KabarNet

Aktual Tajam

Jika Jokowi Jadi Tersangka Korupsi ?

Posted by KabarNet pada 24/05/2014

Jakarta – KabarNet: Pencapresan Joko Widodo masih dibayang-bayangi oleh kasus mark up pengadaan TransJakarta di Dinas Perhubungan DKI tahun 2013. Hingga saat ini Jokowi pun belum secara terbuka membuktikan secara aktif bahwa dia tidak terlibat dalam kasus ini sebagaimana tuduhan sementara kalangan.

Padahal, bisa saja ini mengganjal pencapresan Jokowi. Lebih-lebih bila memang tudingan orang itu benar adanya. Bila ini terjadi, maka Jokowi bisa batal meski sudah mendaftarkan diri menjadi capres di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam aturan disebutkan, capres dan cawapres dapat diganti jika berhalangan tetap, seperti meninggal dunia, terkena vonis pidana inkracht dan/atau mengundurkan diri.

Kejaksaan Agung sendiri dituntut transparan dan clear dalam penanganan kasus ini supaya tidak terjadi kekisruhan di kemudian hari. Suara-suara yang disampaikan Udar Pristono (mantan Kadishub DKI) benar atau tidak harus diklarifikasi oleh Kejagung agar tidak jadi fitnah.

Setidaknya anggapan miring orang soal mafia hukum di Kejagung bisa terpatahkan dengan keberanian lembaga adhyaksa itu menyeret pihak-pihak bertanggung jawab dalam kasus TransJakarta tanpa pandang bulu. Dapat dicurigai Perppu Pilpres yang diwacanakan KPU baru-baru ada kaitannya pula dengan kasus Transjakarta. Sebab, bukan tidak mungkin pendaftaran capres-cawapres ditunda karena Jokowi tersandera kasus hukum.

Sementara itu, juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan bila Kejaksaan Agung menetapkan Jokowi sebagai tersangka maka selesai sudah pilpres bagi Jokowi, karena ancaman hukuman para pelaku korupsi di atas 5 tahun. Pencapresan Jokowi pun harus dibatalkan. “Kalau itu yang terjadi maka nampaknya Megawati yang akan dicapreskan. Toh selama ini di internal PDIP banyak pro kontra mengenai pencapresan Jokowi. Yang maju nantinya bisa jadi Megawati,” ucap Ruhut kepada wartawan di Gedung MRP/DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis 22 Mei 2014.

Jokowi Harus Bertanggung Jawab

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo seharusnya bertanggung jawab atas dugaan korupsi dalam proyek pengadaan bus Transjakarta bernilai triliunan rupiah. Pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan, sangat tidak mungkin jika Jokowi sebagai pucuk pimpinan tidak mengetahui proyek yang telah menyeret mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menjadi tersangka di Kejaksaan Agung. “Pejabat pelaksana kegiatan pasti di lingkungan Dishub. Tidak mungkin gubernur tidak tahu proyek sebesar itu. Hanya mungkin tidak terlibat secara teknis,” kata Margarito, Jumat 23 Mei 2014.

Margarito menuturkan, pengadaan bus Transjakarta memang menjadi tanggung jawab di Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Namun, perencanaan anggarannya harus atas sepengetahuan gubernur. “Pada waktu perencanaan anggaran, penyusunan nomenklatur proyek, tidak mungkin tidak tahu walau secara umum. Kalau pengadaan bus mungkin tidak terlibat langsung karena pengguna anggaran proyek itu Dishub,” ujarnya.

Masih lanjut Margarito, secara normatif seharusnya Dishub DKI memberitahukan pada Gubernur mengenai penggunaan anggaran. Termasuk spesifikasi barang dalam proyek tersebut. “Dilakukan atau tidak, saya tidak tahu. Karena jumlahnya cukup besar, triliunan rupiah. Ini yang diselidiki penyidik Kejaksaan Agung. Penyelenggaraan secara teknis belum tentu dia tahu,” tandasnya.

Kasus Transjakarta mencuat setelah sehari diresmikan pengoperasiannya oleh Jokowi pada 15 Januari 2014, beberapa bus yang baru diimpor dari Cina itu sudah mogok. Dari 30 bus gandeng yang diluncurkan ketika itu, 12 di antaranya tak bisa jalan esok harinya. Pengelola Transjakarta menemukan macam-macam kerusakan, diantaranya mesin sering terlalu panas dan pada bagian-bagian penting banyak yang sudah karatan.

Udar Pristono yang menjadi tersangkan kasus pengadaan bus Transjakarta rusak (berkarat) sudah diproses hukum. Dia bernyanyi soal keterlibatan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dalam kasus itu. Jurubicara Jokowi For Presiden (JKW4P) Eva Sundari mengatakan kalau kasus itu sudah diproses secara hukum. “Kita ikuti saja pengembangan kasusnya didasarkan fakta dan bukti yang ada,” katanya, seperti dikutip Rakyat Merdeka.

Eva juga mengingatkan jangan sampai kasus ini dipolitisir. Ketika ditanya kabarnya Juni nanti Jokowi akan ditetapkan sebagai tersangka, lantas skenario apa yang akan dilakukan PDIP karena penetapan status itu akan menganggu proses pencalonan Jokowi sebagai capres, Eva sekali lagi menegaskan tidak boleh penegakan hukum meninggalkan rasionalitas fakta dan data dengan menargetkan orang. “Itu politisasi. Kalau hal itu yang terjadi maka rakyat akan melawan,” demikian Eva Sundari, Anggota Komisi III DPR ini.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pengadaan Bus Transjakarta. Mereka adalah mantan Kadishub DKI Udar Pristono serta Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto.

Kejaksaan juga telah menetapkan pegawai negeri sipil (PNS) Dishub DA sebagai tersangka. DA adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway dan ST sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Udar Pristono pun meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut bertanggung jawab dalam kasus yang menjeratnya. Dia beralasan, rencana pengadaan bus sudah melalui proses struktural kelembagaan, dan mendapatkan persetujuan dari orang nomor satu di Jakarta. [KbrNet/RMOL/SI]

Satu Tanggapan to “Jika Jokowi Jadi Tersangka Korupsi ?”

  1. taUbat said

    PROGRESS 98 UNDANG 50 SAKSI DARI SOLO UNTUK BUKTIKAN KORUPSI JOKOWI

    SUNDAY, AUGUST 10, 2014

    SPEKTANEWS (JAKARTA) KECEWA DENGAN SIKAP KPK YANG TAK PERNAH MAU MENGGUBRIS KASUS KORUPSI YANG MELIBATKAN GUBERNUR DKI JAKARTA, JOKO WIDODO KELOMPOK AKTIVIS PEJUANG ASPIRASI RAKYAT YANG TERGABUNG DALAM PROGRESS 98, MENGUNDANG SEJUMLAH SAKSI DARI SOLO, JAWA TENGAH. TIDAK TANGGUNG-TANGGUNG 50 ORANG SAKSI DIUNDANG PROGRESS 98 UNTUK MEMPERKUAT BUKTI KORUPSI JOKO WIDODO.

    MELANSIR KETERANGAN RESMI KETUA UMUM PROGRESS 98, FAIZAL ASSEGAF, DI SITUS FACEBOOKNYA, MINGGU (10/8), PROGRESS 98 AKAN KEMBALI MENGGELAR AKSINYA ESOK PETANG, SENIN (11/8) DI GEDUNG KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI) UNTUK MENDESAK PIHAK KPK MENGUSUT KASUS KORUPSI APBD SENILAI 12,4 MILIAR RUPIAH YANG MELIBATKAN JOKO WIDODO.

    FAIZAL JUGA MENEGASKAN JIKA KPK TETAP TAK MENGGUBRIS TUNTUTAN PENGUSUTAN KASUS KORUPSI TERSEBUT, PROGRESS 98 DAN PARA SAKSI DARI SOLO ITU AKAN MENGINAP DI GEDUNG KPK.

    “TIDAK ADA KATA MENYERAH UNTUK MENYERET JOKOWI DAN MEGAWATI KE JALUR HUKUM. PROGRES 98 TERUS MELAKUKAN UPAYA PENEGAKAN HUKUM DENGAN MENGAJAK ELEMEN MASYARAKAT YANG MASIH PEDULI DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI,” TULIS FAIZAL.

    SEBELUMNYA AKSI AKTIVIS PROGRESS 98 INI TELAH DIGELAR BERKALI-KALI NAMUN TIDAK HINGGA DETIK INI BELUM ADA TINDAKLANJUT DARI PIHAK KPK. BAHKAN AKSI PROGRESS 98 DIHALANG-HALANGI PIHAK KEPOLISIAN. DIKETAHUI PULA, DALAM MEMPERJUANGAN KEBENARAN, SEJUMLAH AKTIVIS PROGRESS 98 BEBERAPA KALI SEMPAT DIGELANDANG POLISI DAN DISERET-SERET BAK BINATANG.

    “KHUSUS MENYANGKUT KASUS KORUPSI JOKOWI SAAT MENJABAT SELAKU WALIKOTA SOLO YANG SEJAK DUA TAHUN LALU TELAH DIADUKAN KE KPK, MAKA DENGAN INI KAMI MENGHADIRKAN 50 SAKSI UNTUK MENGINAP DI GEDUNG KPK. SELAIN ITU, EMPAT KASUS YANG SUDAH DILAPORKAN KE KPK AKAN TERUS KAMI SUARAKAN SECARA TERUS-MENERUS DEMI TEGAKNYA KEADILAN. MAU DITANGKAP BERKALI-KALI, KAMI TETAP AKAN BERGERAK MELALUI AKSI DAMAI MENDESAK KPK DALAM PENUNTASAN KASUS-KASUS TERSEBUT,” KATANYA.

    MECCA GORDA

    http://www.spektanews.com/2014/08/progress-98-undang-50-saksi-dari-solo.html

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: