KabarNet

Aktual Tajam

Penjelasan Habib Rizieq Terkait GP Anshor Siluman

Posted by KabarNet pada 10/05/2014

“Assalamualaikum.Wr.Wb. Bismillah.

Hari Kamis 8 Mei 2014 saya terjadwal untuk ceramah siang di Kemuning – Semarang dan malam di Bonang – Demak. Di Kemuning acara sukses dan berkah tanpa halangan apa pun, bahkan Polres Sumowono dan Polres Bandungan sangat kooperatif.

Lain halnya di Bonang, Polres Demak yang semula kooperatif, tiba-tiba dapat tekanan dari kelompok yang mengaku sebagai Pimpinan “Banser” dan “Anshor” Demak. Pada Rabu 7 Mei 2014, sehari sebelum acara, Polres gelar pertemuan antara Panitia dan Kelompok tersebut hingga tengah malam, krn “issue” di berbagai media sudah “seram”, hingga ada ancaman “penghadangan penceramah” dan “pembakaran pesantren pengundang”. Intinya, semula kelompok tersebut menuntut agar saya tidak boleh hadir, namun akhirnya boleh hadir tapi tidak boleh ceramah.

Menurut informasi Panitia bahwa Pimpinan kelompok tersebut bernama Musta’in dan Abdul Aziz, masing-masing “mengaku” sebagai Ketua Banser Demak dan Ketua Anshor Demak. Uniknya, dalam pertemuan tersebut keduanya “mengklaim” bahwa tuntutan mereka adalah “instruksi lisan” dari Pimpinan Pusat GP Anshor dan salah seorang pimpinan PBNU di Jakarta, dengan dalih saya dan FPI adalah “Aliran Sesat” karena dulu bermusuhan dengan “Gus Dur”. Singkat cerita, ada “Kesepakatan Semu” antara Polres dan Kelompok tersebut yang “dipaksakan” ke Panitia bahwa saya tidak boleh ceramah.

Aneh !!! Selama ini hubungan saya dengan PBNU dan GP Anshor di Jakarta sangat baik. Bahkan di luar Pulau Jawa, ikhwan Banser sering ikut mengawal da’wah saya. Di Jawa Barat, Banser berkawan akrab dengan Laskar FPI. Di Jawa Timur, PWNU justru mengajak saya dan FPI untuk ikut memperjuangkan penutupan tempat pelacuran Doly di Surabaya. Di Tegal, justru Banser dan Anshor serta Fatayat NU yang mengundang saya untuk berda’wah.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syahab dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), saat bersama membantu korban banjir Jakarta 2013.

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syahab dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), saat bersama membantu korban banjir Jakarta 2013.

Sangat Aneh !!! Sejak awal berdiri Anshor dan Banser adalah barisan terdepan NU yang jadi Benteng Ulama dan Pembela Pesantren serta Garda Bangsa. Anshor dan Banser lah yang mati-matian melawan PKI untuk membela Agama dan Negara. Jadi, ada apa dengan Anshor dan Banser Demak ???!!!

Urusan saya dengan Gus Dur sudah lama selesai, apalagi setelah wafatnya beliau. Itu pun bukan urusan “sentimen pribadi”, tapi urusan saya wajib melawan pemikiran Liberalnya yang sesat dan menyesatkan untuk menyelamatkan aqidah umat Islam.

Selidik punya selidik, ternyata salah satu “oknum” yang memimpin Kelompok Pengancam tersebut namanya sudah santer terkenal di wilayah Bandungan – Semarang sebagai oknum yang membackingi aneka tempat ma’siat disana. Pantas dia “ngotot” bahwa saya dan FPI tidak boleh ada di Demak, ternyata terkait masalah “Bisnis Haram”nya.

Andaikata, Habaib atau Kyai Aswaja yang istiqomah yang melarang saya ceramah, tentu “Sam’an wa Thoo’atan” saya patuh untuk tidak ceramah. Namun, jika “preman” yang menuntut, maka tentu tidak akan saya turuti. Apalagi “preman” yang mengatas-namakan Ormas Islam Aswaja, tentu wajib saya ganyang penjahat begundal pecundang macam itu untuk menghentikan kejahatannya, sekaligus menyelamatkan “Ormas Islam” yang ditungganginya.

Karenanya, saat saya dan isteri serta beberapa kawan tiba di Demak, Kamis malam Jum’at ba’dal Isya, lalu Panitia pun melaporkan soal “Kesepakatan Semu” tersebut. Maka saya minta kepada Panitia agar hal tersebut disampaikan secara terbuka kepada ribuan umat Islam yang sudah memadati lokasi acara, lalu tanyakan kepada umat: Apakah mereka setuju dengan “Kesepakatan Semu” tersebut ? Setelah disampaikan, ribuan umat Islam secara “Aklamasi” dengan penuh semangat meminta saya untuk tetap ceramah.

Saya pun ceramah sekitar satu jam tentang “Bahaya Takfir”. Di penutup ceramah saya berpesan kepada “Kelompok Pengancam” agar nanti kalau mau menghadang saya, maka mereka harus bunuh saya agar saya mati syahid dalam berda’wah, sehingga tugas saya selesai. Jangan sampai mereka tidak bunuh saya, karena kalau saya tetap hidup, maka saya khawatir saya akan balas dendam untuk menghabisi mereka, ke lobang semut pun akan saya kejar, sehingga tugas saya jadi lebih panjang dan lebih berat lagi.

Usai ceramah, pihak Polres menawarkan saya menginap di Kota Semarang untuk keamanan, tapi saya menolak, karena saya tetap ingin bermalam di Pesantren Tahfizhul Qur’an An-Nuriyah selaku tuan rumah pengundang, sekaligus saya mau lihat apa yang mau dilakukan oleh para begundal pengancam. Hingga pagi semua berjalan normal. Saya pun berpesan kepada Kapolsek dan Danramil setempat agar menjaga dan melindungi pesantren dari gangguan jahat pihak mana pun. Saya juga bersumpah, kalau pesantren diganggu, maka para pengganggu akan kami kejar untuk dibasmi. Bagi kami, hanya PKI yang selama ini mengganggu Habaib dan Kyai serta Pesantren.

Lalu Jum’at pagi jam 8 saya dan isteri serta rombongan berangkat ke Bandara Semarang untuk pulang ke Jakarta. Kami pun tiba di rumah dengan selamat. Alhamdulillaah.”

Demikian penjelasan tertulis dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab, yang diterima redaksi KabarNet, Sabtu 9 Mei 2014. [KbrNet/SLM]

6 Tanggapan to “Penjelasan Habib Rizieq Terkait GP Anshor Siluman”

  1. ALLAHU AKBAR!!!
    Basmi!! kaum munafik penggerak anshor palsu dan banser palsu yg menunggangi NU dan Anshor utk kepentingan bisnis maksiat dan memecah belah umat Islam.
    KILL ‘EM!!!
    SQUIRT THEIR DIRTY BLOOD!!!

    Maju terus FPI!
    Ada FPI aja nih negara dgn mayoritas muslim sudah jadi sarang maksiat kayak sekarang ini, apalagi kalau ga ada FPI. Aaahhh… ga kebayang…

  2. Aunur Rofiq said

    menyebut kebesaran Allah untuk kebencian demikianlah contoh kesolehan ,kerahmanan Islam ala orang FPI.

  3. saatnya umat bangkit dengan gerakan revolusi untuk membangun umat yang lebih fondamentalis,

  4. Mahfudz said

    harus dibedakan antara warga Nahdhiyin (NU) dan “””””PBNU”””””.
    Yg harus dibersihkan dari anasir2 busuk adalah “PBNU” yg sudah disusupi oleh banyak penjahat2 agama, terutama kelompok SEPILIS. Para bandit SEPILIS yg meyusup di tubuh “PBNU” inilah yg merusak citra NU scr keseluruhan.

  5. Assalamualaikum….
    Sy baru nemu ini situs. Saya lihat isi tulisannya cakep-cakep.
    Mau tanya… FP KabarNet.In di FB ada ngga? Biar saya bisa terus ngikutin tulisan-tulisan berikutnya.
    Terimakasih

    Wassalaamm…

  6. Ali Meyer said

    sekedar masukan dari saya untuk semua Ulama, saya semakin resah dengan banyak Ustadz yang berceramah dengan menjelekkan kelompok ataupun individu lain sehingga lupa kalau kita harus seimbang antara hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia dengan manusia, jadi menurut saya sepatutnya para Ulama dalam berceramah untuk memberikan ajakan, arahan, dan petunjuk agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah S.W.T, serta senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia dan mahluk ciptaan Allah lainnya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: