KabarNet

Aktual Tajam

Suryo Prabowo: Wiranto Bohong Soal DKP

Posted by KabarNet pada 20/06/2014

Jakarta – KabarNet: Anggota tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo meminta kepada publik untuk tidak mempercayai pengakuan Wiranto soal surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) soal pemecatan Prabowo Subianto dari TNI. “Jangan percaya Wiranto karena dia oportunitis dan kutu loncat. Habis numpang hidup di zaman Soeharto, dia loncat ke Habibie. Ketika Gus Dur jadi Presiden, dia dipecat karena Gus Dur paham, Wiranto adalah pelanggar HAM sebenarnya,” ujar Suryo dalam keterangan persnya, Kamis 19 Juni 2014.

Menurut Suryo, DKP sendiri sebenarnya bukan dibentuk oleh pemerintah, sebab DKP itu adalah inisiatif dari Wiranto yang merupakan Panglima ABRI saat itu. “DKP itu produk politik Wiranto pribadi untuk membunuh karakter Prabowo. Dia menunggangi DKP untuk mematikan karir Prabowo yang saat itu lebih dicintai oleh prajurit,” tegasnya.

Suryo menjelaskan, pembentukan DKP sendiri cacat secara hukum. Hal ini didasari karena DKP bertentangan dengan Surat Keputusan (SK) Panglima ABRI No 838/III/1995 tertanggal 27 November 1995 tentang Petunjuk Administrasi Dewan Kehormatan Militer.

Dalam ketentuan Nomor 7 (a-3) dan 7 (c-2) disebutkan, pembentukan DKP untuk memeriksa perwira yang bersangkutan hanya dapat dilakukan setelah adanya putusan hukum yang dijatuhkan peradilan militer. “Pertanyaannya, kapan dan dimana Prabowo diadili melalui Peradilan Militer?,” tanya Suryo.

Dia mengatakan, kasus Prabowo sengaja tidak diajukan ke Mahkamah Militer untuk menutupi keterlibatan petinggi ABRI yang menjadi atasan Prabowo saat itu. Padahal saat itu desakan untuk menggelar Mahmil sangat kuat. Namun keputusan tetap ada di tangan Wiranto sebagai Panglima ABRI saat itu. “Kalau dia mengulur-ulur, ini menandakan ada permainan politik untuk tujuan tertentu,” imbuhnya.

Suryo menilai, pernyataan Wiranto bertolak belakang dengan pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan salah satu anggota DKP. Sebab SBY menyatakan Prabowo diberhentikan secara hormat oleh DKP.

Suryo menduga, Wiranto memiliki maksud tertentu menyampaikan soal DKP kepada publik. Apalagi pernyataan tersebut jauh berbeda dari fakta yang terjadi saat itu. “Ini semacam investasi politik Wiranto pada Megawati. Semua Jenderal di sekitar Mega sudah tampil, nah sekarang giliran Wiranto. Sehingga lengkap sudah, Luhut Panjaitan, Agum Gumelar, Hendropriyono, Fahrul Rozi, Samsul Jalal dan Wiranto berkonspirasi untuk menunjukan kesetiaannya kepada Megawati dengan cara memfitnah dan menzolimi Prabowo,” tandasnya. [KbrNet/Inilah.COM]

5 Tanggapan to “Suryo Prabowo: Wiranto Bohong Soal DKP”

  1. Utk membantu lebih terang benderangnya peristiwa Mei 1998 yg di bikin gelap dan utk tdk menjadi polemik terus menerus ada baiknya secara kesatria Mayjen TNI (Pur) Kivlan Zein utk membuka secara gamblang ttg kasus penculikan dn penghilangan paksa dan pembentukan Pam Swakarsa karena beliau mengatakan mengetahui masalah ini bahkan dlm pembentukan dn pelatihan Pam Swakarsa beliau pernah menyampaikan melaksanakan atas perintah dr pak Wiranto. Mungkin dgn dua masalah ini dpt mengungkap secara keseluruhan peristiwa Mei 1998 yg gelap itu. Peristiwa ini tdk hanya merupakan permasalahan pak Prabowo dn Pak Wiranto, tetapi sdh merupakan salah satu sejarah gelap bangsa Indonesia. Permasalahannya sekarang mau apa tdk kita meluruskan sejarah bangsa kita secara jujur. Sebagai seorang yg memiliki jiwa keprajuritan yg tinggi apapun resikonya demi utk kepentingan Bangsa dn Negara kita tetap berjuang, seperti bait Lagu Hymne Taruna AKABRI yg pernah kita nyanyikan ( Biar badan hancur lebur, kita tetap kan bertempur………dst ),…….Semoga !!!

  2. Anonim said

    Adili panglima saat itu Wiranto “…

  3. Anonim said

    Kita orang Islam pilih Prabowo

  4. Anonim said

    kenapa kita mengambil resiko, bukankah sebaiknya kita memiliki presiden yg tidak ada isu melanggar ham

  5. Belajar pengalaman dari Suksesi Pilkada DKI Jakarta 2017 kemaren, kami setuju bpk Prabowo diusung kembali untuk jadi presiden RI 2019 – 2024 namun juga kami mengusulkan alangkah manisnya apabila parpol Gerindra beserta parpol koalisasinya segera sedini mungkin melahirkan (mempersiapkan) tokoh calon presiden lainnya untuk di Pilpres 2019 (maaf, bukan pesaing pak Prabowo). Ini untuk meningkatkan dukungan elektabilitas politik kpd parpol Gerindra beserta koalisinya. Percaya lah..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: