KabarNet

Aktual Tajam

Prabowo Lebih Sportif Jujur Dari Pada Jokowi

Posted by KabarNet pada 09/06/2014

MENYOAL CALON PRESIDEN,
PRABOWO SOSOK PEMIMPIN LEBIH SPORTIF JUJUR DARI PADA JOKOWI

Oleh : JJ Amstrong Sembiring
(Koordinator PBH Komparta Indonesia)

James W Burn dalam bukunya meraih Pulitzer Leadership, mengemukakan: ”salah satu kerinduan paling universal dalam zaman ini adalah kerinduan akan kepemimpinan yang memikat (compeling) dan kreatif. Para pemimpin raksasa telah melintas cakrawala budaya, politik dan intelektual kita. Sebagai pengikut, kita mencintai dan mengecam mereka. kita berbaris untuk mereka dan berperang melawan mereka. Kita mati demi mereka dan kita membunuh sebagian mereka.” Kita tak dapat mengabaikan mereka”, karena itu, pemerintahan harus bisa membangun dirinya menjadi pemerintahan yang memikat hati rakyat dan kreatif melahirkan kebijakan populis. Negeri ini telah begitu banyak melahirkan berjuta-juta wajah kemiskinan. Wajah kemiskinan yang bukan hanya sekadar pendapatan rendah. Namun juga wajah merefleksikan kondisi pendidikan, pelayanan publik dan kesehatan yang buruk, partisipasi budaya sangat rendah, akses informasi.

Berikut ketidak mampuan mengelola air untuk rakyat merupakan bagian dari Hak-Hak Asasi Manusia (HAM). Di Jakarta, tentang penyediaan air bersih terhadap rakyat sangat memprihatinkan, sejak pemerintahan dipegang oleh Gubernur Joko Widodo, kinerja Gubernur di bidang pemenuhan kebutuhan air bersih dinilai tidak relatif membaik. Joko Widodo tidak bisa melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap warganya. Oleh karena itu bagi Komparta Indonesia ada sepuluh alasan mengapa Joko Widodo tidak layak didukung sebagai Presiden untuk mengemban tugas RI-1. Politik air yang dikonstruksikan terhadap rakyat di Jakarta telah gagal alias omong doang (omdo), yakni sebagai berikut :

Pertama, belum berhasil dalam taraf re-negosiasi PAM Jaya dengan perusahaan mitra asing. Kedua, tidak berhasil menetapkan tarif ideal air minum. Ketiga, belum berhasil menambah jumlah titik tangki air di kelurahan sebagai sarana bantuan air bersih. Keempat, tidak berhasil meningkatkan tambahan sambungan baru pelanggan. Kelima, belum berhasil meningkatkan mutu pelayanan. Keenam, belum, berhasil mengurangi tingkat kebocoran air. Ketujuh, belum berhasil meningkatkan tingkat kecepatan menjawab keluhan masyarakat. Kedelapan, tidak pernah mengubah paradigma tentang air di Jakarta. Air bukanlah problem, namun menjadi solusi. Kesembilan, belum mewujudkan penduduk Jakarta terlayani air bersih lebih besar lagi dari waktu ke waktu. Kesepuluh, Kinerja operator kurang maksimal. Selama ini lembaga pengawasan dibentuk oleh mitra asing sehingga kurang terlihat indepensi dan objektivitasnya dalam menangani persoalan keluhan pelanggan terhadap pelayanan air bersih di Jakarta. Itulah kesepuluh alasan mengapa KOMPARTA Indonesia menilai kepemimpinannya tidak becus.

Modelitas kepemimpinan seperti itu jauh panggang dari api, sebab kita merindukan pemimpin bukan seperti demikian? Diskursus kepemimpinan memang sangat menarik sekali bak magnet, banyak orang berbicara tentang itu, seperti kata orang kepemimpinan itu adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan masih banyak lagi pemimpin-pemimpin dunia kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Bersikap Jujur Dan Ksatria
Belajar dari negara lain, di Amerika contohnya Obama. Melalui proses konvensi internal partai yang panjang, rakyat Amerika mengetahui siapa Obama. Mereka tahu bahwa dia melalui karier sebagai pengacara dengan reputasi yang bagus. Dari pengacara kemudian dia menjadi senator yang rekam jejaknya juga bagus. Bahkan dimana dia pernah sekolah, bagaimana prilaku dan apa saja aktivitasnya selama sekolah, semua diungkap ke public dan bias diakses oleh seluruh orang Amerika. Bahwa Obama pernah terlibat narkoba, itu dia akui. Dan, ternyata di mata orang Amerika, itu bukan masalah. Yang penting Obama mengakui itu dan tidak menutupinya. Bagi orang Amerika, Obama adalah orang yang jujur sehingga dia patut jadi pemimpin. Makanya, kalau kita mau pemimpin tidak instan maka ke depan sistem track record itu harus diterapkan dengan benar. Jadi, kalau ada seorang pengusaha yang maju menjadi calon kepala daerah, misalnya, harus diumumkan kepada masyarakat, si ini latarbelakangnya adalah pengusaha, usahanya dibidang ini. Ketika dia jadi pengusaha dia adalah pengusaha yang jujur, dia tidak pernah memanipulasi pajak, dia bukan pengemplang utang di bank, dia memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada karyawannya sehingga kalau karyawannya sakit tidak ada masalah. Begitu pula bila kandidatnya dari birokrat. Rekam jejaknya harus diungkap ke public dimana saja dia pernah berkarier, bagaimana perilakunya selama berkarier, apakah suka pungli, apa saja prsetasi yang pernah dia raih, dan lain-lain. (sumber : leadership-park.com, Juni 2014).

Intinya, semua mesti jelas! Kandidat pemimpin yang ingin dipilih oleh rakyat, harus jelas rekam jejaknya. . Segala kebaikan dan sukses, khususnya kejujurannya, dapat diketahui. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Harus jujur! Semua harus direkam dan disampaikan kepada masyarakat, sehingga pemilih tidak seperti membeli kucing dalam karung. Artinya lagi, apa yang telah diperbuat yang bersangkutan selama hidupnya harus disampaikan ke publik, kalau dia misalnya pernah terlibat korupsi atau pelanggaran HAM dan sebagainya sampaikan kepada publik, nanti publik yang menilai.

Patut juga diacungkan jempol, sebagaimana sikap ksatria sportif sudah dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi menyatakan bahwa bakal calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto. Menurutnya, kasus pelanggaran HAM itu sudah selesai pada masa lalu. “Bagi kami sudah selesai, tidak ada masalah. Tidak ada bukti apa pun. Untuk apa dia (Prabowo) menjelaskan ke luar, tidak perlu. Apa yang lalu itu belum cukup?” (sumber : kompas.com, Jumat, 9/5/2014).

Lain hal, masyarakat luas bertanya-tanya dengan sejuta pertanyaan dikepalanya apa benar Widodo alias Jokowi harus bertanggungjawab terkait pengadaan bus Transjakarta yang berujung korupsi. Sebagai gubernur DKI, Jokowi penanggungjawab pengadaan tersebut. Sebagaimana dilansir berbagai media “Penanggung jawab tertinggi anggaran adalah kepala daerah,”. Bahwa “Jokowi mengeluarkan surat untuk mengadakan barang, dan untuk melakukan itu dibuat PPK,” (sumber : jpnn.com, Senin, 02 Juni 2014 ).

Akhirnya, sekali lagi intinya semua mesti jelas! Belajarlah dari negara lain contohnya Obama ! Wassalam ! [KbrNet/Slm]

5 Tanggapan to “Prabowo Lebih Sportif Jujur Dari Pada Jokowi”

  1. ksatria_kencana said

    Jokowi sang penipu ulung yg pencitraanya sbg tokoh sederhana itu pernah nyewa Jet MEWAH lho gan 😦 naik bajaj kemarin mmg cm buat pencitraan doang 😛
    Cari muka gitu lho !
    Liat:
    Klik

    Dan selain itu,saat ini siwong kerempeng itu jg ogah tggl dirumah sederhana,maunya tinggal dirumah MEWAH juga.
    Sloganya yg sll berkoar bhw pejabat itu harus mau tinggal ditempat kumuh kini dia semakin terlihat MUNAFIK dan ndak bisa mikir :mrgreen: ha haa 😛

    Klik

  2. Anonim said

    gilaaaaa bener disini semua terbalik balik!!! pantes kalo pd terbelakang kasian Prabowo dpt pendukung yg salah! akhirnya kena imbas negatifnya ya Prabowo

  3. Anonymous said

    Aneh bin ajaib, ada yang ogah dukung Jokowow karena takut nanti tukar guling ‘si kafir’ bakal naik jabatan gantiin si Jokowow.

    Otomatis dukung Prabowow yang ‘islami’ dan didukung banyak partai Islam. Ganti menghujat Jokowow yang nasionalis sebagai antek cukong, antek kafir lah.

    Ga pernah tahu kalau ternyata Prabowow memiliki visi sejalan dengan Jokowow. Prabowow lah yang merekomendasikan Ahok ‘si kafir’ menjadi gubernur DKI. Menentang bunyi2 ‘ oknum mayoritas’ yang haram dipimpin oleh seorang ‘minoritas’.
    Pengakuan langsung Hashim Dj. Adik kandung Prabowow dan pengakuan langsung Prabowo di debat capres-cawapres segmen 3 di TVONE, MetroTV dan BloombergTV 09-06-2014.

    Hanya sayang ‘si kafir’ Ahok ga jadi gubernur, hanya jadi wakil gubernurnya si Jokowow.

    Jadi sama saja, Prabowow dan Jokowow sama2 menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Bukan cuma main haram-haram fanatik sempit. Alasan SARA hanya alasan orang bodoh. Kok yang disalahkan Jokowow???

    #sentilksatriakencanacs

  4. Anonim said

    bangke ni bloger tolol g. mata buta, otak idiot.

  5. Anonim said

    Lihat pada artikel kami yang terakhir tentang Jokowi sebagai Pelanggar HAM di bidang kebutuhan air bersih.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: