KabarNet

Aktual Tajam

PDI Perjuangan Gagal Jual Jokowi pada Publik

Posted by KabarNet pada 09/04/2014

Jakarta – KabarNet: Berdasarkan hasil hitung cepat, PDI Perjuangan memperoleh suara sekitar 20 persen. Suara PDI Perjuangan yang jauh dari target ini karena kurang mengoptimalkan pencapresan Jokowi.

“Sosialisasi Jokowi capres tidak maksimal sehingga efek Jokowi tidak terlalu menaikkan suara partai secara signifikan. Lihat saja iklan-iklan PDI Perjuangan, justru bukan figur Jokowi yang dijual,” kata Direktur Eksekutif Political Communication Institute, Heri Budianto, Rabu 9 April 2014.

Heri mengingatkan, Jokowi merupakan magnet elektoral PDI Perjuangan yang bisa menggaet massa yang masih mengambang atau belum menentukan pilihan. Namun sayangnya, Jokowi tidak dimanfaatkan dalam komunikasi politik partai dengan publik “Jadi, ini kegagalan komunikasi politik PDI Perjuangan yang tak pandai merespon harapan publik,” ujarnya.

Di saat yang sama, katanya, partai lain maksimal dalam menjual figur partainya seperti Gerindra dengan figur Prabowo, lalu PKB dengan figur JK, Rhoma Irama, dan Mahfud MD. Dua partai ini pun terbukti mendapatkan efek peningkatan elektoral yang signifikan. “Selain faktor kegagalan komunikasi politik PDI Perjuangan, tidak signifikannya efek Jokowi juga karena serangan lawan politik yang mana PDI Perjuangan justru diam saja atau tidak membela,” demikian Heri. [KbrNet/RakyatMerdeka]

4 Tanggapan to “PDI Perjuangan Gagal Jual Jokowi pada Publik”

  1. purno87 said

    kalo bukan jokowi sebagai capres apa bisa pdi p suaranya 19%?

  2. Anonim said

    namanya jg pemilu ya pasti kudu ada yg di usung dong, gimana siiiih kayak ga sekolah aja komennya, apabedanya sama gerindra? sama kan mengusung prabowo!!!

  3. Sekarang baru kesempatan bagi Partai yang berbasic Islam,
    Untuk bersatu memberikan satu suara dalam hal menentukan siapa yang layak menjadi Pemimpin di negeri yang mayoritas dihuni oleh umat Islam,
    Tidak boleh PAN,PKB,PPP,dan BB yang menggunakan kepala batu untuk menempatkan masing-masing ketua umumnya menjadi Capresnya,
    Tetapi harus mau legowo menerima Presiden hasil musyawarah dan mupakat, salah contoh yang diikutkan dalam panel, misalnya : Hasyim Musadi, atau Mahfud MD bila perlu Amin rais,, kalau memang ada sosok yang ditunjuk untuk menjadi Pemimpin RI atas dasar musyawarah harus diterima dengan legowo siapapun yang layak untuk dipilih,

  4. Tunjukan Partai Islam yang benar-benar beridentitas Islam, jangan menjadi Partai Islam yang hanya untuk mengejar materi maupun Jabatan terlebih kalau partai Islam lahir dari embrio gerakan Freemasonry,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: