KabarNet

Aktual Tajam

Politik dan Ekonomi Kita Jatuh ke Tangan Orang Kafir

Posted by KabarNet pada 30/12/2013

Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA
[Imam Besar Front Pembela Islam]
Sungguh mengherankan! Meski mayoritas mutlak (88 persen), ternyata umat Islam Indonesia masih tertindas, bak menjadi buruh di negerinya sendiri. Perjuangan umat Islam untuk penegakan Syariat Islam, pembubaran Ahmadiyah, pelarangan aliran sesat, pembubaran BNPT dan Densus 88, melawan pemiskinan umat secara struktural, melawan bahaya Kristenisasi, melawan bahaya Chinaisasi yang akan merebut kekuasaan negara, semuanya itu tampaknya kandas di tengah jalan.

Kasus terbaru adalah lolosnya Jokowi-Ahok ke kursi DKI 1 dan 2. Meski Islam sekuler, Jokowi berayah China dan ibunya asli Jawa, sementara Ahok seorang keturunan China Kristen. Jika Jokowi maju Pilpres dan menang, maka otomatis Ahok  akan tampil menjadi Gubernur DKI Jakarta. Padahal Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia dan Jakarta Ibukota Negara.

Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab, seputar perjuangan umat Islam untuk melawan penindasan sistimatis yang selama ini terjadi melalui penegakan NKRI Bersyariah sehingga Syariat Islam bisa berlaku di Indonesia.

Mengapa secara politik, umat Islam Indonesia yang mayoritas terus mengalami kekalahan sejak zaman Orla, Orba hingga Reformasi sekarang ?

Kekalahan Partai Islam di sepanjang sejarah Pemilu Indonesia kembali kepada dua faktor : internal dan eksternal. Secara Internal, Partai Islam “kurang idealis” dengan Hukum dan Etika Politik Islam. Buktinya, Partai Islam masih sering menggunakan berbagai terminologi sistem politik non Islami, dan masih banyak politisi Partai Islam yang ucapan dan tindakannya tidak Islami. Lalu Partai Islam juga sering tampil eksklusif dan tidak merakyat, serta kurang silaturrahim dengan habaib, ulama, tokoh, aktivis dan Ormas Islam.

Selain itu, Partai Islam lebih sering memperjuangkan kepentingan partainya ketimbang kepentingan umat, sehingga terkesan angkuh dan sombong serta tidak tahu diri. Karenannya, umat Islam menganggap bahwa Partai Islam dan Partai Sekuler sama saja, sehingga secara fisik mereka tidak punya beban apa pun saat  meninggalkan atau tidak memilih Partai Islam.

Ditambah lagi, adanya “kelompok ekstrim” di tengah umat Islam, yang tidak sekedar mengumbar fatwa haram berpartai dan ikut pemilu, tapi juga mengkafir-kafirkan saudara muslimnya sendiri yang berpartai dan ikut pemilu. Tentu semakin banyak umat Islam yang tidak ikut pemilu, semakin terpuruk perolehan suara Partai Islam.

Sedang secara Eksternal, Partai Islam sejak dulu hingga kini selalu digembosi dan dibonsai oleh lawan-lawannya dengan cara-cara keji penuh intrik dan fitnah. Partai Islam sendiri, jangankan melakukan perlawanan, membela diri saja sulit dan berat, karena Partai Islam tidak boleh menghalalkan segala cara dalam melawan, sedang musuh selalu menghalalkan segala cara dalam menyerang.

Selain itu, Kaum Sekuler sudah terlalu lama meracuni pemikiran umat Islam dengan aneka racun yang mematikan nalar dan akal, antara lain : benak umat Islam telah lama didoktrin bahwa Politik itu adalah dunia kotor lagi keji, sedang Islam adalah agama mulia lagi suci. Oleh karenanya, agama Islam yang bersih dan suci tidak boleh ditarik ke dalam politik yang licik dan penuh intrik, sehingga agama Islam harus dijaga di masjid, majelis, madrasah maupun pesantren, dan mesti dijauhkan sejauh-jauhnya dari segala kenajisan dunia politik.

Doktrin tersebut sangat efektif, dan berhasil meracuni pemikiran umat dari berbagai tingkatan. Lihat saja, di level Kyai dan tokoh umat Islam masih banyak yang mengatakan : Kalau ceramah jangan bicara politik. Agama dan politik harus dipisah, jangan disatukan, biarkan saja agama ya agama dan politik ya politik. Akibatnya, banyak umat Islam di level bawah bukan lagi merasa tak bersalah saat meninggalkan Partai Islam, bahkan justru menganggap berpahala karena merasa sudah menyelamatkan kesucian agama dari kekotoran politik.

Mengapa juga secara ekonomi, umat Islam Indonesia masih tertinggal sehingga banyak yang miskin jika dibandingkan dengan kelompok minoritas?

Hal ini pun ada faktor internal dan eksternal. Secara internal, umat Islam tidak kompak, bahkan banyak yang egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Ini pun terjadi dari level atas hingga level paling bawah. Lihat saja, banyak pejabat Muslim di level atas hanya untuk memenuhi nafsu serakah mereka,  dengan mudah mengizinkan para importir Kafir untuk membanjiri pasar kita dengan aneka beras dan sayuran impor yang serba murah, sehingga petani Muslim kita mati jalan akibat hasil panennya membusuk tidak laku.

Sementara di level bawah, gaya hidup umat Islam sangat memprihatinkan, giliran tanggung bulan, duit gaji sudah habis, ngutang ke warung Pak Haji, tapi saat tanggal muda, baru terima gaji, ramai-ramai shoping ke mall-mall yang notabenenya hampir semua dimiliki kaum kafir. Akhirnya, warung Pak Haji bangkrut, sedang mall-mall kafir makin makmur.

Sedang secara Eksternal, memang Umat Islam Indonesia sengaja dimiskinkan. Bagaimana tidak ?! Indonesia ini negara kaya dan serba ada, mulai dari gas dan minyak bumi sampai minyak langit, yaitu sawit, berlimpah ruah. Semua tambang disini ada, mulai dari emas, perak, platina, biji besi, baja, timah, chrom, bauxit, aspal, aluminium, uranium, dan sebagainya.

Saking dahsyatnya kekayaan Indonesia, jangankan berpenduduk 250 juta seperti saat ini, 2 miliar pun jumlah rakyat Indonesia, kekayaan Indonesia masih lebih dari cukup untuk menghidupi mereka. Tapi, yang terjadi Kekuatan Ekonomi Asing mencengkeram Indonesia melalui perusahaan-perusahaan mereka yang mengeruk habis-habisan kekayaan Indonesia tersebut. Lihat saja, Freeport, Newmont, Chevron, Exxon Mobile, Mobil Oil dan sebagainya.

VOC abad modern yang datang ke Indonesia ini memiliki tangan-tangan ahli dari anak negeri sendiri untuk memuluskan perampokan yang mereka lakukan terhadap kekayaan Indonesia. Para pengkhianat tersebut bergerak secara struktural dan sistematis. Melalui Legislatif, para pengkhianat bangsa tersebut mengamandemen UUD 1945 yang semula menganut Ekonomi Kerakyatan diubah menjadi Ekonomi Liberal. Lalu aneka perundang-undangan mereka buat agar Bos-Bos Asing mereka semakin leluasa menyedot kekayaan alam dan bumi Indonesia. Misalnya UU Migas yang kini sangat Neo Liberal. Para eksekutif pun dari pusat hingga daerah saling berlomba memberikan izin dan memberi pelayanan istimewa untuk para “perampok asing” tersebut. Tidak ketinggalan para Yudikatif tidak mau ketinggalan berlomba untuk memberi perlindungan hukum bagi  penyelamatan para koleganya dari kalangan VOC modern ini untuk memperkaya diri mereka.

Yang jadi korban ya rakyat. Lihat saja, melalui kebijakan outsourching misalnya, para buruh hanya dianggap budak yang tak lebih berharga dari alat dan mesin pabrik. Sementara para pemilik industri yang kebanyakan asing, kalau pun bukan asing, mayoritas tetap saja Kafir, semakin hari semakin kaya di atas penderitaan para buruh miskin yang mayoritas Muslim. Lihat juga pesatnya perkembangan berbagai Mini Market Kafir, hingga ke kampung-kampung, sehingga banyak warung wong cilik Muslim yang gulung tikar. Kasihan, bangsa Indonesia bagai tikus yang mati kelaparan di lumbung padi.

Mengapa dalam bidang media massa, umat Islam juga tertinggal jauh jika dibandingkan dengan kelompok Sepilis apalagi Nasrani yang menguasai media massa di negeri ini?

Ya itu tadi, kalau politik dan ekonominya sudah jatuh ke tangan orang Kafir, maka medianya, baik cetak mau pun elektronik, mereka borong semua. [BERSAMBUNG]

Source: Suara-Islam.COM

16 Tanggapan to “Politik dan Ekonomi Kita Jatuh ke Tangan Orang Kafir”

  1. the problema 212 said

    Meprihatinkan sekali yach!
    Setelah ummat Islam dipecah belah kafir,sekarang kafir sgt mudah menguasai Muslim walaupun mereka sangat sangat minoritas!
    Astaghfirullah aladzim,sedih hati rasanya.
    Semoga Allah SWT membangkitkan kembali masa2 keemasan Islam dinegeri ini.
    Aamiin Aamiin ya Rabbal alamin.

  2. no name said

    biiiiib ente bisanye cuma menghasut umat bukan membimbing…..

  3. Paulus Nabi Palsu said

    @ All Muslim

    Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’un

    Segala kesulitan yg datang bertubi 2x silih berganti kepada umat islam apakah itu cobaan, ujian atau teguran mestilah kita ambil hikmahnya untuk dikoreksi akar permasalahanya dan dicari jalan keluar terbaiknya serta membuat cara pencegahan agar tidak terulang kembali sebagai perbaikan.

    Ana sangat setuju sm pendapat habib yg kl ana simpulkan seperti komen ana sebelum2xnya yakni yaitu adalah sbb karena sudah sangking kronis dan komplikasinya penyakit WAHN pada diri umat islam terlalu cinta dunia dan takut mati serta meninggalkan jihad mangkenye Allah swt cabut pertolongaNya dan kebesaran islam.

    Gitu aza kok repot

  4. palawitra said

    semoga aja presiden indonesia hanya kaum muslimin bukan kafirun

  5. Benyamin said

    Kalo pendapat ane cm 1. Andaikata umat islam, terutame pemimpin2nya aja dr tingkat bawah ampe atas kagak ada yg korupsi sm sekali pasti indo uda makmur banget deh… Kagak usa nyalah2in kaum lainnya.. Bener ngga

  6. Pantura said

    Ha haa haaa …….., kok sepotong sepotong ya stetemen FPI(Rizieq) pa gak liat tu FATANAH, LHI/ presiden prempuan…., e eh PKS……. jg ngacak2 negara n nyimpang dr amanah konstituenya. FPI cr sensasi to? Pencitraan kyk SBY ya? Jgn mo ke politik kah? Hahahaaa

  7. Anonim said

    Mkanya jadilah muslim dan muslimah yang pintar mampu menggunakan strategi dan taktik untuk memenangkan politik dan ekonomi bukan hanya di mimbar saja berkoar koar….

  8. no name said

    biiiiiib ente kira rakyat Indonesia masih goblok kayak dulu…. ente salah biiiib!!! rakyat udeh ga bisa di bohongin pake iming2 agama

  9. Ada pihak yang selalu mengharapkan indonesia seperti Suriah II,
    mereka tahu kalau kondisinya seperti itu akan terjadi, sehingga
    tidak ada yang bisa diharapkan lagi kecuali perang saudara harus terjadi,
    dan sangat mungkin perang saudara adalah karakter bangsa kita,

  10. wedy said

    siappn pemimpin negara ini yg penting membangkitkan negara kaya ini .sah” saja ..buat apa negara ini di pimpin orang islam tp kelakuan lebih busuk dari agama non islam buat apa …kita sudah bosah di bodohi sama yg ngaku” pembela islam tp kelakuan melebihi kafir

  11. Anonim said

    Biiiib….biib……belakang markas pusat FPI mu kan lokasi pelacuran. Kenapa tidak kau sweeping ? Jangan2 pemiliknya dikau ?

  12. shyiah iran. said

    Kasihan sekali kau bibb ..
    makanya kau murtad aja , jadi kafir seperti kami.

  13. rifai said

    INDONESIA adalah negara Republik, bukan negara Islam…walaupun penduduknya mayoritas memeluk agama islam. Terlihat sekali kalo yg nulis artikel ini adalah orang yg berpendidika rendah dan berwawaskan sempit…. jadi dari awal pernyataan aja sudah salah.. apalagi isinya….

  14. fariddatul said

    Reblogged this on Coretanku.

  15. Pelacur Agama said

    Yang salah ya….yg menjual agama, demi kepentingan pribadi. Dikasih amanah, malah menyalahgunakannya. Cetak Alquran aja di korupsi, nanti ONH di korupsi lagi. Intinya, buat apa pilih2 pemimpin Islam, kalo umatnya malah di jual.

    Contoh, pilih Ahok lebih mantab daripada pilih Foke hehe…

    Aqil muktar di kasih amanah yang SANGAT PENTING bagi bangsa ini, malah menukarnya dengan mobil dan rumah mewah….

    kalo sudah begini, apa guna menyandang agama Islam, yg tidak islami, sedihnya sudah banyak yang Haji, alias sudah menjadi tamu undangan Allah. Lah, katanya Allah yg mengudang, tapi kok tetap jadi setan?

    Pada mikir napa…?. Sama saja dgn FPI. Katanya Islam cinta damai, tapi apa? …ngaca deh

  16. Sebaliknya umat islam diindonesia ini tertindas. lihat saja para pekerja di perusaan yang tidak leluasa memakai jilbab, tidak leluasa menjalankan solat karena tidak ada musollah atau masjid.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: