KabarNet

Aktual Tajam

Kejagung Diminta Segera Periksa Jokowi

Posted by KabarNet pada 08/04/2014

Jakarta – KabarNet: Puluhan orang yang tergabung dalam serikat mahasiswa dan rakyat Jakarta (SEMARAK) menggelar aksi unjuk rasa meminta penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus pengadaan Bus Transjakarta dan Bus Kota terintegrasi Busway (BKTB). Koordinator lapangan dalam unjuk rasa ini, Fino, mengatakan Jokowi harus bertanggung jawab dalam kasus dugaan penyelewengan tersebut. “Usut tuntas kasus korupsi bus Transjakarta,” ujarnya kepada wartawan, Senin 7 April 2014.

Selain Jokowi, Fino juga menyebut sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam proyek pengadaan bus tersebut. “Kami juga meminta Jokowi segera mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta,” terang Fino.

Karena kasus bus karatan ini pula, kata Fino, Jokowi tidak pantas untuk mencalonkan diri sebagai presiden. “Tolak calon presiden korup,” pungkasnya.

Sebelumnya Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut Jokowi harus ditangkap dan diadili. Sebab diduga kuat terlibat kasus korupsi pengadaan bus transjakarta. Koordinator Aksi Aliansi Kader HMI se-jakarta, Surya Muhammad Nuh, mengatakan, Jokowi jelas-jelas melakukan aksi tak baik dalam pengadaan bus transjakarta. “Lihat saja, pemenang tendernya itu adalah Bimo. Itu teman jokowi sekaligus timsesnya mulai dari saat Jokowi jadi walikota dan Gubernur. Ini kebetulan atau bukan?” Ucap Surya dengan lantang.

Surya mengungkapkan itu dengan berteriak di pengeras suara. Dia jadi pemimpin demonstrasi di depan Kejaksaan Agung RI. Demo itu dihiasi dengan aksi bakar kayu, memajang spanduk besar. Serta yang unik adalah aksi menyerahkan sekaleng kerupuk dan daster untuk kejaksaan agung. Tuntutan utama dari aksi ini adalah agar Kejagung cepat menangkap dan mengadili Jokowi.

Seperti diketahui, Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung berencana memeriksa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemeliharaan armada bus Transjakarta tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1,5 Triliun.

Pihak Kejaksaan Agung sudah memiliki bukti adanya pembiaraan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dalam proyek tersebut. Selain itu KPK yang melakukan supervisi terhadap Kejakagung dalam kasus ini sudah mengantongi nama Michael Bimo orang terdekat Jokowi yang mendapatkan proyek ini. Nama Michael Bimo yang juga politisi PDIP ini di Surakarta mendapatkan proyek khusus dari Jokowi untuk pengadaan bus TransJakarta ini.

Kejaksaan Agung sendiri saat ini baru menetapkan dua tersangka yaitu Drajat Adhyaksa dan Setyo Tuhu. Keduanya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek ini. Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto membenarkan pihaknyaa akan memeriksa pejabat teras Pemprov DKI.

Sebelumnya berbagai elemen masyarakat seperti Forum Warga Jakarta (FAKTA) dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) juga mendesakkan hal serupa. FAKTA bahkan telah beberapa kali menyambangi KPK untuk memberikan data terkait kasus ini. Ketua Fakta Azas Tigor Nainggolan mengatakan ada indikasi permainan antara PT San Abadi selaku agen pemegang merek (APM) bus ANKAI di Indonesia dengan Pejabat Pembuat Komitmen di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Indikasi kecurangan dapat dilihat dari bus baru Transjakarta yang beberapa komponennya terlihat berkarat, tidak adanya berkas acara terima barang serta spesifikasi tabung BBG yang tidak sesuai rekomendasi BPPT. [KbrNet/OkeZone]

3 Tanggapan to “Kejagung Diminta Segera Periksa Jokowi”

  1. budi said

    assalamualaikum.
    yth kawan kawan seperjuangan untuk keadila.
    saya budi, saya masih ingin golput saja dalam PEMILU mendatang.. karna saya memang belum yakin pada calon pimpinan kita semua yang mencalonkan presiden.
    TAPI saya juga bukan orang yang mudah terpengaruh untuk dengki dan iri kepada siapapun.. jadi biarlah cawapres2 ini mencalonkan diri dan saya tidak akan mengkomentari apa yang sudha mereka lakukan lketika menjabat sebelumnya karna saya tidak tau dan tidak ada bukti otentik untuk menuduhnya.. , kalo memang ada buktinya keluarkan bukti dulu baru bicara.. itu saya setuju.. jangan seperti orang yang di gunakan pihak ytertentu untuk menjegal pencalonannya.. fair saja supaya baik dan lancar pemilu mendatang. amin.

    Budi, si golput.

  2. Anonim said

    ada maksud dibalik demo kan jelas sudah ada yg dipanggil kejaksaan…black campaign lagiiiii takut kalah

  3. sebetulnya malah harus dicurigai sejak awal mengapa bukan KPK yang menangani kasus ini

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: