KabarNet

Aktual Tajam

Udar Pristono Resmi Tersangka Kasus TransJakarta

Posted by KabarNet pada 12/05/2014

Jakarta – KabarNet: Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono resmi dinaikan statusnya dari semula saksi menjadi tersangka. Pria yang akrab disapa Udar itu disangkakan telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan peremajaan armada bus TransJakarta senilai Rp 1,5 triliun di Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada tahun anggaran 2013.

Penetapan status tersangka kepada Udar memang terbilang tidak terduga. Karena selama dua kali pemanggilan guna menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung yakni pada tanggal 7 April 2014 dan 8 mei 2014 lalu, pria yang merupakan Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) itu berstatus saksi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi mengatakan dari pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Armada Bus Busway senilai Rp. 1.000.000.000.000 dan Pengadaan Bus untuk Peremajaan Angkutan Umum Reguler senilai Rp. 500.000.000.000 di Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013 jumlah tersangka bertambah menjadi empat orang. “Tim penyidik kembali menambah jumlah dua tersangka kembali mengingat terdapat bukti permulaan yang cukup adanya perbuatan tidak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama-sama,” ungkap Untung kepada wartawan dalam pesan tertulisnya, Senin 12 Mei 2014.

Sementara itu Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi tim Penyidik Kejaksaan Agung saat ini. Karena, ungkapnya, keputusan peningkatan status Udar Pristono dari semula sebagai saksi menjadi tersangka atas dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan peremajaan armada bus TransJakarta senilai Rp 1,5 triliun di Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada tahun anggaran 2013 itu dinilai pihaknya sangat tepat.

Selain itu, lanjutnya, penyidik Kejaksaan Agung dapat menetapkan status tersangka kepada pria yang merupakan Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) itu hanya dalam waktu singkat, terhitung sejak pemeriksaan awal pada tanggal 7 April 2014 dan pemeriksaan lanjutan pada tanggal 8 Mei 2014 lalu. “Kami sangat mengapresiasi kinerja Kejagung. Apalagi sekarang sudah ditetapkan empat tersangka dalam waktu kurang dari dua bulan,” ungkapnya kepada Wartakotalive.com, Senin 12 Mei 2014.

Sebelumnya Dua orang yang dijadikan tersangka diantaranya Derajat Adhyaksa seorang Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Kegiatan Pengadaan Armada Bus Busway. Ia dijadikan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 25/F.2/Fd.1/03/2014, tanggal 24 Maret 2014.

Tersangka lainnya Setyo Tuhu seorang Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ia menjadi tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 26/F.2/Fd.1/03/ 2014, tanggal 24 Maret 2014.

Kini keduanya telah dijebloskan ke rumah tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Dradjat dan Sety keluar dari Gedung Bundar sekitar pukul 16.40 WIB dikawal beberapa jaksa. Keduanya langsung digiring ke mobil tahanan Satuan Khusus Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung, Senin 12 Mei 2014, dengan plat kendaraan B 1492 WQ.

Empat orang tersangka semuanya merupakan petinggi Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi 1 Dinas Perhubungan DKI Jakarta Setyo Tuhu dan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Bus Peremajaan Angkutan Umum Reguler dan Armada Bus Transjakarta R Drajat Adhyaksa.

Kejagung Bakal Periksa Jokowi
Setelah menetapkan empat tersangka atas kasus pengadaan Bus Transjakarta, Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendapat desakan untuk memeriksa keterlibatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T. Purnama (Ahok).

Menanggapi hal itu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R. Widyopramono mengaku akan terus memonitor kasus Bus Transjakarta melalui penyidik. “Kita ikuti perkembangan yang ada, ini kan setahap demi setahap,” ujarnya, Senin 12 Mei 2014.

Menurutnya, pemeriksaan akan terus dilakukan sesuai dengan hasil penyelidikan. Namun terkait kemungkinan adanya keterlibatan Jokowi-Ahok, dirinya belum bisa memastikan apakah terlibat atau tidak. Sepanjang ini belum (ada keterlibatan). Pokoknya kita melakukan pemeriksaan yang baik,” tukasnya.

Sementara itu, Kejagung juga belum melakukan pemanggilan terhadap pihak swasta yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan Bus Transjakarta. Namun dirinya berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tersebut sesuai prosedur berdasarkan hasil penyidikan. “Tunggu saatnya,” ucapnya. [KbrNet/Tribun/Inilah]

2 Tanggapan to “Udar Pristono Resmi Tersangka Kasus TransJakarta”

  1. “UANG HARAM ITU PALING ENAK BOS”makanya banyak orang berlomba-lomba memburu strategis kekuasaan yang ujung-ujungnya adalah merampok uang negara secarai corporasi,

  2. Anonim said

    Pantesan bangku belakangnya panas melulu kalau didudukkin.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: