KabarNet

Aktual Tajam

Jokowi Berkhianat, Jakarta Kacau, Ahok Kena Getahnya

Posted by KabarNet pada 03/05/2014

Jakarta – KabarNet: Pengkhianatan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) terhadap warga Jakarta akhirnya direspon negatif oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Seolah keterlepasan bicara, Ahok pada akhirnya seperti tak sadar mengeluhkan bahwa, setelah Jokowi nyapres yang berarti ingkar janji untuk mengurus Jakarta selama 5 tahun, maka ia ketiban setumpuk permasalahan rumit DKI Jakarta yang kini harus diselesaikannya sendirian. Ahok mengaku resah setelah Jokowi menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Alasannya, Ahok bakal sendirian mengurus Ibu Kota jika Jokowi mengambil cuti panjang.

“Saya agak galau ini jika posisinya seperti ini,” keluh Ahok di Balai Kota Jakarta , Jumat, 2 Mei 2014. “Saya tidak tahu siapa yang akan menjadi presiden,… bagaimana situasinya.”

Ahok juga mengaku, dia tak akan bisa mengurus Jakarta sendirian. Sebab, Ibu Kota sudah dijejali berbagai permasalahan yang pelik. “Kacau-balau Jakarta ini,” keluhnya lagi.

Ia juga mengakui dirinya tak banyak turun ke lapangan seperti Jokowi. Namun setiap hari ia banyak menerima pesan menyangkut permasalahan Ibu Kota. Kondisi Jakarta, kata Ahok, diperburuk oleh perilaku pegawai negeri sipil yang nyambi jadi oknum. “Banyak oknum calo di pejabat eselon III dan IV dalam bidang pelayanan publik,” katanya.

Kendati begitu, ia optimistis bisa memperbaiki Jakarta asal secara bersama-sama. “Nah, kita harap kita bisa perbaiki bersama biar kita sama-sama belajar. Ini situasi tidak gampang. Apalagi posisi saya agak kejepit nih sekarang,” ujar Ahok berharap.

Keluhan Ahok tersebut memang tidak berlebihan. Ahok merasa dirinya ditinggal seorang diri untuk mengurus setumpuk permasalahan pelik DKI Jakarta lantaran Jokowi plin-plan dan tidak konsisten terhadap tanggung jawab yang diembannya sebagai Gubernur. Bahkan sebelum Ahok melontarkan keluhannya, sejumlah pihak sudah terlebih dahulu mengecam sikap khianat Jokowi. Sebagai Gubernur Jakarta, Jokowi saat itu berjanji akan mengemban tugas selama satu periode ( lima tahun) untuk memimpin Ibu Kota Jakarta jika terpilih menjadi gubernur.

Ada 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu, seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Situs ini memuat hasil catatan (janji Jokowi) dari Harian Terbit selama berkampanye. Salah satu janji Jokowi yang tertera pada urutan ke 8, adalah: Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014 (Pilpres). (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012).

Namun janji tinggallah janji. Jokowi ternyata menerima mandat yang diberikan kepadanya untuk menjadi calon presiden dari partai PDIP. Jokowi mengingkari semua janjinya yang dia ucapkan dulu. Jokowi dinilai tidak konsisten sebagai seorang pemimpin. Jokowi pun dinilai pintar dalam memainkan sandiwara politik dan menipu warga Ibu Kota yang telah memilihnya sebagai gubernur.

Sebelumnya Jokowi selalu mengatakan tidak akan nyapres dan berdalih masih mengurus Jakarta . Dengan maju sebagai Capres disaat baru menjabat sekitar 1,5 tahun, Jokowi telah menipu rakyat Jakarta pada Pilgub DKI lalu.

Apalagi segudang janji pernah digulirkan Jokowi secara terbuka saat membidik jabatan Gubernur DKI, kepada publik Jakarta di berbagai tempat pada saat kampanye Pilgub, sebagian besar diantaranya belum direalisasikan atau bahkan belum mulai direalisasi sama sekali hingga saat ini.

Janji-janji yang belum direalisasikan antara lain membenahi birokrasi agar pemerintahan berjalan bersih, transparan dan profesional, janji membangun Mal PKL, ruang publik dan revitalisasi pasar tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan, janji membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas, janji merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia. Selain itu Jokowi juga belum menunjukkan keberhasilan dalam menangani dua permasalahan paling serius di DKI Jakarta yaitu banjir dan macet.

Berikut ini adalah rekaman video terkait janji-janji Jokowi yang diingkarinya, yang kini menjadi beban berat bagi Ahok lantaran harus seorang diri mengatasi segudang permasalahan pelik DKI Jakarta.

[KbrNet/ANT/Tempo/berbagaisumber/adl]

21 Tanggapan to “Jokowi Berkhianat, Jakarta Kacau, Ahok Kena Getahnya”

  1. Bang Uddin said

    Apakah bisa disebut sebagai pengkhianatan, bila rakyat memberi mandat pada seseorang untuik memegang jabatan sebagai kepala daerah, kemudian mandat tersebut diakhiri, karena rakyat menginginkan dia untuk menerima mandat yang lebih besar lagi. Hal tersebut adalah murni keinginan rakyat sebagai stake holder, bukan kemauan dia sebagai pemegang mandat.

    Siapapun orangnya tidak masalah, yang kita bahas bukan orangnya tetapi prosesnya. Karena hal ini bisa terjadi pada siapapun, mungkin Jokowi, Aher, Prabowo atau siapapun.

    Siapa pemegang kekuasaan di negara demokrasi ini ? Kembali lagi, mari kita coba berdiskusi tentang masalah, bukan tentang individu, yang bisa menyebabkan kita tidak obyektif, maaf,

    Yang memilih seseorang jadi walikota, bupati, kepala desa, gubernur dan presiden itu siapa ya rakyat bukan ? Partai hanya mengusulkan untuk jadi calon, yang menetapkan adalah rakyat berarti mandatnya dari rakyat, Partai tidak bisa mencabut mandat seorang kepala daerah atau presiden.

    UUD45 PASAL 9

    Janji Presiden,
    “Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik
    Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-
    adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala
    Undang-undang dan Peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada
    Nusa dan Bangsa”.

    Janji gubernur / bupati dan walikota bunyinya juga sama :
    AKAN MEMENUHI KEWAJIBAN SAYA SEBAGAI
    GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR ……………………,
    WALIKOTA/WAKIL ……………..,
    BUPATI/WAKIL WALIKOTA ……………….
    DENGAN SEBAIK-BAIKNYA DAN SEADIL-ADILNYA, MEMEGANG TEGUH UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DAN MENJALANKAN SEGALA UNDANG-UNDANG DAN PERATURANNYA DENGAN SELURUS-LURUSNYA SERTA BERBAKTI KEPADA MASYARAKAT NUSA DAN BANGSA

    UUnya tidak ada yang mengharuskan seseorang harus menyelesaikan tugasnya sebagai Presiden atau Wk Presiden atau kepala daerah selama lima tahun, dan tidak ada yang melarang rakyat yang ingin mempromosikan seseorang untuk menduduki jabatan uang lebih tinggi walaupun masa jabatannya nelum berakhir.

    UUD adalah kesepakatan bersama bangsa Indonesia dalam berbangsa dan bernegaral Apabila ada warga bangsa yang merasa bahwa uu tersebut perlu diperbaiki, maka jalurnya adalah musyawarah untuk mufakat. Perjanjian ini mengikat bagi seluruh warganegara, bila ada yang mengingkari perjanjian Ini berarti melanggar perjanjian tersebut.

    Rakyat yang mana ?

    Pasal 6A UUD 45

    (1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
    (2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.
    (3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

  2. Anonim said

    setuju dengan Bang Uddin… bravo Rakyat Indonesia

  3. Macan said

    Kalau benar rakyat yang menginginkan jok*** untuk menerima mandat yang lebih tinggi, tentunya suara pdip dalam pemili 9 April akan mengalami kenaikan signifikan. Tapi nyatanya???. Bukan rakyat yang ingin dia jadi presiden, dia aja yang yang haus kekuasaan. Ngurus jakarta aja belum becus, apalagi urus Indonesia.

  4. buyung said

    dasar penipu!!
    mana janji jokowi selama kampanye?
    ya pantas aja ahok kheki dibiarin sendirian ngurus Jkt.

  5. Willy Hu said

    Selama ini memang Ahok yg menjalankan pemerintahan DKI Jakarta. Sapi dan kerbau pun tau kalau Ahok lah Gubernur DKI Jakarta secara de facto.

    Kalau jokowi yg cuman jadi KACUNG-nya Megawati itu khan kerjanya cuma blusukan kesana kemari jual citra utk nyapres.

    Ternyata Ahok (yg dulu dicibir krn keturunan Tionghoa) kini terbukti kalau dialah yg kerja beneran dgn tulus. Pantesan sekarang Ahok ngomel.

  6. Jokowi itu seharusnya punya rasa malu,kalau dirinya telah menjadi korban kepentingan mafia China dan Zionis,
    anehnya Jokowi justru merasa bangga kalau dirinya dipublikasikan oleh media Mainstran sebagai sosok yang hebat dan wah,,!!
    hanya manusia yang terjangkit gangguan kejiwaanya saja kalau ada manusia seperti Jokowi,

  7. Anonim said

    Banyak manusia tolol yg bisanya mengkritik, menghujat, memfitnah, sirik.
    Hasil2 positive yg sudah berhasilpun dimuka matapun tak berterima kasih apalagi di appreciate.
    Dasar manusia2 otak keruh tolol.
    Kapan negara kita bisa maju kalau begini ?

  8. anti pasukan nasi bungkus said

    Hanya orang yang waras yang tau apa maunya jokowi. pendukung jokowi tu kan orang-orang yang belum tau waras itu seperti apa.

  9. heh…heh…heh… lihat saja, pada akhirnya nanti jokowi (dan simpatisannya) akan menjadi MUSUH BERSAMA mayoritas rakyat indonesia.

  10. Anonim said

    ini pasti ulah zionis, yahudi dan CIA, KGB, mossad hahahahahahahahahahahahahahaha pd sewot kebakaran jenggot….

  11. Anonim said

    Ya nanti dilihat aja siapa yang menang dam siapa yang waras.
    Dengan syarat yg kalah gak boleh cari2 perkara melulu..Harus memerima kekalahan nya dam mendukung yg menang.
    Kalau cari2 perkara melulu kapan bangsa kita akan maju2 nya ?
    Kita ini sudah ketinggalan dengan negara2 tetangga

  12. Anonim said

    memang ga salah kl ahok mengeluh. Skarang terbukti kalau yg kerja tuh sebetulnya ahok. Kl cuma blusukan aja kayak jokowi… anak SD juga bisa.

    dasar penipu!!

  13. Pram said

    Ya iya lah, Ahok layak kalau marah. Sebetulnya dari dulu memang Ahok yg beresin semua kemelut DKI Jakarta. Kalau Jokowi khan dari dulu cuma jual citra aja dgn blusukan kesana kemari.

    Rakyat yg dulu “tertipu” acting Jokowi sekarang akhirnya sadar dan tau siapa Jokowi dibalik kedok yg dia pakai.

    Se-jelek2nya Ahok masih 1000 X lebih baik ketimbang Jokowi. Paling tidak, Ahok bukan pengkhianat n penipu rakyat sperti bossnya.

  14. jokowi-ahok sebelas dua belas…. jokowi punya ambisi jadi capres, ahok ambisi jadi cagub, yang satu naik, yang satu terima untungnya. Umat Islam yang menjalankan syariat tidak akan mendukung keduanya.

  15. Anonim said

    Hahaha pada sotoy kalian…

  16. imaow said

    mau jadi apa Indonesia kalau dipimpin oleh orang seperti ini?
    presiden boneka, kasus BLBI dulu yang merugikan negara kurang lebih 600T, siapa BOSnya?
    PT.Freeport di Irian jika dikelola dan dimiliki oleh Indonesia sendiri, pasti bisa untuk membayar seluruh utang-utang luar negeri.

    semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia yang sudah lama merindukan kesejahteraan ini.
    #doa dari rakyat kecil untuk seluruh rakyat Indonesia.

  17. madokafc said

    Bitch please, coba sebutkan solusi
    permasalahan Jakarta ala Jokowow yang
    sekarang dia berani bilang bakalan dia
    realisasikan dalam kapasitasnya sbg
    gubernur DKI? dia sudah gak berani bilang
    itu lagi karena dia sudah mau lari dari
    masalah Jakarta dengan mengincar kursi
    Presiden

  18. wyn yuza a. said

    maaf saya mau tanya pasa anda semua, menurut anda siapa yg lebih pantas dari Jokowi? ada orang lain gak? tolong sebut namanya? politikus kan semua sama, coba saya kasi saran…KAPAN DPR, MPR, DPA, MA, MK, MAU BEKERJA TANPA MENERIMA GAJI, baru Indonesia bisa maju. coba liat anda anda mau gak ditunjuk jadi RT atau RW dengan gaji cuma 800rb/3 bulan. saya jamin anda jawab gak mau……nah itulah…sapa pun memimpin disana…Indonesia tetap sama. kita makin miskin, makin bodoh, makin bertengkar sesama teman….

  19. golput.. said

    wyn uza…gk ush nny mw bkrj tnp dgji atw gk.skrng ane blik tny k ente,mng ente mw kerja gk dgaji,atw ente jual dgngsn tp gk dbyar??sapi j suruh bjak sawah minta mkan.pertanyaan ente tuh gk mutu,bodoh.mkasih….

  20. Anonim said

    Jokowi pengkhianat!!!!!!!!!!!!
    Bukan saja pengkhinat pada warga dki jakarta, tetapi pengkhianat pada seluruh ummat, kalo warga jakarta tidak perlu di ceritakan, karena memang sudah pasti terkhianati oleh si jokowi.
    mengapa pengkhianat pada seluruh ummat, karena jokowi adalah momok nya megawati, bukti nya, setiap bertemu megawati, dia selalu bersalaman sambil mencium tangan nya, sedangkan bertemu ulama atau tokoh agama, dia hanya bersalaman saja, (pada hal tokoh agama atau ulama adalah lebih tinggi atau lebih pantas mendapatkan penghormatan, walau pun tidak meminta). tanpa mencium tangan nya, seperti yang di lakukan kepada megawati.
    dan lebih parah nya lagi, dia bilang tidak akan ada intervensi apapun terhadapnya, jika dia terpilih. tapi bukti nya, sebelum terpilih aja, dia mau di intervensi, salah satu contoh bahwa dia bisa di intervensi adalah : ketika dia menghadiri debat capres, dan pada tahap tanya jawab, dia memberikan pertanyaan kepada pihak lawan nya, bukan pertanyaan dari hati nurani nya dia sendiri, melainkan dia dapat dari tim sukses nya, yong konon katanya dia orang nya sederhana dan tidak mau di atur orang lain, itu menandakan dia bisa di intervensi atau di dikte, lain hal nya dengan capres lawan nya, beliau memberikan pertanyaan nya tumbuh dari hati nurani nya sendiri, tanpa teks dan sepontan pertanyaan itu muncul dari pikirannya sendiri. tanpa persiapan dari rumah atau kamp_nya (tim sukses).

  21. surel said

    Jokowi pengkhianat!!!!!!!!!!!!
    Bukan saja pengkhinat pada warga dki jakarta, tetapi pengkhianat pada seluruh ummat, kalo warga jakarta tidak perlu di ceritakan, karena memang sudah pasti terkhianati oleh si jokowi.
    mengapa pengkhianat pada seluruh ummat, karena jokowi adalah momok nya megawati, bukti nya, setiap bertemu megawati, dia selalu bersalaman sambil mencium tangan nya, sedangkan bertemu ulama atau tokoh agama, dia hanya bersalaman saja, (pada hal tokoh agama atau ulama adalah lebih tinggi atau lebih pantas mendapatkan penghormatan, walau pun tidak meminta). tanpa mencium tangan nya, seperti yang di lakukan kepada megawati.
    dan lebih parah nya lagi, dia bilang tidak akan ada intervensi apapun terhadapnya, jika dia terpilih. tapi bukti nya, sebelum terpilih aja, dia mau di intervensi, salah satu contoh bahwa dia bisa di intervensi adalah : ketika dia menghadiri debat capres, dan pada tahap tanya jawab, dia memberikan pertanyaan kepada pihak lawan nya, bukan pertanyaan dari hati nurani nya dia sendiri, melainkan dia dapat dari tim sukses nya, yong konon katanya dia orang nya sederhana dan tidak mau di atur orang lain, itu menandakan dia bisa di intervensi atau di dikte, lain hal nya dengan capres lawan nya, beliau memberikan pertanyaan nya tumbuh dari hati nurani nya sendiri, tanpa teks dan sepontan pertanyaan itu muncul dari pikirannya sendiri. tanpa persiapan dari rumah atau kamp_nya (tim sukses).

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: