KabarNet

Aktual Tajam

Rebut Dulu Kekuasan, Baru Ribut!

Posted by KabarNet pada 02/04/2014

Jakarta – KabarNet: Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah di pelupuk mata. Maka sebaiknya umat Islam lebih focus pada pemenangan Pemilu agar bisa meraih kekuasaan.

Demikian anjuran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. Habib Rizieq menganjurkan umat Islam merapatkan barisan dan berperan dalam Pemilu 2014. Jika umat tidak segera mengambil alih, maka pihak lainnya yang justru tidak ingin syariat Islam ditegakkan, yang berkuasa.

“Saya bukan orang partai. Saya tidak pernah mencalonkan diri jadi Presiden atau jadi Caleg sekalipun. Tidak! Tapi, saya mendukung saudara-saudara saya yang berjuang melalui sistem masuk ke DPR. Rebut ini kekuasaan! Umat Islam wajib untuk berkuasa di Republik ini,” katanya berapi-api. Ucapannya langsung disambut pekik “Allahuakbar!!” ratusan simpatisan FPI Ahad siang, 23 Maret 2014, di ruang ibadah utama masjid Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dalam acara Pengajian Politik Islam (PPI).

Tidak hanya itu, mantan Ketua Umum FPI itu terus menggelorakan semangat jamaah dan berharap persatuan umat Islam dalam Pemilu menjadi jalan bagi kebangkitan Islam.

“Ini Pemilu sudah dekat, ini negeri harus kita rebut. Kekuasaan harus ada ditangan umat Islam. Maka itu saudara, jangan sia-siakan kesempatan! Besok, di dalam Pemilu, baik pemilihan calon legislative (Caleg) maupun calon presiden (Capres) yang akan datang, umat Islam hanya boleh pilih -Caleg- yang siap menangkan syariat Islam, saudara. Takbiir! Siap menangkan Islam? Siap menangkan Syariat?” ucapnya dengan lantang.

Peraih gelar sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul), King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi itu meminta para calon legislatif (Caleg) membuat perjanjian hitam di atas putih yang menyatakan komitmennya memperjuangkan peraturan dan Undang-Undang sesuai syariat Islam.

Kalau perlu, ujar Habib Rizieq, janji para Caleg tertulis di baliho, spanduk dan kartu nama mereka. “Buat kartu nama, taruh fotonya, partainya, jangan lupa alamat dan nomor telepon, supaya kalau berkhianat bisa kita datengin buat kita seret, gantung di Monas. Setuju! Setuju!”

Sebagaimana biasa, gayanya yang lantang dan suaranya yang keras terdengar sampai ke jalan raya di luar masjid.

Lebih jauh ia juga menyinggung demokrasi yang oleh sebagian kalangan masih dianggap subhat. “Saya tidak mau berdebat. kalau ada yang mengatakan ini kan demokrasi hukumnya haram. Sudahlah, terlalu panjang kalau kita berdebat. Ini pertempuran sudah di depan mata. Kita jangan ribut, tapi rebut dulu. Habis rebut, baru ribut. Ini kekuasaan belum kita rebut tapi sudah ribut. Kacau tidak? Akhirnya, besok direbut orang lain. Betul?” ucapnya lantang dan kembali disambut pekik takbir para jamaah.

Source: hidayatullah.com

10 Tanggapan to “Rebut Dulu Kekuasan, Baru Ribut!”

  1. Takbir!!!!! ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!
    Semoga misi2 kafir menguasai pemerintahan RI ini digagalkan Allah SWT. Jika Ummat Islam bertekad dan punya niat untuk menegakkan syariatNya di Negeri ini, maka yakinlah bhw Allah pasti memberi kekuatan dan Pertolongan.
    Aamiin………..!

  2. Maria Sitompoel said

    Amiin.

  3. Insya Allah, umat Islam Menang dalam Pemilu 2014 ini.

  4. Semuanya ada ditangan Allah, bila umat Islam sebagai pemenangnya bisa dipastikan rahmat Allah menyertai seluruh Rakyat Indonesia, dan kalau jakowi sebagai presidenya maka rakyat Indonesia bersiaplah didalam menerima Azab yang besar,

  5. Anonim said

    apa yg menurut pandangan/pendapat manusia belum tentu benar di Mata Allah

  6. jona said

    Pilih mana ? PKB, PPP, PKS, PBB, atau PAN ? ada ide ?
    Hasil survey eletabilitasnya yang lumayan hanya PKS dan PPP. Yang lainnya, sangat rendah, bahkan kalau di bawah 3,5 % bisa nggak lolos, Pemilu 2019 harus daftar ulang . . .

  7. Insan said

    Ada yang bisa ngasih sran SIAPA YA ?

  8. Insan said

    Coba kalau semua partai Islam bergabung melebur jadi satu partai besar, gak usah pakek capek-2 kampanye juga menang..

  9. Anonim said

    slogan nya aja udah ga enak “rebut dulu kekuasaan, abis itu baru ribut” sapa yg mau milih…. ogah banget bukan tambah bener malah tambah acak kadut kayak di afghanistan…hahahahahaha

  10. Mike said

    Tambah kacau kalau dipimpin sama org org munafik ini, kerjaan nya ribut terus, tambah hancur republik ini. Komunitas org2 provokator yang membawa nama agama ini yang bersifat rasis musti ditiadakan. Bhineka tunggal ika harus bersatu hilangkan rasis antar agama, kalau mau maju bangsa ini.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: