KabarNet

Aktual Tajam

Prabowo Melawan Pengkhianat Bangsa

Posted by KabarNet pada 27/05/2014

Jiwa nasionalis relijius sebenarnya telah tertanam pada diri Prabowo Subianto, sekitar 20 tahun lalu. Tahun 1998, saat menjadi Danjen Kopassus, Prabowo dekat dengan kalangan tokoh-tokoh umat. Baik dengan tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, DDII, KISDI dan para pimpinan pesantren se-Indonesia.

Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus melaksanakan Buka Puasa Bersama ulama dan tokoh-tokoh Islam, Jumat 23 Januari 1998 di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur (foto: Repro Media Dakwah)

Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus melaksanakan Buka Puasa Bersama ulama dan tokoh-tokoh Islam, Jumat 23 Januari 1998 di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur (foto: Repro Media Dakwah)

Mungkin karena terlalu dekatnya dengan tokoh-tokoh Islam saat itu, kalangan anti Islam menjadi tidak suka padanya. Ia akhirnya difitnah sebagai dalang penculikan & kerusuhan Mei 98 dan akhirnya menenangkan diri ke Yordania selama beberapa tahun.

Kini Suara Islam memuat kembali sebagian laporan “Melawan Pengkhianat Bangsa’ di Majalah Media Dakwah, edisi Februari 1998. Berikut kutipan selengkapnya:

Sebuah peristiwa bersejarah digelar di Markas Komando Kopassus Cijantung, Jumat 23 Januari 1998 silam. Suatu perhelatan akbar yang melibatkan ribuan kaum Muslimin dari berbagai kalangan. Suasana malam Ramadhan ke-24 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur saat itu (23/1) tampaknya baru kali ini terjadi. Di markas besar pasukan elit tersebut, sekitar 7000 umat Islam dan prajurit Kopassus mengadakan buka puasa bersama, dilanjutkan dengan shalat Maghrib, shalat Isya dan tarawih berjamaah.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua MUI KH. Hasan Basri, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr Anwar Haryono SH, Ketua BKSPPI KH Cholil Ridwan, Ketua Dewan Pimpinan KISDI KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Sekretaris Umum Muhammadiyah Dr Watik Pratiknya, Sekretaris Umum Dewan Dakwah Hussein Umar, Ir. AM Luthfie (Forum Ukhuwah Islamiyah), Pengurus PBNU Dr Said Agil Munawwar dan KH Ma’ruf Amin.

Hadir pula dari kalangan ABRI, Pangdam Tanjungpura Mayjen Muchdi Pr, Kasdam Jaya Brigjen Sudi Silalahi, Kaskostrad Mayjen TNI Ismet Yuzairi, Mayjen TNI Cholid Ghozali dan lain-lain. Tak ketinggalan pula ulama-ulama terkemuka pesantren daerah di Jawa Barat seperti KH Asep Mausul (Tasikmalaya), KH Abdul Wahid Sahari (Pandeglang), KH Shihabudin (Kotabumi Lampung) dan lain-lain.

Dari kalangan wartawan hadir Wapemred Majalah Ummat M Syafii Anwar dan Redpel Media Indonesia Bambang Harymurti. Sekitar 40 wartawan juga hadir dalam acara tersebut. Dari kalangan intelektual dan DPR RI nampak Ketua SPSI Bomer Pasaribu, MSc, Dr Laode Kamaluddin, Dr Din Syamsuddin, Dr Jimly Ashiddiqie, Dr Didin Damanhuri dan lain-lain. Nampak pula Chairul Umam dan H Rhoma Irama mewakili kalangan seniman.

Dalam perhelatan akbar ini, sebagai penghormatan tamu, Kopassus membentangkan beberapa tenda panjang mengelilingi Gedung Serbaguna. Sejumlah kendaraan militer nampak disiagakan. Beberapa perwira berbaris di depan pintu masuk utama dan menyalami para tamu. Sebagian lainnya mengantarkan dan mencarikan kursi duduk buat para ulama. Sementara itu, di tengah-tengah kesibukannya menangani urusan teknis, beberapa prajurit dengan senyum ramah ikut menyalami undangan.

Sekitar pukul 18.00 Mayjen Prabowo Subianto diiringi Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, memasuki tempat acara dari pintu Timur dan langsung menyalami satu persatu para undangan yang duduk di kursi terdepan. Ia menyebar senyum dan juga mengulurkan tangannya kepada yang duduk di belakang. Kedua jendral ini juga tampak berpelukan dengan beberapa ulama sepuh.

Suasana silaturahmi malam Ramadhan itu begitu mengharukan. Sekitar 3000 prajurit Kopassus duduk bersimpuh menanti buka shaum, berbaur dengan para ulama, santri, intelektual dan aktivis-aktivis muda Islam yang jumlahnya sekitar 4000 orang.

Ketika bedug Maghrib tiba, makanan yang terhidang di meja ‘diserbu’ oleh nikmatnya berbuka di markas pasukan elit ABRI itu. Begitu membludaknya para jamaah yang melebihi dari undangan tertulis yang diedarkan- sehingga para petugas konsumsi harus mondar-mandir mengisi tempat nasi dan lauk-pauk yang telah kosong.

Setelah sholat Maghrib, dilanjutkan shalat jamaah Isya’ dan tarawih acara utama pun digelar. Para jamaah yang ter-diri dari sipil dan ABRI itu menyatu dalam Aula Serbaguna Kopassus yang telah disulap jadi masjid.

Pidato pertama disampaikan oleh KH Cholil Ridwan Ketua BKsPPI (Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia). Dalam pidato pembukanya, Cholil menyebut adanya pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan bangsa Indonesia. Ia memperingatkan, mengacau bangsa Indonesia berarti mengganggu umat Islam yang merupakan mayoritasnya. “Kami peringatkan kepada mereka itu, jangan coba-coba mengganggu umat Islam,” ujar Cholil Ridwan yang malam itu mendatangkan ratusan wakil-wakil dari pondok pesantren yang dibawahinya. BKsPPI mengkoordinasi tidak kurang 1400 pondok pesantren se-Indonesia.

Cholil juga menyatakan rasa gembiranya pasukan elit Kopassus ini menerima ulama dan umat Islam dengan dada yang terbuka. “Ini adalah upaya dari para ulama-ulama untuk masuk dalam barak-barak militer,” tegas Cholil. Hal ini menurut Kholil adalah sebagai tindak lanjut dari pernyataan Jenderal (TNI) R Hartono dalam pertemuan BKSPP di Bogor tahun 1996. Hartono waktu itu menyatakan bahwa selain ABRI masuk pesantren-pesantren, maka ia mengharapkan pula para ulama segera masuk ke markas-markas ABRI. Pernyataan Cholil ini, disambut para hadirin dengan pekikan Allahu Akbar dan tepuk tangan.

Cholil Ridwan, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Husnayain di Pekayon, Jaktim, juga mengharapkan agar Kopassus dapat melatih para santri-santri untuk berjuang bersama-sama dalam menegakkan kebenaran dan keadilan di Indonesia.

“Jika memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir,” kata Cholil mengutip Alquran surat Al-Baqarah 191. Para hadirin yang kebanyakan para aktivis Islam memahami makna ayat ini ayat yang terkait erat dengan kondisi ekonomi Indonesia akhir-akhir ini yang dimainkan oleh sekelompok pengusaha tertentu (non pribumi).

Setelah Cholil, ceramah dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto. Dalam pidatonya Prabowo menekankan adanya persatuan rakyat (umat Islam mayoritas 90 persen di Indonesia) dan ABRI untuk berjuang bersama-sama membangun negeri ini.

Pekikan Allahu Akbar dan tepuk tangan para hadirin pun menggema berulang-ulang ketika Mayjen Prabowo berpidato. Prabowo menyatakan siap menerima pengaduan dan laporan dari para ulama dan hadirin yang datang malam itu. “Saya berikan nomor telepon kantor saya, saya instruksikan kepada pasukan saya untuk membuka pintu, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 31 hari sebulan, untuk menerima kedatangan bapak-bapak semua, ”tegas Prabowo.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Pelaksana Harian KISDI HA Sumargono SE. Dalam pidato singkatnya Sumargono menyebut pertemuan Kopas-sus dengan tokoh-tokoh Islam itu sebagai kemajuan besar. “Dulu selama duapuluh tahun, tempat ini menjadi tempat yang paling angker bagi rakyat. Saya sendiri waktu itu ngeri lewat sini,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Sumargono berharap wujud kemanunggalan ABRI Rakyat ini bisa diteladani oleh kesatuan-kesatuan ABRI yang lain. Sehingga keduanya tidak mudah diadudomba dan salah paham.

Sumargono menjelaskan bahwa kini kelompok-kelompok yang tersingkir dalam kekuasaan itu ingin menguasai panggung politik Indonesia ini kembali. Siapa kelompok itu? “Mereka adalah Benny Moerdani dan CSIS, ”ungkap Sumargono.

Seperti diketahui CSIS adalah organisasi yang di tahun 70 dan 80-an sangat berperan dalam menata kehidupan politik di Indonesia. Organisasi ini secara formal didirikan pada 1 September 1971, dengan disupport kuat oleh Ali Murtopo.

Menurut Dr George Aditjondro dalam tulisannya yang disebarkan lewat internet, CSIS ini mempunyai kebijakan anti Islam dan merupakan gerakan radikal. “Saya tahu bagaimana permainan Moerdani bersama orang-orang CSIS dalam mengeruk uang Timor Timur, setelah sebelumnya membantai secara kejam banyak penduduk bekas jajahan Portugis tersebut. Dengan uang yang terus mengalir (monopoli kopi yang dikelola oleh Robby Ketek dari Solo) itulah, mereka antara lain, bisa membiayai operasi-operasi politik Moerdani bersama CSIS,” tulis Aditjondro.

Kini CSIS (Centre for Strategic and International Studies) dipimpin oleh bekas Menteri Pendidikan Daoed Joesoef (Presiden Direktur), Wakil Presdir dipegang oleh Harry Tjan Silalahi, Direktur Pelaksananya Hadi Soesastro (kini diganti Dr Marie Pangestu). Duduk di Dewan Komisaris (Supervisory Board) adalah Jusuf Wanandi, Soedjati Djiwandono dan Sofjan Wanandi alias Liem Bian Koen.

Sekretariat CSIS yang berada di Jl. Tanah Abang II, tiap hari selalu ramai dikunjungi generasi muda. Kebanyakan mereka adalah peneliti atau mahasiswa. Koran-koran, majalah-majalah, jurnal dan buku-buku berbahasa Indonesia atau asing cukup lengkap tersedia di sana. Jurnal Timur Tengah, Jurnal Palestina, Hasil Sensus terbaru dapat kita temukan di sana. Yang paling rapi dan banyak di-minati pengunjung adalah kliping-kliping korannya. Pengunjung pun kalau ingin pelayanan cepat, dapat memfotokopi sendiri, dokumen-dokumen, buku/jurnal yang diinginkan (beberapa mesin fotokopi tersedia khusus), tentu dengan biaya ganti fotokopi.

CSIS sendiri juga menerbitkan beberapa publikasi diantaranya: analisa CSIS, jurnal dua bulanan berbahasa Indonesia, The Indonesian Quarterly, dan Nawala CSIS, serta buletin bulanan CSIS. Selain itu juga menerbitkan dokumentasi kliping dengan topik-topik tertentu dan buku-buku. Kegiatan ilmiah ini mungkin hanyalah bungkus dari kegiatan CSIS yang utama.

Ini paling tidak terlihat dari fasilitas kamar yang disediakan untuk Benny Moerdani, Menurut Aditjondro, “Moerdani adalah seorang Katolik yang kebetulan secara pribadi sangat benci kepada Islam. Karena itu lancar saja kerjasama Moerdani dengan CSIS. Sebagai orang Katolik ekstrim kanan, Moerdani di CSIS merasa di rumah sendiri. Itulah sebabnya mengapa Moerdani sekarang dengan tenang berkantor di CSIS (menggunakan kantor bekas Ali Murtopo).

Sofjan Wanandi Menurut Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangannya kepada pers di sela-sela acara Cijantung itu, Sofjan Wanandi salah seorang pimpinan teras CSIS akan dimintai keterangan sehubungan dengan kasus peledakan bom di rumah susun Johar, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Sementara Sofjan belum diperiksa, ia telah terburu ke luar negeri. Sumber yang dihubungi Media Dakwah (26/1) mengatakan bahwa Sofjan telah pergi ke Singapura dengan Benny Moerdani.

Data-data yang dihimpun Media Dakwah mengungkapkan bahwa Sofjan Wanandi alias Liem Bian Koen diduga mempunyai kaitan dengan gerakan PRD dan peledakan bom di Tanah Tinggi tersebut. Seperti dokumen yang berbentuk email yang ditemukan aparat keamanan di rumah korban peledakan itu. Dokumen yang dikirim oleh seorang yang berinisial Dewa itu antara lain berbunyi :

“Kawan-kawan yang baik! Dana yang diurus oleh Hendardi belum diterima, sehingga kita belum bisa bergerak. Kemarin saya dapat berita dari Alex bahwa Sofjan Wanandi dari Prasetya Mulya akan membantu kita dalam dana, di samping itu bantuan moril dari luar negeri akan diurus oleh Yusuf Wanandi dari CSIS. Jadi kita tidak perlu tergantung kepada dana yang diurus oleh Hendardi untuk gerakan kita selanjutnya.”

Tentang isi email ini, Hendardi kepada majalah Gatra edisi 31 Januari 1998 menolak keterkaitannya dengan masalah dokumen yang ditemukan di rumah gerombolan PRD. Sofjan tentu saja juga menolak keterkaitan dirinya dengan PRD sebagaimana yang disebut dalam email itu.

Nama Sofjan dan Yusuf Wanandi bukan hanya disebutkan dalam email, tapi juga dalam dokumen yang disita petugas keamanan tentang pertemuan orang-orang yang mengaku sebagai “kelompok pro demokrasi”. Pertemuan itu berlangsung malam hari di Leuwiliang, Bogor, 14 Januari 1998 lalu.

Pertemuan itu, seperti tersebut dalam dokumen tadi, dihadiri oleh 19 aktivis, mewakili 9 organisasi yang mengklaim dirinya sebagai kelompok pro demokrasi. Menurut mereka situasi politik dan ekonomi Indonesia saat ini tak karuan. Untuk menanggulanginya adalah dengan revolusi. Untuk melakukan revolusi, kata mereka, diperlukan visi dan strategi antara senior dan yunior dalam merencanakan sebuah aktivitas. Generasi yunior adalah para pemuda yang intensif mengikuti pertemuan-pertemuan seperti di Leuwiliang itu. Sedangkan generasi senior terbagi dalam empat kekuatan:

  • Pertama, kekuatan ilmiah dan strategi yang diwakili sebuah lembaga terkenal (CSIS, red) di Jakarta. Kekuatan ini bertu-gas membuat analisis dan menyusun konsep perencanaan aktivitas ke depan.
  • Kedua, kekuatan militer yang diwakili oleh seorang purnawirawan ABRI yang dulu pernah amat berkuasa (Benny Moerdani red).
  • Ketiga, kekuatan massa yang pro Megawati Soekarnoputri.
  • Keempat, kekuatan ekonomi yang dalam hal ini diwakili oleh Sofjan Wanandi dan Yusuf Wanandi.

Ketika wartawan Gatra mengonfirmasikan semua isi dokumen ini ke Jusuf dan Sofjan, tentu saja mereka menolaknya. Tapi sumber terpercaya di Media Dakwah mengungkapkan bahwa dokumen ini sah dan bahkan dalam hari-hari terakhir ini, orang-orang grup CSIS melakukan pertemuan rutin di dalam negeri dan luar negeri seperti Vancouver, New York dan Perth, Australia. Kelompok CSIS dan ‘konco-konco’nya juga mencanangkan bulan Pebruari ini sebagai bulan berdarah!

Mungkin kelompok ini yang dimaksudkan Dr Amien Rais sebagai kelompok yang telah bermain ugal-ugalan dalam krisis di Indonesia akhir-akhir ini. “Inilah salah satu pelajaran yang harus kita petik, bahwa mereka itu ibarat makhluk Franskenstein yang setelah dibesarkan, kemudian mau menolong orang yang te-lah menolong dan memberikan fasilitas tanpa batas kepada mereka itu,” tegas Amien.

Menurut Amien, permainan politik kasar yang dimainkan sementara pihak di dalam maupun di luar negeri itu bermaksud menjatuhkan pemerintah. Bahkan kata sejawat Amien, Dr Afan Gaffar, “Saya menduga konspirasi beberapa kelompok itu hendak menjatuhkan Presiden Soeharto sebelum SU MPR 98.”

Setelah gagal melalui jalur politik, bidang ekonomi memang menjadi sasaran empuk untuk menggoyang pemerintah Orde Baru. Apa boleh buat, sistem perekonomian yang di setup oleh Mafia Berkeley (Trio RMS =Radius Prawiro, Adrianus Moy, JB Sumarlin) ini ternyata tak mampu membangun basis yang kokoh. Kebijakan pembangunan trickle down effect misalnya, ternyata mengakibatkan kesenjangan ekonomi yang luar biasa lebar antara segelintir konglomerat dengan ratusan juta rakyat Indonesia yang lain.

Dibesarkan oleh pemerintah selama Repelita I (25 tahun). Para konglomerat yang kebanyakan non pribumi itu tumbuh meraksasa hingga menguasai sekitar 70% madu pembangunan. Di tangan merekalah nadi-nadi perekonomian bangsa ini berdenyut. “Kekuatan ekonomi itu merupakan segala-galanya sekarang ini, ”kata Amien Rais menggambarkan kekuatan yang mereka miliki.

Dalam keadaan krisis moneter, mereka yang juga perajin utang luar negeri itu ternyata justru menimbun kekayaan dollar di luar negeri senilai trilyunan rupiah (sekitar 80 milyar dolar). Sebelumnya, konglomerat Liem Sioe Liong sepertinya sudah membaca keadaan ketika ia memutuskan memindahkan mesin udang -PT Indofood Sukses Makmur- ke Singapura. Meskipun Mensesneg Moerdiono menyebutnya sebagai bentuk “nasionalisme baru’, banyak pengamat ekonomi yang menyebut langkah itu sebagai pe-larian modal (capital flight).

Krisis moneter yang dimainkan oleh sekelompok orang itu, mengambil alasan karena tidak ditunjuknya secara jelas nama Cawapres. Sejatinya mereka menginginkan calon-calon dari mereka dapat terealisir sehingga keinginan dan nafsu mereka terpenuhi.

Umat Islam dan ABRI Bersatu
Keterlibatan kelompok-kelompok tertentu di negeri ini dalam situasi mo-neter yang buruk akhir-akhir ini juga ditengarai oleh H Hussein Umar Sekum DDII- dalam ceramahnya yang disambut pekikan Allahu Akbar dan applaus tepuk tangan para peserta dan prajurit. “Perjuangan umat Islam sejak Diponegoro, Cik Ditiro, Pangeran Antasari, Tuanku Imam Bonjol dan tokoh-tokoh lain telah membuktikan bahwa umat Islam sangat mencintai negeri Indonesia ini. Umat Islam Indonesia tidak rela negeri ini dijajah oleh orang-orang luar atau orang luar (asing) yang punya kaki tangan di Indonesia, ”tegas Hussein dengan suara yang menggelegar.

Pembicara selanjutnya adalah Dr Watik Praktiknya (Sekum Muhammadiyah) dan KH Dr Said Agil Munawwar (NU), yang juga bertindak sebagai Imam shalat Isya’ dan tarawih. Keduanya menyampaikan persetujuannya untuk bersama-sama antara ABRI dengan umat Islam bahu membahu dalam menindak para pengkhianat bangsa.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua MUI KH Hasan Basri. Ketua MUI menyatakan bahwa haram hukumnya menimbun dolar dan bahan kebutuhan pokok, karena sangat merugikan masyarakat, dalam hal ini notabene umat Islam. Ia juga mensyukuri kemesraan ABRI rakyat yang tercermin dalam acara silaturrahim Cijantung ini, Itu, katanya, tak lepas dari sosok Prabowo. “Prabowo adalah tokoh masa kini dan tokoh masa depan,” ujar Hasan Basri, disambut tepuk tangan hadirin. Hasan Basri juga mewanti-wanti agar umat Islam dapat menjaga Prabowo.

Source: Suara-Islam.COM

32 Tanggapan to “Prabowo Melawan Pengkhianat Bangsa”

  1. Subhanallah,terharu sekali melihat kembali kemesraan ABRI-TNI dg para Ulama dan Ummat Islam,semoga memori ini dpt terwujud kembali. Aamiin Aamiin ya Rabbal alamin.

    Ya Allah,jagalah pak prabowo dan seluruh Ummat Islam dinegeri ini,berikanlah kami kekuatan dan kecerdasan untuk mematahkan dan mengalahkan musuh2 dan pengkhianat negeri ini.
    Aamiin……..!!!!!!!

  2. Berita BASI yang memutar balik kan Fakta.
    Siapa yang PENGKHANT BANGSA???
    Waktu LB MURDANI jadi PANGLIMA ABRI siapa PRESIDEN nya?? dan MERTUA siapa dia???
    Siapa MANTU kesayangan Pak Harto???
    kalau mau bersaing ga usa bawah bawah RAS.
    Ingat di partai GERINDRA., PAN, GOLKAR, itu banyak yang non islam yg menjadi anggota Legislativ.
    Dengan berkoalisi dengan PKS yang anti Kristen artinya Prabowo dan Hatta Rajasa sudah mengkhianati mereka. Siapa yang PENKHIANAT?

  3. Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh admin kabarNet.in.
    Ditambah lg dong foto2 pak Prabowo ttg kedekatanya dg Ummat Islam dong, semoga bisa menjadi penyemangat Ummat Islam utk kkembali mewujudkan keindahan kebersamaan itu. Thx. Wa salam.

  4. Anonim said

    Sekedar info. CAPRES RI.
    ‎‎
    Latar Belakang CAPRES RI 

     H. Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan Keluarga:‎

    Pendidikan
    – SD Negeri 111 Tirtoyo‎so
    – SMP Negeri 1 Surakarta‎
    – SMA Negeri 6 Surakarta‎
    – S1 Universities Gajah Mada

    agama – Islam, Naik Haji tahun 2003

    Profes‎i
    – Gubernur DKI Jakarta
    – Pengusaha meubel

    Keluarga Jokowi
    – Istri Jokowi: Hj. Iriana (Jawa-Islam)
    – Ayah Jokowi: Notomihardjo,pengusaha meubel (Jawa/Islam)
    – Ibu Jokowi: Hj. Sujiatmi Notomiharjo(Jawa/Islam)

    – Adik Jokowi:
    1. Iit Sriyantini (Jawa/Islam)
    2.‎ Ida Yati (Jawa/Islam)
    3. Titik Relawati  (Jawa/Islam)

    ‎Prabowo Subianto dan Keluarga

    Pendidikan
    ‎- American School In London, Inggris
    – Akabri
    – Jabatan Tertinggi Pangkostrad
    – Dipecat dari TNI, tahun 1998

    Keagamaan- Islam, Belum naik haji 

    Profes‎i
    – Ketua Dewan Pembina Gerindra
    – Pengusaha Tambang batu bara.

    Keluarga Prabowo:
    – Mantan Istri: Hj. Siti Hediati Hariyadi(Jawa, Islam), Naik Haji tahun 1991,cerai tahun 1998
    – Ayah Prabowo: Soemitro Djojohadikoesoemo (Cina-Jawa, Islam/Kristen?)‎
    – Ibu Prabowo: Dora Marie Sigar (Manado-Jerman, Kristen)

    – Adik Prabowo:1. Hashim Djojohadikusumo (,Kristen), pengusaha, dibaptis di GKJW,Surabaya, Jawa Timur
    Jabatan- Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra
    – Ketua Pembina Gerakan Sayap Kristen Indonesia Raya
    – Ketua Dewan Penyantun Universitas Kristen Duta Wacana

    2. Bintianingsih (Katholik)
    3. Mayrani Ekowati ( Kristen)

    Silahkan disebarkan supaya semua memahami…..
    silahkan pilih dg bijak….

  5. Kampanye hitam sijasmev mulai beraksi 😛
    Xixixixi :mrgreen:

    Sikerempeng kau itu memang hebat, di Solo mewariskan pemimpin KAFIR pd Ummat Islam, di Jakarta jg mewariskan pemimpin KAFIR pd Ummat Islam. Selangkah lagi SIKEREMPENG itu dan kroni2 cukongnya akan KAFIR kan Ummat Islam Indonesia”,
    Masihkah Ummat yg merasa Muslim belum sadar2 jg?
    By Ustadz Bachtiar Nasir.
    @bachtiarnasir(twiter).

    SIKEREMPENG chinese itu musuh Islam,kau tdk tahu apa2 ttg siasat busuknya!
    Kalian para jokower pd tdk tahu bagaimana jokowi menzalimi dan menipu Ummat Islam!
    Kalian para jokower bodoh pd tdk tahu siapa yg mengendalikan sicukong (jokowi) itu!
    http://m.voa-islam.com/news/liberalism/2013/12/17/28176/mafiawar-13-kristenisasi-dibalik-lelang-jabatan-jokowi-ahok/

    Jika jokowi itu Muslim yg sesuai dg ajaran Islam,lantas kenapa org2 KAFIR(kristen) yg jelas2 memusuhi Islam pd mendukung sijokowi itu?
    Pernah terpikir diotak kauhal itu wahai manusia2 bodoh?

  6. Bukan agama yg di permasalahkan ini menyangkut kata PENGKHIANAT: yang penkhiana itu sapa? Yang jelas? bukabn Jokowi.

  7. taUbat said

    Nuansa yang berbeda begitu menyejukkan, keindahan dan ada kedamaian ….

    Disetiap momen / acara diawali dengan pengajian ….

    Dengan yel-yel : Allahu Akbar …..

    Diakhiri dengan Doa …

    Amin ..

    Prabowo-Hatta …… Perubahan

  8. jokowi : “semua BUKAN URUSAN SAYA”
    http://infozaman.blogspot.com/2014/05/semua-bukan-urusan-saya.html

  9. Yang penting Jangan pilih si jokowow

  10. Alhamdulillah, statement yang bermanfaat, terima kasih infonya.

  11. ksatria_kencana said

    Yg jelas sijokowi itu telah mewarisi pemimpin2 kafir selama 2 jabatanya! Hal ini sangat berbahaya bagi Ummat Mayoritas Indonesia!
    Sdh saatnya NKRI Anti domba-domba vatican!
    He heee

  12. Anonim said

    Harga Mati Buat Dukung Prabowo…

  13. hal hal seperti yang dikemukakan dalam tulisan diatas itu perlu dipublikasikan kepada publik jadi jelas arah politik bangsa ini mau dibawa kemana oleh para elit elit politik yang bermain didalam kekuasaan

  14. NKRI anti onta onta, Anda benar-benar manusia goblog, gunakan otag anda untuk memahami Jokowi,,,,,,,,,,,,,,,!!! anda kan belum tahu kan,,??? Jokowi itu siapa,,,

  15. Anonim said

    DEWASA LAH JANGAN SUKA BEGITU, PILIH SESUAI HATI NURAANI JANGAN PROPOKASI YANG LAIN.\

  16. ksatria_kencana said

    Fakta dibilang Provokasi!
    Ntar giliran sikerempeng mrovokasi dibilang fakta!
    Ha haa jokower edan!
    Pewaris kafir dibangga2kan! Idiots!

  17. Jangan percaya, yang penting Prabowo-Hatta tanggal 9 Juli dipilih pemilih yang cerdas dan tangkas.

  18. Anonim said

    hahahahahaha lucu-lucu komennya

  19. Anonim said

    yg belum pinter merasa pinter yang bodoh dibodohi, merasa benar walaupun tidak benar, yang ngiri menjadi2..
    Hadoooh mau jd apa negara ini… VOA? yg gw tau ntuh Voice of America cabangnya dimana2 silahkan digoogling, sebelum nelen berita jangan langsung dicerna bandingkan dengan sumber lain.. Jauhkan menghina antar sesama… ingat politik Belanda..

  20. Satu pesan sy buat P. Prabowo-Hatta. Style anda tidak mencerminkan kepekaan terhadap keadaan rakyat negeri ini, kerja nyata anda blm bs meyakinkan rakyat. buktikan dulu di tingkat Bupati,walikota atau gubenur bahwa anda pro rakyat baru deh jadi RI 1. kalau P. JOKOWI sdh membuktikan bhw beliau Pro rakyat dan meyakinkan bs memimpin dengan baik, beda dgn P. Prabowo yg blm bs meyakinkan apa-apa kpd rakyat. Partai pendukung boleh banyak tapi dengan pilihan langsung di serahkan kpd rakyat hal itu menjadi tdk berarti krn pilihan rakyat adalah figur bkn partai dan kekurangan P. Prabowo adalah style orang gedongan yg tdk mencerminkan penderitaan rakyat. style JOKOWI katanya pencitraan ??? anggapan itu terpatahkan krn logikanya mana ada orang yg mau menderita dengan waktu yg lama jika terbiasa hidup penuh dgn kemewahan, hanya pengabdian dan kesederhanaanlah yg membuat P. JOKOWI bs seperti sekarang berbaur dengan rakyat tanpa membedakan status sosial, bukan berkuda untuk menunjukkan pembeda status sosial. pemimpin adalah abdi rakyat bukan sebaliknya. HIDUP RAKYAT ”JOKOWI ADALAH KITA ”

  21. ksatria_kencana said

    Jokowi pengkhianat!
    http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/691953/1-lagi-alasan-jokowi-ogah-nyapres

  22. ksatria_kencana said

    Ya!
    1. Jokowi telah menipu rakyat SOLO yg mana skrg para PKL nya pd sengsara dan kemiskinan meningkat! Mobil EsEmKa jg bermasalah!
    Dan jokowi jg telah mewariskan pemimpin kafir buat Ummat Islam solo!
    2. Ya! Jokowi telah berhasil pula menipu warga jakarta yg dipimpinya! Dalih2 membenahi jakarta dr kemacetan ,banjir dan penataan PKL,ujung2nya PKL pd sengsara,banjir masih ada, macet apalagi,eh sekarang malah mau mengkhianati sumpahnya sendiri dg menyapreskan diri atas kemauan megahitam dan cukong2 busuk cina! Udah gitu dia jg mau melarikkan diri dr kasus Transkaratanjakarta!
    Mmg hebat jokowi kau yach?
    Ha haaa bodoh!

  23. ksatria_kencana said

    http://politik.kompasiana.com/2014/03/26/jokowi-pemimpin-pengkhianat-644501.html

  24. ksatria_kencana said

    Ya Allah… kami berlindung kepadaMu dari Jokowi yang terkutuk… megawati yang terkutuk…. dan cak imin yang terkutuk…serta para cukong china yg terkutuk dan juga para jokower yang terkutuk! Engkau pernah berfirman ya Allah.. bahwa Engkau akan mengutuk dan mengazab para pengkhianat dan para pemimpin yang tidak amanah dan munafik,serta yg memusuhi dan merusak agamaMu ya Allah…. maka sebelum mereka melancarkan misi-misi busuk mereka kepada hamba-hambaMu yang Muslim ya Allah, maka azablah mereka dengan azab yang pedih ya Allah…..Aamiin….

  25. ksatria_kencana said

    Semua tahu bhw Demokrat dg SBY nya adlh yg paling busuk dlm hal keahlian Pencitraan, tp trnyta PDIP dg Jokowinya jauh lbh busuk & penuh tipu daya menyesatkan opini publik lwt rekayasa peristiwa ttg sepak terjangnya yg doyan blusukan yg dipublikasikan seolah2 pro rakyat kecil, didukung dana besar & kecangihan publisitas dimedia melalui konspirasi berita yg berskala masif. Hasilnya kita akan diperdaya Pemimpin BODONG yg dipaksakan kelompok pemilik modal dg VISI & MISI yg ingin MERAMPOK Negeri ini.

  26. ACI said

    Dari dua kandidat, tidak ada yang sempurna, ada kebaikannya dan banyak pula kejelekannya. Demi masa depan umat Islam sbg mayoritas dan rakyat Indonesia umumnya, mari kita pilih yang paling sedikit “mudhorotnya” dan kerugiannya bagi bangsa jika dia jadi presiden.
    Memandang situasi global dunia saat ini :

    1. jika Jokowi jadi presiden
    a. bidang perekonomian : Kemungkinan Indonesia “dijajah” oleh asing dan aseng sangat besar. Walaupun pribadi beliau santun/merakyat, tapi apalah artinya itu jika dikelilingi cukong “penghisap darah”, kuatkah dia melawan mereka ?? Dan pada akhirnya rakyatlah nanti yg tertindas, harga kebutuhan naik, aset bangsa bnyk terjual.
    b. bidang keamanan : Pengalaman Jokowi tidak ada dalam kemiliteran. Dan faktor inilah yg fundamental bagi seorang pemimpin bangsa untuk menjaga stabilitas nasional dari gangguan dalam maupun luar negeri.
    c. bidang agama : Sebagai mayoritas umat di Indonesia, kaum muslimin akan dibuat ketar – ketir, dikarenakan komponen pendukung Jokowi terkenal dengan anti Islam-nya. Dan ditakutkan mereka akan lebih ganas lagi dalam mendiskriditkan umat Islam, menghambat program Undang – Undang tentang kemashlahatan umat, dengan seenaknya akan mengangkat pemimpin non-muslim di wilayah yang mayoritasnya muslim, dll.

    2. jika Prabowo presidennya :
    a, bidang perekonomian : Dengan visi misi dan track record Prabowo yang nasionalis, diharapkan mampu melindungi bangsa dari gempuran asing dan aseng yg akan merusak Indonesia. Menjaga aset bangsa tidak jatuh ke tangan “penghisap darah” rakyat, sehingga perekonomian rakyat semakin makmur.
    b. bidang keamanan : Prabowo dengan pengalaman militernya, dipastikan lebih mampu dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan ketegasannya diharapkan tidak ada lagi kasus pencaplokan pulau2 terluar, penghinaan kehormatan bangsa oleh megara lain, dll
    c. bidang agama : Umat Islam terasa lebih tenang dengan Prabowo dan komponen pendukungnya yang diharapkan mampu menyuarakan aspirasi umat Islam, dengan tetap menjaga kestabilan minoritas.

    ACI
    Aku CInta Indonesia

  27. ksatria_kencana said

    Mantap ACI@
    Sebagai Muslim,ane sepakat 100% dg realita dan gambaran yg antum tuliskan,semoga yg selama ini mengaku Muslim namun masih mendukung jokowi,akan menjadi sadar.
    Mereka harus mencintai agamanya drpd sicungkring cukong itu!
    Bravo Prabowo-Hatta!
    Takbir!

  28. Mr.Nunusaku said

    Awas Prabowo adalah; GUNTING DALAM LIPATAN…..LIHAT; jokowipreseden,com
    ________________
    Prqabowo adalah antek Asing

  29. ksatria_kencana said

    http://m.voa-islam.com/news/liberalism/2014/05/08/30232/panggil-aku-wie-jo-koh-alias-jokowiantek-asing-dan-aseng/

  30. ksatria_kencana said

    INILAH Koalisi PENJILAT KOTORAN sendiri:

  31. abdu1967 said

    yang jelas jokowi adalah presiden robot ciptaan aseng pentolan CSIS Sofyan Wanandi.Sofyan Adalah antek asing asal belanda dan jg agen CIA Pater Beek sjk thn1947 Waktu PMKRI terbentuk. Dimana sofyan Dan saudaranya jusuf wanandi merupakan pentolan PMKRI.

  32. abdu1967 said

    Sofyan Wanandi yg menurut Kwik Kian Gie perantara taipan rampok 9 naga,juga pengemplang pajak yg kemarin ikut tax amnesti amat membenci prabowo.Karena bagi sofjan jika prabowo jadi R1 maka agenda majikannya pater beek untuk memarginalkan umat islam dan memiskinkan pribumi akan tamat.Karya2 CSIS dlm memilih pemimpin untuk memarginalkan umat islam. SUHARTO,STLH SUHARTO SADAR TELAH DITIPU OLEH MASUKAN2 DARI CSIS SJK CSIS BERDIRI THN 71. THN 88 SUHARTO MEMECAT JENDERAL ANJING ANTI ISLAM YG TELAH MEMBANTAI UMAT ISLAM DLM TRAGEDI PRIOK YAITU JDRL. LB.MOERDANI.SETELAH MURDANI DIPECAT MAKA SUHARTO MULAI MENDEKATI ISLAM , BAHKAN PD DEKADE 90 AN KABINET SUHARTO TERKENAL DGN KABINET HIJAUNYA/IJO ROYO ROYO.INI YG NGAK DISENANGI OLEH KELOMPOK CSIS YG ANTI ISLAM TERMASUK MURDANI MAKA DICARILAH JALAN UNTUK MENDONGKEL SUHARTO. SUHARTO DPT DI LENGSERKAN STLH CSIS DPT MASUKAN DARI MURDANI BHW SUHARTO DPT DILENGSERKAN DGN KERUSUHAN DI IBUKOTA.PLOT KERUSUHAN MEI 98 BERHASIL DIGULIRKAN DAN SUHARTO LENGSER.JADI DALANG KERUSUHAN MEI 98 ADALAH CSIS DAN MOERDANI.Di NU GUS DUR DAN ANAK DIDIKNYA AQIL SIRAJ DAN BANSER YG SUDAH JADI CENTENG ASENG N ASING UNTUK MEMARGINALKAN ISLAM DARI DALAM.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: