KabarNet

Aktual Tajam

Tersangka Udar Pristono Seret Jokowi

Posted by KabarNet pada 14/05/2014

Jakarta – KabarNet: Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Bus Transjakarta, Udar Pristono, meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut bertanggung jawab dalam kasus yang menjeratnya. Dia beralasan, rencana pengadaan bus sudah melalui proses struktural kelembagaan. “Ini proyek sudah melalui persetujuan dari atas, Pak Gubernur. Tapi Pak Gubernur di sini bukan pribadi, tapi pemerintahan. Ada DPRD juga di sini. Ini struktural dari atas ke bawah, dari RPJMD,” kata Udar di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 13 Mei 2014.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta ini mengungkapkan, seluruh pejabat Balai Kota di berbagai tingkatan mengetahui ihwal pengadaan bus Transjakarta ini. “Ini adalah program pemerintah. Ini dilakukan secara struktural, gubernur, SKPD, dan DPRD. Seluruh instansi Pemerintah Provinsi DKI mengetahui ini,” ujarnya.

Dia berharap Pemprov DKI bisa membantu menyediakan bantuan hukum atas kasus pengadaan Bus Transjakarta yang menjeratnya itu. “Saya kan baru kemarin ditetapkan menjadi tersangka, jadi akan bawa penasihat hukum. Tapi kalau Pemprov tidak menyediakan (bantuan hukum), Kejaksaan yang akan menyiapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ucok Sky Khadafi, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta Kejaksaan Agung segera memeriksa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait kasus bus berkarat TransJakarta dan BKTB.

Ucok berpendapat, korupsi pengadaan bus di Dinas Perhubungan tidak mungkin tidak diketahui oleh Jokowi selaku pimpinan tertinggi di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta. “Korupsi yang terjadi dalam kasus bus ini pasti dilakukan berjamaah. Karena itu, Kejagung harus bisa mengusut orang-orang yang terlibat. Kejagung juga harus segera memanggil Jokowi,” kata Ucok, Senin 12 Mei 2014, seperti dikutip Kompas.com.

Selain itu, Ucok juga meminta agar mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono lebih terbuka terhadap penyidik saat pemeriksaan. Menurutnya, Pristono tak boleh hanya diam. Jika diam, hal ini akan membuat publik menganggapnya sebagai dalang utama korupsi bus asal Tiongkok itu. “Pristono harus terbuka. Kalau dia menutup diri berarti dia hanya akan mempermalukan dirinya dan keluarganya sendiri. Kalau dia hanya diam saja, maka dia akan divonis publik sebagai koruptor bus transjakarta,” tukasnya.

Seperti diketahui, kemarin Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus pengadaan Bus Transjakarta. Mereka adalah mantan Kadishub DKI Udar Pristono serta Direktur Pusat Teknologi dan Sistem Transportasi di Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto.

Sebelumnya, Kejaksaan menetapkan pegawai negeri sipil (PNS) Dishub DA sebagai tersangka. DA adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway dan ST sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta. [KbrNet/Okezone]

13 Tanggapan to “Tersangka Udar Pristono Seret Jokowi”

  1. Indah said

    wah … ya iya lah… keterlibatan Jokowi dan Ahok harus diusut. Masak capres kok koruptor. Yg bener aja neh.

  2. Brams said

    Korupsi trilunan kayak gini mestinya diusut KPK. Bukan Kejaksaan. Ada apa dgn KPK?
    Jangan2 KPK udah main mata sama PDIP & Jokowi.
    hmmmm….. mencurigakan..

  3. jokowi dan ahok pasti (“PASTI” – dalam kurung “PASTI”) terlibat dlm kasus korupsi bus transjakarta ini.

    Kenapa jokowi-ahok “PASTI” terlibat???

    Sebab:

    1)nilai transaksi pengadaan bus2 tsb Rp.1,5 Triliun.

    2)KadisHub DKI Udar Pristono sbg pengguna anggaran tidak punya wewenang utk memutuskan penggunaan dana sebesar itu.

    3)persetujuan penggunaan dana sampai Rp1,5 Triliun hanya ada pada Gubernur DKI (Jokowi). Bahkan Wagub Ahok pun tak punya wewenang tsb.

    Kesimpulan-1:
    Jadi sudah benar kalau Kadishub DKI Udar Pristono menyeret Jokowi.

    Kesimpulan-2:
    Jokowi “PASTI” terlibat dalam korupsi berjamaah ini, krn HANYA Jokowi (DAN TIDAK SELAIN JOKOWI) yg bisa menandatangani penggunaan dana pengadaan bus2 rongsokan tsb.

  4. SINGA BETAWI said

    TANGKAP SI KREMPENG JOKOWI!!!

  5. Anonim said

    Percaya dech ame gw, paling2 entar habis pilpres baru jokowi diusut.

  6. Tommy said

    Ini berita fitnah jelang pilpres.

  7. Herdiyanto said

    Apa?!!

    Fitnah?!

    Telan nih berita2 dibawah ini:

    http://nasional.sindonews.com/read/2014/05/13/13/863122/udar-pristono-juga-seret-jokowi-ahok

    http://koran.tempo.co/konten/2014/05/14/342078/Udar-Pristono-Seret-Jokowi

    http://jakarta.okezone.com/read/2014/05/13/500/984207/tak-mau-jadi-tersangka-sendirian-udar-pristono-seret-jokowi

    http://ns1.kompas.web.id/read/read/2014/05/13/500/984207/tak-mau-jadi-tersangka-sendirian-udar-pristono-seret-jokowi

    http://www.kaskus.co.id/thread/5371cfafa2cb17f2688b473f/kiamat-buat-joko–tak-mau-jadi-tersangka-sendirian-udar-pristono-seret-jokowi/

    Mau lagi???

  8. Jokowi said

    Ketahuilah para Pembaca yg budiman, bahwa:

    1. Allah Sub-hanahu wa Ta’ala MAHA BENAR

    2. Jokowi SELALU BENAR

    Jadi ‘Allah SWT & Jokowi’ ga boleh disalahkan, ga boleh dikritik, ga boleh dikecam (karena tak mungkin berbuat salah)

    (ingat2 itu)

    Sudah paham?

    Masa ga ngerti juga sih??

  9. Jokowi said

    tuhan boleh dikecam.
    nabi muhammad boleh dikecam
    para nabi boleh dikecam
    yesus boleh dikecam
    sang buddha boleh dikecam
    dewa2 hindu boleh dikecam
    khonghucu boleh dikecam
    siapa pun di dunia dan di akhirat boleh dikecam

    tapi…

    JOKOWI TIDAK BOLEH DIKECAM.

    (ingat2 itu)

    Sudah mengerti?

    Masak ga paham juga sih??

  10. Daniel said

    Jokowi blm tentu bersalah. Pengadilan yg akan membuktikan.

  11. JASMEV said

    Malaikat penjaga kubur mengajukan sejumlah pertanyaan interogasi kpd JASMEV yg barusan mati dan dikubur.

    Malaikat kubur: “Siapakah Tuhanmu?”
    JASMEV: “Jokowi!”

    Malaikat kubur: “Siapakah Nabimu?”
    JASMEV: “Ahok!”

    Malaikat kubur: “Apakah agamamu?”
    JASMEV: “JKW4P!”

    Malaikat kubur: “Siapakah Imam-mu?”
    JASMEV: “Megawati Sukarnoputri!”

    Malaikat kubur: “Siapakah saudara2mu?”
    JASMEV: “JASMEV!”

    *

    JASMEV: “Aku rela dengan Jokowi sbg Tuhanku, dan dgn JKW4P sebagai agamaku, dan Ahok sebagai nabiku”

    Malaikat kubur: “SIIIKAAAATTT!!!”

  12. Anonim said

    black campaign lagiiiiii capedeeech bisanya cuma fitnaaaaah kalo gubernur n wakil terlibat ngapain mereka yg melaporkan ke KPK!!!! ga pake logika banget dan kalo memang mereka terlibat pasti soal karatan ga akan diexspose ke media malah bisa jadi semua pesanan tidak dibatalkan!!! pada tolol amat

  13. Awam said

    Wow Hebat benar menganggap Jokowi diatas Tuhan, Pantaslah kalu disebut PKI kerna tidak mengenal tuhan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: