KabarNet

Aktual Tajam

Prabowo : Indonesia Akan Dikuasai Para Maling dan Asing

Posted by KabarNet pada 30/03/2014

Jakarta – KabarNet: Prabowo Subianto semakin lantang dan keras berbicara. Tanpa tedeng aling-aling. Pernyataannya, bahwa demokrasi di Indonesia mulai bergeser menjadi kleptokrasi. Sebab sekarang bukan lagi rakyat yang berkuasa, melainkan maling-maling di negeri ini yang berkuasa. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam orasi kampanye di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Minggu 23 Maret 2014.

Menurut Prabowo, demokrasi di Tanah Air menggelisahkan dan sudah dalam tahap membahayakan. “Bahayanya sekarang, demokrasi ini hampir menjadi kleptokrasi. Tahu apa arti kleptokrasi? Klepto dari Yunani artinya maling. Krasi berkuasa. Jadi maling-maling ingin berkuasa di republik ini!” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, seharusnya kekuasaan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. “Demokrasi yang diartikan dalam bahasa Yunani adalah rakyat yang berkuasa. Kekuasan tertinggi di Indonesia berada di tangan rakyat. Tidak ada orang kaya, tidak ada orang miskin, tidak ada petani, tidak ada jenderal, semua sama,” kata Prabowo.

Oleh sebab itu, Prabowo mengajak seluruh massa untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang. Pemilu 9 April yang akan datang adalah hajat yang besar. Demokrasi para pemimpin bersaing dan saya katakan, persaingan itu baik, sehat kalau kita bersaing atas kejujuran dan kebenaran,” tegas Prabowo.

Tetapi, kenyataannya sekarang ini, Indonesia yang berpenduduk 250 juta itu, mayoritas penduduknya miskin, dan bahkan 40 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan absolut. Sementara itu, kelompok Cina yang note bene, pendatang, menguasai 80 persen asset ekonomi Indonesia.

Di mana 10 orang terkaya di Indonesia, sebagian besar konglomerat Cina. Mereka menghisap darah bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai parasit, tetapi sudah menjadi predator.

Sekarang kelompok Cina yang sudah menguasai asset ekonomi dan sumber daya alam Indonesia, dan termasuk sektor perbankan, dan seperti dikatakan oleh DR. Sri Bintang Pamungkas, kelompok Cina ingin menguasai kedaulatan politik, dan ikut dalam usaha-usaha pengambil-alihan kekuasaan, melalui pemilu.

Sekarang ini, seperti Hary Tanoe yang menggunakan ‘tunggangan’ Partai Hanura, atau Rusdi Kirana, ‘bos’ Lion Air, ‘membeli PKB’, dan langsung menjadi Wakil Ketua Umum. Rusdi Kirana berobsesi, ingin menjadikan PKB sebagai kendaraan politiknya di tahun 2019 nanti. Sekarang, Rusdi dengan usaha ingin membangkitkan ekonomi kalangan Nahdliyyin (NU).

Dibagian lain, kalangan konglomerat Cina, seperti James Riyadi, Prayogo Pangestu, Tomy Winata, dan sejumlah konglomerat Cina lainnya, menggunakan Jokowi sebagai ‘boneka’ untuk menguasai Indonesia. Pantas, kemarin rakyat DKI Jakarta melakukan demontrasi menuntut pertanggungjawaban Jokowi yang sudah berkhianat, meninggalkan jabatannya sebagai gubernur, dan mengikuti arahan Mega dan konglomerat Cina untuk dijadikan calon presiden.

Peristiwa yang maha dahsyat terjadi di Indonesia saat krisis ekonomi, pemerintah Soeharto memberikan dana talangan (bail out) yang dikenal dengan BLBI kepada konglomerat Cina yang nilainya mencapai Rp 650 triliun, dan akhirnya dana itu dikemplang oleh mereka. Sehingga membuat rakyat menjadi jembel dan kere, dan nasibnya sebagai bangsa pariah. Sementara itu, Mega yang mengaku pemimpin partai ‘wong cilik’ memberikan pengampunan saat berulang tahun di Bali, tahun 2002.

Prabowo dengan jelas dan lantang mengatakan bahwa dia menolak Indonesia dijadikan jajahan asing, dan diperbudak asing, dan bertekad akan memerdekakan Indonesia. Semoga janji itu akan ditepatinya.

Di tengah perubahan lingkungan strategis, dan pengaruh asing yang semakin kuat terhadap Indonesia, di masa depan diperlukan pemimpin yang memiliki visi dan pandangan yang jelas. Berani menghadapi berbagai tantangan masa depan yang sangat kompleks. Mantan Ketua PB NU Hasyim Muzadi, beberapa waktu lalu, menyatakan, ragu terhadap kemampuan memimpin Jokowi, dan dinilai oleh Hasyim Muzadi, Jokowi belum jelas visinya dalam memimpin Indonesia.

Apalagi, Indonesia sudah masuk dalam perjanjian perdagangan bebas, seperti WTO, APEC, dan AFTA. Ini memerlukan pemimpin yang kuat. Bukan seperti Jokowi. Di mana Jokowi hanya mendapatkan ‘pencitraan’ media sekuler dan Katolik, seperti Kompas dan Tempo.

Di masa depan Indonesia tidak mungkin lagi dipimpin oleh tokoh yang hanya bermodalkan ‘pencitraan’ dan hasil ‘survei’. Jokowi dicitrakan sebagai sosok yang sederhana, anti korupsi, dan merakyat. Semua itu palsu alias bohong. Lihat kasus pembelian 1.000 busway dari Cina yang menghabiskan dana Rp 1 triliun. Penuh dengan korupsi.

Yang lebih memprihatinkan, Jokowi baru satu tahun memimpin Jakarta, sudah ditinggal dan ikut dalam pencalonan bursa ‘Capres’ yang diusung oleh PDIP.

Ada 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu, seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Situs ini memuat hasil catatan (janji Jokowi) dari Harian Terbit selama berkampanye. Salah satu janji Jokowi yang tertera pada urutan ke 8, adalah: Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014 (Pilpres). (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012).

Seabrek persoalan DKI Jakarta ditinggalkan begitu saja. Rakyat DKI benar-benar dikhianati oleh Jokowi. Apakah tokoh seperti Jokowi yang sudah berkhianat terhadap pemilihnya itu, nantinya bisa jujur dan menjaga amanah saat memimpin Indonesia? Wallahu’alam.

Source: Bang Usman

2 Tanggapan to “Prabowo : Indonesia Akan Dikuasai Para Maling dan Asing”

  1. Mr.Nunusaku said

    AWAS, PRABOWO ADALAH GUNTUNG DALAM LIPATAN, MALING TERIAK MALING, DIA ADALAH PRO ASING.(LIHAT;jokowipreseden.com

  2. Mr.Nunusaku said

    Kalu Prabowo RI 1 tentu banyak maling disekitar istana raja…karena pemiminnya kan maling kekuasaan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: