KabarNet

Aktual Tajam

Ingkar Janji, Jokowi Digugat Rp 104 Miliar

Posted by KabarNet pada 17/05/2014

Jakarta – KabarNet: Kuasa hukum Organisasi Sentral Pemberdayaan Masyarakat (SPM) memberi keterangan terkait gugatan sebesar Rp 104 miliar yang mereka layangkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo di Jakarta, Jumat 16 Mei 2014.

Jokowi digugat karena telah ingkar janji dan melanggar kontrak politik dengan SPM saat masa kampanye Pemilihan Gubernur DKI. Jokowi dianggap telah mengkhianati amanah warga Jakarta dan melupakan jasa kerja keras SPM yang memiliki andil dalam pemenangannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan melanggar perjanjian kontrak politik yang telah disepakati bersama. Jokowi dinilai telah meremehkan dan mengabaikan amanah warga Jakarta yang telah memilihnya sebagai Gubernur DKI.

Pada tahun 2012, Sentral Pemberdayaan Masyarakat (SPM) resmi mendeklarasikan organisasi yang beranggotakan Rukun Warga (RW) dengan nama Sentral Pemberdayaan Kerukunan Warga (SPKW). Organisasi yang membawahi para RW se DKI Jakarta ini juga didaulat sebagai pendukung pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki dalam Pemilukada DKI.

Hadir dalam peresmian yang dilakukan SPM di Blessing Residence, Jakarta Pusat, pada Ahad 27 Mei 2012 silam, Cagub DKI dari PDIP Jokowi, anggota Komite SPM Yudi Syamhudi, dan puluhan Ketua RW se-Jakarta, serta puluhan serikat pekerja.

Sebelumnya dilakukan kegiatan penggalangan massa di Kelurahan Cipinang Besar selatan di Jakarta Timur. Saat itu Koordinator Pelaksana Penggalangan Ormas, Komunitas dan Masyarakat dalam Tim Sukses Jokowi-Ahok, Yudi Syamhudi mengklaim, jumlah anggota SPM mencapai satu juta orang lebih. Namun, dengan tambahan RW, ia yakin jumlah tersebut akan meningkat pesat untuk memenangkan pasangan yang diusung PDIP secara mutlak.

Alhasil, pihak Organisasi Sentral Pemberdayaan Masyarakat (SPM), dan masyarakat yang ikut tergabung harus gigit jari, mereka merasa tertipu atas pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Gugatan pun telah didaftarkan ke Pengadilan Jakarta Pusat. Kuasa hukum yang memberi keterangan pers, Jumat 16 Mei 2014, adalah Renol Sihombing, Kamto Hamdan, M Jetro, Nelly Rosa Yulhiana Siringo-ringo dan Hendri Sianturi.

Perlu diketahui, ada 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu, seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Situs ini memuat hasil catatan (janji Jokowi) dari Harian Terbit selama berkampanye. Salah satu janji Jokowi yang tertera pada urutan ke 8, adalah: Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014 (Pilpres). (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012). [KbrNet/Slm/rmol]

Satu Tanggapan to “Ingkar Janji, Jokowi Digugat Rp 104 Miliar”

  1. Gugatan kepada Jokowi 104 Milyard terlampau kecil, Jokowi punya engkoh yang merampok BLBI ratusan trilyun yang selama ini mereka membiayai Jokowi hingga trilyunan rupiah untuk menghadapi gugatan yang hanya 104 M terlampau kecil,,,he,,he,,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: