KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Dalang Kerusuhan Mei 1998

Posted by KabarNet pada 18/05/2014

Robert Strong

Obsesi saya selama 16 tahun terakhir adalah menemukan pihak yang menjadi dalang kerusuhan Mei 1998 sebab siapapun pihak yang berada di belakang serangkaian peristiwa di bulan-bulan terakhir Orde Baru yang berujung pada kerusuhan Mei 1998 itu sungguh sangat keji dan tidak berprikemanusiaan, membunuh ribuan manusia tidak berdosa hanya sekedar untuk menjatuhkan seorang presiden yang satu-satu kesalahan paling besar adalah berkuasa terlalu lama.

Sebagaimana kebanyakan rakyat Indonesia maka saya juga menghubungkan Kerusuhan Mei 1998 dengan persaingan antara dua jenderal yaitu Wiranto dan Prabowo. Semua bukti yang dipaparkan media massa selama ini memang mengerucut pada dua nama tersebut, masing-masing melakukan berbagai tindakan yang dapat diartikan sebagai usaha untuk mendukung Kerusuhan Mei 1998, seperti kepergian Wiranto ke Malang pada hari kerusuhan dengan membawa seluruh panglima angkatan perang; atau bercandaan Prabowo kepada Lee Kuan Yew menjelang Pemilu 1997 bahwa dia mungkin akan memberontak.

Namun demikian, hasil penelitian saya selama 16 tahun justru menemukan fakta yang berbeda, bahwa dalang sesungguhnya dari Kerusuhan Mei 1998 bukan Wiranto maupun Prabowo, melainkan para barisan sakit hati orde baru, dan berikut ini adalah hasil penelusuran saya tersebut.

Yang harus kita telusuri pertama kali adalah motivasi Kerusuhan Mei 1998, dan berdasarkan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998 ditemukan fakta bahwa pelaku utama kerusuhan adalah bukan rakyat setempat, melainkan orang-orang berbadan tegap berambut cepak yang secara terkoordinir memprovokasi rakyat dan menyiram gedung-gedung dengan bensin yang sudah mereka bawa kemudian membakar. Setelah rakyat terprovokasi orang-orang ini kemudian menghilang.

Semua petunjuk menunjukan bahwa provokator di lapangan adalah militer, namun pertanyaannya militer di bawah komando siapa? Ini adalah pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah terungkap, akan tetapi dari keahlian para provokator itu dapat dipastikan mereka adalah intelijen dan bukan orang lapangan.

Akhirnya selama bertahun-tahun saya hanya bisa menduga-duga pelakunya antara Prabowo atau Wiranto, sampai suatu saat saya menemukan dua buku otobiografi yang melengkapi semua puzzle yang ada, yaitu buku Salim Said, dan Bill Tarrant, mantan kontributor asing the Jakarta Post, keduanya saya beli di Indonesia, yang pertama di Gramedia, yang kedua di Kinokuniya Plaza Senayan.

Banyak informasi penting dalam buku Salim Said, tapi yang paling penting adalah Benny Moerdani pernah mengatakan kepada dia dan angkatan 66 lain bahwa cara menjatuhkan Pak Harto adalah melalui berbagai kerusuhan untuk mendestabilisasi keadaan yang akan membuat kursi Pak Harto goyah dan saat itu Pak Harto akan mudah didongkel. Itu dia, ini jawabannya, dan semua masuk akal, siapa lagi yang bisa mengeksekusi pekerjaan intelijen serapi Kerusuhan Mei 1998 bila bukan raja intelijen, Benny Moerdani?

Jalinan cerita dari Salim Said tersebut kemudian menyambung dengan cerita Bill Tarrant bahwa The Jakarta Post yang tadinya diciptakan pendiri CSIS Jusuf Wanandi dan Ali Moertopo sebagai mesin propaganda Orde Baru ke dunia luar sejak tahun 1990 tiba-tiba ikut menyerang Orde Baru dengan isu HAM, demokrasi, bertepatan dengan tersingkirnya CSIS dari Orde Baru. Selain itu The Jakarta Post juga adalah kekuatan di belakang layar yang membangkitkan para LSM yang sudah menjelang mati suri untuk melawan Orde Baru, dan yang lebih penting lagi, The Jakarta Post adalah donatur utama dari gerakan mahasiswa 1997-1998, dan bahkan markas besar mahasiswa saat itu adalah kantor The Jakarta Post!!

Siapa menyangka bahwa provokator Kerusuhan Mei 1998 adalah kantor redaksi salah satu koran yang paling dihormati di Indonesia?? Tapi semua masuk akal sebab Benny Moerdani adalah bagian dari CSIS dan mewarisi jaringan opsus yang sudah dibangun oleh Ali Moertopo beserta strategi penggunaannya. Sedangkan CSIS maupun Benny Moerdani, sebagaimana ditulis Jusuf Wanandi dalam The Shades of Grey/Membuka Tabir Orde Baru sangat dendam sebab Soeharto menyingkirkan mereka dan melupakan jasa Ali Moertopo maupun Hoemardani, patron CSIS.

Semua bertambah masuk akal bila kita mengingat strategi favorit Ali Moertopo dalam menjatuhkan lawan adalah mendestabilisasi keadaan. Dengan menggunakan cara ini dia berhasil memaksa Soekarno memberikan supersemar kepada Soeharto; dan dengan menempatkan kuda troya bernama Hariman Siregar, Ali Moertopo berhasil memancing mahasiswa Universitas Indonesia untuk terlibat dalam kerusuhan Malari yang pada akhirnya menjatuhkan saingan Ali Moertopo, Jenderal Soemitro. Adapun keterangan bahwa Hariman Siregar adalah anak buah Ali Moertopo dan mendapat posisi di senat Universitas Indonesia adalah keterangan Jenderal Soemitro di pembelaan dirinya mengenai Malari.

Semua bertambah masuk akal bila kita juga mengingat bahwa Benny Moerdani ada di belakang Megawati ketika kerusuhan 27 Juli 1996 pecah; dan menjelaskan mengapa jenderal-jenderal seperti Agum Gumelar; SBY; Sutiyoso; Hendropriyono berani bersekongkol dengan Megawati mencetuskan Kerusuhan 27 Juli 1996, sebab mereka mendapat dukungan dari Benny Moerdani.

Soeharto sendiri tampaknya sudah tahu bahwa Benny Moerdani ada di belakang kejatuhan dirinya, sebab sesaat setelah dia lengser keprabon, Soeharto segera merajut hubungan kembali dengan Benny, termasuk pertemuan bertiga antara dirinya, Gus Dur dan Benny di luar kota Jakarta.

Berdasarkan semua uraian di atas dapat disimpulkan bahwa CSIS dan Benny Moerdani adalah aktor utama Kerusuhan Mei 1998 dan bukan Wiranto maupun Prabowo.

═════► Source / Sumber: KOMPASiana

44 Tanggapan to “Inilah Dalang Kerusuhan Mei 1998”

  1. Epoy Gozi said

    Betul sekali, karena:

    Semenjak BJ Habibie menjadi orang kepercayaan Soeharto, Jendral2 non Muslim dan yang bermental makelar yang biasa mencari untung dari pembelian alutsista bersatu menjadi lawan karena sakit hati. Apalagi setelah ICMI terbentuk, CSIS merasa tersingkir, maka tambah lagi kekuatan kontra Soeharto. Kekahawtiran mereka memuncak setelah Habibie menjadi Wapres dan Prabowo menjadi Pangkostrad, mereka memberi sinyal jaringan mereka di luar dan dalam, ‘this is the time, fire in the hole!’ itulah yang terjadi tahun 1998.

    Ambisi Benny menjadi Wapres kandas setelah secara mendadak dicopot dari Pangab, dan Soedarmono lah akhirnya yang jadi Wapres, dan group Benny pun masih dendam dengan Prabowo, yang pada tahun 1983 ketika masih Kapten menjabat Wadan detasemen Gultor 81 mau menangkap Benny, karena Prabowo merasa ada gelagat Benny akan melakukan Kudeta.
    Banyak sekali intrik2 politik kekuasaan, yang dilakukan antara aktor2 militer dan sipil (masyrakat.mahasiswa,intelektual dan bahkan pemuka agama) yang tidak mudah di baca oleh masyarakat umum maupun pengamat, bahkan para pelaku sebagian tak sadar terlibat; karena operasi intelijen yang dilakukan melalui propaganda media,pembentukan opini, bahkan melalui brainwash di kalangan akademisi dan pemuka agama, seolah-olah terjadi sendirinya. Kerja intelijen mereka cukup dibilang bagus, namun tetap saja namanya manusia ada kelemahan dan tinggal waktu yang menentukan kebenaran terungkap.
    Banyak sekali sejarah kelam setelah Republik ini terbentuk belum semua terungkap secara jujur dan netral sebagai pembelajaran bagi bangsa ke depan. sebut saja diantaranya pembunuhan Otto Iskandar Dinata, Letkol Sutarto, Tan Malaka sampai Munir. Belum lagi peristiwa mulai tragedi PKI Muso, Permesta/PRRI, NII/DITII, G30SPKI, Malari, peristiwa Talangsari, Tenku Bantaqiyah, bom BCA, Cicendo, Tanjung Priok,bom Tanah tinggi sampai pada penculikan dan kerusuhan Mei 1998, semua tak pernah dikupas tuntas secara jujur dan netral sebagai bahan pembelajaran untuk bangsa ke depan sebelum Rekonsiliasi Nasional, menutup luka2 lama dan membuka lembaran baru bersama-sama membangun bangsa.
    Sayang sekali, hingga saat ini masih banyak sebagian dari kita, maaf kalau saya katakan bermental ‘anjing’, karena anjing bila dipelihara penjahat, pasti dia akan membela tuan nya yang jahat itu akan ditangkap polisi, jadi selama masih banyak manusia seperti itu di negri ini. menurut saya sulit kebenara akan terungkap; maka logikanya kita harus bisa menjinakan anjing-anjing peliharaan itu agar mereka tak membela tuan nya yang jahat tadi, dan muali menagkap tuan2nya untuk mulai membuka kebenaran. Tahun ini bisa jadi penentuan kritis dari harapan kita akan mulai terbukanya tragedi2 yang telah menjadi sejarah dan tabir kelam negri ini sedikit demi sedikit, apabila terpilih pemimpin nasional yang berani mengungkap dan bisa membawa kearah rekonsiliasi nasional, namun apabila salah memilih maka akan terus terpelihara bibit2 baru untuk peristiwa intrik2 yang akan terjadi dan bukan tidak mungkin terjadi tragedi besar yang tidak sama sekali kita inginkan.
    Bagi yang masih menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar, maju, beradab menjadi mercusuar dunia pasti akan berusaha dengan menggunakan akal yang sehat, hati yang bersih dan yang paling penting mohon pentunjuk Yang Maha Tahu untuk menentukan pilihan pemimpin, mengawal jalannya proses pemilihan dan berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  2. Anonim said

    Kebenaran cerita diatas harus di verifikasi dan di uji kebenarannya sebelum di setujui atau diterima sebagai Fakta…

  3. Anonim said

    hahahahahahahaha cerita/karangan yg direkayasa utk menutupi capres yg itu kan hihihihihihi udah kebaca arah karangan ini cuma utk black campaign tolol

  4. BANTAI ANTEK CUKONG, SEKALIPUN MEREKA ADALAH PRESIDEN

  5. Muntaz said

    Tulisan yang ada dikabarnet kenapa bohong melulu ,malas melihat nya HOAX terus.

  6. Muntaz said

    Tulisan di kabarnet kenapa bohong melulu.HOAX,HOAX lagi,malas ah.

  7. Si Tolollll said

    Tulisan yang ada di kompasiana kenapa bohong melulu ,malas melihat nya HOAX terus.

  8. Dungu Genetik (dungu turunan dari ortunya) said

    Tulisan di kompasiana kenapa bohong melulu.HOAX,HOAX lagi,malas ah.

  9. Mas Khoir said

    Ini jeleknya orang kita. Hanya membaca dari satu sumber; MEDIA YANG SUDAH BELI, Tulisan yang bagus menurut saya. Intrik politik dan kekuasaan selalu ada. Dari jaman Singosari sampe sekarang. Belajar sejarah dong, bahwa kekuasaan di nusantara selalu ada intrik, pengkhianatan, dan pemberontakan.

  10. Hamman said

    Bro… Benny Moerdani sudah lama pensiun. Kalaupun dia sakit hati dan dendam, dari mana dia punya kekuatan menguasai seluruh militer, baik kopasus, Kodam, dan bahkan menarik seluruh satuan kepolisian dari tempat-tempat strategis untuk mengamankannya. Bagaimana Moerdani sanggup memerintahkan Wiranto bersama dengan perwiranya rekreasi ke Malang?
    Kalaupun benar Moerdani terlibat kerusuhan Mei 98, apakah bukan malah mereka berdua Prabowo dan Wiranto bekerja sama dengan Moerdani?

    Heem…. sejauh mana HOAX….
    Politik-politik dan politik…
    Segalanya menggunakan komunikasi tingkat tinggi…
    sekalipun ada jejak yang mengarah ke salah satu oknum… belum tentu oknum tersebut mengakuinya…

    Apalagi berkaitan dengan pencitraan calon presiden…
    Segala sesuatunya menjadi mungkin…
    Yang tidak salah menjadi salah…
    Yang salah menjadi tidak salah dan terbebas dari tanggungjawab….

  11. Baca ini aja deh mendingan said

    http://news.detik.com/read/2014/05/18/210901/2585250/10/polisi-telusuri-hilangnya-petinggi-grup-artha-graha-wisnu-tjandra

  12. Saya setuju banget dengan tulisan saudara Robert Strong……setuju 1000%, sebetulnya Gerakan pendongkelan Soeharto sudah dimulai sejak tahun-2 awal 90an, dimulai dengan perebutan massa partai Golkar……Pengaruh Benyisasi di tubuh militer sudah lama terjadi yaitu ketika Beny Murdani menjadi Panglima ABRI, sehingga di dalam tubuh ABRI sendiri sudah terbelah menjadi 2 kubu blok ABRI, dimana yang kena pengaruh Benyisasi orang mengenalnya dengan sebutan ABRI Merah-Putih dan yang masih loyal dengan kubu Pak Harto orang memanggilnya ABRI IJO ROYO-ROYO (Konon ABRI ini di arahkan untuk merapat ke ISLAM). Memang benar mereka dari kubu Benyisasi sudah memulai gerakannya dengan membuat Destabilisasi Pak Harto dan yang paling fenomenal dari Gerakan ini adalah mempermalukan Pemerintah Indonesia di kancah Internasional dengan Peristiwa SANTA CRUZ di Dilli,Timor Leste…..sehingga Indonesia di kecam negara-2 USA, Australia, UNI Eropa, beberapa negara Asia dan Amerika Latin….dampaknya mereka mengenakan Embargo baik Ekonomi maupun Militer sehingga Indonesia menjadi goyah dan puncaknya Presiden Soeharto Jatuh dan dampak yang paling nyata….Timor Leste, P.Sipadan dan Ligitan lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi. Dengan demikian memang benar bahwa pendongkelan Pak Harto adalah Konspirasi Internasional yang berkolaborasi dengan Pengkhianat bangsa di bawah komando Beny Murdani (masanya adalah kaum Nasrani di Indonesia), sehingga ketika kejadian ini meledak kaum Nasrani di Indonesia mengambil kesempatan dengan memberontak pemerintah yang syah ( Ingat peristiwa Ambon-Maluku dan Poso-Sulawesi, Pembantaian Madura oleh Dayak di Sampit Kalimantan). Karena itu sebetulnya Prabowo hanyalah tumbal dari kepentingan pendongkelan Pak Harto. Karena itu pencapresan JOKOWI sebetulnya masih ada korelasinya dengan peristiwa tersebut dimana dalam hal ini Kaum Nasrani i Indonesia ingin mengambil alih kekuasaan di Indonesia yang memang di backup oleh negara-2 asing (yang mereka inginkan Indonesia ini pecah berkeping-keping imana Provinsi-2 yang mayoritas Nasrani ingin melepaskan diri dari NKRI ( Ingat peristiwa Ambin -Maluku, namun mereka salah perhitungan ternyata kaum Muslimin di Maluku dapat menetralisir keinginan memisahkan diri dari kaum Nasrani, Allahu Akbar…kaum Muslimin Maluku…anda adalah perekat NKRI….!!!). Oleh karena itu, mudah-2an masyarakat Indonesia tidak lupa dengan kejadian-2 masa lalu dan saya percaya dan memang benar adanya bahwasannya JOKOWI adalah reinkarnasi kaum Nasrani Indonesia yang ingin menguasai Indonesia dan memang di backup habis oleh Konspirasi Anti Islam Internasional……..Mudah-2an Masyarakat Muslim Indonesia menyadari akan hal ini, betapa mereka sedang berpesta pora laksana siap melahap kaum muslimin Indonesia, karena itulah….Hanya kepada Allah lah kita memohon perlindungan dan pertolongan, sebaik-baik mereka punya niat jahat terhadap kaum muslimin Indonesia…..dan sebaik itulah Allah akan membalas semua rencana mereka……!!

  13. rafa said

    Hahahahaha…. Kabarnet PEMBOHONGBESAR….. ” trus siapa yang nyerang Istana waktu pak Harto lengser??? Klo mau tau Tanya sama komandan PASPAMPRES, waktu itu di jabat oleh Mayjen, TNI Enriartono Sutarto.

  14. teerang said

    bagus kabarnet semakin banyak dilirik, semoga menjadi koran online bergengsi

  15. Anonim said

    UJUNG-UJUNGNYA DUIT !!!!!!!!!!!!!

  16. taUbat said

    Masih melekat teringat akan peristiwa Mei 1998 :

    => Tragedi Trisakti banyak yang terluka secara kebetulan ikut serta memindahkan 4 korban luka parah dari Rs. Carolus ke Rs. RSCM, (tidak tertolong).

    => Belakangan mengemuka ada yang mengkait-kaitkan seolah-olah dalangnya adalah mantan menantunya Soeharto (Prabowo)

    => Saya adalah putra Solo ibu bapak serta nenek moyang saya adalah asli Solo, warga Solo yang dikenal dengan kelembutannya alangkah baiknya tidak terprovokasi.

    Salam Reformasi.

  17. Andre said

    Tulisan yang mencerahkan. Lanjutkan!

  18. artikel yang masuk akal dan pasukan nasi bungkus pasti protes nih,,,, hihi

  19. Alumni Gubernur Mahasiswa UGM 96/97 said

    Yang percaya sama tulisan diatas hanya org2 yg bisa dibodoh-bodohi…Mudah2an masyrakat makin kritis dgn cara2 pembodohan spt ini…

  20. Ageng JAkBar said

    Saya setuju dg Mas Alumni Gubernur UGM… Memang karangan cerita diatas mengada2… Malah menurut saya, itu analisanya kayak anak SD…mungkin karena gak tau sejarah, gak ikut jadi pelaku sejarah atau mungkin mmg sengaja mengganti isi sejarah?…kalo jadi pelaku sejarah thn 98, dan lalu jujur bicara dgn hati nurani, -bukan bahasa ‘bullshit’nya hukum- anak sma pun tau siapa sebenarnya komandan yg nembak2in n nyulik lalu mbunuh mahasiswa…
    Saran saya, tulisan2 ‘sampah’ gini jgn dibaca, apalagi disebarin…

  21. Berita yang menarik untuk disimak

  22. Anonim said

    cerita yang masuk akal sobat, walaupun belum menjadi fakta karena tidak dilengkapi oleh bukti

  23. Yg bilang ini berita bohong, bantah dgn fakta donk. jangan cuma mencibir.

  24. Anonim said

    Perhatikan semua pendukung Prabowo dan akun – akun yang sering memberitakan kebohongan atau kampanye hitam di kompasiana terdaftar mulai januari 2014, jelas akun – akun ini dibuat untuk tujuan itu. Rakyat yang cerdas jangan terlalu mudah termakan issue dari sumber-sumber gak jelas dan tak terpercaya. NKRI harga mati.

  25. Sudjatmiko (purn) said

    Maaf saudara2… Saya non parpol terus terang golput sejak pensiun 6 thn lalu. Dlm dunia militer, tak bisa dipungkiri, hampir semua perwira tinggi punya ‘dosa besar’ bagi org sipil, tapi bagi kami itu pengabdian demi bangsa. Ada hal yg sesama perwira bisa memaklumi, walaupun secara kemanusiaan mungkin sulit diterima.
    Tapi ada bbrp kasus yg mmg ditolak baik oleh militer, apalgi sipil. Termasuk kasus trisakti, semanggi, penculikan & pembunuhan mhsiswa, ‘kudeta’ yg gagal thd habibie. Dikalangan kami waktu itu muncul dua kubu yg bertolak blkg. Waktu itu, p Wiranto satu kubu yg didukung oleh semua angkatn kecuali kopasus yg berada di pihak prabowo, bersama bbrp org perwira menengah. Jujur kami katakan di kalangan militer waktu itu, ‘kekejaman’ cara2 provokator, penculikan & pembunuhan itu satu komando yg tak termaafkan. Tak SOP spt itu, kecuali terhadap teroris atau separatis. Dlm kasus kudeta gagal nya prabowo, dia persis meniru cara suharto ‘mengkudeta’ sukarno. ‘Mengusir’ pangti2 militer dari istana, lalu mengepung istana, lalu menjumpai presiden habibie, dgn dugaan rencana utk mengambil alih kepemimpinan dg alasan kekacaun masa yg tak terselesaikan. Untung Tuhan berkehendak lain. Kudeta itu berakhir dgn gagal. Singkatnya prabowo ‘terusir’ dari RI, ‘ngungsi’ ke jordan. Setelah sekian tahun ‘melarikan diri’.. Thn 2005 dia pulang, dan bertekad utk menunjukan bahwa dia mampu jadi presiden. Ambisi ini diawali dgn mndirikan partai gerindra pd 2006.
    Kini ambisi ini terwujud, kalau dulu ingin jadi presiden melalui kudeta, kini ingin jadi presiden melalui jalur resmi, pemilu.
    Kalau pun berhasil terpilih, kita kuatir dia akan melampiaskan sakit hati masa lalunya di kalangan militer, juga mengubur dalam2 kasus 98, parahnya lagi cara2 provokatif intelijen akan digunakan utk ‘membungkam’ rakyat.. Persis gaya mantan mertuanya, alm. Soeharto, yg hanya demokratis di 3 thn pertama jadi presiden.. Setelah itu cakar otoriternya mulai ditebar utk mencekeram rakyat. Mudah2an kita berpikir jernih utk ini.

  26. Sudjatmiko (purn) said

    Maaf saudara2… Saya non parpol terus terang golput sejak pensiun 6 thn lalu. Dlm dunia militer, tak bisa dipungkiri, hampir semua perwira tinggi punya ‘dosa besar’ bagi org sipil, tapi bagi kami itu pengabdian demi bangsa. Ada hal yg sesama perwira bisa memaklumi, walaupun secara kemanusiaan mungkin sulit diterima.
    Tapi ada bbrp kasus yg mmg ditolak baik oleh militer, apalgi sipil. Termasuk kasus trisakti, semanggi, penculikan & pembunuhan mhsiswa, ‘kudeta’ yg gagal thd habibie. Dikalangan kami waktu itu muncul dua kubu yg bertolak blkg. Waktu itu, p Wiranto satu kubu yg didukung oleh semua angkatn kecuali kopasus yg berada di pihak prabowo, bersama bbrp org perwira menengah. Jujur kami katakan di kalangan militer waktu itu, ‘kekejaman’ cara2 provokator, penculikan & pembunuhan itu satu komando yg tak termaafkan. Tak SOP spt itu, kecuali terhadap teroris atau separatis.

  27. Sudjatmiko (purn) said

    Dlm kasus kudeta gagal nya prabowo, dia persis meniru cara suharto ‘mengkudeta’ sukarno. ‘Mengusir’ pangti2 militer dari istana, lalu mengepung istana, lalu menjumpai presiden habibie, dgn dugaan rencana utk mengambil alih kepemimpinan dg alasan kekacaun masa yg tak terselesaikan. Untung Tuhan berkehendak lain. Kudeta itu berakhir dgn gagal. Singkatnya prabowo ‘terusir’ dari RI, ‘ngungsi’ ke jordan. Setelah sekian tahun ‘melarikan diri’.. Thn 2005 dia pulang, dan bertekad utk menunjukan bahwa dia mampu jadi presiden. Ambisi ini diawali dgn mndirikan partai gerindra pd 2006.
    Kini ambisi ini terwujud, kalau dulu ingin jadi presiden melalui kudeta, kini ingin jadi presiden melalui jalur resmi, pemilu.
    Kalau pun berhasil terpilih, kita kuatir dia akan melampiaskan sakit hati masa lalunya di kalangan militer, juga mengubur dalam2 kasus 98, parahnya lagi cara2 provokatif intelijen akan digunakan utk ‘membungkam’ rakyat.. Persis gaya mantan mertuanya, alm. Soeharto, yg hanya demokratis di 3 thn pertama jadi presiden.. Setelah itu cakar otoriternya mulai ditebar utk mencekeram rakyat. Mudah2an kita berpikir jernih utk ini.

  28. Anonim said

    o

  29. […] memang benar-benar serius mau mengungkap hal ini,maka hal ini akan MENGUNTUNGKAN Prabowo, sebab PELAKU Kerusuhan 1998 yang sebenarnya itu saat ini sedang BERCOKOL Dikoalisi orang-orang Munafik mendukung pencapresan Boneka Megawati […]

  30. BENY said

    GRUP INI MENGHINA AGAMA.

  31. BENY said

    MUNGKIN ORG YG BUAT BLOG INI TLH KENA DURHAKA.

  32. Combet said

    Tes

  33. nYudoyono said

    .
    Wartawan koq hatinya busuk dan kotor penuh iri dengki, mengaku beragama lagi… khas bangettt penganut PKS nih 🙂

    kasihan ibunya yg melahirkan si om KabarNet, hidup koq hanya didedikasikan untuk kebusukan dan kedengkian hati 🙂

  34. Anonim said

    Waduh-waduh…cuma gara2 presiden yang belum tentu membuat hidup kita dan anak cucu bakalan nyaman….kalian pada kusut adu bener, adu omongan, adu janji, ikut2an komentar… Ingat kawan, dulu jaman Belanda sudah ada adu ayam ala belanda (Devide et impera), ujung2nya tersaji di piring para kolonialis….Lalu siapa ayamnya? ialah kita sendiri….rakyat sendiri… Mari benahi negara kita dengan membenahi Negara Kecil kita dulu yaitu “Keluarga Kita Sendiri”….STOP LEBAY SOK PAMER PEMIMPIN yang kita tak pernah tau apakah mereka pernah mikirin kita rakyatnya… Pamerkan kepada dunia kalau perlu bahwa di setiap Keluarga di Indonesia punya Pemimpin yang amanah, sehingga kita bisa memberikan pelita kepada siapapun pemimpin kita. Karena pada dasarnya semua calon pemimpin kita sekarang tengah berada di alam penuh kegelapan “Gelap hati, Buta Mata, Buntu Telinga”, mari mulai dengan MEMIMPIN NEGARA KECIL KITA dengan menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah….. Salam

  35. PERCAYALAH BUNG, ITU ADALAH FAKTA BUKAN HOAX, OKE?!

  36. setia indonesia said

    Semua analisis bisa benar bisa tidak, namanya juga analisis. Jika analisis tersebut diberikan bukti atau fakta yang valid, boleh jadi analisis tersebut mampu mendekati kebenaran. Mari kita rehat sejenak, untuk melihat Indonesia hari ini. Sebagai rakyat Indonesia, kami hanya butuh ketenangan dalam bekerja dan menjalani hidup dengan tentram. Ternyata hal ini pun sulit kami dapat, karena rakyat selalu dilibatkan dalam peristiwa2 besar. Silahkan saja argumentasi diteruskan dan di beri ruang, hanya saja ada beberapa catatan untuk pemerintah mendatang yang perlu diperhatikan:1. Nilai tukar daya beli terus merosot, ini harus segera diatasi. Jika tidak, kami sebagai rakyat akan terus hidup dalam kesulitan. Mengapa nilai tukar merosot terus? nah, orang2 pinter selesaikan saja masalah ini. 2. Pemerintah harus ambil bagian menjamin kami sebagai rakyat. Pendidikan, kesehatan harus menjangkau kami. Mosok, kami sebagai rakyat harus bekerja siang malam, dengan kondisi nilai tukar terus merosot, biaya kuliah makin tak terjangkau, klu sakit pun bayar nya mahal. Kami pinginnya, biar kami bekerja cari penghidupan, tanpa harus menyisihkan nya untuk pendidikan, untuk kesehatan, sehingga kami bisa menabung. Begitu yang kami ingin kan…

  37. nur said

    Coba kita berpikir secara tenang dengan hati nurani hilangkan rasa curiga..dan sedikit pakai logika
    Bayangkan:
    Anda seorang menantu presiden dan sudah diberi posisi strategis dan masih muda..
    Apakah anda akan tega merebut kekuasaan yang ada dtangan mertua anda, dmna istri anda adalah anaknya dan anak anda adalah cucunya..

  38. Fajar wirabangsa said

    Mengapa sampai sekarang pak prabowo masih bebas pak sudjatmiko? bila terbukti kuat kenapa Para senior dan lawan politiknya tidak mampu utk berbuat hal itu setelah pak Harto lengser? saya hanya berfikir ada banyak hal yang tidak kita ketahui yang masih menjadi rahasia mereka, saya meyakini kebenaran akan terungkap, yang terdzsalimi akan menang , siapapun itu..Insya allah ..aamiiin.

  39. decky said

    Hahahahahaha kasian banget ya dengan kalian kirim-kirim Black Campaign kaya gini ga akan mempan buat pendukung no 2, justru dengan black campaign kaya gini orang2 tau mana yg bener

  40. perlu bukti said

    Semua cerita omongkosong yang berasal dari narasumber kosong pula, selama tidak åÐå bukti yang real cerita itu hanya lah omong kosong jaman jekarang yang perlu bukti coy

  41. perlu bukti said

    Semua cerita omongkosong yang berasal dari narasumber kosong pula, selama tidak åÐå bukti yang real cerita itu hanya lah omong kosong jaman jekarang yang perlu bukti coy.
    Bodo

  42. inilah bukti2 & saksi2 said

    1. Bila benar Prabowo adalah pelaku kerusuhan Mei 98, tentunya Munir tidak akan membela Prabowo, bahkan karena Munir membela Prabowo, akhirnya terjadilah pembunuhan terhadap Munir.

    Silahkan saksikan sendiri kesaksian Munir yg membela Prabowo.

    2. Prabowo diberhentikan dari militer karena adanya fitnah bahwa Prabowo akan mengkudeta Habibie. Karena fitnah yang dibisikkan oleh Jenderal Sintong Panjaitan dari kubu LB Moerdani yang menjadi pimpinan pengaman presiden Habibie itulah akhirnya Habibie memberhentikan Prabowo meski secara terhormat sehingga Prabowo tetap menerima pensiun sebesar Rp 3,7 juta setiap bulan. Karena fitnah tsb tidak pernah bisa dibuktikan secara hukum.

    Seiring perjalanan waktu, fitnah pun akhirnya terbongkar sehingga Habibie sebagai tanda minta maaf, mengundang Prabowo ke tempat kediamannya di desa Kakerbeck, Altmarkkreis Salzwedel, Jerman.

    http://www.rmol.co/read/2013/10/30/131347/Prabowo-Habibie-Bersua-di-Jerman,-Gerindra-Harap-Wibawa-Bangsa-Dikembalikan

    http://infoindonesiakita.com/2014/05/18/prabowo-dan-habibie-fitnah-pun-mulai-terbongkar/

    3. HARYANTO TASLAM, dulu dia adalah 1 dari 8 aktifis yang “katanya” di culik.

    Terakhir muncul di media, dia menceritakan kesaksiannya bahwa dulu dia dan rekan-rekan lainnya bukannya di culik oleh Prabowo tapi diamankan, di lindungi Prabowo dari rencana penculikan pihak lain, dan sekarang beliau menjadi caleg di Partai Gerindra.

    http://metroterkini.com/berita-6676-pernah-diculik-haryanto-taslam-kini-setia-kepada-prabowo.html

    4. AAN RUSDIANTO, Ini kesaksian caleg Gerindra saat diculik Kopassus dulu.

    Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Aan Rusdianto, mencalonkan diri sebagai anggota DPR lewat Partai Gerindra di Pemilu 2014. Dia maju di Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX dengan nomor urut 2. (Silahkan dibaca untuk lebih lengkapnya).

    http://www.merdeka.com/politik/ini-kesaksian-caleg-gerindra-saat-diculik-kopassus-dulu.html

    5. Bukti Prabowo Tak Tersangkut Masalah HAM, Mantan Ketua Komnas HAM Ikut DUkung Prabowo.

    http://www.suaranews.com/2014/05/bukti-prabowo-tak-tersangkut-masalah.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

    6. Lu pikir seorang militer boleh bertindak diluar komando?!! Jangankan untuk melakukan sesuatu, untuk mengamankan saja butuh komando, bung!! Saat kerusuhan terjadi, komando kemana ini komando?!! Jangan mau dibodoh”i media, seperti yg kita semua ketahui, media itu mampu DISETIR, bung!! Dan saat ini dalang kerusuhan Mei 98, Trisakti – Pembunuhan Munir berada & bersembunyi dibalik PDIP!!

    Tolol!!!

  43. Anonim said

    Dalang kerusuhan 98 jelas yata orangya gak usah di tutup2pi lagi 1 megawati 2 amin rais yg balas dendam sama keluargaya suharto sampai sekarang jelas kan rakyat gaklah begok rakyat tau otak megawati bersama sekutuya pdi p

  44. […] Inilah Dalang Kerusuhan Mei 1998. […]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: