KabarNet

Aktual Tajam

Ketua MUI: PDIP adalah Musuh Islam & Musuh Umat Islam!

Posted by KabarNet pada 01/06/2014

Jakarta – KabarNet: Tindakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menginstruksikan kader-kadernya memata-matai para khatib Jumat untuk memantau kemungkinan adanya “kampanye hitam” di dalam masjid menuai gelombang kecaman dari berbagai pihak.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Ridwan melontarkan pernyataan keras sebagai respon atas tindakan PDIP tersebut. “Dan umat supaya sadar bahwa partai yang memata-matai khatib (PDIP, red.) adalah musuh Islam dan musuh umat Islam,” tegas Kiai Cholil seperti dikutip Suara Islam Online, Jumat (30/5/2014).

Pernyataan Ketua MUI, Kiai Cholil Ridwan tersebut meski tak secara eksplisit menyebut ‘PDIP’, namun dari konteks kasus yang sedang dikomentarinya menjadi jelas bagi siapapun bahwa yang dimaksud dalam kalimat “partai yang memata-matai khatib adalah musuh Islam dan musuh umat Islam” adalah PDIP. Karena saat ini tak ada partai selain PDIP yang memerintahkan kader-kadernya untuk memata-matai para khatib.

Ketua MUI Pusat, KH Cholil Ridwan

Sikap PDIP yang mau menjalankan aksi intelijen terhadap masjid-masjid tersebut dinilai Kiai Cholil sebagai warisan orde lama dan orde baru untuk mengembalikan Indonesia ke era otoriter, dimana saat itu khatib di masjid selalu diawasi dan bahkan harus mendapat persetujuan pihak keamanan. Ia menegaskan, bahwa kelompok yang memata-matai khatib adalah musuh Islam.

Ia menghimbau agar umat Islam tidak memilih calon presiden dari partai yang memusuhi umat Islam. “Oleh karena itu jangan pilih capresnya (Jokowi, red.). Pilihlah capres yang didukung oleh empat partai Islam,” pesan Kiai Cholil.

.

Ketua MUI, KH Amidhan Saberah

Dari lembaga yang sama, Ketua MUI, KH Amidhan Saberah mengatakan, aksi mata-mata dan pengawasan yang dilakukan oleh kader-kader PDIP terhadap para khatib di masjid, sebagai tindakan yang sangat melukai perasaan umat Islam. “Pengawasan itu sangat melukai umat Islam, sejak kapan mereka menjadi polisi agama?” kata Amidhan di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Jika polisi agama, sambung dia, wajar jika adanya pengawasan terhadap masjid. “Sama seperti zaman penjajahan, bicara politik langsung dilaporkan ke polisi.”

Menurut Amidhan, hal biasa kalau soal bicara politik di masjid, yang tidak boleh adalah kampanye mengajak salah satu pasangan capres dan cawapres. “Mengapa pengawasan hanya dilakukan di masjid, sedangkan gereja, pura, vihara dan lainnya tidak?” kata dia lagi.

Kiai Amidhan menambahkan, tidak adil jika umat Islam mendapat perlakuan seperti itu. Lagi pula, para khatib yang memberi khutbah di masjid sudah sangat tahu mengenai batasan untuk tidak berkampanye.

Berita tentang sikap PDIP yang terkesan sangat tidak bersahabat dengan umat Islam ini bermula dari pernyataan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai PDIP Jakarta Timur, William Yani, yang menginstruksikan kader-kader partai dan pendukung Jokowi untuk memantau atau memata-matai para khatib saat menyampaikan khutbah Jum’at.

Lewat akun resmi berita PDIP di twitter @news_pdip, pada Kamis, (29/5/2014), William Yani yang juga anggota DPRD DKI Jakarta ini menginstruksikan kepada kader dan pendukung Jokowi pada saat Sholat Jum’at untuk memantau para penceramah.

Tidak hanya itu, William Yani yang seorang Kristiani ini meminta para pendukung Jokowi membawa alat perekam saat ceramah sholat Jum’at berlangsung.

Sikap PDIP yang mau menjalankan aksi intelijen terhadap masjid-masjid tersebut dianggap mengembalikan Indonesia di era otoriter, dimana saat itu khotib di masjid selalu diawasi dan bahkan harus mendapat persetujuan pihak keamanan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Daulay mengatakan, tindakan pengawasan masjid ini akan menimbulkan kesan adanya fregmentasi sosial di tengah-tengah masyarakat. “Selain itu, bisa juga menimbulkan kesan seolah-olah para khatib selama ini dijadikan sebagai agen politik dari suatu kepentingan politik tertentu. Padahal, fungsi masjid adalah tempat suci dimana orang berupaya mendekatkan diri pada sang pencipta. Saya khawatir, ini bisa dilihat masyarakat sebagai upaya pengembalian rezim otoriter dengan masuknya intervensi ke rumah-rumah ibadah” kata Saleh di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Anggota Tim Sukses Jokowi-JK Eva Kusuma Sundari tidak menampik itu. Politisi liberal itu mengatakan, memang kader-kader PDIP yang muslim diminta untuk melakukan aksi intelijen terhadap masjid-masjid.

Pihaknya melakukan pengawasan terhadap masjid-masjid, karena dikhawatirkan menjadi tempat terjadinya kampanye hitam. “Karena memang serangan kepada Jokowi-JK di masjid-masjid sangat intensif,” kata Eva seperti dikutip RMOL, Jumat (30/5/2014). [KbrNet/Suara-Islam/RMOL/adl]

Berita Terpopuler 24 Jam:

KLIK DISINI ══► Bohong Lagi, Jokowi-JK Catut Nama Kiai-kiai NU

KLIK DISINI ══► Jokowi-JK Akan Hapuskan Perda Syariat Islam

382 Tanggapan to “Ketua MUI: PDIP adalah Musuh Islam & Musuh Umat Islam!”

  1. Anonim said

    bukan masalah musuh Islam klo khotbah jangan bicara politik bisa membuat orang2 jadi teroris

  2. Yonar said

    Sallam gigit jarii…&$@&)(@&&&

  3. bhaskara said

    sebaiknya jangan di komen dulu ke publik ,panggil saja William Yani yang awal mengoceh akan memata mati para khatib jumat

  4. agus said

    Masih ada yang komen?? Inikan tulisan jaman pilpres 2014

  5. iqbal said

    Jangan kamu musuhi kaum mu sendiri. Apakah terdapat penyimpangan syariat kah? Hati2 kalu berbicara. Hati2 kalau membuat berita dan hati2 bisa jadi fitnah.

  6. Anonim said

    Lucu beritanya, ga disebutin secara eksplisit tapi disimpulin sendiri,

  7. Udah ga jaman milih partaix mak lampir ,yg islam ktp

  8. Anonim said

    😭

  9. Anonim said

    Dongok kok gak abis-abis y?😭

  10. pdip tidak salah, karena ajaran radikal memang harus dibasmi dari bumi pertiwi indonesia. Radikalisme tidak ada tempat di negara ini, karena radikalisme anti tesis dari agama. Radikalisme tidak menghargai perbedaan, damai dan keharmonisan, sementara tujuan setiap agama adalah membela perdamaian, keharmonisan, dan perbedaan. Hidup pdip.

  11. Anonim said

    Eallllah….. Apapun …namanya politik itu bangkai …apa lagi bawa kyai….TOL JGN JUAL UMAT KLO KYAI INGIN UANG…..SAYA JUG NDAK MUNAFIK..SIAPA SIH YG TAK INGIN. UANG…TP KARNA UANG MBOK YO JGN JUAL UMAT…AGAR UMAT TIDAK BINGUNG. ENTAH KAMU PAKEK DALIL APA…. AGAR AMBISI/NAFSUMU TERCAPAI.KLO ALLOH SWT. TDAK RIDHO… KEBUSUKANMU…SIA SIA..INGAT…LAH…..AQ ORANG JALANAN BERHARAP JGN GUNAKAN FALIL UNTUK NGELABUI RAKYAT BODOH KAYAK SAYA..
    KARNA PERTANGGUNGANMU DUNIA AKHERAT MESKIPUN KAMU PUNYA DO.A PELEBUR DOSA SEKALIPUN..

  12. Anonim said

    Kyai kok otaknya picik…

  13. Anonim said

    INGAT….KURSIMU ITU TERBUAT DARI JATI……(JASADMU AKAN MATI)…DAN KURSIMU TAK AKAN TERBAWA MATI..
    DUDUK DI KURSI BUKAN UNTUK MENDHOLIMI
    KURSIMU BUKAN JAMINAN HIDUP ABADI
    KURSIMU AKAN KAMU PERTANGGUNG JAWABKAN DIKALATI

  14. Haii ….orng2 pinter jangan adu domba kami orang awam yg butuh kepastian

  15. Haii ….orng2 pinter jangan adu domba kami orang awam yg butuh kepastian

  16. Anonim said

    Yg bersangkutan saja ponis jngan partainya,, mknya berwawasan luas pak

  17. epi.yudistira said

    Tapi jangan bicara keseluruhan pdip dong harusnya ketua MUI konfirmasi duli ke DPP jngan asal nyebit pdip musuh islam tanpa di sadari ketua MUI udah jadi provokator harusnya sebagai ulama besar di saring dulu jngan.jngan malah menyalakan api low anggota pdip seluruh indonesia tidak trima itu akan menjadi mslah besar.harusnya ulama besar harus bisa mengayomi jngan menimbulkan permasalahan.jadi tolong ketua MUI harus menarik kembali ucapanya dan datang ke DPP.PDI.P.

  18. Anonim said

    Saat ini sudah terbuktikan biang kerok bermunculannya Antek2 dan generasi muda PKI sumbernya dari sana dan sebagai dalang menyusupkan pergerakan PKI ke dalam parlemen juga dari sana.

  19. Orang said

    Memang yang melakukan itu kader2 dari PDIP jadi bagaimana mengatakan bukan PDIP

  20. Anonim said

    Posting di atas juga sudah termasuk kam panne hitam

  21. harbyefgunata said

    Berita tahun baholak msh dipajang. Udah 2016, bukan 2014 lg coy

  22. Anonim said

    Yang penting para kyai/ustadz dalam khotbah tidak memprovokasi/menghasut tapi mengajarkan kebenaran/kebaikan bagi umat manusia ya tak perlu takut….

  23. TABAYUN…,TABAYUN …TABAYUN… Di Solo walikota yg non muslim selalu mengikuti pengajian dzikir dan sholawat yg diadakan aswaja

  24. Anonim said

    Sama aja knp pdip tdk memilah masjid mana khotib siapa jd tdk ketua mui sbgi pemimpin umat islam sgt wajar klo beliau membela umat dan agamax maju trs kami siap mendukung

  25. Jurinda said

    Ya benar harys tabayun jangan mengedepankan emosi, kita adalah bangsa yg besar

  26. irwan.m.y said

    inilah dia yg dibilang manusia enggak punya otak…..ketua MUI kan kelompok ulama…..ulama koq ngomongnya ngomongin politik……politik itu urusannya politikus…..buktikan secara hukum kalau memang iya PDIP itu musuh islam…..apa sia enggak tahu kalau di PDIP itu juga sebagian besar anggotanya muslim….tua enggak bisa jadi panutan inilah dia orangnya…..sama saja dengan ketua MUI ditempatku……enggak ada otak……seolah olah dialah yang menjaga titi shirotol mustaqim……dasar manusia kampret…….preeeettttt…..

  27. Anonim said

    liat berita tuuh banyak kader PDI yg bermasalah. Kenapa tetep kalian pilih ??? mikiiir….

  28. Anonim said

    ISLAM TDK PUNYA MUSUH…KLO PUNYA MUSUH BERARTI LU BKAN ISLAM…

  29. Anonim said

    Yg percya berita ini sm bdoh kyak yg punya berita,,,,justru kamu yg yebarin beri musuh yg hrs d brantas dri negeri ini

  30. Anonim said

    Saya mendengar sediri sewaktu khotbah jum’at khatibnya bilang ….Hati2 tahun 2017 jangan memilih pemimpin kafir……bukannya kalian membina para khatib2 malah menyalahkan orang lain……jenggot aja dipanjangin ……..

  31. Camar said

    Jariku mana…? Saya mau gigit.

  32. Zainal kumbu said

    Islam harus bersatu… Ini tak terlepas dri kita smua yg tlah memilih pemimpin laknat ini… Jujur saya g milih ini. Tpi saudara” lain… Terlepas dri berita kcurangan yg d lakuin..dari dahulu saya sudah tidak ykin akan kpemimpinan ini… Yg nyata” menjelekan klu ini itg mmpin bisa hancur negri ini,giliran d ajak jadi wakil eh kpincut… Yg suka jilat air ludah sendiri

  33. Anonim said

    PERLU DI KETAHUI BAHWA ISLAM ITU AGAMA YG URUSAN NYA MELIPUTI SEMUA ASPEK KEHIDUPAN JADI BAGI YG MASIH BEGO JANGAN ASAL NGOCEH DAN SEKALI LAGI SAYA TEGASKAN BAHWA ISLAM MENGAJARKAN SEMUA ASPEK KEHIDUPAN TIDAK TERKECUALI POLITIK

  34. Adi said

    Terserah orang mw menganggap PDIP apa lah yg penting presiden jokowi dan ahok yg difitnah ini itu ini itu membawa bnyk perubahan bagi indonesia dan jakarta pun bnyk perubahan,ga usah diberi contoh,orang yg merasa diri ny waras pasti tw tentang perubahan indonesia apa lg jakarta.
    Hehehe
    Salam damai
    Cuma sekedar komentar aja yah
    Jangan marah

  35. @labalabax said

    Bro..ini artikel kadaluarsa..jgn diungkit2 lagi..bisa menimnulkan gejolak…yg kampanye hitam siapa..payah nih org yg memuat artikel ini dari tahun 2014….

  36. imamsujono said

    seharusnya ini gk perlu di tayangkan lagi,kan kita tinggal mbuktiin saja…apa bener yg mereka lakukan sekarang, perlu waktu .semoga tidak ada apa apa ,tenang broo.

  37. Susanto said

    Hhhhh ternyata lucu juga

  38. Anonim said

    Sudah tk jman lg mata matain sekarang jaman terbuk m,tk akan indonesia islam terbesar dunia hrus kalah trus,,, ayool para khotbah jumat beritakan yg haq jgn takut2 ,,,agar umat sadar,

  39. Anonim said

    Trus berjuang

  40. Anonim said

    Kasihan seorang pemimpin tidak memahami islam . umat islam itu hanya takut sama alloh pekerjaan yg sia sia mematamatai khatib sejarah sudah membuktikan bagai mana negri ini terbentuk.bukan dipikrkan bagaimana mencerdaskan generasi muda agar generasi kedepan bisa lepas dari kebodohan dan kemiskinan ketertinggalan dari bangsa lain.masa seorang kepala negara bangga kirim tkw bukan kirim pelajar banyak banyak keluar negri agar negri ini maju punya harga diri di mata negara lain.jika para pendiri bangasa ini masih ada akan menangis melihat generasi penerus yg tidak peduli dg nasib bangsa yg diperjuangkan mati mati an. Pemimpin yg bisa di atur oleh pemodal .menjadi negri yg tak punya hanya harga diri

  41. Insan said

    Kasihan seorang pemimpin tidak memahami islam . umat islam itu hanya takut sama alloh pekerjaan yg sia sia mematamatai khatib sejarah sudah membuktikan bagai mana negri ini terbentuk.bukan dipikrkan bagaimana mencerdaskan generasi muda agar generasi kedepan bisa lepas dari kebodohan dan kemiskinan ketertinggalan dari bangsa lain.masa seorang kepala negara bangga kirim tkw bukan kirim pelajar banyak banyak keluar negri agar negri ini maju punya harga diri di mata negara lain.jika para pendiri bangasa ini masih ada akan menangis melihat generasi penerus yg tidak peduli dg nasib bangsa yg diperjuangkan mati mati an. Pemimpin yg bisa di atur oleh pemodal .menjadi negri yg tak punya hanya harga diri

  42. Arief Mufroddin said

    Kenapa harus pada takut??? Ingatlah sepandai pandai tipu daya syaitan lebih pandai tipu daya Allah……., biarkanlah apa maunya yang terpenting benahi dan tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah untuk seluruh umat Islam…, melihat karena sesungguhnyalah Allah Yang Maha Melihat, mendengar sesungguhnya hanya Allah Yang Maha Mendengar……, kenapa harus takut…., takutlah hanya kepada Allah SWT….., tiada yang abadi di dunia semua milik NYA dan akan kembali kepada NYA.., rencana Allah lebih baik daripada rencana hamba hamba NYA.

  43. Khutbah bawa politik boleh kah? heeee tapi gua stuju aja sih yang penting indonesia bisa makmur

  44. esa said

    sy akan pilih presiden yg tdk korupsi, yg tdk mau diajak kompromi. partai islam maupun bukan kalo msh saja koropsi dan kompromi tdk akan sy pilih.

  45. Anonim said

    orang skrg udh pinter2 percuma ulama ngoceh begitu, basi udh ga laku lagi.

  46. Anonim said

    Bersatulah umat islam!Jangab percaya berita dari mulut kotor.Filter pakai iman dan akal serta nalar.Muslim WOLES!Sabaarrr!

  47. tahun 1989 mengusulkan akan menghapus pendidikan agama dalam kurikulum pendidikan nasional, bersyukur golkar dan P3 tidak setuju. Tahun 2014 mendagri mengusulkan menghapus identitas agama dalam KTP, tthn 2016 menghapus Perda berbaSIS ISLAMI, memata-matai khatib. Harga melambung, rupiah anjlok, tenaga kerja bodong dari China membludak, PKI berani eksis kembali, sampei urusan PSSI rusak. Fenomena apa ini? Apakah ini indikator keberhasilan Nawa Cita?

  48. Anonim said

    Assalamamulaikum kalian jangan saling emusional sadarkanlah hti kalian siapąun jadi presiden muda2han dia baik 1dia islam
    melaksanakan perintah allah memimpin negara dengan baik takut pada allah dan menjauhi larangan y menyayangi faqir miskin dan anak yatim.yaa Allah berilah kmi pemimpin yg berbakti kepadamu ya allah yang selalu memuliakan agamamu dan rosulmu serta kitabmu al qur an ya allah dan sadarkanlah mereka ya allah yang memusuhi agamamu amein ya rob

  49. Anonim said

    Pki

  50. suyama putra said

    Majelis ulama indonesia.. atau majelis ualamak indonesia??? Semua aja jadikan musuh bro,, ini indonesia bukan arab,, indonesia bukan negara islam, indonesia multi kultural,, tidak mementingkan satu paham saja,, jgn membuat aspirasi yg menimbulkan kontroversi,,
    Pemerintahan jokowi adalah awal pemerintahan yang cerdas👍👍👍👍👍👍

  51. Sabre jamarin Abdulah said

    Kalau itu yg terjadi sungguh – Sungguh
    apalagi atas Instruksi Organisasi … Tak usah Gamang … !!! .
    Dari Atas Langit Rajam akan Meretasnya …
    ….Salam Wass .

  52. pakancil said

    kadaluarsa…

  53. pakancil said

    verifikasi coba.. berupa media klo bisa yang tidak bisa diedit

  54. Nur Arofah said

    cerdas doyan ngutang

  55. MEMILIH PEMIMPIN BAGI UMAT ISLAM ADALAH BAGIAN YANG BERDIRI TEGAK LURUS (ITEGRAL) DARI KEIMANAN ISLAM SEHINGGA SIAPAPUN TIDAK BOLEH MENCAMPURINYA.

  56. Anonim said

    jadilah rakyat yg bijak,
    telusuri, ,cari,,sumber yg bisa d percayai
    jgn mudah terpancing emosi
    dari sumber berita yg blum pasti
    90% berita media masa adalah hoax, palsu brow

  57. Anonim said

    Gkgkgkgkgkgkgkgkgkgkgkgkgkggkkgkg

  58. Sutiman said

    Cermin Kekhawatiran Jokowi tdk akan terpilih lagi….!.Sebenarnya Masyarakat sudah dengan terang benderang melihat kegagalan jokowi- JK memimpin RI, tinggal masyarakatnya saja mau ngga suaranya dibeli dengan sebungkus nasi.?

  59. yidden muhares said

    T E P A T

  60. Anonim said

    Harusnya komen2 nya disaring Pak. Kayak detik.com… disana komen2 yg baik2 ttg Islam di blok. Termasuk komen yg membongkar fakta kejelekan Ahok. Jangan harap bisa ditampilin.
    Nah, Bapak buat kebalikannya.

  61. Rismanto said

    Ini neo orba sy ingat betul dulu jaman orba khatib2..di awasi setiap ceramah..ya inilah jadinya klo umat islam ga betsatu jadi mudah di pecah-belah..padahal islam Agama mayoritas di indonesia tapi di perlakukan sangat tidak adil..
    Hayo bangun wahai umat muslim masuklah islsm secara kafah..janganlah memilih pemimpin non muslim..ini perintah Allah Subhanahu wata’ala..

  62. Anonim said

    Berita thn 2014 buat apa ditanggapi sdh kadaluarsa

  63. Anonim said

    Belum tentu hatimu se baik Gelar kyai mu ..ini bukan lagi saman batu

  64. Seri E G said

    KEHILANGAN KEBHINEKAAN AKIBAT KEPENTINGAN GOLONGAN

    Hangatnya Pilgub DKI saat ini menarik perhatian seluruh warga tanah air ini. Kenapa bisa ya? Ini semua karena seorang sosok Ahok yang tegas dan disiplin serta punya hati mau membangun wilayah DKI JAKARTA sebagai ibu kota Negara ini.

    Semua elit partai politik dan mantan petinggi Negara ambil bagian untuk menandingin Ahok memperebut kursi DKI 1. Dengan berbagai motif dan isu yang dilemparkan untuk menjatuhkan calon pertahanan Basuki-Djarot yang diusung oleh partai PDIP,GOLKAR,NASDEM DAN HANURA.

    Yang sangat disayangkan adalah melemparkan isu SARA ditengah warga serta mengkaitkan Agama di panggung politik hanya demi menjatuhkan pasangan Basuki – Djarot. Hal ini tidak tanggung tanggung yang melakukannya adalah mantan pentinggi negara. Yang menjadi pertanyaan, apakah ideologi negara ini hampir dilupakan atau sudah pudar maknanya? Atau yang melontarkan isu SARA tidak mengetahui apa itu arti BHIHNEKA TUNGGAL IKA? Serta UUD 1945 masihkah berlaku tentang kesamaan kedudukan warga yang ada di indonesia ini?
    Ataukah hanya demi kepentingan segelintir orang saja menghalalkan segala cara dan melupakan DASAR DASAR NEGARA INI?

    Indonesia milik kita bersama dari sabang sampai meraoke. Inilah keunikan Indonesia yang mempunyai ragam budaya, agama dan etnis lainya, tetapi selalu dipersatukan oleh bahasa indonesia, lambang negara, ideologi negara. Inilah yang seharusnya kita syukuri.

    Jangan hanya oleh ambisi semata rasa kebhinekaan ini bisa sirna begitu saja.

    Mari bergandeng tangan untuk membangun bangsa ini, jangan memberi contoh yang kurang baik bagi para generasi penerus bangsa ini. Politikus Senayan dan DKI merupakan public figur yang selalu diperhatikan oleh banyak orang di tanah air ini. Sebaiknya memberi kesan yang baik dan tepat untuk semua warga.

    Indonesia milik kita bersama…

    By: Seri Eksotis Gulo

  65. Seri E G said

    KEHILANGAN KEBHINEKAAN AKIBAT KEPENTINGAN GOLONGAN

    Hangatnya Pilgub DKI saat ini menarik perhatian seluruh warga tanah air ini. Kenapa bisa ya? Ini semua karena seorang sosok Ahok yang tegas dan disiplin serta punya hati mau membangun wilayah DKI JAKARTA sebagai ibu kota Negara ini.

    Semua elit partai politik dan mantan petinggi Negara ambil bagian untuk menandingin Ahok memperebut kursi DKI 1. Dengan berbagai motif dan isu yang dilemparkan untuk menjatuhkan calon pertahanan Basuki-Djarot yang diusung oleh partai PDIP,GOLKAR,NASDEM DAN HANURA.

    Yang sangat disayangkan adalah melemparkan isu SARA ditengah warga serta mengkaitkan Agama di panggung politik hanya demi menjatuhkan pasangan Basuki – Djarot. Hal ini tidak tanggung tanggung yang melakukannya adalah mantan pentinggi negara. Yang menjadi pertanyaan, apakah ideologi negara ini hampir dilupakan atau sudah pudar maknanya? Atau yang melontarkan isu SARA tidak mengetahui apa itu arti BHIHNEKA TUNGGAL IKA? Serta UUD 1945 masihkah berlaku tentang kesamaan kedudukan warga yang ada di indonesia ini?
    Ataukah hanya demi kepentingan segelintir orang saja menghalalkan segala cara dan melupakan DASAR DASAR NEGARA INI?

    Indonesia milik kita bersama dari sabang sampai meraoke. Inilah keunikan Indonesia yang mempunyai ragam budaya, agama dan etnis lainya, tetapi selalu dipersatukan oleh bahasa indonesia, lambang negara, ideologi negara. Inilah yang seharusnya kita syukuri.

    Jangan hanya oleh ambisi semata rasa kebhinekaan ini bisa sirna begitu saja.

    Mari bergandeng tangan untuk membangun bangsa ini, jangan memberi contoh yang kurang baik bagi para generasi penerus bangsa ini. Politikus Senayan dan DKI merupakan public figur yang selalu diperhatikan oleh banyak orang di tanah air ini. Sebaiknya memberi kesan yang baik dan tepat untuk semua warga.

    Indonesia milik kita bersama…

    By: Seri Eksotis Gulo

  66. Seri E G said

    KEHILANGAN KEBHINEKAAN AKIBAT KEPENTINGAN GOLONGAN

    Hangatnya Pilgub DKI saat ini menarik perhatian seluruh warga tanah air ini. Kenapa bisa ya? Ini semua karena seorang sosok Ahok yang tegas dan disiplin serta punya hati mau membangun wilayah DKI JAKARTA sebagai ibu kota Negara ini.

    Semua elit partai politik dan mantan petinggi Negara ambil bagian untuk menandingin Ahok memperebut kursi DKI 1. Dengan berbagai motif dan isu yang dilemparkan untuk menjatuhkan calon pertahanan Basuki-Djarot yang diusung oleh partai PDIP,GOLKAR,NASDEM DAN HANURA.

    Yang sangat disayangkan adalah melemparkan isu SARA ditengah warga serta mengkaitkan Agama di panggung politik hanya demi menjatuhkan pasangan Basuki – Djarot. Hal ini tidak tanggung tanggung yang melakukannya adalah mantan pentinggi negara. Yang menjadi pertanyaan, apakah ideologi negara ini hampir dilupakan atau sudah pudar maknanya? Atau yang melontarkan isu SARA tidak mengetahui apa itu arti BHIHNEKA TUNGGAL IKA? Serta UUD 1945 masihkah berlaku tentang kesamaan kedudukan warga yang ada di indonesia ini?
    Ataukah hanya demi kepentingan segelintir orang saja menghalalkan segala cara dan melupakan DASAR DASAR NEGARA INI?

    Indonesia milik kita bersama dari sabang sampai meraoke. Inilah keunikan Indonesia yang mempunyai ragam budaya, agama dan etnis lainya, tetapi selalu dipersatukan oleh bahasa indonesia, lambang negara, ideologi negara. Inilah yang seharusnya kita syukuri.

    Jangan hanya oleh ambisi semata rasa kebhinekaan ini bisa sirna begitu saja.

    Mari bergandeng tangan untuk membangun bangsa ini, jangan memberi contoh yang kurang baik bagi para generasi penerus bangsa ini. Politikus Senayan dan DKI merupakan public figur yang selalu diperhatikan oleh banyak orang di tanah air ini. Sebaiknya memberi kesan yang baik dan tepat untuk semua warga.

    Indonesia milik kita bersama…

    By: Seri Eksotis Gulo

  67. Anonim said

    Karena banyak khotib banyak ustad yg mencampur aduk politik dan agama ini fakta sp tokoh sekaliber Amin Rais tidak perduli dengan larangan agar tidak kampanye dimasjid…. kapan pernah MUI menertibkan ustad khotib yg melanggar larangan itu….. karenanya perlu dicermati agar masjid tidak dijadikan ajang kampanye untuk mengejek menjelekkan dan mefitnah lawan politik….. Cobalah tokoh tokoh islam itu sedikit jujur kanapa. . agar negeri ini tenteram aman dan damai

  68. Brotoseno said

    Hoax……..
    Bikin berita koq ngawur, kalau bikin berita itu yang masuk akal, saya yakin orang terpelajar dan berwawasan tidak akan mudah terprovokasi, Merdeka !!!!!

  69. Anonim said

    woy munafik klian smua ke pemimpinan jgn di bwak2 ke agama…rassul aj g ngelarang tu….seorang pemimpin kristen yg penting dia tu amanah dr pd islam tp korup itu la yg klian bangga2 kan klu buat islam korup apa namany tu pak mui….urusan pahala dan dosa tu urusan allah bukan urusan klian…siapapun pemimpin ny yg penting dia g korup…dan dia tu amana wassalam pak mui

  70. maxhendraw said

    Rapopo emang apa masalahnye ?

  71. Haris said

    Alhamdulillah Akhirnya Organisasi Intelktual Islam ini sadar. Pada suatu masa pernah Ketua NU menjadi Calon wakil Presiden dari Partai INI. Sadarlah Sekarang. Tobatlah……….. Anjurkan agar Ormas Islam Seperti itu, tidak lagi Mengekor Partai Seperti ini. Dalam segala Aspeknya. Kita sedang merasakan Pertemtangan karena Beberapa Ormas Islam dan partai Islam…. cenderung menuruti Syahwat kekuasaan. Bukan Kemaslahatan Umat.

  72. Anonim said

    Imam orang islam adalah orang islam menghormati sesama agama dan bertoleransi wajib hukumnya tapi pemimpin umat islam harus umat islam, begitu juga dengan agama lain akan berpikir begitu juga. selamat berdemokrasi .

  73. ibnu rahman sanjaya said

    Ini berita dua tahun lalu. Hati-hati dgn orang yg berniat memecah belah bangsa ini.

  74. syams bustomi said

    heee….aku lebih suka preventif trhdp sst yg mengganggu keutuhan agama drpd keutuhan partai yg nota bene trgantung kpd ahlaq pimpinan nya…

  75. hmiqbal said

    Yang harus di pantau juga gereja, vihara, kuil, kelenteng mareka juga kampanye hitam

  76. Garut swj said

    Udh jngn bnyk bicara gk ada gunanya tunggu ajj selnjut nya mna ada org org munapik ngku tuh yng komen cmn imbox doang omng kosong bro sorry ya,

  77. Anonim said

    Udh pkir baik2,jngn bicara mulut doang kl bicara msukin ke hati enk apa gk nya jngn salh2 in org pkir ajj dry kmu manusia ada hilp nya bukan malaikat jga tu jngn bicara agama sy sbgy org islm

  78. Anonim said

    Whahahahahaha, anggota mui tapi bodoh masalah agama, hal yg sama pernah terjadi di jaman abbasyiyah. Coba buka buka kitab sejarah islamnya.

  79. Anonim said

    Media kok bikin kesimpulan sndri.. Isinya kompor mbledug.. Basi dan sampah..

  80. Anonim said

    bubarkan pdip!!!!

  81. Anonim said

    Makanya kalau dakwah di Masjid jangan bawa kebencian, sara dsb, ikut ajaran Nabi, bukan ajaran abu jahal woi…

  82. Anonim said

    Ya betul pak yai siapa aj yg memusuhi islam wajib kita lawan…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: