KabarNet

Aktual Tajam

Mengapa SBY Diam atas Kejahatan Perdagangan Orang ?

Posted by KabarNet pada 25/07/2013

MENGAPA SBY LEBIH TERTARIK MENGOMENTARI AKSI FPI DARIPADA KEJAHATAN INTERNASIONAL PERDAGANGAN ORANG YANG TERJADI DI KENDAL?

Jakarta – KabarNet: Banyak pihak tersentak begitu mengetahui terjadi sebuah Insiden yang melibatkan Preman-preman penjaga Lokalisasi ALASKA, Sukorejo, Kab Kendal, Warga yang terpancing peristiwa tabrakan, dengan pihak Front Pembela Islam. Buah insiden hasil provokasi tersebut langsung disantap antek-antek Liberal pembenci Islam untuk dikembangkan menjadi opini publik yang mencerca FPI.

Padahal dibalik ini semua, terjadi penyesatan dan kebohongan luar biasa untuk menutupi sebuah Kejahatan yang dilarang secara Nasional maupun Internasional yaitu Tindak Pidana PERDAGANGAN ORANG khususnya Penampungan Pelacuran yang masuk dalam kategori KEJAHATAN HUMAN TRAFFICKING.

Apa itu Kejahatan Tindak Pidana Perdagangan Orang ?

Kejahatan Perdagangan Orang, pada awalnya muncul dari konsep Hak Asasi Manusia yang terkandung dalam Universal Declaration of Human Right sejak 10 Desember 1948 yang kemudian dilanjutkan dengan The Convention for the Suppression of the Traffic in Persons and of the Exploitation of the Prostitution of Others (Resolusi PBB No 317 tanggal 2 Desember 1949) dengan Pasal intinya berbunyi :

“Whereas prostitution and the accompanying evil of the traffic in persons for the purpose of prostitution are incompatible with the dignity and worth of the human person and endanger the welfare of the individual, the family and the community”

(Bahwa Pelacuran dan turutannya yang merupakan pendayagunaan/bukan sekedar pengiriman saja, dengan maksud untuk pelacuran adalah tidak memenuhi harga diri dan nilai-nilai dari manusia serta membahayakan kesejahteraan pribadi, keluarga maupun komunitas/masyarakat.

Konvensi tersebut kemudian ditegaskan lagi dalam CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) pada tahun 1979. Hanya sayangnya tafsir dan perkembangan CEDAW ini kemudian disesatkan oleh antek-antek liberal menjadi sebuah dalil untuk mendukung program emansipasi yang kebablasan, termasuk menyerang ajaran agama Islam khususnya Bab Perempuan.

Namun semangat anti pelacuran tetap hidup dan sempat mampir sendiri bersih dari pengaruh-pengaruh liberal di Indonesia masuk dalam kategori Human Trafficking yang selanjutnya membentuk Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG.

Pasal 2 ayat 1 Undang-undang tersebut berbunyi :

Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah negara Republik Indonesia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Dalam ketentuan tersebut yang disebut dengan EXPLOITASI sangat jelas diatur dalam ketentuan umum undang-undang tersebut khususnya Pasal 1 butir ke 7 yang berbunyi :

7. Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil.

Maka jelaslah, Lokalisasi (penampungan) Pelacuran seperti ALASKA dahulu bernama SARIM yang diminta ditutup oleh FPI, memang melanggar Pasal 2 ayat 1 tersebut dan hal mana berupa sebuah Kejahatan Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 Tahun.

Sekarang semua pihak yang lebih mementingkan “Cara” yang dianggap dilakukan FPI dalam upayanya menutup sarang kejahatan tersebut dapat dianggap langsung atau tidak langsung turut serta melindungi kejahatan tersebut. Sehingga dikarenakan hal tersebut secara Nasional maupun Internasional sudah dianggap suatu Kejahatan, maka para pelaku dan pendukung-pendukungnya patut dilaporkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

Mencermati komentar-komentar mengenai insiden FPI di Kendal termasuk dari SBY, maka seakan-akan orang dilupakan atau sengaja untuk dilupakan bahwa dibalik peristiwa itu, ada perlawanan terhadap suatu kejahatan yang sudah dinyatakan sebagai Kejahatan Internasional yaitu Kejahatan Perdagangan Orang. Apabila ditarik kedalam suatu kewajiban yang melekat pada SBY sebagai Presiden RI, maka jangan disalahkan apabila kemudian orang menduga SBY sengaja menutupi atau setidak-tidaknya membiarkan praktek lokalisasi pelacuran yang jelas-jelas ada di ALASKA Sukorejo, Kendal. Begitu pun dengan fakta masih banyaknya Lokalisasi Pelacuran yang tetap aman menjalankan prakteknya, bahkan di kota Jakarta tempat Pusat Pemerintahan.

M Mahendradatta

9 Tanggapan to “Mengapa SBY Diam atas Kejahatan Perdagangan Orang ?”

  1. Semua mata saat ini tertuju kepada FPI yang sedang dihujat, dicacimaki dan dipojokkan sebagai ormas yg dianggap Anarkis, Radikalis, & Pelanggar HAM.

    Kami bertanya kepada Pemerintah dan Ulama..

    Sanggupkah kalian menuding Nabi Muhammad SAW, ketika Beliau SAW menghancurkan Mesjid Dhiror kalian tuding bahwa Nabi Muhammad SAW berlaku Anarkis..??

    Atau ketika Nabi Muhammad SAW menghukum pencuri dengan memotong tangannya, apakah kalian menuding Nabi Muhammad SAW melanggar HAM..??

    Atau seperti dicatat dalam kitab hadits sohih dan sejarah Islam ketika tong-tong minuman keras dihancurkan oleh Nabi Muhammad SAW, bisakah kaliah menuding Nabi Muhammad SAW sebagai seorang Radikalis..??

    Sifat Rasulullah Saw ketika Beliau dihina bahkan dilempari badannya sampai berdarah, beliau tetap bersabar.. Namun ketika Hukum Allah Swt dilanggar, beliau tegas dan keras bahkan sampai mengangkat pedang.

    Sampaikan ilmu Dakwah, Hisbah dan Jihad secara utuh tidak sepotong-sepotong… Jangan kalian berdakwah pakai dalil nahyi munkar (Hisbah), dan sebaliknya kalian melakukan Hisbah (nahyi munkar) memakai dalil Dakwah (amar makruf). Kasihan umat, Jangan disesatkan dengan dalil yang ter-balik2..

    Fakta yang terjadi di lapangan bahwa mereka kelompok aliran sesat, para pelacur, bandar Miras dan Judi, Germo, Perdukunan, Misionaris Aliran Sesat, Laskar Kristus dan Mbahnya kesesatan yaitu Liberal, mereka semua sangat benci FPI bahkan FPI dijadikan Publik Enemy (musuh bersama) oleh mereka.

    Haruskah umat Islam juga ikut-2an Benci FPI..???
    Haruskah tokoh agama terjebak dalam Grand desain Mafioso yang juga harus memusuhi FPI..???
    Bukankah musuh bersama kita adalah kemaksiatan dan kemunkaran..???

    Ingatlah firman Allah Swt “Maa Kunna Muhlikil Quroo illa waahluha Dhalimun” (tidaklah Allah Swt hancurkan suatu negeri/perkampungan kecuali penduduknya berbuat Dhalim). Na’dzu billahi min dzalik..

    FPI hanyalah perahu ummat untuk menegakkan Amar Ma’ruf nahyi Munkar, jika SATU perahu ini (FPI) ditenggelamkan maka PASTI muncul 1000 perahu-perahu baru..

    Wamakaruu wamakarolloh wallohu khairul makirin..

    Smoga Allah Swt menunjukan Haq itu adalah Haq dan Bathil adalah Bathil..

    Nasrun minallohi wafathun qorib..

  2. noname said

    bung kalo komen harus berimbang, jng menggunakan kacamata sepihak

  3. tukangtenung said

    Memangnya FPI itu Tuhan atau nabi???

  4. tukangsihir said

    Paus Francis dari Gereja Katolik Pusat di Vatican mengecam kejahatan perdagangan manusia menjadi budak dan prostitusi. http://www.pikiran-rakyat.com/node/236326

    Memangnya Paus Francis itu Tuhan atau nabi???

  5. Anonim said

    @tukang sihir,
    MENGECAM dan BERBUAT ANARKIS adalah beda !
    Jangan dicampur aduk !

  6. Gw nih, mau apa luh ?? said

    Semua komentar kecuali komentar Hamba Allah, adalah komentar-komentar bodoh yang tanpa sandaran. Itukan perumpamaan, masa begitu aja ga dimengerti ?

    Dia sepihak karena memang kacamata nya adalah kacamata hukum islam. Kalau anda beragama lain, saya persilakan anda juga mengomentari dari kacamata anda. Dan saya merasa orang-orang itu pengecut semua. Kalau mereka tidak mendukung ESENSI FPI soal pembrantasan prostitusi, miras, dll… Sungguh anda akan menjadi saksi bagi saya kelak bahwa Saya Senang dan Ridho Islam sebagai agama saya menegakkan hal tersebut…. Terlepas dari bagaimana caranya…
    Tapi anda semua ribut hanya soal caranya saja, tanpa melihat esensi… Apakah itu tidak dinamakan kacamata sepihak juga ????

    Kalau mau berimbang, silakan.. Tapi jangan ngomong sepihak, kalau sendirinya juga sepihak… Namanya udah BAB, tapi di makan lagi. Tauuu….

  7. Paulus Nabi Palsu said

    @hamba allah dan pendukung serta simpatisanya

    Top banget dah! 2 jempol tangan gue acungkan buat lo semua.

    @ kontra hamba allah

    Malu2xin aza lo semue, 2 jempol kaki gue buat lo isep semue wakakaka

    Gitu aza kok repot

  8. saya simpatik dgn gerakan2 fpi di negri muslim mayoritas ini…….org yg ga dukung amar makruf nahi mungkar itu dua saja :

    1. kl dia org islam musstilah dia islam munafiq

    2. pastilah dia non islam

    dua itu sja yg membenci FPI saat ini…………….FPI teruskan perjuangan mu

  9. Kinan said

    Dasar SBY presiden goblok!!! Cuman gede badannya doank.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: