KabarNet

Aktual Tajam

Anak Menteri Syarief Hasan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Posted by KabarNet pada 18/04/2014

Jakarta – KabarNet: Pemilik PT Imaji Media, Riefan Afrian, sekaligus anak Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Videotron oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Riefan dinyatakan Jaksa pada Kejaksaan Jakarta Selatan, sebagai otak korupsi pengadaan videotron tahun anggaran 2012.

Hal itu terungkap dari surat dakwaan Direktur Utama PT Imaji Media, Hendra Saputra, yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum yang diketahui oleh Jaksa Elly Supaini di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis 17 April 2014.

Pada perkaranya, dipaparkan Jaksa Marta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan bahwa putra Menkop UKM, Syarief Hasan, yakni Riefan Avrian telah mengangkat seorang supir atau pesuruh di PT Imaji Media sebagai direktur utama di perusahaan tersebut. Riefan sendiri adalah pemilik PT Imaji Media, anak perusahaan PT Rifuel. Maksud Riefan mengangkat seorang Hendra sebagai Dirut adalah untuk mengikuti lelang proyek pengadaan viedotron di Kementerian yang dipimpin bapaknya tersebut.

Hendra Saputra yang tak memiliki ijazah pendidikan alias tidak tamat sekolah dasar ini disebut merugikan keuangan negara pada lembaga dipimpin Syarief Hasan sedikitnya Rp 17 miliar. Pada dakwaan Hendra terungkap bagaimana aksi tipu-tipu Riefan yang juga Direktur PT Rifuel sekaligus anak Syarief Hasan dalam mengakali aturan lelang. Riefan mengetahui ada proyek puluhan miliar di lembaga ayahnya. Tetapi, karena berstatus anak menteri, maka keikutsertaannya bisa menimbulkan banyak pertanyaan.

Hendra Saputra saat ditangkap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di halaman Kejaksaan Tinggi, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hendra Saputra saat ditangkap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di halaman Kejaksaan Tinggi, Kuningan, Jakarta Selatan.

Akhirnya, Riefan menemukan taktik licik. Dia meminta supaya seorang karyawannya yang bekerja sebagai pesuruh dan sopir, Hendra Saputra, mau diangkat menjadi Direktur PT Imaji Media. Sebuah perusahaan yang sengaja didirikan Riefan untuk mengikuti proyek itu. Hendra ibarat boneka. Dia hanya mengikuti perintah Riefan yang memang bernafsu mengeruk duit negara. Semua berkas dan dokumen penawaran lelang hingga rekening bank baru dibuat oleh Riefan dibantu karyawan lainnya, tapi semua atas nama Hendra.

Setelah mengikuti proses lelang, akhirnya pada 8 Oktober 2012, Hasnawi Bachtiar (Almarhum), selaku Pejabat Pembuat Komitmen menyatakan PT Imaji Media sebagai pemenang lelang proyek videotron. Tetapi, karena Hendra tidak paham sedikit pun ihwal pengerjaan dan pemasangan videotron, maka pekerjaan itu justru dilaksanakan seluruhnya oleh Riefan. Padahal dalam ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, pemenang lelang dilarang mengalihkan seluruh pekerjaan utama kepada pihak lain.

Setelah menang lelang, Riefan kemudian kembali melancarkan tipu dayanya. Dia memerintahkan Hendra mengajukan surat pengubahan penambahan biaya pekerjaan. Padahal ongkos pekerjaan itu sudah digelembungkan. Antara lain penambahan biaya sambungan listrik ke layar LED videotron senilai Rp 1,2 miliar menjadi pengadaan panel listrik dan alat pendukung lain seharga Rp 1,18 miliar.

Selain itu ada lagi pengubahan pengadaan genset berkapasitas 400 KVA menjadi 350 KVA, dan penyewaan gudang penyimpanan genset dan videotron sebesar Rp 700 juta menjadi Rp 742,9 juta, penambahan biaya pekerjaan konstruksi tambahan sebesar Rp 739,7 juta, dan penambahan tiang pondasi videotron sebesar Rp 794,6 juta.

Anehnya, Kasiyadi selaku tim penerima barang menyatakan seluruh pekerjaan pemasangan videotron dilakukan sesuai prosedur dan spesifikasinya tepat. Tetapi nasib Hendra justru apes, karena turut dijerat.

Berkas dakwaan terhadap Hendra disusun dalam bentuk subsideritas. Dia dijerat dengan dua pasal korupsi. Dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) dan dakwaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman pidana dihadapi oleh Hendra adalah 20 tahun penjara.

Perlu diketahui, tersangka Hasnawi Bachtiar (Almarhum), adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek videotron. Ia merupakan adik ipar Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan yang menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Ia tewas di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur pada Selasa 18 Maret 2014, malam. Jenazah Hasnawi langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Penyebab tewasnya tersangka, hingga saat ini masih misterius?.

Informasi yang dihimpun, Hasnawi meninggal dunia diduga dalam keadaan tidak wajar. Tiga hari pasca meninggalnya, pihak RS Polri masih belum mendeteksi penyebab tewasnya Bachtiar. Padahal sebelum meninggal Bachtiar terlihat sehat. Bahkan tidak punya riwayat penyakit. Kasus Hasnawi sudah masuk tahap penuntutan di pengadilan. Bahkan almarhum juga sempat mengajukan penangguhan penahanan dan permohonan itu ditolak oleh penyidik.

Tak hanya itu, tersangka lainnya, yakni Kasiyadi selaku Anggota Panitia Lelang dalam kasus yang sama juga tewas. Kasiyadi merupakan tersangka kedua yang tewas. Menurut pengakuan pengacara tersangka Hendra, Ahmad Taufik, bahwa kabar kematian Kasiyadi itu didapat dari sumber seorang jaksa Kejari Jaksel. Kematian mendadak dua tersangka, Hasnawi Bachtiar dan Kasiyadi ini sungguh mencurigakan.

Seperti diketahui, dalam kasus ini kejaksaan menetapkan tiga orang tersangka. Dua tersangka merupakan pejabat di Kemenkop dan UKM, yakni Hasnawi Bachtiar selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Kasiyadi selaku panitia lelang serta Hendra Saputra yang diangkat menjadi Direktur PT IMJ. Terakhir diketahui, pemilik PT Imaji Media, Riefan Afrian, sekaligus anak Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan juga ditetapkan sebagai tersangka.

Proyek videotron senilai Rp 23,4 miliar itu dimenangkan oleh PT Imaje Media Jakarta. Dalam kasus Badan Pemeriksa Keuangan menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 17 miliar. [KbrNet/Mrdka/SLM]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: