KabarNet

Aktual Tajam

Konglomerat Hitam Gelar ‘Operasi Intelijen’ Jegal Prabowo

Posted by KabarNet pada 15/04/2014

Jakarta – KabarNet: Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto banyak disebut satu-satunya figur yang bisa mengalahkan Joko Widodo pada Pilpres Juli 2014. Sebelum benar-benar terjadi, pendukung Jokowi ‘Konglomerat Hitam’ menempuh sejumlah langkah salah satunya dengan menggelar “operasi intelijen”.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Herdi Syahrasad menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi transaksi politik dalam bentuk uang dan bentuk lainnya yang sedang dilakukan para pendukung capres PDIP Joko Widodo alias Jokowi.

Herdi menegaskan, pihaknya sudah banyak mendengar informasi dari berbagai pihak dan layak dipercaya kalau saat ini ada ”operasi intelijen” yang dilakukan para pendukung Jokowi khususnya dari para konglomerat yang tidak menghendaki Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi presiden di negara ini.

Diungkap Herdi, nyaris semua konglomerat dari ras tertentu berupaya semaksimal mungkin agar Prabowo tak berhasil mendapatkan ”boarding pass” alias tiket untuk melaju dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti. Caranya, beber Herdi, para pimpinan parpol diiming-imingi sejumlah imbalan agar menolak kalau diajak berkoaliasi oleh Partai Gerindra.

”Sehingga Gerindra yang hanya memperoleh suara 12 persen dalam Pileg 9 April lalu tak mampu mengajukan capresnya karena tak berhasil memenuhi syarat presidential threshold 25 persen suara nasional atau 20 persen kursi di DPR,” ungkap Herdi gamblang dalam sebuah diskusi politik yang digelar Freedom Foundation di Hotel Atlet Century Senayan Jakarta Pusat, Minggu 13 April 2014.

Ia menilai, kalau operasi penggagalan Prabowo sukses, maka bisa dipastikan kalau capres yang akan berlaga dalam Pilpres 9 Juli nanti hanya dua orang, yakni pasangan Jokowi dari PDIP dan pasangan Aburizal Bakrie atau ARB alias Ical dari Partai Golkar.

”Kalau itu yang terjadi, yaitu hanya Jokowi dan Ical yang maju dalam Pilpres nanti. Maka sama saja pilpres itu adalah pilpres badut-badutan, pilpres acting sandiwara yang menjadi anti klimaks dalam sebuah pesta demokrasi yang membohongi rakyat. Karena sudah pasti yang menang Jokowi, karena Ical cukup diserang soal kasus Lumpur Lapindo saja selesai dia,” tutur Herdi.

Herdi menyarankan agar Prabowo segera menemui Ketum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membicarakan masalah tersebut. Sebab koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat akan mengamankan tiket Prabowo untuk maju menjadi capres. Selain itu, semua pimpinan parpol dari eks militer seperti Ketum DPP Partai Hanura Wiranto dan Ketum DPP PKPI Sutiyoso sebaiknya merapatkan barisan dengan Prabowo dan SBY.

”Terus terang bangsa ini perlu pemimpin yang visioner, konsepsional dan punya program yang jelas untuk bangsa ini dalam lima tahun ke depan. Dan saya menilai Prabowo sudah menjawab itu semua,” pungkas Herdi.

Sementara kubu PDIP Bantah Adanya operasi khusus jegal Prabowo. Juru Bicara Tim Pemenangan Pilpres PDI Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari, merasa terusik dengan isu tersebut. Ia menyangkal kabar yang menyebut partainya melakukan “operasi intelijen” untuk menghalangi majunya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam pemilu presiden (pilpres) 2014.

Eva menegaskan, calon presiden (capres) PDIP, Joko Widodo alias Jokowi tidak menggunakan cara-cara kotor dalam persaingan pilpres. “PDIP tidak punya reputasi mencurangi, bahkan dalam kampanye pun tidak melakukan black campaign atau negative campaign. Jokowi amat menghargai kejujuran, fair play, dan jaga martabat. PDIP selalu memilih untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat,” kata Eva kepada JPNN (Indopos Grup) di Jakarta, Senin 14 April 2014.

“Omong kosong. Kekuatan Jokowi sepenuhnya pada komunikasi ke parpol-parpol. Jokowi memang ingin membangun barisan sebanyak dan sekuat mungkin, tetapi semata atas pola relasi win-win yang rasional,” lanjut anggota Komisi III DPR RI ini. [KbrNet/IndoPos]

Source: Indo Pos

5 Tanggapan to “Konglomerat Hitam Gelar ‘Operasi Intelijen’ Jegal Prabowo”

  1. “rapatkan barisan untuk menghadapi misi jahat mafia kongko hitam dibelakang Jakowi”

    Seharusnya kalau Partai Islam sudah tidak mungkin bisa bersatu maka lebih baik mereka bergabung dengan Partai gerinda,,
    Apa alasanya,?? karena partai gerinda masih berindikasi Muslim dari didikan seorang punggawan Dr ekonomi dari ayahnya,
    kalau jakowi jelas misi utamnya untuk mengkafirkan orang muslim di Indonesia,
    Apa alasanya,,,?? karena jakowi sejak menjadi walikota Solo sudah menempatkan wakil dari Nasrani yang endingnya
    kalau jakowi melompat ke jabatan lain, dengan sendirinya wali kota Solo dipegang Orang Kristen ini nyata,,,
    Dan menjadi Gubernur DKI pun jakowi tidak bisa lepas dari wagub yang beragama nasrani, kalau jakowi menjadi Presiden 2014,
    Sudah bisa dipastikan Ahok seorang non Muslim bisa berkusa di Domainnya yang sebagian besar Orang muslim coba bayangkan
    apa jadinya Jakarta yang kaya dengan komonitas Islam dipimpin oleh orang Kristen,,,!! maka tidak salah kalau ada pihak yang bilang
    misi jakowi yang istrinya adalah ketua Rotary Club merupakan strategis bagi yahudi dan Kristen untuk menjalankan misi utamya,
    Apakah misi jahat jakowi merupakan ide dari seorang jakowi,,,,??? tidak,,,,!! jakowi yang mentalnya bisa dibaca oleh musuh-musuh
    Islam merupakan sosok yang bisa di jadikan Boneka Asing yang bisa dikendalikan sesuai kehendak majikanya,
    maka sudah spantasnya Umat Islam yang memiliki wadah-wadah partai Islam tidak lagi menjadi Munafikin yang berkolaborasi
    untuk memadamkan Api Islam dibalik ketiak Raden Basuki, tetapi bersatulah dengan Prabowo sebagai pemimpin masa depan
    yang memiliki wawasan yang lebih jelas dan nyata,
    demikianlah sebagai Partai islam yang ngambang dalam kepemimpinan hendak untuk menyatukan dengan Partai Gerinda,
    dan semoga tidak ada halangan lagi dalam hal untuk mencari Ri’dho Allah sebagai menjalankan Ik’tidiyat wasalamu alaikum ww,

  2. Reblogged this on iwakbiroe.

  3. Makanya kita Hati-hati memilih Presiden untuk dijadikan Boneka oleh Konglomerat Hitam.

  4. doddokoplok said

    Reblogged this on doddokoplok's Blog.

  5. Anonim said

    pdip politik busuk selalu menghiania rakyat,selalu bicara tentan rakyat demikepentingan pribadi

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: