KabarNet

Aktual Tajam

Tangkap dan Bunuh Si Murtad Penghina Islam!!

Posted by KabarNet pada 12/11/2013

Jakarta – KabarNet: Hantaman kebencian tak henti-hentinya melanda umat Islam. Kini beredar video fitnah di laman Youtube yang menayangkan dialog seorang asal negara Yaman, mengaku bernama “Ali Alattas” bersama seorang Pendeta (eks muslim), dia diperkenalkan sebagai keturunan Nabi Muhammad yang kemudian masuk kristen. Pada tayangan video terlihat murtadin itu berbicara mengunakan bahasa Arab cukup fasih dan dengan bangganya si murtad menghina Nabi Muhammad SAW, melecehkan, menistakan Islam, Al-Quran dan Hadits, kemudian oleh pendeta diterjemahkan dengan senang hati kedalam bahasa Indonesia. Video fitnah ini sangat menyakitkan hati umat Islam.

Setelah ditelusuri identitas warga Yaman tersebut, ternyata ia seorang yang telah murtad dan bukan bermarga Alattas. Menurut informasi akurat, saat ini ia masih berada di Indonesia berkampanye berpindah-pindah tempat menyebarkan kebohongan dan pemurtadan.

Berikut ini identitas warga Yaman (dari Kedubes Yemen di Jakarta) yang menjadi PENIPU & MURTAD:

  • Nama: Ali Ahmed Mohammed Al-Assad.
  • Tanggal/Lahir: 28-09-1970 – Hodaida – Yemen
  • No Passpor: 03825598

Dalam tayangan video, tak hanya warga Arab Yaman murtad itu saja yang menistakan Islam, Sang Pendeta (eks muslim) pun ikut terlibat dalam penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Nama Pendeta itu adalah Saifuddin Abraham, bekas mubaligh yang pernah mengajar di sebuah SMA Islam Bangsri Jepara (1988-1991). Ia juga seorang yang murtad setelah belajar agama kristen dengan para penginjil dan pendeta dari The Gideon International.

Pendeta Saifuddin Abraham pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ia juga pernah mengajar di Mahad Zaitun Indramayu. Pada tahun 2006 Ia Murtad di Cirebon. Setelah murtad, menantu tokoh Muhammadiyah Bangsri ini dibaptis di Semarang tanggal 4 Maret 2006, dengan nama baptis Abraham Moses.

Terhadap munculnya video murtadin tersebut, seorang Pimpinan Majelis Ta’lim An-Nabawiyyah – Jakarta, Ustadz Salim Syarief MD berkomentar keras….”Tidak ada paksaan bagi setiap orang untuk memeluk agama Islam, demikian pula seorang muslim tak dapat dipaksa untuk keluar dari agama Islam. Dengan dakwah, Islam telah menjelaskan kebenaran agama ini serta hukum-hukum yang ada dalam Islam”.

“Komitmen untuk memeluk agama Islam dalam syariat adalah hal penting, sehingga berdasarkan hukum syariat seorang yang murtad/ keluar dari Islam, harus dibunuh. Apalagi bila kemudian si murtad tadi menyebarkan kebohongan tentang Islam dan menghina Allah Ta’ala, kitab suci Al-Qur’an dan Baginda Nabi Muhammad SAW, maka sudah sangat layak ia dibunuh. Apabila si murtad itu tertangkap, ia diberi batas waktu 3 hari untuk bertobat atas murtadnya. Bila ia tetap dengan kemurtadannya, maka ia harus dibunuh”, ujarnya.

Masih kata ustadz Salim, “Bila kondisinya sudah separah ini, bukan waktunya lagi duduk menunggu tegak berdirinya sebuah negara yang bersyariat Islam untuk menghukum kedua murtadin tersebut, apalagi menunggu negara ini bertindak terhadap orang sejenis mereka. Semua umat islam tentunya tak dapat disalahkan bila kemudian terbakar amarah dan memburu si murtad untuk dibunuh, karena dengan dua alasan saja (murtad dan menistakan Islam) telah halal darah orang tersebut untuk ditumpahkan. Bagi setiap muslim yang siap membela kehormatan Islam, dipersilahkan untuk membunuh keduanya”, tutupnya.

Diyakini para mujahid sudah siap memburu yang bersangkutan dan siap dihukum (dipenjara) demi melenyapkan penghina dan penista Islam siapa pun dan dimana pun ia berada. Atas kejadian ini, pihak FPI pun telah menginstruksikan untuk mengejar dan menangkap Si Pendeta dan warga Yaman yang mengaku Alattas turunan Nabi SAW, asal Islam lalu masuk Kristen dan kemudian menghina Islam. [KbrNet/Slm]

Berikut Saksikan Tayangannya Si Penghujat Islam:

Saksikan juga video lain dengan isi tayangan yang sama:

Perlu diketahui!..
Dalam tayangan video Pendeta (eks muslim) tersebut berbohong, ia mengatakan bahwa warga Yaman yang murtad itu keturunan Nabi Muhammad. Padahal warga Yaman tersebut tidak mengatakan demikian.

Pendeta Saifuddin Abraham (eks muslim) dalam tayangan video tersebut berposisi sebagai penerjemah Si murtad Yaman, namun ikut serta melecehkan Nabi Muhammad SAW, misal ia menyebut Nabi Muhammad dengan Mr. “M”, dan terbahak-bahak menertawakan Agama Islam.

Dalam tayangan di atas, Si murtad Yaman juga telah memelintir cerita Hadits “Radha’ahtul Kabir” (menyusui lelaki dewasa), tanpa memahami maksud Hadits tersebut. Bahkan berbohong menambahkan kalimat hadits dengan “Seorang lelaki BERKUMIS dan BERJENGGOT. Padahal tidak ada kalimat itu dalam hadits tersebut.

Berikut terjemahan teks Hadits yang dimaksud. Dari Aisyah, ia berkata, Sahlah binti Suhail (istri Abu Hudzaifah) datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku melihat perubahan wajah Abu Hudzaifah berkenaan dengan keberadaan Salim di rumah kami, bagaimanakah yang demikian itu ?”. (Salim adalah anak angkat suaminya). Nabi SAW bersabda, “Susuilah dia !”. Sahlah berkata, “Bagaimana aku menyusuinya sedangkan dia adalah seorang laki-laki yang sudah besar ?”. Maka Rasulullah SAW tersenyum lalu bersabda, “Aku tahu dia itu seorang laki-laki yang sudah besar”. [HR.Muslim]

Si murtad Yaman dengan segala kebodohannya memahami hadits tersebut lalu mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW, memerintahkan seorang perempuan bernama Sahlah untuk menyusui secara langsung anak angkat suaminya yang bernama Salim (mantan budak Abu Hudzaifah), padahal maksud hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW, memerintahkan Sahlah untuk memberikan air susunya kepada anak angkat suaminya dengan cara menuangkan air susunya ke dalam suatu tempat untuk diminumkan, agar menjadi mahram dan akan hilang rasa cemburu suaminya yang bernama Abu Khudzaifah pada dirinya. Hal itu telah dijelaskan oleh para Muhaddits di dalam kitab-kitab mu’tabarah. Itu pun hukum khusus untuk Sahlah dan Shahabat Salim Maula Abi Khudzaifah.

Riwayat lain yang berkaitan dengan hadits itu, bahwasannya Sahlah binti Suhail, isteri Abu Hudzaifah dari Bani Amir bin Lu`ai menemui Rasulullah SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, kami dulu melihat Salim sebagai anak yang masih kecil, dia sering memasuki kediamanku, sedang saya memakai pakaian sehari-hari dan kami tidak mempunyai rumah kecuali hanya satu. Menurutmu bagaimana kami harus menyiasatinya?” Rasulullah SAW bersabda: “Susuilah dia sebanyak lima kali susuan, sehingga dengan itu dia menjadi anak dari jalan persusuan”.. Dan masih banyak lagi beberapa riwayat yang menjelaskan terkait Hadits tersebut.

Hadits menyusui lelaki dewasa ini kerap di salah-tafsirkan dan dipelintir oleh para PENGHUJAT Islam dengan sembrono. Mereka mengatakan bahwa prosedur penyusuannya adalah lelaki dewasa menghisap payudara wanita dewasa secara langsung. Tentu tafsiran seperti itu sangat bodoh. Jelas pemelintiran tafsiran ini berangkat dari pemahaman Islam yang sangat dangkal dan tak menyeluruh. Bayangan para PENGHUJAT Islam, cara penyusuan terhadap Salim dilakukan Sahlah binti Suhail (isteri Abu Huzaifah) dengan cara Sahlah membuka payudaranya di depan Salim, lalu Salim yang sudah dewasa itu menghisap air susu Sahlah langsung agar menjadi anak persusuan Sahlah. Tafsiran ini muncul hanya karena melihat teks Hadits di atas secara setipis kulit ari.

Jelas, Nabi muhammad SAW dan Sahlah mengetahui Salim sudah dewasa dan tak pantas disusui langsung oleh Sahlah. Pengetahuan itu sudah umum dan sudah maklum adanya. Terjadi pelanggaran jika melakukan menyusui langsung dari payudara, perbuatan itu adalah salah, keji dan terlarang.

RASULULLAH MENGHARAMKAN MENYENTUH KULIT WANITA YANG BUKAN MAHRAM DENGAN ANCAMAN KERAS, MAKA BAGAIMANA MUNGKIN CARA MENYUSUI SALIM DENGAN MENGHISAP PAYUDARA SAHLAH LANGSUNG?

Para PENGHUJAT Islam umum nya menghujat berangkat dari hawa nafsu kebodohan mereka, tanpa mau mengkaji lebih dalam dan jujur tentang Hadits-hadits menyusui orang dewasa di atas, lalu mengambil kesimpulan yang sembrono dan provokatif untuk menyudutkan Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Salim Abdul Qadir.

[KbrNet/Slm].

102 Tanggapan to “Tangkap dan Bunuh Si Murtad Penghina Islam!!”

  1. Hadia said

    setahu saya ,, negara atau negri YAMAN itu sekarang masih dikuasau pemberontak HOUTI yaitu dari kaum SYI’AH .. jadi wajar saja oknum diatas yang seorang SYI’AH itu melakukan Taqqiya yaitu berbohong demi kepentingan atas dirinya ,, entah itu sebagai usaha untuk menx=cari penghidupan dan kehidupan … heheheh

  2. Anonim said

    itu tidak ada hubungan dengan daqwaan. buat apa kita tersinggung. biasa saja tuh….

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: