tahu persis kebiadaban PKI, sehingga kalau muncul lagi di Jateng dan DIY pasti akan saya hancurkan,” ungkapnya.

“Kami sudah mengendus adanya indikasi munculnya PKI. Perlu dicatat, jangan coba-coba PKI bangkit di wilayah Jateng dan Jogja, pasti akan saya tumpas dan hancurkan. Hancurkan itu ngerti? Hancurkan ya tak pateni (saya bunuh),” tegas Pangdam.

Munculnya indikasi adanya PKI di Jawa Tengah dan DIY, menurut Pangdam dapat dideteksi dari adanya sejumlah kalangan yang menyatakan ingin meluruskan sejarah pemberontakan G30 S/PKI dalam sejarah Indonesia. “Baik di Jogja maupun Jawa Tengah semua ada indikasi itu,” katanya.

Mantan Asisten Operasional (Asops) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini, lebih lanjut menyatakan, pihaknya sudah mempunyai data semua eks anggota PKI di Jateng dan DIY. “Memang ada orang lama dan regenerasi baru, tapi kami mempunyai semua datanya,” imbuh jenderal bintang dua ini.

Kepada masyarakat, Pangdam mengimbau supaya bersikap waspada, serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila. “Jangan sampai terpengaruh terhadap ajaran komunis dan PKI,” katanya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Tim sukses Prabowo-Hatta, Kivlan Zen. Ia menuding ada ideologi komunis di belakang Capres Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan oleh Kivlan di Hotel Crowne, Jl. Gatot Subroto Jakarta, Kamis 26 Juni 2014. “Di bidang ideologi, paham-paham komunis emang sudah tidak eksis. Namun masih ada sampai sekarang segelintir dari nomor dua,” kata Kivlan Zen.

Menurutnya, indikasi penganut komunis itu terlihat dari sebutan kawan pada pendukung Jokowi. Sebutan itu adalah panggilan kamerad untuk para aktivis komunis. “Ada foto-foto Jokowi yang bertuliskan kawan Jokowi. Sebutan kawan itu sama-sama sebutan kamerad, itu bau-bau PKI, bau-bau komunis,” terangnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan adanya informasi dukungan China untuk membangunkan kembali ideologi komunis. Hal itu terlihat dari banyaknya propaganda yang menyerang wacana nasionalisme yang didengungkan Prabowo. “Saya mendetek China akan memberikan Rp 15 triliun jika dapat membangun komunis di Indonesia. Sekarang ada indikatornya propaganda dan agitator menjelek-jelekkan Prabowo,” ujarnya. [KbrNet/Inilah.COM/Merdeka]

7 Tanggapan to “Awas, Paham Komunis Bangkit Kembali !”

  1. Anonim said

    Kita sebagai muslim!! Hati hati atas bangkit nya PDIP pasukan salibis mau menjajah Islam … Kita di adu domba terus corong nya metrotv dan kompas

  2. PDIP dan Salibis adalah musuh UTAMA bangsa Indonesia,terutama Musuh bagi Ummat Islam!
    Sbb dinegara Indonesia ini, 88% nya pendudukknya adalah Muslim, maka sdh jelas bhw yg ingin dihancurkan PKI dan Saliblis2 najis adalah Ummat Islam.
    Ummat Islam harus sll bersatu dan berpegang teguh pd tali agama Allah, semoga Allah SWT menguatkan kita semua.
    Aamiin.

  3. Reblogged this on doddokoplok's Blog.

  4. Dimanakah para ex PKI bermuara,,,??????
    mungkin ada di Partai Kristen dan di PDIP

  5. mario said

    ERDEKA.COM. Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, menulis surat terbuka untuk calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto . Akademisi ini menulis suratnya dari Perth, kota tempatnya mengambil studi doktoral di Universitas Murdoch Australia.

    “Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” tulis Airlangga seperti dikutip merdeka.com dari Jurnal Indoprogress, Senin (30/6).

    Berikut isi surat lengkap Airlangga Pribadi Kusman untuk Prabowo:

    Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati,

    Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Australia.

    Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Berdasarkan keempat tujuan profetis berdirinya Republik Indonesia itulah, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak sebagai calon Presiden Republik Indonesia:

    Terkait tujuan pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bapak Prabowo, dari tujuan pertama ini kita mengerti bersama bahwa seorang presiden, sebagai pemimpin bangsa, pertama-tama secara eksplisit bertugas untuk melindungi hidup, kehormatan, kemerdekaan dan hak asasi manusia dari seluruh rakyat Indonesia. Kesepakatan ini bermakna Hak Asasi Manusia, darah dan kehormatan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga seluruh bangsa-bangsa bukanlah sebuah komoditas politik, namun sebagai prasyarat fundamental dan landasan untuk membangun negeri kita.

    Apabila Anda menyadari semua ini, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal. Dalam catatan perjalanan yang saya temui, saya ragu Anda memiliki catatan perjalanan hidup yang gemilang untuk mengemban tugas mulia ini.

    Saya ingat tulisan sarjana Jerman Ingo Wandelt dalam karyanya Prabowo, Kopassus and East Timor (2007). Tahun 1995, catat Wandelt, sebagai seorang tentara Anda bertugas menangani persoalan sosial di Timor-Timur. Anda terapkan strategi unconventional warfare, dengan membentuk dan membiayai milisi sipil Garda Muda Penegak Integrasi. Awalnya organisasi ini merekrut pemuda untuk diajari baca tulis dan ketrampilan. Namun di kemudian hari, Garda Muda berkembang menjadi organisasi yang melakukan terorsebagai strategi perang urat syarafterhadap penduduk di wilayah yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

    Kalau saja benar yang ditulis Wandelt, saya ingin bertanya: begitukah strategi keamanan nasional Anda untuk menciptakan ketertiban? Dengan memelihara teror dan rasa takut?

    Masih jernih di pikiran saya ketika Anda ingin masuk dalam bursa calon presiden Partai Golkar di tahun 2004. Di atas podium, Anda menerangkan sebuah strategi kontra-terorisme, yakni loot a burning house, atau rampoklah rumah yang sedang terbakar. Saya bisa saja keliru, tapi membaca catatan sejarah Anda ketika bertugas di Timor Timur dan apa yang sudah pernah Anda ucapkan sendiri, besar kesangsian saya akan komitmen Anda menjaga keselamatan dan kehormatan rakyat dan tumpah darah Indonesia.

    Mungkin Anda lupa apa yang Anda lakukan di tahun 1996, tapi Robert Hefner (1999) rapi mencatatnya. Saat itu Anda membangun aliansi politik dengan kelompok Islam konsevatif. Saya tidak mempersoalkan aliansi politik tersebut, dulu atau sekarangitu hak Anda. Sebagai seorang sarjana politik, saya melihat bahwa Islam sebagai bagian dari aktor strategis yang berhak terlibat dalam proses politik di Indonesia. Saya hanya ingin menyoal apa yang dikabarkan oleh aliansi politik Anda kepada publik: mereka menghembuskan rumor bahwa bukan Soeharto yang menjadi akar persoalan krisis dan kerusakan di Indonesia, melainkan kekuatan Katolik, Sekuler, Nasionalis Jawa dan Tionghoa.

    Anda tentu saja akan mengatakan Anda tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Namun sadarkah Anda bahwa semangat anti-Cina, Katolik, Sekular, Nasionalis seperti bensin yang disiramkan ke tengah api kebencian rasial yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita? Dan kini ketika sentimen rasial yang sama dihembuskan oleh tim kampanye Anda, Anda tutup mulut rapat-rapat.

    Peristiwa lain yang saya catat: Anda bertanggung jawab atas penculikan aktivis dan mahasiswa yang sebagian di antaranya masih hilang sampai saat ini. Sejauh ini Anda membantahnya. Anda selalu katakan, ada tangan-tangan lain yang terlibat dalam penghilangan orang-orang malang ini.

    Ketika Anda membaca surat ini saya meminta Anda merenung sejenak. Sejak penculikan terjadi, sebuah keluarga kehilangan ayahanda yang tak pernah henti-hentinya mengasihi istri dan anak-anaknya. Ada seorang kangmas yang selalu memberikan inspirasi dan harapan kepada adik dan rekan-rekannya tentang masa depan Indonesia yang merdeka, demokratis dan setara. Ada orang tua yang sampai saat ini selalu menanyakan nasib anaknya, yang pada era Soeharto gigih berjuang demi kedaulatan rakyat Indonesia.

    Jika benar Anda tidak terlibat pada penghilangan mereka, semestinya Anda tidak perlu takut dan kehilangan ketegasan Anda memperjuangkan terwujudnya Pengadilan HAM? Anda pun tidak usah repot-repot menulis dalam manifesto partai Anda bahwa pengadilan HAM adalah ikhtiar hukum yang berlebihan.

    Anda harus ingat tugas berat yang akan Anda emban nanti bila terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Saya ulangi: melindungi.

    Selanjutnya, Bapak Prabowo Subianto , saya ingin mendiskusikan tujuan bernegara kedua, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

    Susah payah saya baca secara saksama visi/misi dan program-program yang Anda kemukakan. Sayang, dalam retorika-retorika Anda yang begitu menggelegar, Anda tidak memiliki program dan kebijakan yang jernih, jelas dan tegas!

    Pada satu waktu Anda menyatakan akan menerapkan nasionalisme ekonomi dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Di waktu yang lain, Anda menyatakan akan tetap mempertahankan operasi PT Freeport di Indonesia. Di suatu kesempatan Anda bicara tentang ekonomi kerakyatan demi menegakkan kemandirian bangsa. Namun tak satupun kata industrialisasi nasional dalam uraian Anda. Anda sekadar memberi sinyal kepada kapitalisme internasional, bahwa Anda akan menegakkan rezim yang mengamankan investasi!

    Bagaimana mungkin kemandirian ekonomi dan visi ekonomi kerakyatan sebuah bangsa dibangun tanpa perhatian lebih atas industrialisasi nasional sebagai basis penopangnya? Dari semua yang Anda utarakan, tak satu pun yang mampu menunjukkan posisi tegas Anda sebagai pemimpin bangsa yang akan bekerja keras demi kesejahteraan umum.

    Saya tidak menjumpai ketegasan di sana. Saya menemukannya di tempat lain, di dalam pendirian Anda yang kukuh untuk mengembalikan era Orde BaruOrde Baru yang Anda anggap era gemilang, gemah ripah loh jinawi, di mana Indonesia konon menjadi macan Asia. Betul demikian?

    Apabila benar Orde Baru menjadi acuan Anda, silakan tengok fakta keras ini. Di balik catatan mercu suar pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen itu, terjadi proses pembangunan yang sungguh timpang. Telah banyak riset yang menunjukkan bahwa kue pembangunan itu lebih besar dikonsumsi oleh keluarga Soehartoingat, Anda termasuk di dalamnyamelalui praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Proses pembangunan ekonomi sangat sentralistik dan berpusat di Jakarta. Sementara Aceh hingga Papua tak pernah dilirik kecuali jika ada sumber daya alam di sana. Tak heran, sejarah pembangunan Orde Baru sarat oleh catatan sejarah kekerasan dan penindasan terhadap rakyat. Dan memang begitulah mesin kekuasaan Orde Baru bekerja menopang pola-pola pembangunan yang tidak adil.

    Rayuan Orde Baru inikah yang ingin Anda jual dan tawarkan kepada kami para pemilih? Maaf, sekali lagi saya sangsi jika Anda sanggup dan memiliki ketegasan untuk memimpin Indonesia. Saya sangsi Anda akan memajukan kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia.

    Bapak Prabowo Subianto , cita-cita kesejahteraan umum dalam corak pembangunan yang manusiawi di abad ke-21, tidak bisa dikejar dengan kata-kata besar, grandiose dan megah. Jika Anda betul-betul hidup di abad 21, program pembangunan Anda tak punya pilihan kecuali melibatkan rakyat banyak dan sensitif terhadap hak-hak dasar warganegara. Jika Anda sungguh-sungguh manusia Abad 21, model pembangunan Anda akan menekankan kehadiran ruang seluas-luasnya di mana segenap warga Indonesia mendapatkan kesempatan dan perlindungan sosial dari ancaman kapitalisasi pendidikan yang menghalangi orang miskian untuk mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Jika Anda berniat menjadi pemimpin di abad ini, sudah semestinya visi pembangunan Anda memastikan jaminan kesehatan warganya. Dalam pembangunan tersebut, Anda juga akan melibatkan kedaulatan dan hak dari segenap warga dari sumber daya alam di sekitarnya.

    Pembangunan seperti ini, meskipun Anda torehkan dalam visi dan misi Anda, tidak akan bisa berjalan seiring dengan logika pembangunan ekonomi ala Orde Baru yang menindas rakyat seraya memakmurkan sekelompok kecil elite oligarki yang Anda banggakan itu.

    Selanjutnya, mari kita mendiskusikan tujuan bernegara kita yang ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    Bapak Prabowo Subianto yang saya hormati, salah satu indikator dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah terbentuknya karakter warga yang beradab. Patut diketahui, dalam kaitannya dengan karakter beradab tersebut, apa yang dilakukan oleh sebagian besar tim sukses Anda selama kampanye presiden ini diselenggarakan, sangat jauh dari kata beradab.

    Bagaimana Anda dapat membangun sebuah bangsa yang cerdas, beradab dan menghormati kebhinekaan, jika banyak dari pendukung Anda memanfaatkan sentimen etnis, agama dan ras untuk memenangkan Anda? Kenapa pula Anda hanya diam ketika pendukung Anda menyebarkan berita bohong bahwa kompetitor Anda sebagai bukan muslim, anak keturunan Tionghoa, dan seorang komunis?

    Bapak Prabowo Subianto , kebhinekaan bangsa kita, persatuan dan kesetaraan dari tiap warga Indonesia telah diperjuangkan dengan susah payah. Penghormatan terhadap kebhinekaan adalah mutlak sebagai bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya menyaksikan bahwa apa yang dilakukan tim sukses Anda justru merupakan bentuk paling vulgar dari pembodohan rakyat Indonesia.

    Kini kita masuk pada pokok paripurna dari tujuan kita bernegara: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

    Saya lihat pokok keempat ini absen dari program dan kampanye Anda. Apa yang Anda kemukakan sebagai bagian dari peran Indonesia dalam kancah internasional? Semangat anti-asing yang digelorakan oleh tim Anda memperlihatkan bahwa visi Anda tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme begitu usang, tertinggal dan obsolete.

    Ketika saya mengemukakan hal ini, saya tidak sedang mengulang-ulang mantra kaum globalis yang menihilkan pentingnya negara-bangsa. Tidak, sekali lagi, tidak! Keyakinan saya tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme tertanam dalam diktum monumental yang dikemukakan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, bahwa Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Sebuah pandangan nasionalisme yang luas dan humanistik ini tidak dapat tumbuh bersemi beriringan dengan semangat anti-asing yang selama ini dikumandangkan para pendukung Anda.

    Bagi saya, retorika harus berlandaskan pada kenyataan-kenyataan praktek yang kita lakukan selama ini. Dan saya temukan betapa lebarnya jurang antara retorika bergelora yang Anda sampaikan dengan rekam jejak kepemimpinan Anda selama ini.***

  6. Anonim said

    ngaku pancasia tp msh membedakan agama,suku,dan ras adalah bukan semboyan indonesia yang ‘berbhineka tunggal ika’

  7. hidup pki said

    YG GAK TAU APA ITU PKI APA ITU KOMUNIS SILAHKAN BACA DI WIKIPEDIA.
    sangat BODOH apabila seseorang menghubungkan KOMUNIS dengan TIDAK BERAGAMA. statement tolol macam apa ?
    Soekarno aja mendirikan partai NASAKOM yg kepanjangannya nasionalisme, agama, komunisme. what the fuck men. that is really fucking bullshit… jaman kemajuan informasi masih ada ORANG GOBLOK yg percaya bahwa KOMUNIS tidak bertuham atau tidak beragama, dan itu dijadikan alasan pembantaian massal. kebohongan yg membodohi kita selama ini masih mau di pupuk ???? PIKEEERRRR UTEK E DINGGO GOBLOK,,,, ASUUUU

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: