KabarNet

Aktual Tajam

MIUMI: Pemuda Harus Berperan Persatukan Tokoh Islam

Posted by KabarNet pada 12/04/2014

SAAT INI SUDAH TERLIHAT PERSATUAN DI ANTARA TOKOH ISLAM SAAT MEREKA BERKUMPUL DI KANTOR PUSAT MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI), JALAN PROKLAMASI, JAKARTA, BERTEPATAN DENGAN PEMILU CALON LEGISLATIF.

Jakarta – KabarNet: Meski hasil Pemilihan Umum (Pemilu) masih belum selesai, namun ada banyak hikmah di balik penghitungan sementara Pemilu Rabu, 9 April 2014 lalu. Perolehan Pemilu meski sementara, menunjukkan sudah saatnya suara umat Islam bersatu dan tidak lagi memenangkan ego sendiri atau ego golongan. Sebab memenangkan Islam menempati posisi tertinggi di atas semuanya.

“Kita coba berjalan bertahap. Tapi Insya Allah 2019 tidak boleh begini lagi,” ucap Bachtiar Nasir, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) di Arrahman Quranic Learning Center (AQL), Tebet, Jakarta.

Di hadapan sekitar 500 orang peserta Tadabbur Qur’an, hari Kamis 10 April 2014 malam, Pimpinan AQL itu menyarankan pemuda Indonesia berperan dalam persatuan para pemimpin Islam.

“Datangi semua ketua Ormas Islam. Silaturahim saja, mengajak bersatu. Sampaikan dengan santun. Kalau gerakan kalian sudah kelihatan, yang tua-tua pasti akan mendukung,” sarannya.

Langkah tersebut mendesak dilakukan sebelum nama para Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) diajukan pada 5 Mei mendatang. Ia meyakini, perubahan bisa datang melalui manuver yang dilancarkan para pemuda.

Menurutnya, pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), bisa sebagai model. “Ada sepuluh pemuda dari Surabaya datang pada Pak Habibie, mendesak terbentuknya ICMI,” ulasnya.

Bachtiar menambahkan, saat ini sudah terlihat persatuan di antara tokoh Islam saat mereka berkumpul di Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi, Jakarta, bertepatan dengan Pemilu calon legislatif Rabu lalu. “Tingkatan persatuan sudah mulai terlihat. Tapi sekarang, orang muda yang dibutuhkan. mengajak mereka bersatu sebelum 5 Mei,” ulasnya.

Lulusan Universitas Islam Madinah itu menyemangati pemuda untuk tidak gentar menghadapi kekuatan yang akan mematikan kebangkitan Islam. Hasil Pemilu kali ini mencerminkan seperti apa ukhuwah yang pernah dirajut. Ini momen pembelajaran terbaik.

“Artinya dakwah belum sampai ke grass root. Dakwah baru sampai tingkat middle-up. Insya Allah kalau sudah sampai ke grass root, maka Islam akan menang. Lihat saja, duitnya Harry Tanoe juga nggak ngefek,” tuturnya mengomentari kampanye bagi-bagi uang yang tidak berpengaruh besar pada pemenangan Pemilu. [KbrNet/Slm]

Source: Hidayatullah.com

4 Tanggapan to “MIUMI: Pemuda Harus Berperan Persatukan Tokoh Islam”

  1. taUbat said

    Membuktikan bahwa Partai berbasis islam dapat bersatu

    Cukup sudah menjadikan bulan2an dan diremehkan oleh Partai lainnya

    Melakukan Intervensi dan bujuk rayu untuk memecah belah, dilakukan secara masif dan banyak versi (iming2)

    Terpaan isu dan fitnah akan dasyat (sasaran yang empuk)

    Saatnya Perubahan …

  2. Ya Allah, satukanlah Partai2 yang berbasis Agama Islam, agar kami umat Islam tenang dalam beraktifitas menuju ridhoMU. hanya kekutanMU lah rakyat Indonesia bisa bersatu untuk tujuan Amar ma’ruh Nahi munkar. Amiin.

  3. Anonim said

    bersatu untuk kekuasaan hahahahahaha abis itu korupsi berjamaah hahahahahahaaha

  4. taUbat said

    MUI TAK UNDANG AHMADIYAH DAN SYIAH DI KONGRES UMAT ISLAM

    10 FEBRUARI 2015 | 23:28 2015

    YOGYAKARTA (GEMAISLAM) – KONGRES UMAT ISLAM INDONESIA (KUUI) YANG DISELENGGARAKAN DI YOGYAKARTA TIDAK DIHADIRI OLEH AHMADIYAH DAN SYIAH, KARENA KEDUA KELOMPOK INI TIDAK DIUNDANG OLEH MUI.

    “AHMADIYAH MERUPAKAN PAHAM ALIRAN YANG SUDAH JELAS SESAT. MAKA TIDAK KITA UNDANG DALAM KONGRES INI,” KATA KETUA UMUM MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PUSAT DIN SYAMSUDDIN USAI ACARA PEMBUKAAN KUII KE-VI DI KERATON YOGYAKARTA, SENIN (09/02/2015) SIANG, SEPERTI DILANSIR HIDAYATULLAH.

    DIN MENUTURKAN SAMA HALNYA DENGAN KELOMPOK ATAU JAMA’AH MASJID YANG TIDAK MEMILIKI STRUKTUR ORGANISASI YANG BERBADAN HUKUM. MENURUTNYA MEREKA TIDAK BISA DIUNDANG SEBAGAI PESERTA KONGRES.

    “BEGITU JUGA UNTUK KELOMPOK SYIAH, TIDAK ADA YANG KAMI UNDANG,” UJAR DIN.

    SEBELUMNYA, KH. AKHMAD KHOLIL RIDWAN MENGATAKAN, AWALNYA SALAH SATU ORMAS SYIAH DIUNDANG DIACARA KONGRES, TAPI ADA SALAH SATU ULAMA SENIOR YANG KEBERATAN.

    “AWALNYA SYIAH DIUNDANG TAPI DIBATALKAN KARENA ADA ULAMA SENIOR YANG KEBERATAN DAN MENGANCAM TAK AKAN HADIR JIKA ADA SYIAH,” KATA KYAI KHOLIL SAAT PENYAMPAIAN ASPIRASI ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANNAS) DI GEDUNG DPR PEKAN LALU.

    ADMIN

    nasional.gemaislam.com/mui-tak-undang-ahmadiyah-dan-syiah-di-kongres-umat-islam/

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: