KabarNet

Aktual Tajam

Peluang Jokowi Menangi Pilpres 2014 Berat

Posted by KabarNet pada 12/04/2014

Jakarta – KabarNet: PDI Perjuangan beberapa waktu lalu diprediksikan akan meraih lebih dari 30% suara, ternyata jauh meleset. Padahal sebelumnya, antusiasme memperkirakan kemenangan PDI Perjuangan akan tembus 30 persen lebih jika Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Ternyata hasil hitung cepat, PDI Perjuangan memperoleh suara hanya sekitar 19 persen.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengatakan, peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menjadi presiden dinilai berat dengan gambaran hasil penghitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga survei. Ia juga mengungkapkan bahwa tidak mudah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membangun koalisi dengan perolehan persentase tersebut paska pencapresan Jokowi.

Menurut Said, PDIP kemungkinan akan berkoalisi tidak lebih dari empat partai politik (parpol) saja, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasdem, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). “Itu pun kalau PKPI tidak merapat ke Golkar. Sementara PBB sepertinya akan memilih ke Gerindra,” kata Said seperti dikutip Sindonews, Kamis 10 April 2014.

Ia mengamati, apabila suara PDIP dijumlahkan dengan suara teman koalisinya, maka modal pencalonan Jokowi dalam Pilpres nanti hanya sekitar 30 hingga 35 persen. “Itu artinya raihan suara Jokowi dalam Pilpres nanti tidak akan lari jauh dari hasil Pileg itu. Sebab perolehan suara PDIP dalam Pileg sesungguhnya sudah mencerminkan besaran dukungan pemilih kepada Jokowi dalam Pilpres nanti,” ujarnya.

Dengan perolehan itu, maka tidak mudah bagi Jokowi untuk menjadi presiden. Nah, Jumlah 30-an persen itu agak berat untuk memenangkan Jokowi dalam Pilpres nanti. Belum lagi peta politik pasca Pileg 2014 menunjukkan 11 parpol lain kompak menolak berkoalisi dengan PDIP. Maka Gubernur DKI Jakarta itu hanya akan tercatat dalam sejarah sebagai seorang mantan bakal calon presiden saja.

Masalah ke II: Jokowi Terang-terangan Berbohong pada Warga DKI

Termasuk penyebab merosotnya dukungan kepada Jokowi adalah ingkar janji. Kata anak betawi, belum jadi presiden, udah bohongin rakyat.. Gubernur DKI Jakarta ini dianggap plin-plan dan tidak konsisten terhadap tanggung jawab yang diembannya sebagai Gubernur Jakarta. Jokowi saat itu secara LISAN maupun TERTULIS berjanji akan mengemban tugas selama satu periode (lima tahun) untuk memimpin Ibu Kota Jakarta jika terpilih menjadi gubernur.

Ada 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu, seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Situs ini memuat hasil catatan (janji Jokowi) dari Harian Terbit selama berkampanye. Salah satu janji Jokowi yang tertera pada urutan ke 8, adalah: Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014 (Pilpres). (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012).

Namun janji tinggallah janji. Jokowi ternyata menerima mandat untuk menjadi calon presiden dari partai PDIP. Jokowi mengingkari semua janjinya yang dia ucapkan dulu. Jokowi dinilai tidak konsisten sebagai seorang pemimpin. Jokowi pun dinilai pintar dalam memainkan sandiwara politik dan membohongi warga Ibu Kota yang telah memilihnya.

Sebelumnya Jokowi selalu mengatakan tidak akan nyapres dan berdalih masih mengurus Jakarta. Dengan maju sebagai Capres disaat baru menjabat sekitar 1,5 tahun, Jokowi telah menipu rakyat Jakarta pada Pilgub DKI lalu. Apa pun alasannya, kejadian ini merupakan sebuah kebohongan dan pengkhianatan yang nyata.

Fenomena ini mengingatkan kita kembali pada tahun 2004, saat rakyat mengelu-elukan SBY, karena dianggap sosok pembaharu dengan konsep menumpaskan korupsi, rakyat pun terbuai janji dan para pengusaha berbondong-bondong mendukung partai SBY, namun ternyata koruptor semakin berjubel di negeri ini.

Sekarang, akankah kita bakal termakan janji manis kembali? Terbuai angan seandainya Jokowi adalah tokoh capres yang bisa merubah nasib rakyat Indonesia? Ataukah rakyat akan kembali tenggelam dalam manisnya janji politik, yang semu dan tak pernah terwujud. Sungguh miris nasib rakyat di negeri ini, selalu menjadi korban permainan para politikus kotor.

Masalah Ke III: Kasus Penyelewengan Pengadaan Bus Transjakarta

Faktor lain turunnya dukungan kepada Jokowi adalah kasus dugaan penyelewengan pengadaan Bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB). Banyak pihak meminta penyidik Kejaksaan Agung untuk segera memeriksa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung pun dalam waktu dekat berencana memeriksa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemeliharaan armada bus Transjakarta tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1,5 Triliun.

Pihak Kejaksaan Agung sudah memiliki bukti adanya pembiaraan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dalam proyek tersebut. Selain itu KPK yang melakukan supervisi terhadap Kejakgung dalam kasus ini sudah mengantongi nama Michael Bimo, orang terdekat Jokowi yang mendapatkan proyek ini. Nama Michael Bimo yang juga politisi PDIP ini di Surakarta mendapatkan proyek khusus dari Jokowi untuk pengadaan bus TransJakarta ini.

Kejaksaan Agung sendiri saat ini baru menetapkan dua tersangka yaitu Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu. Keduanya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek ini. Wakil Jaksa Agung, Andhi Nirwanto membenarkan pihaknyaa akan memeriksa pejabat teras Pemprov DKI.

Sebelumnya berbagai elemen masyarakat seperti Forum Warga Jakarta (FAKTA) dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) juga mendesakkan hal serupa. FAKTA bahkan telah beberapa kali menyambangi KPK untuk memberikan data terkait kasus ini. Ketua Fakta Azas Tigor Nainggolan mengatakan ada indikasi permainan antara PT San Abadi selaku agen pemegang merek (APM) bus ANKAI di Indonesia dengan Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Indikasi kecurangan dapat dilihat dari bus baru Transjakarta yang beberapa komponennya terlihat berkarat, tidak adanya berkas acara terima barang serta spesifikasi tabung BBG yang tidak sesuai rekomendasi BPPT. [KbrNet/Slm]

Luar Biasa! Popularitas Jokowi Kian Tak Tertandingi

29 Tanggapan to “Peluang Jokowi Menangi Pilpres 2014 Berat”

  1. Anonim said

    males lihat, apalagi baca kabar net, karena selalu memojokan jokowi.

  2. gue males liat jokowir

  3. Anonim said

    Dulunya KabarNet sering beritakan kehebatan dan kejujuran Jokowi, namun setelah Jokowi Ingkar Janji pada warga DKI, sepertinya KabarNet kecewa dan merasa bersalah. Jadi untuk mengimbangi berita2 tentang kehebatan Jokowi yg pernah dimuat, sekarang Jokowi digempur oleh KabarNet.. Yang jelas KabarNet tidak ada kepentingan apa2 dari pihak manapun! KabarNet INDEPENDEN.. Mulai dari Presiden, pejabat, anggota DPR, dll, yang tidak peduli dengan kepentingan rakyat, bakal diserang habis oleh KabarNet!

    Pengamat KabarNet.

  4. Anonim said

    Inna lillahi wainnailaihi rojiun Analisa paling nagwur sedunia dan akhirat…semoga dosanya diampunai Allah dan diterima amal salehnya dssisiNya

  5. Epoy Gozi said

    Jangan khawatir….,Insya Allah Jokowi tak akan terpilih…,isih akeh sing waras…!!!

  6. Anonim said

    namanya jg politik, yg begini hal biasa jd maklum aja lah

  7. Alhamdulillah, PDIP berambisi menguasai Negara RI, akhirnya berat. mudah2an Insya Allah Jokowi bakal jadi mantan Capres RI.

  8. jangankan kabarnet, saya aja pertama kagum dengan retorika Jakowi, eee, ternyata semuanya adalah hanya sekedar pecitraan semata untuk menuju Capres 2014, ternyata banyaknya media luar atupun lokal ternyata jakowi cara kerjanya seperti Iblis dan lebih keji dari Iblis,,

  9. Anonim said

    Ojo kuwi tho… Doyan ngapusi rakyat.

  10. masih muda sudah pinter menjadi penjilat nya Mafia China, Muka anjing yang ggak tahu malu,,

  11. Anonim said

    Tenang aja, Jokowi pasti akan menang pd pilpres nanti , Jokowi termasuk dlm 10 walikota terbaik di dunia,yg lain blom pernah mendapatkan penghargaan apa2. Saya dukung Jokowi jd presiden. Dunia juga terkagum2 pd Jokowi, apalagi kami orang2 di pelosok2 Inddonesia 🙂

  12. boneksangar said

    Siapa yang sirik sama Jokowi .kabarnet ora mutu

  13. rafa said

    yg lomen keliatannya orang2 yg dulu jelek2in jokowi waktu cagub DKI. mereka ini orng2 yg ga tau malu dulu jokowi ahok di jelek2in termyata jdi DKI 1. skarg jokowi capres gitu juga. mau nya apa merka itu hati dan pikiranmereka memyatu dgn IBLIS, orang mempunyai sifat iri dengki kaya kalian adalah sekutu IBLIS. ( maria si tompul, eni lestari , hiwa long, epoy anak2 IBLIS

  14. cassandra said

    Melihat faktanya sajalah jadi orang,dulu memang jokowi begitu sekarang jokowi begini, yang terutama komitmen itu harus di jaga dulu ,,,,,dan jokowi nyapres kan karena dukungan dari masyarakat dan permintaan rakyat indonesia ,trus knp setelah jokowi sudah jadi capres dukungan berkurang,, ato kmrn2 masyarakat terpukau dengan jokowi ,trus skrng terpukau dng prabowo ,,,,, ayo tentukan pilihan yang btul2 cerdas, agar indonesia lebih baik ,,,,

  15. dsasgjrf said

    panganan opo jokowi kuwi k. c. ramene seng bhas jokowi?

  16. Anonim said

    Basi

  17. anonim said

    gua jelas pilih prabowo dong..gila apa ora milih prabowo..!

  18. Anonim said

    pilihlah jokowi jadi presiden jika dki mau dipimpin nasrani

  19. Anonim said

    Emg betul koq jokuwi iku kutu loncat. Atlet loncat jauh nasional. Dari solo blm beres jabat walikota udh loncat ke jakarta jd gubernur dgn janji2 muluk blm beres jd gubernur jakarta eeeehhh udh loncat lg tuh si jokuwi mo nyapres. Udh ga mau tau sm janji2nya dulu. Dasar kutu loncaàaatt…

  20. Anonim said

    sampah kali website nya

  21. Anonim said

    preeetttttt…..ngomong opo saiki kowe….

  22. ewweww said

    pda buta pada tuli.. udh jls knytaan n real ttp z pilih….

  23. demian dj said

    lhat realita ya.mang dulu jokowi d puji.tpi tryta smua skenario sjak th2005.ya pda mkir ja lah.sesuai ajaran islam pmmpin hrus jga amanah n jnji2nya.skrang realitaya pa…hahahah…islam ktp.wudhu aja gk bsa.mau jdi komunis y plihlah jokowi.klo mau syariah plihlh prabowo…cb mkir aja.dsar otak bejat yg mlih jkwi

  24. Anonim said

    Pret kwe wi lah

  25. bambang k said

    Huuu…pyh

  26. klo jokowi blm pantas capres sih kyk nggak jgyg jls belum saatx z…

  27. satu nusa said

    Kenapa masih ada orang Indonesia yg mau dukung jokowi yg munafikun, terbukti pencitraan, terindikasi banyak korupsi, wawasan sempit, minderan, pembohong, plinpan, gak fasih bhs Inggris, klemar-klemer dan segudang sifat2 pendusta lainnya.

  28. Anonim said

    Org indonesia mayoritas Muslim,oleh krn itu salah besar jika memilih pemimpin kyk siJokowi itu.alasan detailnya.:1.seorang pemimpin itu hrs amanah,tdk mengingkari janji kpd rakyat.’Ternyata siJoko gendeng ini terlalu byk bicara,apapun proyek di JKt tdk ada yg rampung dikerjakannya.2.seorang negarawan itu tdk boleh bicara asal keluar aj atw bahkan suka menyindir&menyalahkan org lain aj sbagai Kambing Hitamnya.3.biasa dkt dgn org Kafir jg bersifat MUNAfIK maka akhlak pn lbh buruk dari binatang..4.mencari pemimpin itu hrs yg gagah&tegak bahunya sbagai tanda brani,tegas,brani bertindak wlw Ðitekan negara manapun,dkt dgn ULAMA,tahu derita RAKYAT,di diri jokowi ‘JOko GEndeng’ itu apapun tdk ada..fisik kyk org sakit TBC,bengek..wajah Jadul. Jalan kyk layang2,wibawa tdk ada.. Bagus jadi tkg gorengan aja disekitaran MONAS.. Atw jualan baju keliling aj,kn ada Kotak2 baju ngg berkelas,baju utk kesawah..

  29. Wong said

    Orang Indonesia JAMAN SEKARANG sudah cerdas-cerdas lho, gak kayak jaman TEMPO DOELOE yang polos-polos. Jadi Jangan kalau mau mancing di air jernih aja dah…….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: