KabarNet

Aktual Tajam

Waspada! WNI Penipu Jamaah Haji Gentayangan di Mekah

Posted by KabarNet pada 29/09/2013

Mekah – KabarNet: Jamaah Haji Indonesia patut bersikap ekstra waspada. Pasalnya sudah kerap kali dilaporkan terjadi penipuan dan penjarahan terhadap jamaah haji yang dilakukan oleh oknum-oknum WNI disana yang memang sengaja memanfaatkan momentum musim haji untuk melakukan kejahatan.

Oknum-oknum penipu ini menyamar sebagai petugas haji, memakai seragam petugas haji palsu, menggunakan kartu identitas petugas haji palsu, bahkan menyamar sebagai sesama jamaah haji dan ikut menggunakan pakaian ihrom.

Contohnya, aksi kejahatan pembiusan bukan hanya terjadi di Tanah Air. Modus pelaku kejahatan dengan menawari air minum yang sudah dicekoki obat bius pun menimpa jamaah haji Indonesia. Dianjurkan sebaiknya calon jamaah haji tidak mudah percaya begitu saja dengan orang Indonesia yang baru dikenal.

“Datang seseorang menunjukkan kartu identitas petugas haji palsu dan juga mengenakan baju biru (seragam petugas haji). Pelaku kemudian memberi minum korban setelah itu korban tertidur akibat obat bius yang dicampur ke dalam minuman,” ungkap Wakasektor Bidang Pelayanan, Jauharuddin Harmay Arady, saat ditemui di ruang kerjanya, Sektor 2 Daker Mekah, Sabtu (28/9/2013).

Ia manyesalkan pelaku kejahatan itu justru orang-orang Indonesia juga yang memanfaatkan keluguan para jamaah haji. “Yang hilang Dapih (kartu identitas), uang 600 riyal dan Rp 27 juta. Ke depan, sebaiknya kartu identitas petugas haji dimusnahkan saja setelah selesai bertugas agar tidak disalahgunakan,” ujar Jauharuddin.

Jauharuddin mengatakan modus kejahatan lainnya yakni perampasan tas jamaah haji, seperti yang dialami jamaah haji asal Maluku. “Kasus terakhir sudah Tawaf nangis luar biasa, Sa’i dia tidak nangis. Ada yang menyapa, tas dirampas. Pelaku orang Indonesia. Rp 11 juta dan 2.650 riyal hilang. Ada juga Ibu Halimah saat salat di Maqom Ibrahim tasnya dikalungi di leher dan diambil dari belakang sama laki-laki, orang Indonesia juga. Hilang Rp 5 juta,” papar Jauharuddin.

Pria asli Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ini mengimbau agar jamaah haji senantiasa berhati-hati. “Jangan bawa uang banyak-banyak. Secukupnya saja. Sebaiknya pemondokan juga diwajibkan menyediakan tempat penyimpanan uang,” kata dia.

Jamaah haji Indonesia juga diminta mewaspadai orang yang berpura-pura menawarkan jasa untuk memberikan bantuan atau joki ketika berada di Masjidil Haram.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah, Arsyad Hidayat, meminta jamaah tidak mudah terbujuk oleh orang Indonesia tidak dikenal meski mereka berbahasa-daerah yang sama dengan jamaah. Sebaliknya, Arsyad meminta agar jamaah haji hanya mempercayai atau meminta bantuan kepada petugas di Masjidil Haram yang memiliki tanda identitas (ID card). “Pastikan petugas yang hanya membawa ID card. Curigai yang tidak bisa menunjukkan ID card,” kata Arsyad di kantor Daker Mekah, Selasa (24/9/2013).

Kepala Seksi Pengamanan Daker Mekah, Asep Abdullah Masduki mengungkapkan, ada dua modus perjokian di Masjidil Haram.

Pertama, jamaah dan joki sepakat untuk dibantu mencium Hajar Aswad dengan nilai imbalan tertentu. “Transaksi dilakukan sebelum sang jamaah melakukan tawaf,” kata Asep.

Modus kedua, jamaah diperas setelah dibantu mencium Hajar Aswad. Sang jamaah dibantu oleh joki untuk dapat mendekati dan mencium Hajar Aswad dan setelah selesai, diarahkan ke tempat tertentu.

Di tempat itulah dengan kelihaian bujuk rayu, dan memanfaatkan suasana hati jamaah yang sedang bergembira karena berhasil mencium hajar aswad, disaat itulah sang joki menekan jamaah haji dengan menuntut bayaran dengan nilai yang tidak masuk akal. “Jamaah bisa saja ditarik 1.000 atau 500 riyal untuk sekali mencium Hajar Aswad,” ujar Asep.

Asep mengakui pihaknya sedang mempelajari bagaimana cara sang joki bisa menuntun jamaah mendekat, bahkan mencium Hajar Aswad. Padahal, secara fisik badan sang joki tidak terlalu besar sebagaimana jamaah asal Afrika, Turki, atau negara Timur Tengah lainnya. “Kalau itu positif, tekniknya bisa saja digunakan untuk jamaah. Tapi, kalau cara negatif, ya jangan,” kata Asep yang berasal dari Kodam Siliwangi ini.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Saudi Arabia terus mengimbau kepada jamaah haji Indonesia agar berhati-hati selama di Masjidil Haram. Jamaah diharapkan tidak banyak membawa uang dan perhiasan ketika di Masjidil Haram. “Titipkan barang di safety box pemondokan, maktab, atau simpan di kamar dengan baik. Bagi yang mempunyai ATM, tidak usah membawa uang tunai. Banyak ATM di sekitar Masjidil Haram yang bisa digunakan,” kata Arsyad.

Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram, Husban Abadi, juga mengatakan adanya modus penipuan yang dilakukan dengan berpura-pura mengaku sebagai petugas haji, lalu oknum WNI penipu itu menawarkan bantuan untuk membawakan tas jamaah, kemudian si penipu berjalan cepat dan menghilang di tengah kepadatan jamaah haji bersama tas yang digarongnya. “Penipu awalnya menawarkan bantuan membawakan tas. Lalu berjalan cepat mendahului korban dan menghilang,” kata Husban seperti yang dikutip dari Media Center Haji (MCH), Selasa (24/9/2013).

Modus lainnya adalah dengan berpura-pura sebagai petugas Masjidil Haram dan memaksa jamaah untuk menyerahkan tasnya karena akan diperiksa. Setelah tas diserahkan, si penipu pergi menghilang di tengah kepadatan kawasan masjidil haram meninggalkan jamaah haji yang ditipunya.

Hingga Selasa (24/9/2013) pagi atau hari keenam sejak jamaah tiba di Mekah, sudah dilaporkan lima kasus penipuan di Masjidil Haram. Bahkan mungkin saja ada lebih banyak kasus penipuan yang terjadi namun korban tidak melaporkan.

Mereka yang dilaporkan menjadi korban untuk sementara ini adalah:

  • Syarifah Aisyah, jamaah haji kloter 1 Embarkasi Batam (BTH-1), kehilangan gelang identitas haji;
  • Rahmat bin Minlu, jamaah haji kloter 3 Embarkasi Lombok (LOP-3), kehilangan uang Rp 2,5 juta dan 2.500 riyal Saudi;
  • Pariyah binti Ismail, jamaah haji kloter 1 Embarkasi Solo (SOC- 11), kehilangan uang 500 riyal Saudi dan telepon genggam;
  • Nahariyah, jamaah haji kloter 4 Embarkasi Makassar (UPG-4), kehilangan uang Rp 2 juta, 1.000 riyal Saudi, ATM, dan KTP;
  • Nunariyah binti Basyari, jamaah haji kloter 1 Embarkasi Solo (SOC-11), kehilangan tas identias, Rp 1,8 juta, dan 30 riyal Saudi.

Sementara, Nahariyah dan Pariyah mengaku menjadi korban kejahatan setelah tertinggal rombongan saat menjalankan ibadah Sa’i. Kedua wanita paruh baya asal Pekalongan ini didekati dua pria Indonesia yang menawarkan bantuan untuk mengantar mereka menemui rombongannya. Rupanya, kedua pria penipu itu justru memanfaatkan dua wanita lugu yang kebingungan itu.

Husban mengimbau kepada setiap Kepala Sektor untuk terus memberikan arahan dan informasi kepada jamaah di setiap sektor agar tidak membawa uang dan perhiasan ketika ke Masjidil Haram.

Selain itu, jamaah diminta tidak mempercayai orang-orang Indonesia yang menawarkan jasa (joki).

Husban juga meminta agar seluruh ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) untuk lebih memberikan perhatian kepada para jamaahnya, khususnya ketika sudah berada di Masjidil Haram. “Karom dan Karu harus lebih memperhatikan jamaahnya, jangan dilepas begitu saja di Masjidil Haram,” pesan Husban.

“Jamaah agar hanya percaya pada petugas di Masjidil Haram yang mengenakan seragam petugas dan memiliki kartu tanda pengenal (ID Card) petugas. Orang yang tidak mempunyai ID Card, curigai saja,” tandas Husban. [KbrNet/adl – Source: Republika/Detiknews]

Gambar Ilustrasi by KabarNet

5 Tanggapan to “Waspada! WNI Penipu Jamaah Haji Gentayangan di Mekah”

  1. Populer.in said

    Waspada! WNI Penipu Jamaah Haji Gentayangan di Mekah

    Jamaah Haji Indonesia patut bersikap ekstra waspada. Pasalnya sudah kerap kali dilaporkan terjadi penipuan dan penjarahan terhadap jamaah haji yang dilakukan oleh oknum-oknum WNI disana yang memang se…

  2. PENDEKAR TALIBAN said

    ya benar di mekah juga banyak sumber penyakit
    sebelum berangkat ingat di vaksin meningitis dulu.
    ada virus antrax juga sars dll
    hati hati!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

  3. noname said

    kasian udah susah paya antri berangkat tahunan tp disana ga dikasih jaminan keamanan oleh pemerintah arab saudi sungguh terlalu

  4. Jual dan Jasa Cetak ID Card Harga Murah
    Hotline 031 8052 559

  5. Saran, tolong adakan operasi utk menangkap para pejahat ditanah suci guna keselamatan hj serta menjaga kesuccian mekkah trims

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: