KabarNet

Aktual Tajam

NU Dukung Prabowo, Jualan ‘PKB-Muhaimin’ Tak Laku

Posted by KabarNet pada 20/05/2014

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

Jakarta – KabarNet: Malang nian nasib Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diseret-seret ketuanya, Muhaimin Iskandar untuk menempel ke kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilpres 2014 mendatang. Setelah dibalas Rhoma Irama dengan mencabut dukungan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj pun terang-terangan menyatakan mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Dukungan tersebut dinyatakan Said Aqil secara terbuka, Kamis ( 15/5/2014) lalu.”Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tetapi saya pribadi mendukung Prabowo,” tandas Said Agil di sela acara pelantikan PCNU Kota Depok di Masjid Kubah Emas Depok, Jabar.

Aqil beralasan, sebagai seorang purnawirawan jenderal bintang tiga, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, mempunyai wibawa untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. “Beliau juga saya nilai merupakan sosok warga Indonesia yang tegas dan memikirkan rakyat kecil seperti petani, buruh, nelayan, dan lainnya, “ kata Said Aqil, ucapan yang merupakan bentuk “kampanye” untuk Prabowo.

Persoalan kemandirian bangsa dan kedaulatan ekonomi juga menjadi bagian dari alasan Said Aqil. “Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor,” tambah Said Aqil.

Dari kacamata politik, dukungan dan “kampanye” Ketua Umum PBNU untuk Prabowo tersebut, meski dikatakannya sebagai dukungan pribadi, namun sejatinya merupakan “isyarat” kepada warga Nahdhiyin (NU) untuk memilih Capres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014.

Said Aqil mengungkapkan dorongan kepada warga NU untuk mendukung capres Prabowo Subianto tidak dengan terang-terangan, namun secara “tersirat” dalam pesan-pesan “isyarat” yang pasti akan ditangkap dan dipahami oleh puluhan juta warga NU.

Sebenarnya dukungan Said Aqil itu tidak mengejutkan. Pada Desember 2013 lalu, dukungan serupa pernah ditegaskan ketua PBNU itu kepada Prabowo. Alasannya, selain sebagaimana pernyataan serupa yang dinyatakan di Depok, ia mengatakan bahwa Prabowo memiliki visi misi yang sama dengan PBNU. “Kita mengharapkan pemimpin yang konsisten, tegas, sportif, bersih, berani, nasionalis, religius. Sampai saat ini, semua ini masih ada pada Prabowo,” kata Said, di Kantor PBNU, Jakarta, 17 Desember 2013. Pernyataan itu langsung diutarakan di hadapan Prabowo yang saat itu datang bersilaturahmi.

Sebenarnya, sikap Said Aqil itu pun tidak sepenuhnya karena faktor kepribadian dan visi kenegaraan Prabowo. Tampaknya penilaian Said Aqil terhadap dua tokoh di kubu Jokowi, yakni Megawati dan Muhaimin, cukup memberikan porsi mengapa Said Aqil enggan mendukung mereka.

Sebagaimana diketahui, Said Aqil adalah junior dan sahabat dekat almarhum Gus Dur. Sementara sejarah mencatat, baik Megawati maupun Muhaimin Iskandar keduanya sama-sama dikenal pernah memiliki catatan persoalan buruk dengan almarhum Gus Dur.

Bagi keluarga Gus Dur, baik Megawati maupun Muhaimin adalah orang-orang yang pernah mengkhianati almarhum Gus Dur. Mega dinilai berkhianat dalam urusan kepresidenan, dengan menyempal dan berhadapan dengan Gus Dur setelah almarhum mengeluarkan Dekrit Presiden yang tak pernah terlaksana. Sementara Muhaimin dinilai sebagai tokoh culas semacam Brutus dan Sengkuni yang berkhianat dengan mendongkel Gus Dur dari kepemimpinan di PKB.

Tentu saja, meski signifikansi dampak dukungan Said Aqil kepada warga nahdliyin masih bisa diperdebatkan, namun dukungan itu menggerus andil PKB terhadap koalisi Jokowi. Setelah Rhoma mencabut dukungan kepada PKB karena kekecewaannya, manuver Said Aqil tersebut sejatinya menjadi masalah besar bagi Muhaimin dan kroni-nroninya di DPP PKB.

Jelas, pihak PDIP sebagai partai induk di koalisi pendukung capres Jokowi layak mempertanyakan efektivitas dan andil PKB dalam kelompok mereka.

Persoalan itu kian besar manakala Megawati—yang terus menegaskan posisi kuncinya sebagai pengambil keputusan siapa cawapres Jokowi, memilih Jusuf Kalla. Setidaknya, secara terang-terangan Ketua Lajnah Ta’lif wa Nasyr (Departemen Media dan Informasi Publik) PBNU, Khatibul Umam Wiranu, menyatakan akan ada banyak warga NU yang langsung memilih Prabowo. “Warga NU dan PKB tak akan pikir panjang, langsung ke Prabowo,” kata Khatibul Umam seperti dikutip Tempo, Rabu, 16 April 2014 lalu.

Alasan Khatibul, sosok Jusuf Kalla memunculkan resistensi di kalangan nahdliyin. Ini berkaitan dengan kiprah Kalla di Golkar. “Pada masa Orde Baru, NU selalu dilibas oleh Soeharto dan Golkar,” kata dia. Namun perlu ditegaskan, meski seorang nahdliyin, Khatibul adalah politisi Partai Demokrat.

Dukungan Ketua PBNU Said Aqil Siradj itu pun segera mengingatkan kita pada hasil survey yang pernah dirilis Lembaga Survei Nasional (LSN), awal bulan Mei 2014 ini. Survei LSN menyatakan, meski PKB bergabung ke Jokowi-PDIP, arah dukungan warga nahdliyin bukan ke Jokowi, tetapi kepada Prabowo.

Saat itu, Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry mengatakan, survey dilakukan terhadap 1.230 responden yang diperoleh menggunakan teknik ambang berjenjang (multistage random sampling). Batas kesalahan (margin of error) survei ini sebesar 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

Menurut Umar, ketika LSN menanyakan kepada responden yang merasa dekat dengan NU, 32,5 persen di antara mereka mengaku akan memilih Prabowo Subianto. Sedangkan Jokowi dari PDIP hanya dipilih oleh 22,1 persen responden. Ada tiga nama capres yang ditanyakan saat itu, Jokowi, Prabowo dan Aburizal Bakrie.

Yang menarik, seberapa signifikan sebenarnya suara warga nahdliyin dalam peta Pilpres mendatang. Sebenarnya, sulit untuk menduga-duga jumlah warga NU, apalagi warga NU yang memiliki hak pilih pada Pilpres nanti.

Rois syuriah PBNU sendiri, Masdar Farid Mashudi, mengaku tak tahu pasti jumlah warga NU di Indonesia. Menurut Masdar, kebanyakan akan menjawab warga NU di Indonesia mencapai 60 juta orang.Bahkan, menurut Masdar, tak sedikit yang menyebut sebanyak 100 juta orang. “Warga NU sekian juta itu hanya jumlah ‘tembak’ (tebak-tebakan). Ini termasuk kebohongan publik,” kata Masdar kepada Republika, beberapa waktu lalu. Ia mengaku tak punya data akurat keanggotaan warga nahdliyin dan menegaskan hal itu sebagai pekerjaan utama yang harus diselesaikan.

Tetapi sebagai gambaran kasar barangkali kita bisa merujuk buku ‘Nalar Politik NU dan Muhammadiyah; Over Crossing Jawa Sentris’, yang ditulis Dr. Suaidi Asyari, MA, Ph.D. Suaidi memperkirakan, setidaknya ada 40 juta muslim Indonesia adalah pengikut NU.

PKB selalu menjadikan 40-an juta warganya itu sebagai dagangan untuk berkoalisi. Dengan tambahan suara fans Rhoma, yang dalam Pileg lalu terbukti berdampak besar, PKB dengan tangan terbuka diterima PDIP. Setelah pernyataan ‘ciao’ dan ‘adios’-nya Rhoma serta dukungan ketua PBNU ke Prabowo, kita layak meragukan andil yang masih bisa diberikan PKB untuk koalisinya. Apakah masih laku dagangan Muhaimin Iskandar dan kroni-kroninya di DPP PKB? [KbrNet/Inilah.com/adl]

19 Tanggapan to “NU Dukung Prabowo, Jualan ‘PKB-Muhaimin’ Tak Laku”

  1. Adji said

    Partai Kardus Buah (Durian)

  2. Andy Cole said

    pelintir lagi pelintir lagi. NU itu bukan partai politik. Tidak ada afiliasi politik. Semua nadhliyin boleh memilih sesuka hati bahkan mengutarakan pilihannya secara terang2an tanpa khawatir sanksi ala partai.

    Bahkan yang partai saja banyak yang terpecah pilihan. Ini karena capres-cawapres adalah sosok figur, bukan lagi mutlak kepentingan partai layaknya pemilu legislatif.

    JK melibas umat muslim era OrBa? Ingat justru salah satu pentolan OrBA yang kental kiprah negatifnya adalah Prabowo Soebianto. Kabarnet oh kabarnet

  3. Anti Kolor said

    Hati2. Kroscek dulu pemberitaan REPUBLIKA di bawah ini. Apa betul demikian…

    Apa betul Ketum PBNU bilang demikian, tidak ada yg dipelintir? Kalau betul apa mungkin posisi beliau hanya sebagai oknum? Apa betul itu menurut nama organisasi, bisakah diverifikasi kepada NU sendiri?

    Coba berkomentar dengan kepala jernih dulu. Jangan su’udzon termakan pemberitaan media. Crosscheck dengan banyak sumber dulu

    http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/05/17/n5of2m-jika-ketua-pbnu-dukung-prabowo-suara-nu-akan-ikut

  4. Anti Color said

    Hati2. Kroscek dulu pemberitaan RCTI / Seputar Indonesia (SINDO) di bawah ini. Apa betul demikian…

    Apa betul Ketum PBNU bilang demikian, tidak ada yg dipelintir? Kalau betul apa mungkin posisi beliau hanya sebagai oknum? Apa betul itu menurut nama organisasi, bisakah diverifikasi kepada NU sendiri?

    Coba berkomentar dengan kepala jernih dulu. Jangan su’udzon termakan pemberitaan media. Crosscheck dengan banyak sumber dulu

    http://pemilu.sindonews.com/read/2014/05/16/113/864193/said-aqil-siradj-dukung-prabowo-suara-nu-terbelah

  5. Anti Coler said

    Hati2. Kroscek dulu pemberitaan TRIBUNNEWS di bawah ini. Apa betul demikian…

    Apa betul Ketum PBNU bilang demikian, tidak ada yg dipelintir? Kalau betul apa mungkin posisi beliau hanya sebagai oknum? Apa betul itu menurut nama organisasi, bisakah diverifikasi kepada NU sendiri?

    Coba berkomentar dengan kepala jernih dulu. Jangan su’udzon termakan pemberitaan media. Crosscheck dengan banyak sumber dulu

    http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/17/said-aqil-bisa-pengaruhi-warga-nu-dukung-prabowo

  6. Gusdur said

    Ya salahnya sampeyan… kok mau dibohongin sama si Pendek itu. Lha wong saya aja dikhianati…. apalagi Sampeyan.

  7. BRUTUS said

    Rhoma Irama dan Ketua PBNU Said Aqil Siradj Menggebuk Muhaimin Iskandar
    ____________________________________

    JAKARTA (voa-islam.com) – Cak Imin alias Muhaimin Iskandar, keponakan Gus Dur, yang sudah ‘berbai’at’ kepada PDIP dan Jokowi, harus menelan ‘jadam arab’, akibat perbuatannya yang menyerahkan ‘tubuh’ PKB kepada PDIP dan Jokowi dalam pilpres mendatang.

    Tindakan dan langkah Cak Imin itu, mula-mula mendapatkan ‘gebukan’ dari Rhoma Irama, yang langsung hengkang dari PKB, dan melarang pendukungnya memberikan dukungan kepada Jokowi.

    Berikutnya, sesudah mendapatkan ‘gebukan’ akibat kelakuan Cak Imin itu, sekarang tak tanggung-tanggung, Cak Imin mendapatkan ‘gebukan’ lagi dari Ketua PB NU, Said Agil Siradj, di mana ‘bos’ NU itu terang-terangan mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

    Pernyataan yang begitu heboh itu, dinyatakan secara terbuka oleh Said Aqil Sirajd, Kamis, 15/5/2014. Dalam pernyataannya, “Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tetapi saya pribadi mendukung Prabowo,” kata Said Aqil di sela cara pelantikan PCNU Kota Depok di Masjid Kubah Mas Depok, Jabar.

    Selanjutnya, Aqil berpendapat, sebagai seorang purnawirawan jenderal bintang tiga, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, mempunyai wibawa untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Tentu, pribadi atau karakter Prabowo sangat berbeda dengan Jokowi, yang sudah didukung oleh Cak Imin.

    “Beliau juga saya nilai merupakan sosok warga Indonesia yang tegas dan memikirkan rakyat kecil seperti petani, buruh, nelayan, dan lainnya, “ tambah Said Aqil. Persoalan kemandirian bangsa dan kedaulatan ekonomi juga menjadi bagian dariasan Said Aqil. “Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor,” ujar dia.

    Sebenarnya dukungan Said Aqil itu tidak mengejutkan. Desember tahun lalu, dukungan serupa pernah ditegaskan ketua PBNU itu kepada Prabowo. Alasannya, selain sebagaimana pernyataan serupa yang dinyatakan di Depok, Prabowo memiliki visi misi yang sama dengan PBNU.

    “Kita mengharapkan pemimpin yang konsisten, tegas, sprotif, bersih, berani, nasionalis, religius. Sampai saat semua ini masih ada pada Prabowo,” kata Said, di Kantor PBNU, Jakarta, 17 Desember 2013. Pernyataan itu langsung diutarakan di hadapan Prabowo yang saat itu bersilaturahmi.

    Oleh keluarga Gus Dur, baik Megawati maupun Muhaimin, dianggap pernah mengkhianati almarhum. Mega dalam urusan kepresidenan, dengan menyempal dan berhadapan dengan Gus Dur setelah almarhum mengeluarkan Dekrit Presiden yang tak pernah terlaksana.

    Sementara Muhaimin dianggap mendongkel Gus Dur dari kepemimpinan di PKB.

    Tentu saja, meski signifikansi dampak dukungan Said Aqil kepada warga nahdliyin masih bisa diperdebatkan, dukungan itu menggerus andil PKB terhadap koalisi Jokowi.

    Setelah Rhoma mencabut dukungan kepada PKB karena kekecewaannya, manuver Said Aqil tersebut sejatinya menjadi masalah besar bagi Muhaimin.

    Jelas, PDIP sebagai partai induk di koalisi layak mempertanyakan efektivitas dan andil PKB dalam kelompok mereka. Persoalan itu kian besar manakala Megawati—yang terus menegaskan posisi kuncinya sebagai pengambil keputusan memilih Jusuf Kalla sebagai cawapres.

    Setidaknya, secara terang-terangan Ketua Lajnah Ta’lif wa Nasyr (Departemen Media dan Informasi Publik) PBNU, Khatibul Umam Wiranu, menyatakan akan ada banyak warga NU yang langsung memilih Prabowo, ujarnya.

    Sebuah perubahan yang terjadi dikalangan tokoh-tokoh NU, sesudah melihat sosok Jokowi yang ‘misterius’ dan orang-orang yang dibelakangnya, yaitu ‘Asing dan A Seng’, yang ingin menguasai dan menjajah Indonesia. (jj/dbs/voa-islam.com)

    http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/05/16/30395/oma-irama-dan-ketua-pb-nu-said-aqil-siradj-menggebuk-muhaimin-iskandar/#sthash.YMfD266F.dpbs

  8. Anonim said

    Jelas muslim banyak pilih Prabowo…

  9. Imam Mawardi said

    Keputusan Koalisi PKB sudah sesuai Prosedur dan Tradisi di NU, Cak Imin Ndak usah takut,,, menang kalah itu biasa,,,, PKB sudah berusaha jadi Anak berbakti,,, Kalo Ortunya masih menganggap kurang, itu biasa,,, Ortu Ndak oleh dibantah,,, serahkan sama Tuhan aja,,,

  10. Andy Cole said

    Sekali lagi figur yang berpengaruh di sini. NU bukan partai politik. Perbedaan pendapat bukan berarti pecah. Jika satu tokoh senior mendukung, bukan berarti itu ajakan untuk seluruh jajaran nahdliyin. Itu karena nahdliyin bukan deretan kader. Tidak ada kaderisasi dan konkalikong di sini.

    Figur capres-cawapres yg berpengaruh di sini. Bukan berarti dukungan gendut koalisi elit parpol pasti menentukan menang. Masyarakat sudah cerdas sekarang. Siapa PraHaRa, siapa JWJK. Prestasi dan kesederhanaan JWJK sudah berbicara sendiri tanpa banyak orasi maupun dukungan koalisi gendut.

    http://pemilu.okezone.com/read/2014/05/21/567/987914/kh-hasyim-muzadi-kritik-mahfud-md

  11. Sebuah perubahan yang terjadi dikalangan tokoh-tokoh NU, sesudah melihat sosok Jokowi yang ‘misterius’ dan orang-orang yang dibelakangnya, yaitu ‘Asing dan A Seng’, yang ingin menguasai dan menjajah Indonesia.

  12. Rhoma mencabut dukungan kepada PKB karena kekecewaannya, manuver Said Aqil tersebut sejatinya menjadi masalah besar bagi Muhaimin.

  13. Sebenarnya dukungan Said Aqil itu tidak mengejutkan. Desember tahun lalu, dukungan serupa pernah ditegaskan ketua PBNU itu kepada Prabowo. Alasannya, selain sebagaimana pernyataan serupa yang dinyatakan di Depok, Prabowo memiliki visi misi yang sama dengan PBNU.

  14. Cak Imin alias Muhaimin Iskandar, keponakan Gus Dur, yang sudah ‘berbai’at’ kepada PDIP dan Jokowi, harus menelan ‘jadam arab’, akibat perbuatannya yang menyerahkan ‘tubuh’ PKB kepada PDIP dan Jokowi dalam pilpres mendatang.

  15. taUbat said

    INGKAR JANJI, MUHAIMIN ISKANDAR KECEWAKAN HATI KIAI NU

    KAMIS, 22 MEI 2014 – 10:21 WIB |

    JOMBANG – SINDO TV – SUARA WARGA NAHDIYIN PADA PEMILU PRESIDEN 2014 DIPASTIKAN TIDAK AKAN SEKOMPOK PEMILU LEGESLATIF YANG DIHELAT 9 APRIL LALU DALAM MENDUKUNG PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB). INI KARENA KETUA PKB MUHAIMIN ISKANDAR DINILAI MANGKIR DARI JANJI YANG DISAMPAIKANNYA MENJELANG PILEG.

    “SUDAH CUKUP BANYAK ORANG YANG DIKECEWAKAN MUHAIMIN, SEPERTI MAHFUD MD, RHOMA IRAMA, DAN PARA KIAI NU,” UJAR PENGASUH PESANTREN DARUL ULUM JOMBANG, KH DIMYATI ROMLI, KAMIS (22/5/2014).

    DIA MENJELASKAN KEKECEWAAN ITU DILATARBELAKANGI SIFAT MUHAIMIN ISKANDAR YANG MEMBELOT DARI JANJINYA YANG AKAN MENGUSUNG MAHFUD MD SEBAGAI CALON PRESIDEN ATAU CALON WAKIL PRESIDEN PADA PILPRES JULI MENDATANG.

    “SEBELUM PEMILU LEGISLATIF, MUHAIMIN BERKALI-KALI DATANG MINTA DUKUNGAN PADA PARA KAI AGAR MEMENANGKAN PKB. TAPI SETELAH PILEG, MUHAIMIN JUSTRU MENGAJUKAN NAMANYA SENDIRI MENCAI CAWAPRES JOKOWI, MESKI AKHIRNYA YANG DIPILIH ADALAH JUSUF KALLA,” TERANGNYA.

    MENURUTNYA, LANGKAH YANG DIAMBIL MUHAIMMIN TERSEBUT SANGAT TIDAK ELOK DAN MENYAKITI BANYAK PIHAK. ATAS DASAR ITULAH, PARA KIAI NU DI JAWA TIMUR AKAN MENYATUKAN LANGKAH UNTUK MENINGGALKAN MUHAIMIN DAN MEMBERIKAN MENDUKUNG KE PASANGAN PRABOWO SUBIANTO.

    MASIH MENURUT DIMYATI ROMLI, DALAM WAKTU DEKAT PARA KIAI JAWA TIMUR DAN JAWA TENGAH AKAN MELAKUKAN PERTEMUAN UNTUK MENYATUKAN LANGKAH DAN MEMBERIKAN DUKUNGAN KE PASANGAN YANG DIUSUNG PARTAI GERINDRA, GOLKAR, PKS, PAN, PBB, DAN PPP TERSEBUT.

    MUKHTAR BAGUS | SINDO TV | RIS

  16. Cak Iman said

    Cak Imin mengecewakan Gus Dur, dulunya.
    Cak imin mengecewakan Machfud MD.
    Cak Imin mengecewakan Rhoma.

    Eh bertemu Mas Jokowi yang mengecewakan Mas Prabowo.

  17. doddokoplok said

    Reblogged this on doddokoplok's Blog.

  18. taUbat said

    KHOFIFAH: ADA YANG INGIN MEMECAH BELAH MUSLIMAT NU

    SELASA, 10 JUNI 2014 17:56

    MERDEKA.COM – KETUA UMUM PP MUSLIMAT NU KHOFIFAH INDAR PARAWANSA MENGAKU TIDAK KAGET DENGAN AKSI IBU-IBU YANG MENGATASNAMAKAN WARGA MUSLIMAT NU JAWA TIMUR, DI JALAN IMAM BONJOL, SURABAYA, SENIN (9/6) KEMARIN. DALAM AKSINYA, IBU-IBU ITU MENUNTUT KHOFIFAH MUNDUR SEBAB MENDUKUNG CAPRES-CAWAPRES JOKOWI – JK DENGAN MENGATASNAMAKAN MUSLIMAT NU.

    “SEJAK AWAL SUDAH SAYA SAMPAIKAN ADA GERAKAN-GERAKAN SEPERTI ITU YANG MENGATASNAMAKAN WARGA MUSLIMAT NU JAWA TIMUR. INI SAMA SEPERTI PAS PILGUB LALU. TAPI KALAU MEDIA JELI, COBA DITANYA DARI MANA SAJA MEREKA. MEREKA PENGURUS RANTING? CABANG? ANAK CABANG? ITU SEGITU BANYAK,” KATA KHOFIFAH SAAT DIHUBUNGI MERDEKA.COM, SELASA (10/6).

    KHOFIFAH MENJELASKAN, SELAMA INI SABAN ADA SUKSESI POLITIK MEMANG BANYAK ORANG MENGATASNAMAKAN WARGA MUSLIMAT NU. TAPI KALAU JELI, IDENTITAS MUSLIMAT NU SEBENARNYA MUDAH DIKENALI LEWAT SERAGAM YANG DIPAKAI.

    “KARENA KALAU SERAGAM YANG MEREKA PAKAI, ITU DI PASAR TANAH ABANG BANYAK. KERUDUNG MEREKA BUKAN SERAGAM MUSLIMAT. JADI KALAU ORANG MUSLIMAT MELIHAT AKSI KEMARIN DI RCTI DAN TVONE , PASTI BERTANYA-TANYA, KOK KERUDUNGNYA BUKAN MUSLIMAT. KERUDUNG IDENTITAS KAMI ITU HIJAU MUDA, BAJU BATIK, ITU STANDAR DI INDONESIA,” UJARNYA.

    “MUNGKIN YANG BELI BAJU TAK PAHAM, SEKADAR BELI DI PASAR TURI ATAU PASAR TANAH ABANG. KALAU SERAGAM SEPERTI ITU BANYAK. APALAGI KALAU MENGATASNAMAKAN FORUM WARGA MUSLIMAT, SEMUA ORANG BISA MENGAKU WARGA MUSLIMAT NU.”

    KHOFIFAH MENGIMBUHKAN, AKSI-AKSI SEMACAM ITU DI MUSLIMAT NU SUDAH MENJADI MAINAN ORANG-ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. ORANG DIKASIH BAJU MUSLIMAT, TERUS DATANG KE POSKO KANDIDAT, BILANG MENDUKUNG MENGATASNAMAKAN MUSLIMAT NU.

    “SEPERTI PADA PILGUB JATIM LALU. ADA YANG DATANG MENGAKU DARI SATU DAERAH, TRUS SAYA TANYA KENAL INI, KENAL INI, TERNYATA TIDAK. JADI ANEH-ANEH CARA UNTUK MEMECAH BELAH,” UJAR KADER NU ITU.

    LALU BAGAIMANA DENGAN TUNTUTAN MUNDUR KEMARIN? KHOFIFAH MENJAWAB RINGKAS. “DIA (KOORDINATOR AKSI) TIDAK BERADA DI DALAM STRUKTUR, JADI TUNTUTANNYA JADI ANEH. JADI YA BIARLAH, ORANG PUNYA UANG. HITUNG-HITUNG MEMPROMOSIKAN MUSLIMAT NU, BISA MASUK TELEVISI. SAYA SAMA SEKALI TIDAK ADA DIRTY FEELING. KASIHAN MEREKA,” TERANG KHOFIFAH.

    NAMUN DIA MENGGARISBAWAHI, DI INTERNAL MUSLIMAT NU MEMANG ADA GERAKAN-GERAKAN MEMECAH BELAH. MEREKA BAKAL MELAKUKAN SEGALA CARA DARI BERBAGAI TEMPAT YANG BISA MEREKA LAKUKAN. “KAMI TIDAK BOLEH BERHARAP AKAN SERATUS PERSEN TAHAN DARI TARIKAN-TARIKAN SEPERTI ITU. KARENA KITA TIDAK BISA MENGGARANSI BAKAL TAHAN,” UJARNYA.

    SEBELUMNYA, RIBUAN IBU-IBU MUSLIMAT NU DARI DAERAH BANGKALAN, PAMEKASAN, SAMPANG, PASURUAN, KEDIRI, NGANJUK, SURABAYA, SIDOARJO, LUMAJANG DAN PROBOLINGGO, BERKUMPUL DI POSKO MERAH PUTIH JAWA TIMUR DI JALAN IMAM BONJOL, SURABAYA, SENIN SIANG (9/6). MEREKA MENDEKLARASIKAN DIRI SEBAGAI PENDUKUNG PRABOWO-HATTA, DENGAN NAMA FORUM WARGA MUSLIMAT JAWA TIMUR.

    MENURUT KOORDINATOR FORUM WARGA MUSLIMAT JAWA TIMUR, ROBIATUL ADAWIYAH KHOLIL, ALASAN MENDUKUNG PRABOWO-HATTA KARENA MANTAN DANJEN KOPASSUS ITU MIRIP DENGAN SOSOK PRESIDEN RI PERTAMA, SOEKARNO.

    “PAK PRABOWO MEMILIKI KETEGASAN, LUGAS, CERDAS, DAN BERWIBAWA SEPERTI SOSOK BUNG KARNO. JADI INI PILIHAN TEPAT,” KATANYA DI SELA ACARA.

    IBU-IBU MUSLIMAT NU INI JUGA MENGECAM PILIHAN POLITIK KHOFIFAH MENJADI SALAH SATU JURU BICARA (JUBIR) PASANGAN JOKOWI – JK DI PILPRES 9 JULI MENDATANG.

    “ATAS NAMA WARGA MUSLIMAT NU JAWA TIMUR, SAYA MENGIMBAU KEPADA IBU KHOFIFAH SUPAYA MUNDUR DARI KETUA UMUM. KARENA DALAM ATURAN KEORGANISASIAN, TIDAK BOLEH ADA RANGKAP JABATAN DALAM MASALAH POLITIK,” TEGASNYA.

    MOHAMAD TAUFIK

    http://www.merdeka.com/pemilu-2014/khofifah-ada-yang-ingin-memecah-belah-muslimat-nu.html

    —dan—

    http://www.merdeka.com/politik/4-alasan-khofifah-diangkat-jadi-jubir-bisa-angkat-suara-jokowi.html

  19. don said

    yg pntg indonesia bangkit…..prabowo hatta

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: