KabarNet

Aktual Tajam

Surat Terbuka untuk Anies Baswedan

Posted by KabarNet pada 02/06/2014

Jakarta – KabarNet: Anies Baswedan telah bersikap dan menentukan pilihan setelah perjuangan politiknya kandas di Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Ia memilih bergabung dalam tim pemenangan capres dari PDI Perjuangan, Joko Widodo yang berpasangan dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar, M. Jusuf Kalla. Keputusannya ini pun menuai kritikan. Tak hanya di jejaring sosial, Anies juga menuai kritik dari kalangan alumni Universitas Paramadina. Lewat surat terbuka, alumni Universitas Paramadina mengingatkan Anies agar tetap bersikap netral dan fokus mengurus kampus.

Berikut petikan surat terbuka alumni Universitas Paramadina untuk rektornya, Anies Rasyid Baswedan seperti dirilis Rakyat Merdeka Online, Selasa 27 Mei 2014.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga Pak Rektor sehat dan dapat kembali fokus mengurus kampus. Dalam satu tahun terakhir, saya menyaksikan baik secara langsung maupun tidak keikutsertaan Mas Anies di Konvensi Capres Partai Demokrat (PD). Sayangnya hasil konvensi tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jangankan Mas Anies, Dahlan Iskan saja yang merupakan pemenang konvensi tidak bisa diajukan sebagai capres karena perolehan suara PD dalam pemilihan legislatif kemarin tidak signifikan.

Kini setelah konvensi berakhir, Mas Anies terlibat sebagai jurubicara pasangan capres-cawapres Jokowi-JK. Pilihan politik ini tentu hak pribadi Mas Anies. Sebagai seorang mahasiswa yang pernah menuntut ilmu di Universitas yang didirikan oleh (alm) Nurcholish Madjid (Cak Nur), saya hanya ingin mengingatkan bahwa anda adalah seorang rektor yang sepatutnya bersikap netral dan fokus mengurus kampus.

Posisi anda sebagai rektor di kampus Paramadina sangat melekat pada universitas. Anda tak bisa dipandang sebagai individu. Mas Anies adalah seorang rektor bukan politisi.

Saat masih kuliah, saya ingat betul, Mas Anies selalu menyatakan bahwa kampus harus steril dari kepentingan politik. Tapi kini dengan anda menjadi juru bicara, secara tidak sadar kampus sudah menjadi kepentingan politik tertentu.

Saran dari saya dan beberapa teman-teman yang lain adalah, anda lebih baik fokus menjalankan amanah sebagai rektor dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa, memperhatikan kesejahteraan karyawan serta menjadikan kampus Paramadina sebagai kampus yang bertaraf internasional (world class university) sebagimana tertuang dalam visi dan misi yang pernah anda sampaikan saat pelantikan dulu.

Jika anda sudah tidak sanggup mengemban amanah sebagai rektor dan lebih memilih sibuk dalam politik praktis, alangkah mulianya kalau anda segera meletakan jabatan sebagai rektor.

Dalam hal ini penting saya ingatkan kembali sikap Cak Nur saat memasuki politik praktis. Cak Nur adalah seorang tokoh besar baik sebagai cendikiawan maupun tokoh bangsa. Karena kebesarannya itu, beliau tidak pernah membawa nama Universitas Paramadina yang didirikannya ketika terlibat dalam perhelatan politik praktis. Cak Nur mengerti dengan benar bahwa pendidikan jangan didekatkan dengan hiruk pikuk politik yang akan membuatnya tidak independen.
Sebagai rektor di universitas yang didirikan oleh Cak Nur ini, anda sepatutnya meniru kebesaran sosok Cak Nur seperti yang saya sebutkan di atas.

Mari bersama kita kembali kepada raison d’etre universitas, yaitu organisasi manusia yang memiliki aktifitas akademik, tempat bertemunya kaum intelektual dalam rangka mencari kebenaran melalui berbagai bentuk riset dan sekaligus sebagai tempat mengembangkan kapasitas diri melalui disiplin yang diyakini oleh masing-masing insan akademis, serta tempat meeting of minds yang dilandasi oleh kesadaran moral dan spiritual yang sangat tinggi.

Demikian surat ini disampaikan karena saking cintanya kami terhadap kampus, terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Hormat

Ali Rasyid
Alumni Universitas Paramadina
Pernah Menjabat sebagai Menteri Luar Negeri
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Paramadina

[KbrNet/RakyatMerdeka]

8 Tanggapan to “Surat Terbuka untuk Anies Baswedan”

  1. Anonim said

    Anak buah surya Paloh.. Maklum sering ada di metrotv……..

  2. Adji said

    ternyata anies ini sudah besar kepala dan terlihat jelas punya ambisi…

  3. Anonim said

    Setiap orang punya pilihan. Selama tidak menggunakan kekuasaannya untuk mempengaruhi hak politik orang lain itu sah sah saja. Saya paham media ini adalah media milik seseorang yang pro salah satu calon Presiden. Tapi karena ini cuma Blog, ya ga apa-apa. Karena kalau media massa, sudah pasti ini bukan wartawan yang nulis. Kalau wartawan nga mungkin kualitas tulisannya seperti ini.

  4. Anonim said

    aneh juga ya apa ga ngerti undang-undang kali! kan jelas bahwa setiap WNI dijamin kebebasannya untuk memilih/memberi suara! makin lama ini admin makin ga jelas juntrungannya jd bikin yg ga ngerti tambah bodoh! mubazir woooiiii

  5. Anonim said

    Kasihan deh lho, pengen jd mentri yaaaa,,,,,,,

  6. ANIES BASWEDAN SEBUT BLUSUKAN JOKOWI CUMA PENCITRAAN

    Merdeka.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) dikenal dengan gaya blusukannya. Sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi lebih banyak blusukan ketimbang berada di dalam kantor.

    Peserta Konvensi Partai Demokrat Anies Baswedan menilai, blusukan Jokowi merupakan pencitraan. Sebab, blusukan sifatnya hanya sekadar mendengarkan keluhan masyarakat tanpa memberikan solusi.

    “Saya gak mau pencitraan dengan blusukan. Bukan cuma mendengarkan tapi mengajak berubah. Blusukan itu hanya nonton masyarakat. Hanya hadir lalu kesannya sudah melakukan,” ujar Anies di Jakarta, Kamis (19/12/2013).

    http://www.merdeka.com/politik/anies-baswedan-sebut-blusukan-jokowi-cuma-pencitraan.html

  7. jaka said

    anies jilat ludahnya sendiri

  8. Richard Kristiadi said

    Ternyata anies cume segitu, gak beda dengan jokowi – moral dan mentalnya – banyak orang kecele – memang begitulah tipe arab yang pintar omong – tapi kosong.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: