KabarNet

Aktual Tajam

Pengidap HIV/AIDS di Surabaya Capai 7.600 Orang

Posted by KabarNet pada 06/06/2014

Surabaya – KabarNet: Kota Surabaya, memiliki masalah serius terhadap penyakit menular seks HIV/AIDS, sebab data dinas kesehatan (Dinkes) mencatat angka pengidap HIV/AIDS di kota pahlawan pada 2014 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan jumlah Penderita HIV/AIDS di Kota Surabaya Terhitung sejak tahun 1999 hingga 2014, mencapai angka fantastis yaitu 7.600 orang. Pada tahun ini, ditemukan sebanyak 254 kasus. Sebagian besar penderita virus mematikan ini berasal dari lokalisasi Dolly dan Jarak. Angka pengidap HIV/AIDS tersebut, membuat kota yang dikenal memiliki tempat lokalisasi terbesar se Asia tenggara ini berada di peringkat pertama di Jawa Timur.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menunjukkan, dari total penderita HIV/AIDS di Surabaya, sebesar 40 persen berasal dari usia remaja atau usia produktif. Disusul ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 30 persen. Untuk remaja, sebagian besar disebabkan perilaku seksual yang menyimpang. Sedangkan untuk IRT, rata-rata diduga karena tertular dari suaminya.

“Kami temukan ada pelajar yang berusia 12 tahun sudah kena HIV. Untuk usia remaja di bawah 18 tahun, rata-rata karena perilaku seks bebas. Sementara yang usianya di atas 20 tahun, biasanya karena penggunaan jarum suntik,” ujar Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita, Jumat 6 Juni 2014.

Febri menambahkan, untuk menekan angka penyebaran virus HIV/AIDS, pihaknya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat. Pihaknya juga akan menguatkan moral dan mental dari penderita. Sebab, mengidap HIV/AIDS bukan akhir dari segalanya. Mereka masih tetap memiliki harapan hidup sama seperti manusia pada umumnya. “Jika ditanya tingkat penurunan jumlah penderita, memang cukup kecil. Tiap tahun penurunannya kurang dari 5 persen,” ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jatim menyatakan jumlah penderita HIV/AIDS selama rentang waktu tahun 2013 lalu mencapai 28.743 orang. Dengan perincian untuk jumlah HIV mencapai 20.030 orang dan penderita AIDS sebanyak 8.713.

Untuk angka kematian di tahun 2013 ini, diperkirakan sekitar 12 orang. Hal ini turun drastis dibandingkan tahun 2012 lalu yang mencapai 20 orang. Sedangkan penderita HIV/AIDS yang mati sejak tahun 1989 hingga 2013 sebanyak 152 orang.

Sebelumnya terkait meningkatnya pengidap HIV/AIDS, jumlah terbesar berasal dari lokalisasi Dolly. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menargetkan waktu penutupan Gang Dolly sebelum Ramadhan yang dilontarkannya pada akhir tahun lalu dan kembali ditegaskan pada April 2014. “Bulan puasa nanti, di Surabaya harus sudah tidak ada tempat seperti itu (lokalisasi), pokoknya kita dorong terus agar tepat waktu,” tegas Risma.

Agar program penutupan Dolly mulus dan tepat waktu, Risma berkoordinasi secara intens dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Dia mengakui menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu bukan perkara mudah lantaran harus memikirkan dampak dari segi ekonomis. Namun amat disayangkan rencana Tri Rismaharini tersebut mendapat tentangan keras dari wakilnya sendiri yaitu Ketua PDIP Surabaya, Wisnu Sakti Buana. Ia menyatakan tegas menolak penutupan tempat pelacuran lokalisasi Dolly pada 19 Juni mendatang.

Bahkan Wisnu memaparkan, bahwa penolakan tempat maksiat itu merupakan sikap resmi PDI-P dalam melihat realitas sosial prostitusi di Dolly. Ia meminta Pemkot Surabaya untuk mengkaji ulang waktu penutupan, karena menyangkut hajat orang banyak. “Soal Dolly adalah prinsip, karena menyangkut hajat orang banyak, maka sikap saya dan partai (PDIP) tegas agar pemkot Surabaya terlebih dahulu mengajak bicara warga kota Surabaya asli yang terdampak, karena PSK dan Mucikari disana seratus persen bukan warga kota Surabaya,” ucap Wisnu Sakti.

Kader PDIP 'Wisnu Sakti Buana' sang Pahlawan Dolly

Kader PDIP ‘Wisnu Sakti Buana’ sang Pahlawan Dolly

Wisnu juga menyatakan bahwa dirinya bersama kader partai akan siap berada dibarisan warga kota Surabaya sekitar lokalisasi gang Dolly yang terdampak, jika pemkot Surabaya memaksakan program penutupannya pada tanggal 19 Juni mendatang. “Ya kita lihat saja nanti, karena kami tidak akan tinggal diam, dan saya bersama kader PDIP akan berada disana bersama warga setempat,” tegasnya. [KbrNet/Slm/Sdo]

3 Tanggapan to “Pengidap HIV/AIDS di Surabaya Capai 7.600 Orang”

  1. saichu said

    Sudah gk usah di akomodasi demo yg melawan penutupan Doly. Doly harus tutup. Demi generasi muda warga surabaya..

  2. SHAVIQA ATHAYA KIRANI said

    wuiihhh…sereemmm astafirllah aladzhim….smoga saya & keluarga besar sy terhindar dr penyakit AIDS…Amien.

  3. deny said

    SblUm mnutup dolly sbaiknx mnutup dlu tmpt2 prostitusi yg kciL2 yg Αϑα d jatim.. Stelah tmpat yg kcil2 itu d bersihkn/ d tutup bru tmpat yg bsarnx..
    Soalnx kl tmpT yg bsarnx d tu2p dl mlah nntinx akan lari k tmpt2 yg kcil tkutnx tmbh mresahkn / mngganggu msyrkt sktr daerahnx msing.
    .

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: