KabarNet

Aktual Tajam

Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan

Posted by KabarNet pada 26/05/2014

Nanik S Deyang (Wartawan peliput deklarasi Prabowo Hatta & Jokowi JK) Senin, 19 mei 2014.

MINUS MORAL. Kebetulan Allah SWT selalu menempatkan saya di saat-saat terakhir bagaimana seorang akan dinaikkan derajatnya oleh SWT menjadi pemimpin.

Dua tahun lalu, saya sakit perut karena hanya kurang dari 2 x24 jam Jokowi belum dapat restu dari Bu Mega. Bukan hanya Jokowi yg senewen, Prabowo sebagai orang yg ngotot Jokowi jadi Gubernur DKI juga senewen. Untuk keempat kalinya Prabowo menghadap Bu Mega, hingga akhirnya Bu Mega mau merestui Jokowi sebagai Cagub. Kenapa alot karena Bu Mega sudah memberi persetujuan bahawa PDIP mendukung Foke.

Saat bertemu terakhir antara Prabowo dan Bu Mega, Prabowo sudah nekat kalau Bu Mega tdk mengijinkan Jokowi, maka Prabowo akan “meminjam” Jokowi saja (tidak mencabut dari PDIP), dan Prabowo akan mengumpulkan partai kecil agar bisa mendaftarkan Jokowi ke KPU. Namun Bu Mega akhirnya trenyuh pada kegigihan Prabowo yg menghendaki Jokowi jadi pemimpin di Jakarta. Namun BU Mega bilang PDIP tdk memiliki dana untuk membiayai Jokowi, maka Prabowo pun menyatakan sanggup untuk membiayai.

Ketika restu datang, persoalan muncul, yakni siapa wakil Jokowi yg tepat?. Maka Prabowo yg sudah mengagumi Ahok, lantas membajak Ahok dari Golkar (karena Golkar mendukung Foke waktu itu). Prabowo sangat yakin Ahok orang bersih dan mau bekerja keras.

Saat disodorkan Ahok, Jokowi kurang sreg , bahkan dia lebih memilih Deddy Miswar. Tengah malah sebelum esok hari mendaftar di KPU, Jokowi menilpun saya soal Ahok ini. Waktu itu sy bilang…”Sudah lah terima saja dulu, dari pada milih2 ini-itu besok malah gak jadi daftar. Lagi pula Ahok ini akan bisa mendulang suara di Jakarta yg selama ini golput ,” pokoknya aku yakinkan Jokowi sampai hampir satu jam, bahwa Ahok pilihan terbaik dari nama lainnya.

Hari ini saya melihat “manusia-manusia” baik ini terbelah menjadi berhadapan atau satu sama lain menjadi lawan. Saat saya melihat Prabowo menonton TV di pendopo rumah SBY, dimana di sebuah stasiun TV tengah di putar ulang liputan deklarasi Jokowi_JK ….entah kenapa air mata saya hampir jatuh..” dari samping saya lihat Prabowo menatap gambar di TV itu tanpa bicara sepatah kata pun, meski di sampingnya mulai dari Hatta Rajasa, Menteri Jero Wacik, Cicip Syarif Sutardja, Djan Faris dll berkomentar …Prabowo memilih diam…dan perlahan dia mundur di kerumunan itu..dan memilih tdk mendongakkan lagi wajahnya untuk melihat TV. Saya membayangkan betapa campur aduknya rasa di hatinya saat “anak” yg dibantu naikkan derajatnya itu kini menjadi “lawannya”.

Prabowo pernah berkata, kalau toh Jokowi yg “dibesarkannya” akhirnya jadi lawan, ia pernah bilang tdk masalah. Namun yg mengecewakannya adalah sejak dilantik hingga Jokowi nyapres, ternyata Jokowi itu mengucapkan terimakasih saja tidak pada Prabowo. (saya sebetulnya pernah mengingtkan Jokowi utk bertemu Prabowo, tapi kyaknya dia cuek, dan malah mengatakan yg membuat dia jadi Gubernur itu orang banyak, bukan Prabowo saja).

Sebagai orang jawa dimana saya menjujung tinggi toto kromo mikul duwur mendem jero , saya melihat apa yg saat ini saya saksikan sungguh menyayat batin saya. Bagimana tidak? Terhadap guru saya yg menjadikan saya dan teman-teman wartawan, yaitu Alm Om Valens Doi, bukan saja saya dan kawan saya Budi, bertanggung jawab terhadap keluarganya setelah Om Valens wafat, tapi kami tiap tahun juga memberingati wafatnya beliau, sebagai ungkapan rasa terimaksih kami, bahwa kami bisa seperti sekarang karena Om Valens. Kami juga selalu mengajarkan pada anak-anak wartawan, dimana ada sebagian sempat mengenal dan sebagain tdk mengenal Om Valens untuk selalu hormat, karena beliaulah kami semua bisa membangun perusahaan di mana kami bisa mencari makan dan berkarier. Kami pasang foto Om VAlens di ruang tamu kantor kami, dan kami selalu membuat kaos bergambar alm Om, sebagai rasa cinta dan hormat kami.

Hari ini saya menyaksikan seorang calon Pemimpin Negara yang dalam pandangan saya sebagai orang Jawa atau orang Indonesia MINUS MORAL, karena jangankan dia paham dengan konsep kesantunan mikul duwur mendem jero, mengucapakan terimaksih pun ternyata tdk dilakukan terhadap orang yg sudah menjadikannya dia hebat dan populer.

Ini bisa tdk penting , tapi buat saya pribadi menjadi penting, karena buat saya seorang pemimpin itu harus memiliki keteladanan moral yg baik, dan juga memiliki hati nurani yg baik. Bila tidak ? Maka yg akan dilakukan hanya mengumbar nafsu-nafsu yg ada di kepalanya dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Jujur salah satu yg membuat keputusan saya mendukung Prabowo , karena sy melihat Prabowo lebih punya kwalitas moral yg baik. Misalnya sebiji jarak saja orang pernah melakukan kebaikan padanya itu akan diingatnya. Sebagai contoh ada sopir pribadinya yg sudah 13 tahun pensiun , karena usia, Prabowo masih menggaji sang sopir ..bukan hanya para sopir, para judannya mulai dia jadi komandan grup sampai jdi Pangkostrad masih diperhatikan hidupnya. Alasannya, karena Prabowo sering dibantu oleh sopir dan ajudannya.
Itulah sebabnya, sy tdk pernah habis pikir kalau ada orang yg tdk mengenal Prabowo dengan seenak perutnya menyebut Prabowo sebagi manusia fasis, kejam, maniak , kasar dll….Padahal orang yg dikatakan jahat itu, memiliki hati yg jauh lebih mulia, bahkan jauuuuuuuh sekali mulianya dibandingkan yg secara fisik disebut santun, ramah, dan merakyat itu…..SAYA MENYAKSIKAN KEDUANYA BUKAN MEMBACA BERITA!

Rivaldi Silaban (Kompasiana.COM)

9 Tanggapan to “Prabowo dan Jokowi, Catatan Kecil Wartawan”

  1. Anonim said

    Maju terus Prabowo RI 1 kita kawal sampai istana….

  2. Anonim said

    Sekedar info. CAPRES RI.
    ‎‎
    Latar Belakang CAPRES RI 

     H. Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan Keluarga:‎

    Pendidikan
    – SD Negeri 111 Tirtoyo‎so
    – SMP Negeri 1 Surakarta‎
    – SMA Negeri 6 Surakarta‎
    – S1 Universities Gajah Mada

    agama – Islam, Naik Haji tahun 2003

    Profes‎i
    – Gubernur DKI Jakarta
    – Pengusaha meubel

    Keluarga Jokowi
    – Istri Jokowi: Hj. Iriana (Jawa-Islam)
    – Ayah Jokowi: Notomihardjo,pengusaha meubel (Jawa/Islam)
    – Ibu Jokowi: Hj. Sujiatmi Notomiharjo(Jawa/Islam)

    – Adik Jokowi:
    1. Iit Sriyantini (Jawa/Islam)
    2.‎ Ida Yati (Jawa/Islam)
    3. Titik Relawati  (Jawa/Islam)

    ‎Prabowo Subianto dan Keluarga

    Pendidikan
    ‎- American School In London, Inggris
    – Akabri
    – Jabatan Tertinggi Pangkostrad
    – Dipecat dari TNI, tahun 1998

    Keagamaan- Islam, Belum naik haji 

    Profes‎i
    – Ketua Dewan Pembina Gerindra
    – Pengusaha Tambang batu bara.

    Keluarga Prabowo:
    – Mantan Istri: Hj. Siti Hediati Hariyadi(Jawa, Islam), Naik Haji tahun 1991,cerai tahun 1998
    – Ayah Prabowo: Soemitro Djojohadikoesoemo (Cina-Jawa, Islam/Kristen?)‎
    – Ibu Prabowo: Dora Marie Sigar (Manado-Jerman, Kristen)

    – Adik Prabowo:1. Hashim Djojohadikusumo (,Kristen), pengusaha, dibaptis di GKJW,Surabaya, Jawa Timur
    Jabatan- Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra
    – Ketua Pembina Gerakan Sayap Kristen Indonesia Raya
    – Ketua Dewan Penyantun Universitas Kristen Duta Wacana

    2. Bintianingsih (Katholik)
    3. Mayrani Ekowati ( Kristen)

    Silahkan disebarkan supaya semua memahami…..
    silahkan pilih dg bijak….

  3. Anonim said

    Berita ini bohong sekali, khusus-nya untuk terima kasih.

    Bahkan yang membantah adalah Ahok, bahwa Ahok dan Jokowi sesudah pengumuman pilkada, mereka berdua menemui Prabowo dan mengucapkan terima kasih untuk dukungan-nya.

    BANTAHAN INI DATANG DARI AHOK SENDIRI

  4. Anonim said

    Parbowo sudah kalap, maka dia menebar dusta dan kebencian.

  5. taUbat said

    KAMPANYE HITAM TAK MENDIDIK

    RABU, 28 MEI 2014 00:59 WITA

    KOMISIKEPOLISIANINDONESIA.COM – DALAM BEBERAPA HARI TERAKHIR PERHATIAN KITA TERSEDOT OLEH ISU-ISU SEPUTAR BLACK CAMPAIGN ATAU KAMPANYE HITAM JELANG PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES). SEPERTI KAMPANYE HITAM UMUMNYA, KITA HANYA BISA MENDENGAR NAMUN KITA TAK TAHU SIAPA PELAKUNYA YANG BERADA DI BALIK LAYAR. MESKI DEMIKIAN ULAH SEPERTI ITU SEDIKIT BANYAK MEMENGARUHI PEMILIH YANG TAK RASIONAL, YANG HANYA MENGANDALKAN EMOSIONAL.

    DALAM KAMPANYE POLITIK, SEHARUSNYA MENONJOLKAN IDE-IDE SANG KANDIDAT TENTANG KEBIJAKAN. KAMPANYE HITAM BAIK BERUPA SINDIRAN ATAU RUMOR MENIMBULKAN PERSEPSI YANG TIDAK ETIS. KITA TENTU SAJA BERHARAP TIM SUKSES CAPRES MENJAUHI KAMPANYE HITAM. SEBAB, APABILA KAMPANYE HITAM ATAU FITNAH DI ANTARA TIM SUKSES KANDIDAT CAPRES INI DIBIARKAN TERJADI, MASYARAKAT AKAN DIRUGIKAN.

    SEMUA PIHAK YANG TERKAIT PEMILU SEHARUSNYA SADAR BAHWA PEMILU YANG FAIR ADALAH PEMILU YANG DITANDAI SIKAP KRITIS BUKAN KAMPANYE HITAM. KAMPANYE HITAM TERUS BERTRANSFORMASI SESUAI DENGAN KEADAAN ZAMAN. JIKA DAHULU HANYA DARI MULUT KE MULUT, KEMUDIAN BERKEMBANG MELALUI SELEBARAN, KINI SUDAH MERAMBAH KE MEDIA SOSIAL. KAMPANYE HITAM AKAN TERUS MENGALAMI PENINGKATAN HINGGA PEMILU PRESIDEN JULI NANTI.

    YANG LEBIH MENGKHAWATIRKAN BAHWA KAMPANYE HITAM INI DIBANJIRI ISU POLITIK, AGAMA, RASIAL, HINGGA PERSOALAN PRIBADI. SEPERTI KAMPANYE HITAM UMUMNYA, TAK ADA KUBU PASANGAN CAPRES YANG MENGAKUI BAHWA MEREKA PELAKUNYA.

    KUBU KANDIDAT CAPRES JOKOWI DAN PRABOWO MISALNYA SELALU MENYATAKAN MEREKA ADALAH PIHAK YANG MENJADI KORBAN DARI KAMPANYE HITAM. JOKOWI SAAT BERADA DI BANJARMASIN MENGATAKAN, MESKIPUN KITA TAHU, MASYARAKAT SUDAH PINTAR DAN TIDAK PERCAYA HAL-HAL SEPERTI ITU.

    SEMENTARA PARTAI GERINDRA MELALUI KUASA HUKUMNYA, MAHENDRADATTA, BERENCANA MELAPOR KE POLISI TERKAIT PENGGUNAAN AKUN TWITTER @SAMADABRAHAM YANG ISINYA DIANGGAP MENYEBARKAN KAMPANYE HITAM ALIAS FITNAH. MAHENDRADATTA MENYEBUT, KAMPANYE HITAM INI DILAKUKAN SEBUAH KELOMPOK TERTENTU DENGAN TARGET MEMPERKERUH SUASANA.

    HARUSNYA UNTUK MEMPROMOSIKAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BISA DILAKUKAN DENGAN MENONJOLKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KOMPARATIF CALON YANG DIDUKUNG.

    SEBELUMNYA, KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA (KPAI) MEMINTA PIHAK-PIHAK YANG BERKONTESTASI DALAM PEMILU PRESIDEN 2014 TIDAK MENYUGUHKAN ADEGAN POLITIK MURAHAN KEPADA ANAK-ANAK YANG MERUPAKAN ASET BANGSA DI MASA DEPAN.

    KETUA KPAI ASRORUN NIAM SHOLEH MEMINTA AGAR SEMUA PIHAK JANGAN MEMPERTONTONKAN KEPADA ANAK-ANAK INDONESIA ADEGAN POLITIK MURAHAN, YANG SAMA SEKALI TIDAK MENCERDASKAN. CACI MAKI DI DEPAN KAMERA TELEVISI, JANJI YANG TAK DITEPATI, TIPUAN TAK BERHENTI, TIRANI DAN INTIMIDASI YANG MEMBURUKKAN RUPA DEMOKRASI. KPAI BERHARAP PASANGAN BAKAL CALON PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN BESERTA PENDUKUNGNYA MENUNJUKKAN BAHWA PILPRES ADALAH AJANG BERKOMPETISI UNTUK MENGABDI KEPADA NEGARA, BUKAN AJANG MERAIH KEKUASAAN DENGAN SEGALA CARA.

    NICCOL MACHIAVELLI, SEORANG FILSUF YANG LAHIR DI FLORENCE, ITALIA, PADA 1469, DALAM SATU BUKUNYA YANG BERJUDUL IL PRINCIPE MENGURAIKAN TINDAKAN YANG BISA ATAU PERLU DILAKUKAN SEORANG SESEORANG UNTUK MENDAPATKAN ATAU MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN. DI ANTARA TINDAKAN TERSEBUT ADALAH BERBUAT LICIK UNTUK MEMPEROLEH ATAU MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN.

    TENTU SAJA TEORI ABAD PERTENGAHAN INI TAK LAGI RELEVAN DENGAN KONDISI SAAT INI, MESKI KITA TAHU MASIH BANYAK POLITISI YANG MELAKUKANNYA. POLITIK SANTUN, BEGITU PARA TOKOH DI INDONESIA SERING MENYEBUTNYA HENDAKNYA SEMAKIN MEMBUDAYA. (*)

    DHENY

    http://www.komisikepolisianindonesia.com/hukum/read/11502/kampanye-hitam-yang-tidak-mendidik.html

  6. stpi said

    3 ‘Pembelaan’ Ahok untuk Megawati dan Jokowi
    Ahmad Toriq – detikNews

    Jakarta – Capres Gerindra Prabowo Subianto mengekspresikan rasa kecewanya kepada Megawati dan Jokowi dalam beberapa ungkapan. Tak disangka, muncul pembelaan untuk Megawati dan Jokowi dari kader Gerindra, dari seorang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    Dalam wawancara dengan Majalah Detik yang diangkat di edisi 122, Prabowo mengungkap kekecewaannya kepada Megawati dan Jokowi. Mulai dari ditolak saat sowan ke rumah Mega, gelontoran uang Rp 60 miliar untuk Pilgub DKI, hingga tata krama Jokowi yang dinilai tak tahu terima kasih.

    Namun mungkin yang tak diduga oleh Prabowo, bantahan soal ‘curhat’-nya itu datang dari kader Gerindra. Ahok, yang merupakan pasangan Jokowi membuat pembelaan untuk Megawati dan koleganya di Pemprov DKI itu.

    Berikut beberapa ‘pembelaan’ Ahok untuk Megawati dan Jokowi:

    1. Ahok: Bu Mega Sedang Mandi
    Prabowo menuturkan dirinya pernah ditolak oleh Megawati saat sowan lebaran tahun 2013 lalu. Ahok rupanya sudah mendengar penjelasan Jokowi soal sowan ini.

    “Saya pernah tanya waktu itu sama Pak Jokowi, waktu itu Bu Mega mandi. Pas dia keluar, Pak Prabowo sudah jalan katanya, makanya salah paham,” kata Ahok menjabarkan penjelasan Jokowi. Hal tersebut disampaikan Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

    Cerita yang diterima Ahok, eks Danjen Kopassus itu menunggu hanya 15 menit, bukan satu jam seperti yang diungkap oleh Prabowo sendiri. Menurut Ahok, soal penolakan ini hanyalah salah paham. Dia yakin Megawati tak akan menolak kunjungan Prabowo.

    “Bu Mega mandi di kamar mandi, di kamar tidur, ada yang berani ngetok nggak?” tanya Ahok retoris.

    Ahok menduga salah paham itu yang memicu kerenggangan hubungan Prabowo-Mega. “Mungkin gara-gara kesalahpahaman itu hubungannya jadi renggang,” duga eks Bupati Belitung Timur ini.

    Prabowo buka-bukaan soal hubungannya dengan Mega. Ketua Dewan Pembina Gerindra itu mengaku sudah berusaha menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Prabowo meminta waktu lewat Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, namun tak ada respons. Bahkan saat Prabowo sowan ke Mega pun tak diterima.

    “Jadi, terakhir saya berusaha itu waktu Idul Fitri. Saya merasa dulu kan pernah menjadi wakil beliau, walaupun calon wakil presiden di tiket beliau. Saya datang Idul Fitri. Tetapi dilaporkan atau tidak, beliau tidak keluar. Setelah saya menunggu cukup lama, hampir satu jam tidak keluar, saya pulang,” kenang Prabowo.

    “Setelah itu saya berusaha minta waktu, sampai hari ini saya belum diterima, tidak apa-apa,” ujarnya.
    2. Ahok Bantah Prabowo Habiskan Rp 60 M untuk Pilgub DKI 2012
    Prabowo Subianto mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 60 miliar untuk dana kampanye Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012 lalu. Namun Ahok membantah pengakuan Prabowo.

    “Mana ada segitu. Itu sebenarnya yang terjadi, kalau menurut saya, beliau mungkin keluar uang itu karena beliau iklan di televisi. Iklan di tv itu ada muncul saya dan Jokowi jalan, bukan iklannya DKI,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

    Menurut Ahok, iklan kampanye di televisi itu adalah iklan Gerindra dan Prabowo, bukan Jokowi-Ahok. Kehadiran dirinya dan Jokowi, dinilai Ahok hanya sebagai cameo untuk mempermanis iklan tersebut.

    “Kita nggak pernah kampanye di tivi. Menurut kamu, pernah nggak Jokowi-Ahok ngomong di tivi waktu kampanye? Nggak pernah,” tandas Ahok.

    Menurut Ahok, dana kampanye yang dihabiskan di DKI tak sampai Rp 60 miliar. Dan dana itu tak hanya dari Prabowo, ada juga sumbangan dari pihak lain, termasuk dari PDIP.

    “Kita laporin kok pada waktu itu, cuma habis beberapa puluh atau beberapa belas (miliar-red),” papar Ahok.
    3. Ahok: Jokowi dan Saya Sudah Terima Kasih ke Prabowo
    Prabowo Subianto mengaku kecewa dengan sikap Gubernur DKI Joko Widodo yang dianggap belum berterima kasih setelah kemenangan di Pilgub DKI 2012. Tata krama Jokowi dinilai tidak bagus. Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan dirinya dan Jokowi sudah berterima kasih ke Prabowo.

    “Saya pernah bertemu bertiga segala macam kok. Ya kita sih pasti bilang terima kasih ya, makanya susah juga tafsirannya,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/4/2014).

    Ahok mengaku, dirinya dan Jokowi sudah bertemu dengan Prabowo pasca kemenangan di DKI tahun 2012 lalu. Dia dan Jokowi juga sudah mengucapkan terima kasih.

    “Ya kita sih pasti bilang terima kasih kan, ya. Sudah biasa karena orang timur pasti ya. Saya juga enggak tahu masalah beliau nganggap Pak Jokowi begitu. Pak Jokowi sudah jawab kan kalau enggak salah,” ujarnya.

    Dalam wawancara dengan Majalah Detik, Prabowo mengungkap kekecewaan terhadap Jokowi sejak terpilih jadi Pilgub DKI. Prabowo mengaku sudah berjuang memenangkan Jokowi, namun tak ada ucapan terimakasih.

    “Toto kromo-nya tidak bagus. Saya diajari, perbuatan sekecil apa pun seharusnya dijawab dengan terimakasih. Dia tidak datang ke tempat saya, tidak ucapkan terima kasih sama sekali,” kata Prabowo seperti dikutip dari Majalah Detik edisi 122, Selasa (1/4/2014).

  7. Naif dan sombong sekali Prabowo itu cara gila hormat menyesal membuat jokowi jd gubernur pdhl di pilih rakyat kalau POLITIKUS gak iklas ya bgt, manusia PECATAN Jendral yg di pecat memang pny jiwa yg miring di dpn pura2 manis di belakang FITNAHnya Luar Biasa

  8. luftirobbyradhiya berkata
    05/06/2014 pada 12:12

    Kampanye Hitam Yg Di Arahkan Ke Prabowo Inilah isu-isu tersebut :

    1. Prabowo penculik : bukan menculik tp mengamankan dan yg mengamankan bukan Prabowo tp tim mawar, yg di amankan 9 org sudah bebas dlm keadaan hidup dan sebagaian jd kader Gerindra

    2. Prabowo pelanggar Ham : kalau melanggar Ham kenapa di pilih sm Mbok Mega jd cawapresnya thn 2009 ?

    3. Prabowo dalang tragedi Trisakti : yg nembak mahasiswa Trisakti ternyata peluru dr Kepolisian bkn dr Kostrad yg di pimpin Prabowo, dan Prabowo bersumpah dengan Al-qur’an tidak terlibat tragedi Trisakti. Makanya keluarga korban Trisakti dukung Prabowo.

    4. Prabowo dalang Tragedi Semanggi : Tragedi Semanggi pd tgl 13 november 98 Prabowo sudah pensiun dr militer mana mungkin terlibat,

    6. Prabowo kabur ke Yordania : Prabowo ke Yordania adalah untuk menghindari fitnah dr musuh2nya, siapa musuh2nya ? liat saja siapa para Jendral yg berada di kubu sebelah ?

    7. Prabowo punya 2 warga negara : SBY & Habibie punya 2 warga negara, warga negara kehormatan tidak di larang dalam undang2 pilpres. Yg di larang adalah pernah pindah ke warganeraan menjadi warga negara lain.

    9. Prabowo cerai nggak bs urus keluarga : bukan cerai tp di usir oleh keluarga cendana akibat hasutan Jendral yg anti sm Prabowo.

    10. Prabowo di pecat : bukan di pecat tp pensiun, kalau di pecat mana mungkin dapet uang pensiun tiap bulan sampe sekarang

    11. Prabowo punya hutang : kalau punya hutang pasti tidak lolos di KPU yg mensyaratkan harus ada surat bebas hutang dr pengadilan

    12. Prabowo tidak punya istri, trus siapa ibu negaranya klau menang ? : ini pemilihan Presiden bukan pemilihan istri Presiden dan tidak ada syarat dr KPU harus beristri. Jodoh itu di tangan YANG MAHA KUASA ALLAH SWT, bukan di tangan KPU.

  9. cave orion said

    Penculikan yang dilakukan tim mawar semuanya dikembalikan dalam keadaan selamat, hanya di intrograsi di tempat tersembunyi, di beri makan yang layak, diberi transpot, diantar pulang dan selamat.

    Prabowo itu aneh, mengapa di jauhi oleh jendral-jendaral atasan nya, ada apa dengan prabowo?. Prabowo menusulkan menurunkan pasukan pengamanan kepada wiranto tapi di tolak, bahkan seluruh pasukan penting di angkut ke malang dan membiarkan jakarta kosong dari pengamanan strategis yang kemudian terjadi kerusuhan dan pengrusakan di jakarta, akhirnya prabowo tak bisa berkutik, dan mengajak rekan nya Safri Samsudin naik heli menghontrol dan melihat keadaan kota jakarta dengan getir. Setelah itu Prabowo di DKP kan dengan segala tuduhan dan pelanggaran.

    Prabowo hanya menangkap dan menculik aktivis dan dikembalikan lengkap selamat, bila ada aktivis lainnya yang hingga saat ini belum terungkap, berarti ada tangan lain yang bermain, spertihalnya kasus penembakan trisakti.

    Sebagai seorang prajurut yang jujur dan didplin Prabowo menaggapi kasus yang menimpa dirinya sebagai kasus sampah, maka jelas ketika di tanya oleh JK tentang HAM pada debat capres, Prabowo katakan “tanya saja kepada atasan nya”, karena merekalah yang tahu skenarionya.

    Kelak waktu akan berbicara atas bukti itu,…
    Bila para koruptor mayoritas telah terungkap secara besar-besaran, pada giliran nya kasus HAM dan 12 Mei perlahan akan terbuka terang.

    Prabowo berani tampil dan mandiri membentuk Partai Gerindra dan sekarang berani mencalonkan diri menjadi presiden, berarti hal ini telah ia rancang jauh jauh hari sejak dini hingga partainya mendapatkan suara yang mencukupi untuk didukung. Sedangkan yang lainnya tak mampu.

    Gerindra sesuai nama dan cita-citanya yang mencerminkan semangat dan kepribadian Nasionalisme seorang Prabowo. Bila memang benar semangat dan cita-cita Prabowo untuk Bangsa dan Negara, kita lihat pada 9 juli pembuktian nya, karena sebagai tanda yang pasti untuk saat ini Putra terbaik Indonesia telah di tentukan oleh pemilihan nomor urut, siapa nomor 1 dan siapa nomor 2, yang menandakan kemampuan dan kepribadiannya untuk menjadi pemimpin bangsa.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: