KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Sebab PDIP Ancam Kerahkan Massa Bela Dolly

Posted by KabarNet pada 22/05/2014

Surabaya – KabarNet: Tarik-ulur rencana penutupan kawasan lokalisasi PSK Dolly kelihatannya masih belum akan usai. Tekad Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menutup tempat maksiat terbesar di seluruh Asia Tenggara itu justru ditentang keras oleh politikus kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang adalah bawahannya sendiri, yaitu Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

Risma adalah seorang PNS birokrat karir dan bukan kader PDIP (meski ia diusung oleh partai tersebut saat pencalonannya sebagai walikota), kini dalam masalah penutupan Dolly ia justru ditentang oleh kebijakan resmi PDIP terkait tempat maksiat tersebut.

Lalu apakah penyebab PDIP begitu kuat mempertahankan kelestarian kompleks jajanan seksual lelaki hidung belang itu?

Wisnu Sakti Buana yang juga Ketua PDIP Surabaya rupanya tidak main-main atas pernyataannya yang akan membela keberadaan kawasan lokalisasi PSK Dolly dan warga sekitarnya, jika pemkot Surabaya benar-benar akan melakukan penutupan pada tanggal 19 Juni 2014, karena permintaan penundaan yang dilontarkannya merupakan keputusan partai PDIP.

“Soal Dolly adalah prinsip, karena menyangkut hajat orang banyak, maka sikap saya dan partai (PDIP) tegas agar pemkot Surabaya terlebih dahulu mengajak bicara warga kota Surabaya asli yang terdampak, karena PSK dan Mucikari disana seratus persen bukan warga kota Surabaya,” ucap Wisnu, seperti dilansir beritajatim.com.

Ditanya apakah hal itu berarti seluruh kader PDIP kota Surabaya akan turut diterjunkan untuk membela para PSK dan warga sekitar Dolly, Wisnu mengaku bahwa melakukan pembelaan kepada masyarakat merupakan program partainya yang multak harus dijalankan oleh kader. “Itu sudah jelas, karena merupakan program partai yang harus di laksanakan,” ucap dia.

Wisnu juga menyatakan bahwa dirinya bersama para kader PDIP akan siap berada di barisan warga kota Surabaya sekitar lokalisasi gang Dolly yang terdampak, jika pemkot Surabaya memaksakan program penutupannya pada tanggal 19 Juni mendatang. “Ya kita lihat saja nanti, karena kami tidak akan tinggal diam, dan saya bersama kader PDIP akan berada disana bersama warga setempat,” tegasnya.

Rupanya, masih ada “SEBAB LAIN” kenapa para kader PDIP begitu keukeuh mempertahankan kelestarian kawasan tempat maksiat Dolly. Paling tidak, “sebab lain” tersebut adalah fakta-fakta ‘kegemaran’ para kader PDIP sebagaimana yang diungkap oleh media. Para pembaca KabarNet yang cerdas dipersilahkan untuk membaca dan menyimpulkan sendiri laporan media nasional Detik.com berikut ini:

Kongres PDIP Untungkan PSK

Kamis, 31/03/2005 17:47 WIB
Gede Suardana – detikNews

Sanur – Kongres PDIP di Bali membawa berkah. Setidaknya, untuk para PSK (penjaja seks komersial). Para wanita malam itu mendapatkan rupiah lebih banyak dibanding hari biasa, karena banyaknya penggembira dan utusan kongres PDIP yang melakukan transaksi.

Sejak hari pertama kongres, sebagian penggembira dan utusan kongres PDIP memang tampak menyerbu kawasan PSK tak resmi di beberapa kawasan Sanur, Bali. Antara lain di Padang Galak, Pasiran, Belanjong, dan Semawang.

Kawasan PSK ini terkenal dengan tarif hemat. Sementara beberapa utusan kongres PDIP yang berkantong tebal memilih mendatangi kawasan PSK di kawasan wisata Kuta. Tempat ini dikenal sebagai kawasan PSK yang bertarif mahal.

Para penggembira kongres PDIP yang bermalam di lapangan Matahari Terbit, biasanya menghabiskan malam-malam indahnya di Pulau Dewata ini dengan mendatangi rumah-rumah PSK di Padang Galak, yang berada di pinggir pantai Sanur itu. Mereka minum-minum, ngobrol, dan juga yang sampai melakukan transaksi dengan PSK. Umumnya, mereka mencari ayam kampung (gadis Bali). Sayang, gadis Bali susah didapatkan. Soalnya, sebagian besar PSK di daerah ini memang berasal dari daerah Banyuwangi dan sejumlah daerah dari Jawa Timur lainnya.

Menurut seorang PSK di Padang Galak, Susi, kepada detikcom, Kamis (31/3/2005), dirinya telah melayani tiga orang yang merupakan tiga penggembira kongres PDIP. Sebenarnya banyak penggembira PDIP yang mendatangi dirinya. Tapi, banyak penggembira yang tidak membayar, karena pura-pura mabuk. Maklum, penggembira memang tidak berduit banyak. Di kawasan PSK Padang Galak dan Pasiran, biasanya penggembira kongres berdatangan secara perorangan atau bergerombol. Karena sama-sama orang Jawa, transaksi pun lebih mudah.

Sementara penggembira di kawasan by pass Sanur memilih menyerbu beberapa rumah bordil di kawasan Semawang dan Belanjong. Mereka tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan para wanita malam itu. Setiap rumah yang memiliki alamat berakhir huruf X, maka itu dipastikan rumah bordil.

Salah seorang PSK di Semawang, Linda, mengaku melakukan transaksi dengan sejumlah penggembira dan utusan kongres. Bahkan, dia mengaku juga mendapat order untuk datang ke hotel tempat menginap para utusan. “Pokoknya ini berkahlah, karena lebih ramai dari hari-hari biasa,” ungkapnya.

Sedangkan beberapa satgas Kongres PDIP yang berpakaian ala pecalang juga ketiban rezeki dari sejumlah utusan kongres. Seorang satgas, Putu Wardana, mengaku sempat beberapa kali menerima order dari para utusan kongres untuk mencarikan rumah bordil itu. Putu pun mendapatkan rupiah yang lumayan. Sebagian utusan juga mencari kawasan PSK elit yang berada di kawasan Kuta. Bahkan, sejumlah utusan masih mengenakan ID card kongres saat mendatangi kawasan PSK elit di Kuta itu.

Sumber: Detik.com ◄═══Klik disini

[KbrNet/Detik/adl]

Klik disini ═══► Berita terkait: PDIP Ancam Kerahkan Massa Jika Tutup Dolly!

Berita Terpopuler 24 jam:

KLIK DISINI ═══► Jokowi-JK Akan Hapuskan Perda Syariat Islam

KLIK DISINI ═══► Ketua MUI: PDIP adalah Musuh Islam & Musuh Umat Islam!

KLIK DISINI ═══► FUUI: Umat Islam Haram Pilih Jokowi-JK !

119 Tanggapan to “Inilah Sebab PDIP Ancam Kerahkan Massa Bela Dolly”

  1. Anonim said

    poling partai-partai (siapa yang setuju / siapa yang menolak) Gg Dolly Ditutup

  2. ksatria_kencana said

    Banyak kader PDIP dan tim sukses jokowi serta para media sekuler memberitakan dan mencitrakan bhw bacaan shalat jokowi bagus dan panjang.
    Benarkah yg dikatakan media sepilis(metro tv-kompas dll tsb?)

    Mari kita lihat:
    http://www.youtube.com/watch?v=pwopp0oiWtM

    Ummat Islam jangan mau ditipu setan2 busuk dikoalisi PDIP !

  3. Anonim said

    PDI P Laknatullah!!!

  4. Anonim said

    sanggat setuju sekali klo gang doli di tutup..

  5. ira said

    Ini apa2an???sdh jelas dolly/psk tidak dibutuhkan..kok masih digandoli?? Cari2 alasan aja utk narik simpati rakyat..tuh urusi daerah yg miskin , kelaparan n pendidikan yg corat marut gak karuan..wong masih byk kerjaan..jadi babu kek..jadi tukang kebun kek..banyaaak kerjaan bro..JGN MALAS REK!!!isone mubg nampane duit esek2 thok ae…pasti yg gak setuju iku wong sing seneng jajan..

  6. Anonim said

    Kok yng nulis hafal bnget yaw dngn tmpt2nya
    Kyany pengalaman ee

  7. mawar said

    Biarkan PDIP berkreasi, Tuhan kan ga tidur, biar tangan Tuhan nanti yg akan bekerja, dan klo kita beruntung, kita akan diperlihatkan, hukuman Tuhan utk PDIP beserta antek anteknya

  8. no name said

    “karena PSK dan Mucikari disana seratus persen bukan warga kota Surabaya,”?? nah loh? bapak Wisnu tahu banget kayaknya.. pelanggan juga ya pak?? wkwk =D

  9. Anonim said

    Tempat maksiat kok ya dipelihara, nabung dosa sekaligus penyakit -_- .
    mending tutup aja tu tempat dolly, tau itu dosa sekaligus penyakit masyarakat masih aja di ajak negosiasi..
    hadehhh…

  10. Anonim said

    daripada positifnya lebih banyak segi negatif yang ada di dolly : premanisme, perdagangan manusia, kejahatan dan sgala macam nya lagi lengkap disana, dewasakan masyarakatnya utk bisa lbih berkualitas dengan cara mengeluarkan mereka dari zona nyamannya

  11. aninimous said

    Apakah ada?…suatu kepercayaan atau agama apapun d indonesia yg melegalkan tmpat maksiat … sy kok blm tau mungkin kader2 PDI P punya jawabanya… ? atau dh menemukan tatanan peraturan baru buat para kadernya..

  12. Anonim said

    Ini wakilnya kok sering sekali berseberangan dgn ketua sih.mending ngak usah jadi wakil sekalian .atau jadi ketua rt aja

  13. Anonim said

    gimana Indonesia mau maju yang haram di halalin yamg halal di haramin

  14. Anonim said

    mungkin orang PDIP duka “jajan” di tempat itu kali kasian tuh istri-istri orang PDIP di selingkuhin ama cewek murahan

  15. taUbat said

    Prihatin : Belakangan ini banyak sekali intimidasi dan fitnah serta ancaman …. (kurang baik)

    http://www.pks-lubangbuaya.org/2014/02/cuma-pks-yang-bela-bu-risma-walikota.html

  16. Anonim said

    Berita ga mutu. Pasti ditulis sama org yang otaknya sempit. Klo yang baca percaya… artinya type orang goblok juga..

  17. azzana's said

    Tanda2. Akhir zaman ada d dolly, manusia2 kader PDIP, ingat sdr2 yg sesat maksiat, Allah SWT tdk pernah tidur, maha tahu, silahkan lanjutkn mengumbar nafsu setan kalian ga sgra brtobat, hingga Allah SWT turun tangan dberlakukan spt kaum nabi LuthN habisssss ttumpasssss, laknatullah, smoga qta yg msih sadar nanti sgra dmatilkan & bersama dg manusia2 pengumbar nafsu

  18. Anonim said

    Yah manti kan kader2 pdip ga bs jajan lg… Iiiiissshhh pake barang branded jajan koq yg obralannnn

  19. Anonim said

    seribu setuju karena itu tempat maksiat dan generasi bangsa, terutama agama ……….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: